Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The meaning of self-acceptance in the dynamics of families with children with special needs Nilam Nisa; Siti Jaro'ah; Fitrania Magfiroh
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 21 No. 1 (2026): Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/psikologia.v21i1.23722

Abstract

This study examines the process of self-acceptance in families of children with special needs (CSN) as a complex and dynamic psychological phenomenon. The aim of this study is to understand how families interpret their emotional experiences, as well as the factors that influence the acceptance process in the context of everyday life. The participants consisted of three family members who are directly involved in the care of children with special needs and have been aware of the child’s condition for at least two years. This study employed a qualitative approach using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Data were collected through semi-structured interviews and participatory observation, and subsequently analyzed using thematic analysis. The findings indicate that the process of self-acceptance involves emotional stages of denial, anger, bargaining, depression, and acceptance. However, these stages do not occur in a linear or sequential manner; rather, they are fluctuating and recurring. The acceptance process is not only experienced at the individual level but also occurs collectively within the family system. Internal factors such as emotional regulation and religiosity, as well as external factors including social support, community, and environmental influences, play a significant role in shaping adaptive coping and family resilience. The findings further emphasize that self-acceptance is an ongoing process of meaning-making rather than merely the final outcome of emotional adaptation. The implication is that psychosocial interventions should be designed comprehensively by involving all family members and strengthening social support to enhance the psychological well-being of families in a sustainable manner.
PENGUATAN BUDAYA PEDULI LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM GREEN SCHOOL DI SDN DUKUH KUPANG V SURABAYA Siti Jaro'ah; Ribka Mutiara Simatupang; Vania Ardelia; Avrisko Adam Rifa'i; Muhammad Aflah N.S. Kurniawan
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v5i1.617

Abstract

Isu kerusakan lingkungan dan perubahan iklim menuntut peran aktif institusi pendidikan dasar dalam membangun kesadaran serta perilaku ramah lingkungan sejak dini. Sekolah dasar memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai keberlanjutan melalui pembelajaran dan praktik nyata di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan konsep Green School berbasis Program Adiwiyata di SDN Dukuh Kupang V Surabaya sebagai upaya penguatan budaya peduli lingkungan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif yang meliputi tahap sosialisasi, pelatihan guru dan siswa, penyediaan sarana pengelolaan lingkungan, penerapan teknologi tepat guna, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga sekolah terhadap isu lingkungan, perubahan perilaku dalam pemilahan sampah, serta meningkatnya partisipasi siswa dan guru dalam kegiatan pengelolaan lingkungan sekolah. Selain itu, program ini menghasilkan tersedianya fasilitas pendukung berupa tempat sampah terpilah, komposter organik sederhana, taman edukasi, dan green corner yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual. Implementasi program ini berkontribusi pada terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, serta mendukung pencapaian indikator Program Adiwiyata. Kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya pendidikan berkualitas dan aksi terhadap perubahan iklim.
Hogg Eco-Anxiety Scale (HEAS-13): Adaptation and Validation of the Ecological Anxiety Scale for the Indonesian Context Nabila Cahyaningrum; Siti Jaro'ah; Rizky Putra Santosa
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v11i1.15444

Abstract

Studi ini berfokus pada proses adaptasi dan pengujian validitas dan reliabilitas Skala Kecemasan Ekologis Hogg (HEAS-13) agar sesuai dengan budaya dan konteks Indonesia, serta untuk menilai validitas konkurennya dengan Skala Kecemasan Perubahan Iklim (CCAS). Proses adaptasi dilakukan berdasarkan pedoman Komisi Pengujian Internasional melalui penerjemahan maju, penilaian oleh enam ahli, dan wawancara kognitif terhadap lima responden untuk memastikan kejelasan bahasa, kesetaraan konseptual, dan kesesuaian budaya. Sebanyak 847 partisipan di Indonesia berusia 17–65 tahun secara sukarela berpartisipasi dalam survei daring. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa distribusi item berada dalam batas normalitas yang dapat diterima. Empat faktor utama, yaitu Gejala Afektif, Perenungan, Gejala Perilaku, dan Kecemasan tentang Dampak Pribadi, ditemukan berdasarkan hasil EFA yang menjelaskan 58,3% dari total varians (Kaiser-Meyer-Olkin = 0,906; p < 0,001). Analisis faktor konfirmatori (CFA) menunjukkan model dengan kesesuaian yang baik (CFI = 0,982; TLI = 0,977; RMSEA = 0,042; SRMR = 0,028). Koefisien reliabilitas menunjukkan konsistensi internal yang tinggi (Cronbach's α = 0,89; McDonald's ω = 0,89). Pengujian validitas konkuren mengungkapkan bahwa HEAS berkorelasi positif dan signifikan dengan CCAS (Spearman's rho = 0,610; p < 0,001), menunjukkan hubungan konseptual yang kuat antara HEAS dan CCAS. Secara keseluruhan, versi Indonesia dari Skala Kecemasan Ekologis Hogg telah terbukti valid, reliabel, dan sesuai secara budaya untuk mengukur kecemasan ekologis pada populasi Indonesia.
Pengaruh antara Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Penyesuaian Diri pada Santri Baru di Pondok Pesantren Surabaya Eryn Uma Rizka; Siti Jaro'ah
As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga  Vol. 8 No. 1 (2026): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v8i1.11034

Abstract

Self-adjustment is a crucial ability that determines the success of new students in adapting to the environment of Islamic boarding schools, which differ from their home life in terms of rules, values, and social interaction patterns. This transition often creates emotional and social challenges that can affect students’ psychological well-being. The purpose of this study was to examine the effect of peer social support on the self-adjustment of new students at three Islamic boarding schools in Surabaya. The research employed a quantitative approach with a correlational design involving 101 new students who had lived in dormitories for less than six months. The results showed that peer social support had a positive and significant effect on self-adjustment (r = 0.530; p < 0.001; R² = 0.281). Students who received emotional, acceptance, and tangible support from peers demonstrated better adaptation in social, academic, and spiritual domains. These findings support Cohen and Hoberman’s theory that social support acts as a psychological buffer in stressful adaptation processes. Furthermore, the study highlights the importance of interpersonal relationships in enhancing students’ well-being. The implications suggest the need for developing peer-based counseling and support programs to help new students adapt more effectively within Islamic boarding school environments.
Dampak Psikologis dan Sosial Ibu Rumah Tangga Pasca Kematian Suami: Sebuah Analisis Fenomenologis Annisa Zafif Callysta; Siti Jaro'ah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p246-257

Abstract

Kematian pasangan merupakan peristiwa kehilangan yang menimbulkan dampak psikologis mendalam, khususnya bagi ibu rumah tangga yang harus beradaptasi dengan peran ganda sebagai ibu tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak psikologis, emosional, sosial, dan ekonomi yang dialami ibu rumah tangga setelah kematian suami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan empat partisipan ibu rumah tangga yang kehilangan suami. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis menggunakan Interperative Phenomenological Analysis (IPA). Temuan menunjukkan partisipan mengalami dampak emosional berupa shock, perasaan hampa, kesedihan mendalam, dan penyesalan. Dampak sosial meliputi kehilangan dukungan emosional suami, perubahan peran menjadi kepala keluarga, dan isolasi sosial. Dampak ekonomi mencakup kesulitan finansial akibat kehilangan pencari nafkah utama Ibu rumah tangga mengalami dampak multidimensional pascakehilangan suami yang memengaruhi aspek emosional, sosial, dan ekonomi kehidupan. Anak menjadi sumber motivasi utama untuk bertahan dan beradaptasi dengan kehidupan baru. Abstract Spousal loss is a significant life event that causes profound psychological impacts, particularly for housewives who must adapt to dual role as single mothers. Objective: This study aims to explore the psychological, emotional, social, and economic impacts experienced by housewives after their husba’d's death. This qualitative phenomenological study involved four housewife participants who lost their husbands. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Findings indicate participants experienced emotional impacts include loss of husband’s emotional support, role changes as family head, and social isolation. Economic impacts encompass financial difficulties due to loss of primary breadwinner. Housewives experience multidimensional impacts after spousal loss affecting emotional, social, and economic aspects of their lives. Children become the main source od motivation to survive and adapt to new life.