Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Optimalisasi Nilai Parameter Segmentasi Untuk Pemetaan Tutupan Lahan Menggunakan Citra Sentinel 2-A Di Kabupaten Konawe Jusmianto, Jusmianto; Golok Jaya, Laode Muh.; Saleh, Fitra
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 4, No 2 (2020): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v4i2.13088

Abstract

Teknik klasifikasi berbasis objek sangat baik digunakan dalam mengidentifikasi objek tutupan lahan. Salah satu teknik klasifikasi yang banyak digunakan adalah Object-Based Image Analysis (OBIA) dengan menggunakan metode segmentasi. Metode segmentasi memiliki keunggulan yaitu sangat presisi dan akurat dalam memisahkan objek oleh karena itu metode ini sangat cocok untuk mengidentifikasi objek tutupan lahan di Kabupaten konawe yang beragam. Pada metode segmentasi terdapat tiga parameter yang menjadi penentu keakuratan dalam memisahkan objek yaitu parameter skala, bentuk dan kekompakan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kombinasi parameter segmentasi yang paling optimal untuk pemetaan penutup lahan di Kabupaten Konawe; (2) mengetahui sebaran penutup lahan di Kabupaten Konawe. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini: (1) simulasi parameter segmentasi untuk memperoleh kombinasi parameter segmentasi yang paling optimal; (2) klasifikasi OBIA dengan metode segmentasi untuk memperoleh sebaran penutup lahan di Kabupaten Konawe. Hasil penelitian ini antaralain:  (1) kombinasi nilai parameter yang paling optimal, yaitu kombinasi nilai skala 20 dan bentuk 0,8 dengan total akurasi tutupan lahan mencapai 92.20%; (2) tutupan lahan yang ada di Kabupaten Konawe didominasi oleh hutan primer yang berada di Kecamatan Amonggedo dengan luas 5.552,2 ha, lahan persawahan untuk Kecamatan Wonggeduku dengan luas 7.142,10 ha dan lahan kebun campuran untuk Kecamatan Pondidaha dengan luas 3.298,60 ha. Kata kunci: Tutupan Lahan, OBIA, Segmentasi
Pemetaan Fenomena Urban Heat Island Di Kota Kendari Dengan Menggunakan Citra Resolusi Menengah Wardana, Fatimah; Golok Jaya, laode Muh.; Saleh, Fitra; Karim, Jufri
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 5, No 1 (2021): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v5i1.17258

Abstract

Abstrak: Fenomena Urban Heat Island dapat dipetakan dengan parameter Suhu Permukaan Tanah (SPT) dan indeks kerapatan vegetasi (NDVI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Urban Heat Island di Kota Kendari menggunakan Landsat 8 OLI/TIRS dan menganalisis kondisi eksisting sebaran fenomena Urban Heat Island di Kota Kendari. Proses dilakukan dengan mengolah data citra Landsat 8 OLI/TIRS perekaman 30 Agustus 2017. Analisis dilakukan dengan menggunakan algoritma Syariz untuk penentuan SPT yang kemudian dikorelasikan dengan nilai NDVI yang dihasilkan dari kaliberasi band 4 dan band 5 pada citra Landsat 8 OLI/TIRS. Hasil penelitian ini menunjukkan suhu permukaan tanah di kota Kendari berkisar antara 15,27 hingga 33,34. Dimana suhu 15 hingga 22adalah suhu daerah yang tidak terdeteksi atau tertutup awan. Persebaran suhu didominasi suhu antara 23-27 dengan luas 21.492,46 Ha atau 81,02% dari luas wilayah, dengan wilayah yang teridentifikasi sebagaui daerah UHI dengan suhu diantara 28-33 seluas 2.968,57 Ha atau 11,01% dari total luas wilayah Kota Kendari. Nilai korelasi antara SPT dan NDVI berada pada angka -0,66 yang berarti bahwa tingkat kerapatan vegetasi berbanding terbalik dengnan nilai suhu permukaan tanah atau semakin rendah indeks kerapatan vegetasinya, maka semakin tinggi suhu permukaan tanahnya.Kata kunci: Urban Heat Island, suhu permukaan tanah, Landsat 8, NDVIAbstract: The Urban Heat Island phenomenon can be mapped with the parameters of Land Surface Temperature (LST) and the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). This study aims to analyze Urban Heat Island in Kendari City using Landsat 8 OLI / TIRS and analyze the existing conditions of the distribution of the Urban Heat Island phenomenon in Kendari City. The process is done by processing Landsat 8 OLI / TIRS image recording data on August 30, 2017. The analysis carried out using the Syariz algorithm to determine LST which is then correlated with NDVI values resulting from band 4 and band 5 in Landsat 8 OLI / TIRS images. The results showed that the  land surface temperature in Kendari ranged from 15.27°C to 33.34°C. The 15 to 22°C is the temperature of the clouded or undetected area. The temperature distribution is dominated by temperatures between 23-27 ° C with an area of 21,492.46 Ha or  81.02% of the total area, with areas identified as UHI are the areas with temperatures between 28-33 ° C with an area of 2,968.57 Ha or 11.01% of the total area of  Kendari City. The correlation value between SPT and NDVI is at -0.66, which means that the vegetation density level is inversely proportional to the value of the land surface temperature value or the lower the vegetation index value, the higher the surface temperature of the land.Keywords: Urban Heat Island, land surface temperature, Landsat 8, NDVI
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kambu Mengenai Penggunaan Handphone dan Pengelolaan Sampah Elektronik Secara Bertanggung Jawab untuk Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals 2030 Mokui, Hasmina Tari; Jaya, La Ode Muhammad Golok; Kadir, Ishak; Rachman, Ranno Marlany; Nur, M. Nadzirin Anshari; Mahapatih, Wa Ode Siti Warsita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpmit.v5i2.47104

Abstract

The Thematic Lecture, Integrated with Community Empowerment Program in Kambu District, aims to promote responsible consumption and production, specifically by tackling the issue of electronic waste, in the form of mobile phones. The goal is to help achieve the Sustainable Development Goals related to responsible consumption and production. Government Regulation Number 27 of 2020 addresses the management of electronic waste, which is categorized as specific waste due to the presence of poisonous and hazardous materials that can harm humans and the environment. To address this issue, all relevant stakeholders must work together to implement integrated reduction and handling efforts. One of the goals of this thematic program is to promote public understanding of the concept of responsible consumption and production. This is achieved through the provision of technical guidance to the community, which includes training, knowledge and theory exposure, and skills provision. The material provided focuses on responsible cellphone usage and the 3R (Reduce, Reuse, and Recycle) concept in waste management, particularly for electronic waste. After conducting interviews and analyzing the participants' level of enthusiasm, it can be concluded that the activity was conducted successfully. Additionally, it was well-received by the relevant stakeholders, with a positive response noted.
Rancang Bangun Sistem Informasi Persebaran Lokasi Industri Manufaktur Sulawesi Tenggara Berbasis Website Hairul Nisa, Fadila; Thamrin, Muh. Bayu Aidil Adhalik; Jaya, Laode Muh. Golok; Isnawaty, Isnawaty
Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer Vol 9 No 1 (2024): Vol 9 No 1 - 2024
Publisher : STIMIK Bina Bangsa Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51717/simkom.v9i1.357

Abstract

Di era saat ini, perkembangan mengenai pembangunan sebuah industri atau pabrik di Indonesia semakin berkembangan dan terus mengalami kenaikan. Akan tetapi, informasi mengenai industri tersebut tidak terekspos dengan baik sehingga masyarakat masih awam akan hal tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan sebuah penelitian untuk menyebarluaskan persebaran lokasi industri manufaktur yang ada di Sulawesi Tenggara berbasis website dengan menggunakan metode waterfall dan pemodelan UML (Unified Modeling Language), sehingga masyarakat dengan mudah mengakses dan mengetahui sebaran lokasi industri manufaktur yang ada di Sulawesi Tenggara berdasarkan Kabupaten/Kota, Kecamatan, maupun desa. Serta mengetahui hasil produksi secara detail dari setiap industri manufaktur yang ada.
Analisis Kelayakan Teknik dan Estimasi Sumberdaya Mineral Terukur pada Blok 4 Izin Usaha Pertambangan (IUP) Biji Nikel PT. Tiran Indonesia Fahrullah, Muh.; Jaya, La Ode Muhammad Golok; Mangallah, Lukas Kano
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management) Vol 6, No 1 (2024): Mei Tahun 2024
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmr.v6i1.49049

Abstract

Analisis kelayakan teknik, pemodelan geologi dan estimasi sumberdaya terukur nikel laterit bertujuan untuk mengetahui kelayakan secara teknik dan penyebaran sumberdaya yang ditampilkan dalam bentuk constrain blok model. Hasil estimasi sumberdaya mempresentasikan bentuk dan penyebaran dari endapan mineral sehingga memudahkan dalam melakukan penambangan serta dapat memperkirakan batas-batas penambangan berdasarkan hasil pemodelan geologi dan estimasi sumberdaya. Data yang digunakan dalam estimasi sumberdaya nikel laterit terdiri dari data geologi, data hasil pengeboran, data hasil uji kadar dari Laboratorium dan data survey. Metode Pengolahan dan analisa data  estimasi sumberdaya nikel laterit menggunakan analisis statistic dan pendekatan metode Inverse Distance Weight (IDW) dengan ukuran grid terbesar blok 25 M x 25 M tebal blok 1 M dan ukuran blok terkecil 6,25 M x 6,25 M tebal blok terkecil 1 M. Hasil estimasi sumberdaya nikel dengan metode Inverse Distance Weight (IDW) dengan hasil Zona limonit (LIM) untuk HPAL : Ni < 1,5% dan Fe ≥ 35%, Co ≥ 0.08% sebanyak 45.824.116 Ton. Zona bijih limonit rendah  (Low Grade Limonite) : Ni ≥ 1,5% - < 1,7% dan Fe ≥ 35 sebanyak 6.892.122 Ton. Zona bijih limonit medium (Medium Grade Limonite) : Ni ≥ 1,7% - < 1,9% dan Fe ≥ 35% sebanyak 3.708.230. Zona bijih limonit tinggi (High Grade Limonite) : Ni ≥ 1,9% dan Fe ≥ 35% sebanyak 685.150 Ton. Zona bijih saprolite rendah (Low Grade Saprolite) : Ni ≥ 1,5% - 1,7% dan Fe < 35% sebanyak 2.482.777 Ton. Zona bijih saprolite medium (Medium Grade Saprolite) : Ni ≥ 1,7% - 1,9% dan Fe < 35% sebanyak 2.038.542 Ton. Zona bijih saprolite tinggi (High Grade Saprolite) : Ni ≥ 1,9% dan Fe < 35% sebanyak 3.006.290 Ton. Waste : Ni < 1,5% dan Fe < 35% sebanyak 2.322.391 Ton. Total Limonite Ore / pembawa bijih nikel kadar rendah  sebanyak 45.824.116 Ton. Total Saprolite Ore / pembawa bijih nikel kadar medium – tinggi sebanyak 18.813.111 Ton. Kata Kunci : Geologi, nikel laterit, estimasi sumberdaya terukur, blok moder, kadar, tonase. 
Peningkatan Kualitas Produksi dan Pemasaran Rumput Laut Melalui Implementasi Teknologi Modern di Desa Tanailandu Sarimuddin, Sarimuddin; Yunus, La Ode Ichlas Syahrullah; Fitra, Ramad Arya; Kasim, Ma'ruf; Jaya, La Ode Muhammad Golok; Muchtar, Mutmainnah
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.5252

Abstract

Desa Tanailandu di Kabupaten Buton Tengah memiliki potensi besar dalam budidaya rumput laut, yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat setempat. Namun, metode pengeringan tradisional yang masih banyak digunakan menyebabkan kualitas rumput laut menurun, sehingga mempengaruhi nilai jual di pasar. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam produksi rumput laut melalui penerapan teknologi pengeringan modern berbasis tenaga surya, sehingga mampu menghasilkan produk berkualitas yang dapat meningkatkan nilai jual dan kesejahteraan mitra di Desa Tanailandu. Mesin pengering ini dilengkapi dengan panel surya untuk sumber daya utama, sistem kontrol suhu otomatis, dan sistem kontrol mesin yang dapat diakses secara online. Selain itu, teknologi pengolahan citra juga diimplementasikan untuk menilai tingkat kekeringan rumput laut berdasarkan warna, yang memudahkan pengguna dalam mencapai kualitas optimal. Program ini juga mencakup pelatihan teknis dan pendampingan bagi para petani rumput laut, serta penerapan strategi pemasaran digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai jual produk. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan efisiensi proses pengeringan dan kualitas produk yang lebih konsisten, mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat. Program ini diharapkan dapat berkontribusi pada keberlanjutan usaha rumput laut yang ramah lingkungan dan memperkuat ekonomi lokal di Tanailandu
Evaluation of the Implementation of Ecotourism-Based Tourism Policies in Indonesia: Challenges and Opportunities Idrus, Sitti Hairani; Golok Jaya, Laode Muhammad; Yusuf, Muhammad; Rijal, Muh.
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 7, No 4 (2024): October, Social Issue and Education
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v7i4.41367

Abstract

This article evaluates the implementation of ecotourism-based tourism policies in Indonesia, which is an effort to promote sustainable tourism while conserving natural and cultural resources. This research uses a qualitative approach with literature analysis and case studies to identify the challenges and opportunities faced. The results show that despite the government's commitment to promoting ecotourism, various obstacles such as inadequate infrastructure, lack of understanding of local communities, and negative environmental impacts are still significant challenges. However, the opportunity to develop ecotourism in Indonesia remains great, especially through increased community participation, sustainability promotion, and collaboration between the public and private sectors. These findings are expected to provide recommendations for policymakers in formulating more effective strategies to advance ecotourism-based tourism in Indonesia.
Perbandingan Algoritma Winnowing dan Algoritma Rabin-Karp pada Aplikasi Pendeteksi Kesamaan Dokumen Skripsi Nangi, Jumadil; Asmara, Ida Bagus Gede Pala; Sarita, Muh. Ihsan; Jaya, Laode Muh. Golok; Mokui, Hasmina Tari; Tajidun, LM
Jurnal Sistem Informasi Bisnis Vol 14, No 2 (2024): Volume 14 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21456/vol14iss2pp131-142

Abstract

Plagiarism is often found in the academic world and is considered a serious violation because it involves the appropriation of ideas, opinions, or writings of others. A thesis is the final work of a student that must meet scientific standards and be tailored to the field of study. It is important to check the similarity of the thesis using a web-based sistem to prevent plagiarism and ensure academic integrity. This sistem will be developed as a web-based platform with the aim of comparing the Winnowing algorithm and the Rabin-Karp algorithm in checking the similarity of thesis/final project texts with existing thesis data. In principle, both methods involve searching for strings using hashing functions to compare the sought string (m) with the compared string (n) by comparing the results of the hashing function used. However, the Winnowing algorithm differs in that it does not use all hash values from each formed set of grams. The hash values formed in the previous stage will be divided into a window of size (w). In this research, the sistem testing uses data from Computer Engineering students at Halu Oleo University to facilitate checking the plagiarism level of theses using the Rabin-Karp and Winnowing algorithms. In this study, the Rabin-Karp and Winnowing algorithms have been implemented successfully in the plagiarism checking sistem for students' theses. The test results for the comparison of the Winnowing and Rabin-Karp algorithms in terms of processing time show that the Rabin-Karp algorithm takes 1.509 seconds, while the Winnowing algorithm takes 1.508 seconds. Subsequent testing using Normalized Mean Absolute Error (NMAE) reveals that the Rabin-Karp algorithm has an absolute error value of 0.1829, while the Winnowing algorithm has a value of 0.0194. Therefore, based on the NMAE test, the Winnowing algorithm performs better than the Rabin-Karp algorithm.
Islamic and Scientific Perspectives on Shading Coefficient, Carbon Dioxide Concentration Reduction, and Cooling Effect of Productive Facade Noraduola, Dwi Rinnarsuri; Mangkoedihardjo, Sarwoko; Santoso, R. Irwan Bagyo; Purwanti, Ipung Fitri; Jaya, Laode M. Golok; Cahyadi, Rusli
Journal of Islamic Architecture Vol 8, No 4 (2025): Journal of Islamic Architecture (ISSUE IN PROGRESS)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jia.v8i4.25911

Abstract

The concept of productive green space has been mentioned in Al-Qur’an, which was revealed several centuries ago. However, Productive Facade (PF), a Vertical Greening System (VGS) method, has only recently been seen as a viable solution to provide crops and a cooler atmosphere in densely populated residential areas. The purpose of this article is to examine, from both scientific and Islamic perspectives, how shading and CO2 concentration reduction from PF can help cool the outdoor air, as well as the implications of this cooling mechanism for the development of a PF system as a secondary building skin that is more responsive to increasing urban temperatures. Literature reviews and experimental studies have been conducted to provide evidence and arguments from both scientific knowledge and Islamic perspectives. It was found that PF was able to provide an outdoor cooling effect. In addition, plant shade and CO2 uptake in PF are strongly correlated with air temperature. These findings are mentioned in the Qur'an and Hadiths as a basis for constructing an Islamic perspective.