Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Biology Learning Innovation in Environmental Change Materials: Approach and Method Utari Akhir Gusti; Waliyyatu Azzahra; Ari Widodo
Bioeducation Journal Vol 7 No 1 (2023): Bioeducation Journal
Publisher : Universitas Negeri Padang Address: Biology Education Study Program Faculty Mathematics and Natural Science (FMIPA) Jl. Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat, Padang-West Sumatera-Indonesia Telp. +62751-7057420 - Fax.+62751-7058772 - Ph. +6281363229286

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bioedu.v7i1.443

Abstract

The object of learning biology is the universe and its contents. However, not all of these objects can be brought to school. One of the biological materials with these characteristics is environmental change material which is taught in class X SMA. On the other hand, teachers have attempted to design strategies to maximize learning, starting from approaches, models, methods, and media. Through biology learning innovations that integrate technology can facilitate more effective and enjoyable learning. The contextual approach with the field study method is very suitable to support learning about environmental change. Therefore, an innovation in biology learning was carried out on environmental change material. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques, namely literature studies from articles from various journals, websites, and books that are relevant to the topics discussed. The results of this study are recommendations for innovative field study methods and contextual approaches in learning about environmental change with the help of technology. The use of these methods and approaches uses Google Earth technology, Class Tools, IoT, Source Net + HP Camera, Google Spreadsheets, Macroinvertebrates, LiveGap Charts, and Instagram which are expected to produce more meaningful learning.
Pendidikan Sekolah Inklusif dengan Kurikulum Alam di Kabupaten Bogor Ara Annisa Almi; Akhmad Yassir Makarim; Utari Akhir Gusti
Ambacang: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Edisi November
Publisher : PT. Willy Print Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan hak yang harus didapatkan oleh semua orang. Faktanya, tantangan utama yang dihadapi dunia pendidikan saai ini adalah sejauh mana dapat mengenali dan mengatasi berbagai macam kebutuhan seluruh populasi peserta didik, tidak terkecuali bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Peserta didik yang tergolong berkebutuhan khusus memperoleh hak yang sama dengan setiap warga negara lainnya. Maka dari itu, pemerintah menginisasi program Pendidikan Inklusif sebagai solusi terhadap kecemasan tentang suatu kelompok ini sehingga menjadi upaya yang difokuskan untuk mengatasi hambatan untuk belajar dan berpartisipasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan sumber data berasal dari observasi, wawancara, dan studi pustaka. Pendekatan yang digunakan sekolah dengan Kurikulum Alam di Kabupaten Bogor terdiri dari pendekatan dari kepala sekolah, pendidik dan terutama orang tua. Ketiganya memiliki pengaruh yang kuat terhadap perkembangan anak ABK. Dunia pendidikan tidak hanya fokus pada pendidikan biasa, juga seharusnya pada inisiatif terhadap kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan menawarkan kesempatan yang lebih luas. Sekolah alam di Kabupaten Bogor menjadi solusi yang dapat digunakan oleh guru.
TREN PENELITIAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS CITIZEN SCIENCE UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN ABAD 21 Utari Akhir Gusti; Topik Hidayat; Nur Hamidah; Siti Sriyati
EDUSAINS Vol. 15 No. 2 (2023): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v15i2.35199

Abstract

Citizen science (CS) has become a popular research in world education. However, it is still very little implemented in Indonesia. Besides that, the presence of the 21st century requires students to have 4C skills. CS integration in learning has the potential to train these skills. So, it is necessary to conduct research on CS-based biology learning to train 21st century skills. The results can become a reference source and guide for relevant research. This research was conducted by collecting articles related to citizen science and 21st century skills. There were 16 articles used with Scopus accreditation from various countries in the world. The method used is systematic literature review with PRISMA analysis. The results of this research include biological concepts related to CS to train 21 skills, CS innovations in learning, sources and models used in CS involvement, 21st century skills that can be trained, and CS-based biology learning. The material that is mostly used is biodiversity. Meanwhile, learning resources with CS integration include online (applications and website) and offline. The model used consists of project-based learning and inquiry. Learning innovation with CS involvement in the form of a framework which can be used as an evaluation tool. The 21st century skills with which CS is most frequently reported are collaboration and communication. CS is becoming a promising option for education with collaboration between scientists, students, and society. This is an opportunity to practice 21st century skills in learning.AbstrakCitizen science (CS) telah menjadi penelitian populer di pendidikan dunia. Namun, masih sangat sedikit dilaksanakan di Indonesia. Disamping itu, hadirnya abad 21 menuntut siswa untuk memilki keterampilan 4C. Integrasi CS dalam pembelajaran berpotensi melatihkan keterampilan tersebut. Sehingga, perlu dilakukan penelitian mengenai pembelajaran biologi berbasis CS untuk melatihkan keterampilan abad 21. Hasilnya, dapat menjadi sumber referensi dan panduan untuk penelitian relevan. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan artikel yang berkaitan dengan citizen science dan keterampilan abad 21. Artikel yang digunakan sebanyak 16 dengan terakreditasi scopus dari berbagai negara dunia. Metode yang digunakan yaitu systematic literature review dengan analisis PRISMA. Hasil dari penelitian ini mencangkup konsep biologi yang berhubungan melalui CS untuk melatihkan keterampilan 21, inovasi CS dalam pembelajaran, sumber dan model yang digunakan dalam pelibatan CS, Keterampilan abad 21 yang dapat dilatihkan, dan pembelajaran biologi berbasis CS. Materi yang mayoritas digunakan yaitu keanekaragaman hayati. Sedangkan untuk sumber belajar dengan integrasi CS mencangkup online (aplikasi dan website) dan offline. Model yang digunakan terdiri dari project-based learning dan inkuiri. Inovasi pembelajaran dengan pelibatan CS berupa framework yang dapat digunakan sebagai alat evaluasi. Keterampilan abad 21 dengan pelibatan CS yang paling sering dilaporkan adalah kolaborasi dan komunikasi. CS menjadi pilihan yang menjanjikan untuk pendidikan dengan kolaborasi antara ilmuwan, siswa, dan masyarakat. Hal tersebut menjadi peluang untuk melatihkan keterampilan abad 21 dalam pembelajaran.
ANALISIS DAN REKONSTRUKSI LITERASI KUANTITATIF DESAIN KEGIATAN LABORATORIUM STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN HEWAN BERBASIS ANCOR Utari Akhir Gusti; Bambang Supriatno
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 33, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ath.v33i1.13583

Abstract

Praktikum menjadi komponen penting dalam pembelajaran biologi. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan Keterampilan Proses Sains (KPS) peserta didik dalam memperdalam pengetahuan di dalam kelas. Praktikum sangat membantu peserta didik dalam rekonstruksi pengetahuan. Namun, masih banyak Desain Kegiatan Laboratorium (DKL) yang belum memenuhi standar, sehingga perlu dilakukan analisis dan rekonstruksi DKL. Selain itu, masih sedikit penelitian mengenai desain kegiatan praktikum pada materi struktur dan fungsi jaringan hewan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan merekontruksi literasi kuantitatif desain kegiatan laboratorium pada materi struktur dan fungsi jaringan hewan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif berbasis ANCOR yang terdiri dari analisis, eksperimen/ coba, dan rekonstruksi. Objek penelitian yaitu DKL struktur dan fungsi jaringan hewan yang digunakan di sekolah dan terdapat pada buku pelajaran siswa yang dikumpulkan secara purposive sampling. Hasil analisis diperoleh bahwa DKL masih kurang dan tidak sesuai dengan standar, khususnya pada bagian judul praktikum, sehingga perlu dilakukan rekonstruksi terhadap DKL agar tidak menimbulkan kesalahan dalam kegiatan praktikum peserta didik. Rekonstruksi DKL praktikum struktur jaringan epitel pada hewan dapat menjadi alternatif DKL untuk mengatasi kekurangan DKL yang ada pada saat ini.Kata Kunci: Analisis, Rekonstruksi, DKL, Struktur dan Fungsi Jaringan HewanPracticum becomes an important component in biology learning. This aims to improve students’ Science Process Skills (KPS) in deepening knowledge in the classroom. Practicum is very helpful for students in the reconstruction of knowledge. However, there are still many Laboratory Activity Designs (DKL) that have not met the standards, so an analysis and reconstruction of a DKL is necessary. Besides, there is still little research on the design of practicum activities on the structure and function of animal tissues. The aim of this research was to analyze and reconstruct the quantitative literacy of laboratory activity design on the structure and function of animal tissues material. The method used was ANCOR-based descriptive qualitative which consisted of analysis, experimentation, and reconstruction. The object of research was the DKL of the structure and function of animal tissues used in schools and was contained in student textbooks which were collected by means of purposive sampling. The results of the analysis show that the DKL is still lacking and has not met the standards, especially in the practicum title section, so it is necessary to reconstruct the DKL in order to avoid mistakes in student practicum activities. The practicum DKL reconstruction of the epithelial tissue structures in animals can be an alternative DKL to deal with the current weaknesses of DKL.Keywords: Analysis, Reconstruction, DKL, Structure and Function of Animal Tissue  
Factors influencing vocational teachers’ e-Learning adoption: A technology acceptance model approach Roni Eka Rahmat; Samsul Hadi; Iis Elfa Syafmaini; Utari Akhir Gusti; Afdal Luthfi; Aprilla Fortuna
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 15 No. 2 (2025)
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpv.v15i2.86375

Abstract

The rapid expansion of digital learning environments has encouraged schools to integrate e-learning into teaching practices. However, many vocational teachers still show uneven levels of adoption, indicating that the factors shaping their willingness and actual use of e-learning require deeper investigation. This study examines the determinants of vocational teachers’ e-learning adoption using the Technology Acceptance Model (TAM), focusing on the roles of perceived usefulness (PU), perceived ease of use (PEOU), behavioral intention (BI), and actual use (AU). A quantitative survey was administered to 118 vocational high school teachers, and the data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings reveal that PEOU significantly influences both PU and BI, while PU also exerts a positive effect on BI. Furthermore, BI demonstrates a strong and significant effect on AU, mediating the relationships between PU, PEOU, and AU. Overall, the model explains a substantial proportion of variance in teachers’ behavioral intention and actual use of e-learning. These results confirm the robustness of TAM in vocational education contexts and highlight that teachers are more likely to use e-learning when they perceive it as easy, useful, and aligned with their instructional needs. Practically, the study suggests that vocational schools should strengthen digital literacy training, provide technical support, and design user-friendly platforms to enhance teachers’ confidence and motivation. At the policy level, establishing clear digital competence standards may foster sustainable e-learning adoption across vocational institutions.
Analisis TPACK (Technological, Pedagogical, And Content Knowledge) Pada Materi Metabolisme SMA Utari Akhir Gusti; Anissa Salsyabila Rahmi
BHAKTI BHINNEKA: Jurnal Bina Harmoni dan Karya untuk Transformasi Vol. 1 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia pendidikan mendorong guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mengangkat pendekatan TPACK untuk menghasilkan kehidupan pendidikan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis TPACK pada materi metabolisme tingkat SMA. Penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuan menggambarkan dan memahami integrasi TPACK dalam pembelajaran metabolisme. Penelitian ini melibatkan analisis materi, kurikulum, pendekatan, metode, model, dan media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran metabolisme. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, wawancara guru, dan analisis rencana pembelajaran. Penerapan TPACK dalam pembelajaran metabolisme diharapkan menghasilkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan interaktif dengan pemilihan pendekatan, metode, model, dan media yang tepat. Hasil penelitian ini menemukan beragama metode, model, dan media yang digunakan untuk mengajarkan materi metabolisme. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik, sarana dan prasarana. Pengembangan kompetensi guru dalam TPACK menjadi penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi peserta didik. Sehingga, menstimulus perubahan hasil belajar kearah positif.