Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Counselling Methods for Drug Users and Father Absence as Triggering Factors for Drug Abuse Andea Muhammad Abhista Andikaputra; Siti Jaro'ah
International Conference on Psychology and Education (ICPE) Vol. 4 No. 1 (2025): Proceeding of The International Conference on Psychology and Education (ICPE)
Publisher : Department of Psychology, Faculty of Education, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The issue of drug abuse in Indonesia continues to be an important concern, with data from the Ministry of Health in 2025 and the National Narcotics Agency (BNN) showing that 2.2 million adolescents in Indonesia are drug users. Related to this, the efforts made by BNN are to provide rehabilitation facilities in the form of counselling. In this research, the author will use the literature review method to observe and compare it with the observation and interview data that the author gets in the field. Through this research, the author found that the most appropriate method to handle individuals, especially in cases of drug abuse, is Cognitive Behavioural Therapy. Then the author also found that the main cause of drug abuse among children is the lack of a father's role, both physically and psychologically, a condition known as “fatherless”.
Unraveling the Multidimensional Stress Experiences of Commuter University Students: A Phenomenological Study in Surabaya Anggi Febiyanti; Siti Jaro'ah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p451-460

Abstract

Mahasiswa komuter menghadapi tuntutan perjalanan pulang–pergi yang panjang dan tidak menentu, yang berpotensi menimbulkan kelelahan fisik, tekanan psikologis, serta penurunan performa akademik. Namun, kajian di Indonesia yang mengungkap pengalaman subjektif stres pada mahasiswa komuter masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman stres mahasiswa komuter di Surabaya, meliputi sumber stres, dampak yang dialami, serta strategi coping yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Partisipan terdiri dari tiga mahasiswa komuter yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman. Analisis menghasilkan enam tema utama, yaitu stressor perjalanan komuter, dampak terhadap kondisi fisik dan akademik, strategi coping, tekanan akademik dan organisasi, dukungan sosial, serta manajemen waktu dan keseimbangan hidup. Perjalanan harian muncul sebagai sumber stres utama yang memicu kelelahan dan menurunkan kesiapan kognitif mahasiswa sebelum aktivitas akademik dimulai. Stres mahasiswa komuter bersifat multidimensional dan terbentuk melalui interaksi antara tuntutan perjalanan, tekanan akademik, serta kapasitas adaptasi individu. Temuan ini menegaskan bahwa commuting merupakan faktor sentral dalam dinamika stres mahasiswa, sehingga diperlukan dukungan institusional dan strategi adaptif yang lebih kontekstual untuk meningkatkan kesejahteraan mahasiswa komuter. Abstract Commuter students are exposed to long and unpredictable daily travel, which may lead to physical fatigue, psychological stress, and decreased academic performance. However, in Indonesia, studies exploring the subjective experiences of commuter student stress remain limited. This study aims to explore in depth the stress experiences of commuter students in Surabaya, including sources of stress, perceived impacts, and coping strategies. This study employed a qualitative approach with a phenomenological design. Three commuter students were selected using purposive sampling. Data were collected through semi-structured in-depth interviews and analyzed using Miles and Huberman’s interactive data analysis technique. The analysis identified six major themes: commuting stressors, impacts on physical and academic conditions, coping strategies, academic and organizational pressure, social support, and time management and life balance. Daily commuting emerged as the primary stressor, contributing to fatigue and reduced cognitive readiness prior to academic activities. Commuter student stress is multidimensional and shaped by the interaction between travel demands, academic pressures, and individual adaptive capacity. These findings highlight commuting as a central factor in student stress dynamics and underscore the need for more context-sensitive institutional support and adaptive strategies to enhance commuter students’ well-being.
The meaning of self-acceptance in the dynamics of families with children with special needs Nilam Nisa; Siti Jaro'ah; Fitrania Magfiroh
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 21 No. 1 (2026): Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/psikologia.v21i1.23722

Abstract

This study examines the process of self-acceptance in families of children with special needs (CSN) as a complex and dynamic psychological phenomenon. The aim of this study is to understand how families interpret their emotional experiences, as well as the factors that influence the acceptance process in the context of everyday life. The participants consisted of three family members who are directly involved in the care of children with special needs and have been aware of the child’s condition for at least two years. This study employed a qualitative approach using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Data were collected through semi-structured interviews and participatory observation, and subsequently analyzed using thematic analysis. The findings indicate that the process of self-acceptance involves emotional stages of denial, anger, bargaining, depression, and acceptance. However, these stages do not occur in a linear or sequential manner; rather, they are fluctuating and recurring. The acceptance process is not only experienced at the individual level but also occurs collectively within the family system. Internal factors such as emotional regulation and religiosity, as well as external factors including social support, community, and environmental influences, play a significant role in shaping adaptive coping and family resilience. The findings further emphasize that self-acceptance is an ongoing process of meaning-making rather than merely the final outcome of emotional adaptation. The implication is that psychosocial interventions should be designed comprehensively by involving all family members and strengthening social support to enhance the psychological well-being of families in a sustainable manner.
PENGUATAN BUDAYA PEDULI LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM GREEN SCHOOL DI SDN DUKUH KUPANG V SURABAYA Siti Jaro'ah; Ribka Mutiara Simatupang; Vania Ardelia; Avrisko Adam Rifa'i; Muhammad Aflah N.S. Kurniawan
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v5i1.617

Abstract

Isu kerusakan lingkungan dan perubahan iklim menuntut peran aktif institusi pendidikan dasar dalam membangun kesadaran serta perilaku ramah lingkungan sejak dini. Sekolah dasar memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai keberlanjutan melalui pembelajaran dan praktik nyata di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan konsep Green School berbasis Program Adiwiyata di SDN Dukuh Kupang V Surabaya sebagai upaya penguatan budaya peduli lingkungan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif yang meliputi tahap sosialisasi, pelatihan guru dan siswa, penyediaan sarana pengelolaan lingkungan, penerapan teknologi tepat guna, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga sekolah terhadap isu lingkungan, perubahan perilaku dalam pemilahan sampah, serta meningkatnya partisipasi siswa dan guru dalam kegiatan pengelolaan lingkungan sekolah. Selain itu, program ini menghasilkan tersedianya fasilitas pendukung berupa tempat sampah terpilah, komposter organik sederhana, taman edukasi, dan green corner yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual. Implementasi program ini berkontribusi pada terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, serta mendukung pencapaian indikator Program Adiwiyata. Kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya pendidikan berkualitas dan aksi terhadap perubahan iklim.
Hogg Eco-Anxiety Scale (HEAS-13): Adaptation and Validation of the Ecological Anxiety Scale for the Indonesian Context Nabila Cahyaningrum; Siti Jaro'ah; Rizky Putra Santosa
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v11i1.15444

Abstract

Studi ini berfokus pada proses adaptasi dan pengujian validitas dan reliabilitas Skala Kecemasan Ekologis Hogg (HEAS-13) agar sesuai dengan budaya dan konteks Indonesia, serta untuk menilai validitas konkurennya dengan Skala Kecemasan Perubahan Iklim (CCAS). Proses adaptasi dilakukan berdasarkan pedoman Komisi Pengujian Internasional melalui penerjemahan maju, penilaian oleh enam ahli, dan wawancara kognitif terhadap lima responden untuk memastikan kejelasan bahasa, kesetaraan konseptual, dan kesesuaian budaya. Sebanyak 847 partisipan di Indonesia berusia 17–65 tahun secara sukarela berpartisipasi dalam survei daring. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa distribusi item berada dalam batas normalitas yang dapat diterima. Empat faktor utama, yaitu Gejala Afektif, Perenungan, Gejala Perilaku, dan Kecemasan tentang Dampak Pribadi, ditemukan berdasarkan hasil EFA yang menjelaskan 58,3% dari total varians (Kaiser-Meyer-Olkin = 0,906; p < 0,001). Analisis faktor konfirmatori (CFA) menunjukkan model dengan kesesuaian yang baik (CFI = 0,982; TLI = 0,977; RMSEA = 0,042; SRMR = 0,028). Koefisien reliabilitas menunjukkan konsistensi internal yang tinggi (Cronbach's α = 0,89; McDonald's ω = 0,89). Pengujian validitas konkuren mengungkapkan bahwa HEAS berkorelasi positif dan signifikan dengan CCAS (Spearman's rho = 0,610; p < 0,001), menunjukkan hubungan konseptual yang kuat antara HEAS dan CCAS. Secara keseluruhan, versi Indonesia dari Skala Kecemasan Ekologis Hogg telah terbukti valid, reliabel, dan sesuai secara budaya untuk mengukur kecemasan ekologis pada populasi Indonesia.