Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analysis of D-Dimer Levels Based on Histopathological Grading of Breast Cancer Devita, Yessi; Digambiro, Reza Aditya; Hastuty, Dewi
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 31 No 6 (2025): November
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v31i6.3974

Abstract

Background: Breast cancer is the most common malignancy among women worldwide. Systemic activation of coagulation, reflected by elevated D-dimer levels, has been associated with advanced stage, metastasis, and poor prognosis in breast cancer. However, it remains unclear whether D-dimer also correlates with histopathological grade as an indicator of intrinsic tumor aggressiveness, particularly among patients with invasive breast cancer in Indonesia. Objective: To evaluate the association between plasma D-dimer levels and histopathological grading of invasive breast cancer. Methods: This cross-sectional study included 180 untreated female patients with primary invasive breast cancer, comprising 60 cases each of Grade I, Grade II, and Grade III tumors. Plasma D-dimer levels were measured using a latex-enhanced immunoturbidimetric assay, and histological grading was determined according to the Nottingham system. Data were analyzed using the Kruskal–Wallis test, ANOVA on log-transformed values, post-hoc tests, and ANCOVA with adjustment for age, body mass index (BMI), clinical stage, C-reactive protein (CRP), lymphovascular invasion, and molecular subtype. Receiver operating characteristic (ROC) analysis was performed to distinguish Grade III from lower grades. Results: Median D-dimer levels increased progressively from Grade I (501.7 ng/mL) to Grade II (831.0 ng/mL) and Grade III (1312.9 ng/mL), with a statistically significant overall difference (p < 0.001). ROC analysis for identifying Grade III yielded an AUC of 0.960 with an optimal cut-off of 965.5 ng/mL FEU (sensitivity 91.7%, specificity 90.0%). Conclusion: Plasma D-dimer levels are significantly associated with histopathological grade in invasive breast cancer, independent of potential confounders. These findings suggest that D-dimer testing may help identify patients with high-grade tumors at an early stage, thereby refining risk stratification, informing more intensive treatment planning, and raising vigilance for thromboembolic complications, particularly in resource-limited settings.. ctice.
Penyuluhan Deteksi Dini Penyakit Ginjal pada Lansia di Panti Sosial Amani, Patwa; Putri, Mustika Anggiane; Adriani, Donna; Hastuty, Dewi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/abdikemas.v7i2.3559

Abstract

Ginjal merupakan organ yang sangat vital dalam tubuh manusia. Fungsi utama ginjal adalah untuk menyaring darah secara terus-menerus dan mengeluarkan zat sisa dan zat berbahaya melalui urine. Ginjal juga berfungsi dalam pengaturan cairan tubuh, keseimbangan asam basa dan elektrolit tubuh, juga dalam proses hematopoesis pembentukan sel daram merah. Pentingnya fungsi ginjal dan apa saja gejala dini penyakit ginjal sering kali belum dipahami masyarakat luas. Pemahaman mengenai deteksi dini penyakit ginjal sangat penting terutama bagi lansia yang seringkali mengalami gangguan kesehatan ginjal baik primer maupun sekunder karena penyakit lain. Kondisi ini akan lebih berat pada lansia yang tinggal di fasilitas umum seperti Panti Sosial yang memiliki akses kesehatan, sandang, papan dan pangan yang kurang adekuat. Gangguan fungsi ginjal seringkali bersifat kronis sehingga mengganggu kualitas hidup pasien, terutama pada populasi lansia. Kejadian gagal penyakit ginjal kronis dapat berakhir pada gagal ginjal yang menyebabkan penderita harus melakukan hemodialisa rutin. Hal ini dapat menjadi beban kesehatan, ekonomi dan psikologis bukan saja bagi pasien namun juga bagi keluarga pasien. Metode pengabdian dengan melakukan pemeriksaaan kesehatan umum, penyuluhan deteksi dini penyakit ginjal pada lansia di panti sosial serta konsultasi kesehatan. Hasil pengabdian berupa peserta mengetahui kondisi kesehatan umum nya dan terdapat peningkatan pengetahuan peserta mengenai deteksi dini penyakit ginjal.
Kinerja Aparatur Sipil Negara pada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Hastuty, Dewi; Rivai, Abdul; Mashuri, Mashuri
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7726

Abstract

This study aims to determine the performance of State Civil Apparatus at the Central Sulawesi Provincial Education Office. This study uses a qualitative data method. The research location is the Central Sulawesi Provincial Education Office. The theory used in this study is the theory put forward by Robbins. Informants in this study numbered 6 (six) people. Data obtained in this study from the results of observation, interviews, and documentation. The data analysis methods are Data Collection, Data Condensation, Data Presentation, and Conclusion Drawing/Verification.The results of this study indicate that civil servant performance has shown positive progress, but several structural, competency, and organizational culture barriers remain that need to be addressed. If improvements are implemented systematically, civil servant performance has the potential to significantly improve, particularly in facing the increasingly complex demands of educational administration in the digital age.
Pemberian Edukasi dan Keterampilan Pijat Laktasi untuk Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Menyusui Kasmayani; Dwi Yanti, Yuniar; Hastuty, Dewi; Adeliana; Arnianti; Ramadani, Nova; Intan; Yanti, Rahma
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/jc7r9k21

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi alami bagi bayi dengan kandungan gizi yang paling sesuai untuk pertumbuhan optimal. Menurunnya produksi ASI pada ibu menyusui menjadi salah satu penyebab tidak terwujudnya pemberian ASI eksklusif selama 0-6 bulan pertama. Beberapa ibu mengalami kesulitan dan kegagalan dalam menyusui karena ASI yang belum keluar, ASI yang sedikit atau puting yang lecet. Pijat laktasi merupakan salah satu metode perawatan payudara tanpa rasa sakit yang dapat merangsang kekuatan otot-otot payudara untuk meningkatkan produksi ASI.Tujuan pengabdian ini memberikan edukasi dan keterampilan pada ibu tentang manfaat pijat laktasi dan cara melakukan pijat laktasi untuk meningkatkan produksi ASI ibu. Metode pengabdian yang dilakukan adalah ceramah tentang manfaat pijat laktasi dan praktik cara melakukan pijat laktasi. Hasil evaluasi pelaksanaan sebelum diberikan penyuluhan kategori pengetahuan cukup (58,8%) dan setelah diberikan penyuluhan menjadi (88,2%) artinya kegiatan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Melalui Edukasi Nutrisi Seimbang untuk Kesehatan Ibu dan Janin Arnianti; Afrianty, Yenny; Hastuty, Dewi; Adeliana; Aulia, Dhea; Sri Rahayu Baso, Andi
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/2z9xjk54

Abstract

Pengetahuan nutrisi seimbang yang rendah pada ibu hamil merupakan salah satu faktor risiko terjadinya malnutrisi maternal yang berdampak pada kesehatan ibu dan janin, peningkatan risiko komplikasi, bayi lahir rendah, dan stunting.  Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ibu hamil tentang nutrisi seimbang melalui pemberian edukasi nutrisi seimbang. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan dengan observasi, sosialisasi, intervensi pemberian edukasi, pendampingan serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 15 orang ibu hamil yang mengikuti edukasi nutrisi seimbang. Analisis data menggunakan uji Wilcoxom untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil pre-test menunjukkan bahwa terdapat 67% responden memiliki pengetahuan rendah, 13% berpengetahuan cukup, dan 20% berpengetahuan tinggi. Setelah diberikan edukasi nutrisi seimbang, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan 67% responden memiliki pengetahuan tinggi dan 33% berpengetahuan cukup, serta tidak ditemukan responden memiliki pengetahuan rendah. Hasil uji Wilcoxom menunjukkan nilai p-value 0,001 (p<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi nutrisi seimbang efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya nutrisi bagi kesejahteraan ibu dan janin. Kegiatan ini memberikan implikasi terhadap perubahan perilaku hidup sehat ibu hamil, dan penurunan risiko komplikasi KEK, bayi berat lahir rendah. Hasil pengabdian kepada masyarakat menyarankan agar program edukasi nutrisi diintegrasikan pada layanan antenatal care secara rutin dan dilakukan tindak lanjut melalui monitoring berkelanjutan serta pengembangan media edukasi yang inovatif.
EFFECT OF INTRAMUSCULAR SECRETOME ON TREATMENT RESPONSE IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS DIGAMBIRO, REZA ADITYA; AMARENDRA, GERIE; HASTUTY, DEWI; ILONA, FLORINDA; CHENDRASARI, JULIAN
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol. 9 No. 1 (2026): Al-Iqra Medical Journal: Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/fgmtjc48

Abstract

Introduction: This study meant to evaluate the efficacy of intramuscular mesenchymal stem cell derived secretome therapy to improve the glycemic control among diabetic patients with Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) on stable insulin or oral hypoglycemic agents (OHO). n=30 per group (Insulin + Secretome; OHO + Secretome). Methods: Pre–post controlled design; biweekly 2 mL intramuscular secretome for 12 weeks; primary outcomes HbA1c, FBG, 2hPP; standard tests per normality. Participants were divided into two groups: Insulin + Secretome and OHO + Secretome. All subjects received intramuscular injections of mesenchymal stem cell (MSC)-derived secretome (2 mL) every two weeks over a 12-week period (six injections total). Primary outcomes included changes in HbA1c, fasting blood glucose (FBG), and two-hour postprandial glucose (2hPPBG). Statistical analyses used paired t-tests or Wilcoxon tests for within-group comparisons and independent t-tests or Mann-Whitney U tests for between-group comparisons. Results: At baseline, both groups had comparable HbA1c and glucose profiles. After 12 weeks, significant reductions were observed in both treatment arms. HbA1c decreased by -1.10 ± 0.45 (Insulin) and -1.33 ± 0.36 (OHO); between-group ΔHbA1c (p < 0.05). Both groups also showed clinically relevant reductions in FBG and 2hPPBG levels. No major adverse effects were reported. Conclusion: Intramuscular MSC-secretome improved glycemic control across background therapies; the benefit was modestly greater with OHO. No majoradverse events were observed