Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Efektivitas Video Edukasi Terhadap Pengetahuan Dismenore Pada Siswi Kelas X SMA Pondok Pesantren Modern Datok Sulaiman Kota Palopo Tahun 2025 Solihin, rachmawati; Hastuty, Dewi; Rosita, Rosita; Arfinati, Yenny
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 4 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/djik.v20i4.2860

Abstract

Dismenore merupakan gangguan menstruasi yang umum dialami oleh remaja perempuan dan dapat mempengaruhi aktivitas belajar. Rendahnya pengetahuan siswi mengenai dismenore berdampak pada kurangnya pengetahuan yang mereka miliki untuk menangani dismenore yang mereka alami. Tujuan: Untuk menganalisis efektifitas video edukasi terhadap pengetahuan remaja tentang dismenore Pada siswi kelas 10 SMA Pondok Pesantren Modern Datok Sulaiman Kota Palopo Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Pendekatan Pre-experimental dengan rancangan one group pre-test post-test, pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk melihat sejauh mana pengetahuan remaja putri mengenai dismenore. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswi kelas X yang berjumlah 50 orang. Pengambilan sampel penelitian menggunakan total sampling yaitu keseluruhan dari jumlah siswi yaitu 50 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Data yang telah di kumpulkan diolah dan di analisis menggunakan aplikasi SPSS versi 27, di analisis dengan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya efektifitas video edukasi terhadap peningkatan pengetahuan dismenore pada siswi dengan nilai p value sebesar 0,000. Kesimpulan: Video edukasi efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswi terkait dismenore.
The Relationship Between Socio-Economic and Cultural Status and Teenage Marriage in The Work Area Of Campalagian Community Health Center In 2024 Jamir, A.Fatimah; Fitriani, Lina; Yanti, Yuniar Dwi; Hastuty, Dewi
Women, Midwives and Midwifery Vol. 5 No. 3 (2025): Women, Midwives and Midwifery journal
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36749/wmm.5.3.1-10.2025

Abstract

Marriage is a physical and spiritual bond between a man and a woman to build a life together, fostering a family. West Sulawesi Province is the region with the highest rate of early marriage in Indonesia. According to the 2020 National Social and National Survey (SUSENAS) data, the rate of early marriage in West Sulawesi reached 10.05 percent. These figures demonstrate that early marriage remains prevalent in Indonesia. Purpose: This study aims to examine the relationship between socioeconomic and cultural factors and adolescent marriage in the working area of the Campalagian Health Center. Methods: An analytic survey with a cross-sectional design was used in this study, conducted in 2024. The population consisted of women of childbearing age (WUS) aged 15–25 years. A total of 87 participants were selected using purposive sampling and the Slovin formula. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using the chi-square test with the assistance of SPSS software. Results: The findings showed a significant relationship between socioeconomic status and adolescent marriage (p = 0.000 < 0.05), and between cultural values and adolescent marriage (p = 0.000 < 0.05). Among respondents who married before the age of 20, most had lower socioeconomic backgrounds or were influenced by traditions such as early arranged marriages. Conclusion: There is a significant association between socioeconomic and cultural factors and adolescent marriage in the Campalagian Health Center area. The study recommends that the government strengthen education and advocacy programs to reduce early marriage practices and raise awareness of its long-term health and social impacts.
THE ROLE OF LOCAL WISDOM IN BREASTFEEDING EDUCATION: AN EFFORTS TO IMPROVE BREASTFEEDING EFFECTIVENESS IN POST-POST MOTHERS: THE ROLE OF LOCAL WISDOM IN BREASTFEEDING EDUCATION: AN EFFORTS TO IMPROVE BREASTFEEDING EFFECTIVENESS IN POST-POST MOTHERS Kasmayani Kasmayani; Adeliana Adeliana; Dewi Hastuty; Yuniar Dwi Yanti; Dyah Tahir
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik menyusui merupakan faktor penting yang mempengaruhi produkasi ASI, dikarenakan jika teknik menyusui tidak benar dapat menyebabkan puting lecet dan menjadikan ibu tidak menyusui bayinya. Pemberian ASI yang tidak adekuat dapat menyebabkan kekurangan nutrisi pada bayi dan bayi rentan terhadap penyakit yang pada akhirnya menyebabkan kematian bayi. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh edukasi teknik menyusui terhadap keefektifan ibu nifas dalam menyusui di Puskesmas Wara Kota Palopo. Metode penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan desain one group pretest-postest. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling berjumlah 21 ibu nifas. Instrumen penelitian menggunkan ceklis penilain posisi menyusui sebelum dan sesudah diberikan edukasi teknik menyusui. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon Test. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan keefektifan ibu nifas sebelum diberikan edukasi dan setelah diberikan edukasi teknik menyusui. Analisa data diketahui P-value 0,000. Simpulan penelitian ini adalah ada pengaruh edukasi teknik menyusui terhadap keefektifan ibu nifas dalam menyusui di Puskesmas Wara Kota Palopo. Teknik menyusui merupakan faktor penting yang mempengaruhi produkasi ASI, dikarenakan jika teknik menyusui tidak benar dapat menyebabkan puting lecet dan menjadikan ibu tidak menyusui bayinya. Pemberian ASI yang tidak adekuat dapat menyebabkan kekurangan nutrisi pada bayi dan bayi rentan terhadap penyakit yang pada akhirnya menyebabkan kematian bayi. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh edukasi teknik menyusui terhadap keefektifan ibu nifas dalam menyusui di Puskesmas Wara Kota Palopo. Metode penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan desain one group pretest-postest. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling berjumlah 21 ibu nifas. Instrumen penelitian menggunkan ceklis penilain posisi menyusui sebelum dan sesudah diberikan edukasi teknik menyusui. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon Test. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan keefektifan ibu nifas sebelum diberikan edukasi dan setelah diberikan edukasi teknik menyusui. Analisa data diketahui P-value 0,000. Simpulan penelitian ini adalah ada pengaruh edukasi teknik menyusui terhadap keefektifan ibu nifas dalam menyusui di Puskesmas Wara Kota Palopo.
Efektivitas Kelas Ibu Hamil Dalam Peningkatan Pengetahuan Tentang Faktor Risiko Anemia Di Wilayah Kerja Puskesmas Wara Kota Palopo Arnianti Arnianti; Dewi Hastuty; Yenni; Rosita; Yuniar Dwi Yanti; Jumriana Ibriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.172

Abstract

Background: Anemia is the most common health problem in developing countries, including Indonesia. The purpose of this study was to determine the effectiveness of prenatal classes in preventing anemia at the Wara Community Health Center in Palopo City. Method: This type of research is a quasi-experimental study with a One Group Pretest Posttest Design approach. Before the intervention was given, respondents were given a pretest first and then continued with treatment with intensive prenatal class learning for 2 x in 1 month. After being given prenatal class learning, participants took a posttest. This study was conducted in the Wara Community Health Center Working Area in Palopo City. A total of 30 samples were selected using fixed exposure sampling, consisting of 30 pregnant women who attended the prenatal class. Knowledge data collection used interview techniques and questionnaire instruments. Bivariate analysis was carried out using a normality test to determine whether the data was normally distributed as a requirement to continue the Paired Sample T-test analysis with a probability value level (α) of 0.05 (95%). Results: After the intervention, 26 (87%) pregnant women had good knowledge, 2 (7%) had sufficient knowledge, and 2 (7%) pregnant women had low knowledge. The results of the paired sample T-test showed a significant influence of the class of pregnant women in increasing knowledge about anemia risk factors with a sig value (0.000 <0.05. Then there was a difference in the average value between the pretest and posttest with a Mean Paired Differences of -4.366 (8.4333-12.8000 = -4.366) and the difference in the difference was between -5.19575 to -3.53758 (95% (Confidence Interval of the Difference Lower and Upper).
Pendidikan Kesehatan Tentang Perawatan Kehamilan Dengan Pendekatan Continuity Of Care Dewi Hastuty; Cakrawati R; Nur Fatimah; Ni Luh Gede Sri Wahyudianti
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1264

Abstract

ABSTRACT Pregnancy is a physiological process that requires continuous care and attention to maintain the health of both mother and fetus. Limited knowledge among pregnant women regarding pregnancy care may increase the risk of complications during pregnancy, childbirth, and postpartum periods. The Continuity of Care (CoC) approach is a continuous healthcare service model provided from pregnancy, childbirth, postpartum care, to newborn care. This community service program aimed to improve pregnant women’s knowledge and awareness regarding pregnancy care through the Continuity of Care approach. The implementation methods included health education, interactive discussions, pregnancy care demonstrations, mentoring for pregnant women, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 30 pregnant women in the assisted area. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 58 to 89 in the post-test. In addition, pregnant women began to understand the importance of routine antenatal care, nutritional fulfillment, danger signs during pregnancy, and preparation for safe childbirth. This program proved effective in improving maternal health literacy through the Continuity of Care approach. Keywords: Health Education, Pregnancy Care, Continuity Of Care, Pregnant Women, Maternal Health ABSTRAK Kehamilan merupakan proses fisiologis yang membutuhkan perhatian dan perawatan berkelanjutan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai perawatan kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan, persalinan, hingga masa nifas. Pendekatan Continuity of Care (CoC) merupakan model pelayanan kesehatan berkesinambungan yang diberikan sejak masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil mengenai pentingnya perawatan kehamilan melalui pendekatan Continuity of Care. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi perawatan kehamilan, pendampingan ibu hamil, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 30 ibu hamil di wilayah binaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 58 meningkat menjadi 89 pada post-test. Selain itu, ibu hamil mulai memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin, pemenuhan gizi, tanda bahaya kehamilan, serta persiapan persalinan yang aman. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu hamil melalui pendekatan Continuity of Care. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Kehamilan, Continuity Of Care, Ibu Hamil, Kesehatan Maternal
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA Arnianti; Dewi Hastuty; Yuniar Dwi Yanti; Adeliana; Yenni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pusat Unggulan Iptek Penanggulangan Stunting Berbasis Kesehatan Ibu dan Anak Vol 5 No 1 (2026): JPKM PUSTINGKIA JANUARI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jpustingkia.v5i1.1043

Abstract

Background: Anemia is still a serious health problem in pregnant women in Indonesia, with a prevalence reaching 48.9%. This condition not only increases the risk of maternal and child mortality, but also has an impact on the quality of human resources as a whole. Therefore, handling anemia in pregnancy requires quality health interventions. Objective: This community service aims to improve the knowledge of pregnant women about preventing anemia. Method: This activity is carried out by providing education through leaflets, lectures, discussions, and question and answer sessions. The increase in knowledge is measured by comparing the results of the pretest and post-test descriptively. Results: Before education (pre test), only 33% of pregnant women had good knowledge. After education (post test), the percentage of pregnant women with good knowledge increased sharply to 73%. This figure shows a significant increase in knowledge. Conclusion: Health education about preventing anemia is effective in improving the knowledge of pregnant women.
The Relationship Between Exclusive Breastfeeding Counseling and Food Restrictions Culture and the Success of Exclusive Breastfeeding at the WARA Community Health Center in Palopo City Kasmayani, Kasmayani; Hastuty, Dewi; Yanti, Yuniar Dwi; Adeliana, Adeliana; Jamilda, Nur Gita; Khatimah, Husnul; Akhfar, Kurniati
Jurnal Midwifery Vol 8 No 2 (2026): AUGUST
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v8i2.67679

Abstract

Introduction: Breast milk (ASI) is the primary source of nutrition that influences the nutritional status and health of infants. The government has set a target of 50% for exclusive breastfeeding coverage for infants aged 0-6 months, but some regions still have low breastfeeding coverage. Insufficient breast milk production is the most common complaint expressed by postpartum mothers and is a contributing factor to the failure of exclusive breastfeeding. The purpose of this study was to determine the relationship between exclusive breastfeeding education and cultural food restrictions on the success of exclusive breastfeeding. Research Method: An analytical observational design with a cross-sectional approach. The study population was all 35 breastfeeding mothers with infants aged 6 months and older residing in the Wara Community Health Center (Puskesmas) working area in Palopo City. Sampling was conducted using purposive sampling, considering inclusion and exclusion criteria. Inclusion criteria: Breastfeeding mothers with infants aged 6 months and older; 2) Willingness to participate in all stages of the four-week training; 3) No psychological disorders or serious medical conditions that could interfere with breastfeeding. Exclusion criteria: 1) Mothers who have premature babies with a gestational age of <34 weeks; and Babies who have congenital abnormalities that affect the ability to breastfeed. The sample size in this study according to Slovin can be determined by the formula. So the sample in this study was 35 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire. The collected data were then processed and analyzed using the SPSS statistical program analyzed with the Chi Square test. Research Results: Based on the results of the study using the Chi-Square statistical test, it shows a p value = 0.000, which is statistically very significant (p <0.05), so it can be concluded that there is a relationship between Exclusive Breastfeeding counseling and Exclusive Breastfeeding. The results of the bivariate chi square analysis showed a p value = 0.000 which is statistically very significant (p <0.05), indicating a relationship between the culture of food taboos and the success of Exclusive Breastfeeding. Conclusion: There is a relationship between exclusive breastfeeding counseling and exclusive breastfeeding at the Wara Health Center, Palopo City in 2026 and there is a relationship between cultural food taboos and exclusive breastfeeding at the Wara Health Center, Palopo City in 2026.
Pemberian Edukasi dan Keterampilan Pijat Laktasi untuk Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Menyusui Kasmayani; Yuniar Dwi Yanti; Dewi Hastuty; Adeliana; Arnianti; Nova Ramadani; Intan; Rahma Yanti
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/jc7r9k21

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi alami bagi bayi dengan kandungan gizi yang paling sesuai untuk pertumbuhan optimal. Menurunnya produksi ASI pada ibu menyusui menjadi salah satu penyebab tidak terwujudnya pemberian ASI eksklusif selama 0-6 bulan pertama. Beberapa ibu mengalami kesulitan dan kegagalan dalam menyusui karena ASI yang belum keluar, ASI yang sedikit atau puting yang lecet. Pijat laktasi merupakan salah satu metode perawatan payudara tanpa rasa sakit yang dapat merangsang kekuatan otot-otot payudara untuk meningkatkan produksi ASI.Tujuan pengabdian ini memberikan edukasi dan keterampilan pada ibu tentang manfaat pijat laktasi dan cara melakukan pijat laktasi untuk meningkatkan produksi ASI ibu. Metode pengabdian yang dilakukan adalah ceramah tentang manfaat pijat laktasi dan praktik cara melakukan pijat laktasi. Hasil evaluasi pelaksanaan sebelum diberikan penyuluhan kategori pengetahuan cukup (58,8%) dan setelah diberikan penyuluhan menjadi (88,2%) artinya kegiatan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Melalui Edukasi Nutrisi Seimbang untuk Kesehatan Ibu dan Janin Arnianti; Yenny Afrianty; Dewi Hastuty; Adeliana; Dhea Aulia; Andi Sri Rahayu Baso
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/2z9xjk54

Abstract

Pengetahuan nutrisi seimbang yang rendah pada ibu hamil merupakan salah satu faktor risiko terjadinya malnutrisi maternal yang berdampak pada kesehatan ibu dan janin, peningkatan risiko komplikasi, bayi lahir rendah, dan stunting.  Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ibu hamil tentang nutrisi seimbang melalui pemberian edukasi nutrisi seimbang. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan dengan observasi, sosialisasi, intervensi pemberian edukasi, pendampingan serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 15 orang ibu hamil yang mengikuti edukasi nutrisi seimbang. Analisis data menggunakan uji Wilcoxom untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil pre-test menunjukkan bahwa terdapat 67% responden memiliki pengetahuan rendah, 13% berpengetahuan cukup, dan 20% berpengetahuan tinggi. Setelah diberikan edukasi nutrisi seimbang, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan 67% responden memiliki pengetahuan tinggi dan 33% berpengetahuan cukup, serta tidak ditemukan responden memiliki pengetahuan rendah. Hasil uji Wilcoxom menunjukkan nilai p-value 0,001 (p<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi nutrisi seimbang efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya nutrisi bagi kesejahteraan ibu dan janin. Kegiatan ini memberikan implikasi terhadap perubahan perilaku hidup sehat ibu hamil, dan penurunan risiko komplikasi KEK, bayi berat lahir rendah. Hasil pengabdian kepada masyarakat menyarankan agar program edukasi nutrisi diintegrasikan pada layanan antenatal care secara rutin dan dilakukan tindak lanjut melalui monitoring berkelanjutan serta pengembangan media edukasi yang inovatif.
Jalur Determinan Anemia pada Ibu Hamil: Pengetahuan, Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe, dan Status Gizi Arnianti Arnianti; Yenni Yenni; Riska Sabriana; Dewi Hastuty; Adeliana Adeliana
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/q4whxw31

Abstract

Anemia maternal masih menjadi masalah utama di dunia, terutama di negara berkembang dan dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor perilaku dan gizi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis jalur hubungan langsung dan tidak langsung antara pengetahuan, kepatuhan konsumsi tablet Fe, status gizi maternal, dan anemia maternal pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah Studi analitis cross-sectional (kriteria STROBE) pada 99 ibu hamil di Sulawesi Selatan menggunakan analisis jalur PLS-SEM. Pengetahuan ibu berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (?=0,248, t=2,057, dan ?=0,048) dan kadar hemoglobin (?=0,267, t=2,169, dan ?=0,030). Kepatuhan konsumsi Tablet Fe juga signifikan terhadap Hb (?=0,255, t=2,069, dan ?=0,039). Namun, status gizi (LILA) tidak memiliki hubungan signifikan dengan pengetahuan hemoglobin (?=0,007, t=0,062, dan ?=0,950), begitu pun dengan kadar hemoglobin (?=0,023, t=0,268, dan ?=0,789). Perilaku dan kognitif, serta kepatuhan konsumsi Tablet Fe, memiliki pengaruh signifikan terhadap kadar hemoglobin dibandingkan dengan jalur status gizi.