Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Sekolah Tinggi Tata Boga dengan Pendekatan Arsitektur Futuristik di Jakarta Sahar, Kartika; Hantono, Dedi; Aqli, Wafirul
Jurnal Anala Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.8.2.971.7-16

Abstract

Perkembangan yang sedang terjadi di Indonesia contohnya pada bidang pembangunan infrastruktur, pariwisata dan lainnya menarik perhatian untuk kalangan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung atau melakukan kerja sama. Kunjungan dari berbagai pihak ke Indonesia dapat dimanfaatkan untuk lebih mempromosikan lagi tentang Indonesia. Salah satu yang menarik perhatian adalah di bidang kuliner dimana Indonesia memiliki beragam jenisnya. Dalam mewujudkan hal tersebut tentunya dibutuhkan tenaga profesional yang dapat mengolah makanan tersebut dengan baik. Salah satu perwujudannya adalah dengan mengadakan lembaga pendidikan di bidang kuliner dimana Indonesia memiliki beberapa jenis lembaga Perguruan Tinggi salah satunya adalah Sekolah Tinggi. Sekolah Tinggi merupakan lembaga yang menyelenggarakan program pendidikan pada satu disiplin ilmu sehingga lebih memfokuskan pada ilmu tersebut. Tentunya hal tersebut juga perlu didukung oleh bangunan yang mewadahi kegiatan tersebut dan dapat menarik minat masyarakat, salah satunya penerapan gaya arsitektur pada bangunannya, contohnya adalah penerapan gaya arsitektur futuristik pada bangunan dan lokasi bangunan yang strategis.
Dampak Relokasi Terhadap Perubahan Ruang dan Sosial Ekonomi Masyarakat Permukiman Kalijodo di Jakarta Sutantio, Alfan; Ismawan, Guntur; Karim, Muhammad Arifandy Abdul Gani Haji; Hantono, Dedi
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2021.013.01.2

Abstract

Kota Jakarta Memiliki kepadatan dan kota yang sangat kompleks sehingga tidak dapat menampung seluruh kegiatan didalamnya dikarenakan semakin berkembangnnya penduduk atas berbagai aktifitas sehingga terjadinya transformasi atas kegiatan di pinggiran kota sehingga terjadinnya alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang sudah diberlakukan oleh pemerintah Kota DKI Jakarta. Dari hal tersebut munculnnya rumusan masalah mengenai kondisi sebelum dan sesuda dari kawasan Kalijodo, serta dampak sosial ekonomi yang dihasilkan dari relokasi permukiman kawasan terbuka Kalijodo. Metode yang digunakan berupa kualitatif deskriptif Metode tersebut berupa pembahasan opini atau teori yang di gabung dari beberapa teori dengan mengacu dari beberapa jurnal, artikel ilmiah atau bentuk tulisan ilmiah lainnya. Analisis yang digunakan berupa dampak sosial ekonomi relokasi terhadap permukiman warga di kalijodo dengan di tampilkan dalam bentuk tabel serta dari hasil tersebut memiliki kesimpulan bahwa dampak relokasi Kawasan Kalijodo mendapat kehidupan yang mencukupi dan lebih baik dari sebelumnya. Penataan kawasan tersebut berdampak untuk membentuk karakter warga yang lebih bermoral dan sejahtera.
KAJIAN PERMEABILITAS PADA KAWASAN BERSEJARAH BOAT QUAY, SINGAPURA Purwantiasning, Ari Widyati; prayogi, lutfi; hantono, Dedi; sari, yeptadian
Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) Vol 5, No 1 (2022): Februari (Jurnal Arsitektur dan Perencanaan)
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/juara.v5i1.2202

Abstract

Abstract: This paper is part of research that aims to examine a significant historical area in Singapore, namely the Boat-Quay area, through the theory of permeability. Permeability theory is a theory introduced by Kevin Lynch as part of urban planning theory. This study also aims to understand how the legibility of a historic area, especially Boat-Quay, Singapore through its permeability, namely the ability to be easily accessible for its users. Several principles in this permeability will be used as material to analyze the data obtained, so that in this study a qualitative method with a descriptive narrative approach was used. The Boat-Quay area, Singapore was chosen as a case study because this area has been designated as a conservation area by the Singapore government and is an important area to study because of its success in implementing the concept of conservation. The research was carried out for four months with the result achieved by showing how the Boat-Quay Area has its permeability capabilities for users, so that the area can be said to have legitimacy or clarity.Keywords: Historical Area, Boat Quay, Permeability, Kevin Lynch Abstrak: Tulisan ini merupakan bagian dari hasil penelitian yang bertujuan untuk menelaah tentang sebuah Kawasan bersejarah yang cukup signifikan di Singapura yaitu Kawasan Boat-Quay, melalui teori permeabilitas. Teori permeabilitas merupakan teori yang diperkenalkan oleh Kevin Lynch sebagai bagian dari teori perencanaan kota. Penelitian ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana kejelasan sebuah Kawasan bersejarah terutama Boat-Quay, Singapore dengan melalui kemampuannya pada permeabilitas yaitu kemampuan agar dapat mudah diakses bagi penggunanya. Beberapa prinsip dalam permeabilitas ini akan digunakan sebagai materi untuk menganalisis data-data yang diperoleh, sehingga dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif naratif. Kawasan Boat-Quay, Singapura dipilih menjadi studi kasus karena Kawasan ini telah ditetapkan menjadi Kawasan konservasi oleh Pemerintah Singapura dan menjadi Kawasan yang penting untuk ditelaah karena keberhasilannya dalam menerapkan konsep konservasi. Penelitian dilakukan selama empat bulan dengan hasil akhir yang dicapai adalah dengan memperlihatkan bagaimana Kawasan Boat-Quay memiliki kemampuan permeabilitasnya bagi pengguna, sehingga Kawasan tersebut dapat dikatakan memiliki legibilitas atau kejelasan.Kata Kunci: Kawasan Bersejarah, Boat Quay, Permeabilitas, Kevin Lynch
STUDY OF CONTEXTUAL ARCHITECTURE CONCEPTS IN GOVERNMENT BUILDINGS Baskoro, Mohamad; Hantono, Dedi
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Idealog Vol 7 No 2
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v7i2.4552

Abstract

Contextual architecture is a concept in creating building designs and their aspects by taking into account the surrounding environment. The design of contextual architecture can make the design of buildings or areas sustainable with the surrounding environment, with new designs whose characteristics harmonize with the surrounding environment. However, contextual architecture can also conflict with components in the surrounding environment. The application of the concept of contextual architecture in this study takes precedent studies on the Constitutional Court Building. From the precedent study, the discussion will be analyzed through the seven principles of contextual architecture. This study aims to determine how context influences the architectural design of the DKI Jakarta Constitutional Court Office. It is hoped that the results can be a reference for planning and designing government buildings. This research was conducted in a government building that is likely to use the concept of contextual architecture. The research method used is descriptive qualitative by describing and identifying each point of the principles of contextual architecture. Keywords: Contextual, Constitutional Court, Contextual Principles.
Kesiapan Ibu Dalam Perannya Sebagai Pendidik Anak Untuk Mempersiapkan Masa Depan Bangsa Aziza, Noer; Hantono, Dedi
Raheema Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/raheema.v10i2.1710

Abstract

The role of mothers in the family environment plays a quite dominant role in terms of children's education that makes a mother hold high responsibility in the progress of a nation. Therefore, a mother is required to have high self-quality to be able to educate future generations. But in reality in Indonesia there are still many quality mothers who still do not meet the needs and eligibility as a teacher in a household. For this reason, this study wants to find the level of quality of children's education from the role of a mother by conducting a study of the data obtained and found solutions to improve the quality of the mother. The results of this study indicate that with some actions will provide a positive thing for the quality and role of mothers in realizing the future of the nation through the future of a child as the successor generation of his nation.
ASPEK PERILAKU MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL PADA RUANG TERBUKA PUBLIK Hantono, Dedi; Pramitasari, Diananta
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 2 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i2a1

Abstract

Abstrak_Ruang terbuka publik merupakan elemen kota yang sangat penting kehadirannya dalam kehidupan kota. Sebagai ruang terbuka yang bersifat publik maka berbagai aktivitas dapat dilakukan manusia baik perorangan maupun berkelompok. Karakteristik manusia sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial menjadi hal yang menarik untuk diteliti bagaimana manusia mempertahankan sifat keprivasian mereka dalam ruang terbuka publik yang dapat diakses siapa saja. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini untuk melihat gambaran bagaimana manusia mengaktualisasikan karakternya sebagai makhluk individu dalam suatu ruang sosial di ruang terbuka publiksehingga manfaat dari penelitian ini diharapkan bisa digunakan para perancang ruang kota dalam memperhatikan kebutuhan karakter manusia sebagai pengguna ruang tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan pendekatan kajian literatur yaitu menggunakan beberapa teori dan artikel penelitian yang sesuai yang telah dilakukan.Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan ditemukan bahwa karakter manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial dalam ruang terbuka publikterdapat 2 bentukan ruang yaitu ruang pribadi (personal space) yaitu ruang maya yang berada di sekeliling tubuh masing-masing individu dan teritori (territory) yang dibentuk sesuai dengan kondisi tertentunamunmasih dapat diusik oleh individu lain sehingga pertahanan manusia ini sifatnya tidak masif. Teritori juga dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu ekonomi dan budaya.Kata kunci: Arsitektur Perilaku; Ruang Publik, Ruang Terbuka Publik. Abstrak_Public open space is an element of the city that is very important of  its presence in city life. As a public open space, various activities can be carried out by humans, both individuals and groups. The characteristics of humans as individual and also social being; becoming interesting things to be investigated that how humans maintain their privacy in public open spaces that can be accessed by anyone. Therefore the purpose of this study is to gain the description of how humans actualize their characters as individual beings in a social space in public open space so that the benefits of this research are expected to be able to be used by urban space designers in concerning to the human character needs as the space user. The research method used was a qualitative method by conducting a literature study approach, which used several theories and research articles that were appropriate. Based on the literature review, it was found that human characters as individual and social being in public open spaces had 2 spatial forms, namely personal space which was the virtual space available around the body of each individual and territory formed according with certain conditions but can still be disturbed by other individuals so that the human defense is not massive. Territory is also influenced by two factors, namely economy and culture.Keywords: Behavior Architecture; Urban Space; Public Open Space; Personal Space; Territory.
TELAAH PERMEABILITAS PADA KAWASAN BERSEJARAH CLARKE QUAY DI SINGAPURA Purwantiasning, Ari Widyati; Prayogi, Lutfi; Hantono, Dedi; Sari, Yeptadian
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 9 No 1 (2022): June
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v9i1a2

Abstract

Abstrak_ Dalam sebuah perencanaan kota, konsep dan teori tentang perencanaan kota menjadi penting sebagai dasar-dasar pemikirannya. Salah satu teori dan konsep yang diperkenalkan oleh Kevin Lynch adalah teori tentang permeabilitas di dalam sebuah Kawasan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji tentang sebuah Kawasan bersejarah di Singapura yaitu Clarke Quay dengan menggunakan teori permeabilitas yang diperkenalkan oleh Kevin Lynch. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana sebuah Kawasan bersejarah memiliki kemampuan permeabilitas bagi penggunanya. Telaah yang telah dilaksanakan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif naratif dengan mengangkat Kawasan Clarke Quay di Singapura sebagai studi kasus untuk dikaji menggunakan teori permeabilitas. Penelitian dilakukan selama enam bulan dan diselesaikan dengan analisis pemetaan menggunakan prinsip-prinsip permeabilitas. Hasil akhir yang dicapai adalah dengan memperlihatkan bagaimana sebuah Kawasan bersejarah harus memiliki kemampuan permeabilitas bagi penggunanya, sehingga Kawasan tersebut juga memiliki legibilitas atau kejelasan seperti yang disampaikan oleh Kevin Lynch dalam teorinya. Kata kunci : Permeabilitas; Kawasan Bersejarah; Kevin Lynch; Clarke Quay Abstract_ In an urban planning, concepts and theories about urban planning become important as the basics of thought. One of the theories and concepts introduced by Kevin Lynch is the theory of permeability in an area. This paper aims to examine a historic area in Singapore, namely Clarke Quay using the permeability theory introduced by Kevin Lynch. In addition, this study also aims to understand how a historic area has permeability capabilities for its users. This study has been carried out using a qualitative method with a descriptive narrative approach by using the Clarke Quay area in Singapore as a case study to be studied using the permeability theory. The study was conducted for six months and was completed by mapping analysis using the permeability principles. The final result achieved is to show how a historicarea must have permeability capabilities for its users, so that the area also has legitimacy or clarity as stated by Kevin Lynch in his theory. Keywords : Permeability; Historical Site; Kevin Lynch; Clarke Quay
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA BANGUNAN FASILITAS TRANSPORTASI (STUDI KASUS: STASIUN MRT BLOK A, JAKARTA) HANIFIANTO, RIFQI; Hantono, Dedi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.161-168

Abstract

ABSTRAK. Infrastruktur transportasi memegang peranan penting sebagai sarana pergerakan orang dan barang. Infrastruktur transportasi kereta api menjadi  solusi permasalahan kemacetan jalan, dimana jumlah kendaraan setiap tahunnya  menjadi permasalahan di Indonesia. Kereta api merupakan salah satu alat transportasi jalan raya yang memiliki keunggulan dibandingkan alat transportasi jalan lainnya. Kereta api merupakan metode pengangkutan penumpang dan barang dalam jumlah besar dengan banyak keuntungan: menghemat lahan, menghemat energi, dan mengurangi polusi juga meimiliki jam yang dapat di andalkan. Saat ini stasiun – stasiun kereta api di seluruh Indonesia merupakan bangunan peninggalan zaman penjajahan. Untuk memfasilitasi penumpang dengan baik dan dengan melonjaknya jumlah pengguna kereta api setiap tahunnya.  stasiun kereta api kedepannya akan menerapkan konsep desain arsitektur kontemporer agar tampilan dan ruang yang dihasilkan menjadi unik dan inovatif serta, apalagi jika stasiun tersebut berada di Tengah kota yang modern. Arsitektur kontempoer juga dapat menghadirkan keterbukaan antara bangunan dan lingkungan disekitarnya karena itu menjadi ciri khas arsitektur kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahn yang timbul pada bangunan kereta api yang dimana bangunan kereta api di Indonesia masih menggunakan bangunan lama yang dibangun pada masa kolonial. Dimana bangunan stasiun terkadang masih tidak serupa dengan bangunan di disekitarnya terutama dikota besar yang dimana bangunan disekitarnya merupakan bangunan modern dan ikonik. Penerapan Arsitektur kontempoerer pada bangunan stasiun dapat menjawab bagaimana stasiun kereta dapat dibangunan dengan konsep arsitektur kontemporer pada Kawasan kota yang sudah maju. Kata Kunci: Infrastuktur, Stasiun, Kereta Api, Arsitektur, Kontemporer ABSTRACT. Transportation infrastructure plays an important role as a means of movement of people and goods. Railway transportation infrastructure is a solution to the problem of road congestion, where the number of vehicles each year is a problem in Indonesia. Train is one of the means of road transportation that has advantages over other means of road transportation. Trains are a method of transporting passengers and goods in large quantities with many advantages: saving land, saving energy, and reducing pollution as well as having reliable clocks. Currently, train stations throughout Indonesia are buildings from the colonial era. To facilitate passengers well and with the soaring number of train users every year.  The train station in the future will apply contemporary architectural design concepts so that the resulting look and space become unique and innovative and, especially if the station is in the middle of a modern city. Contemporary architecture can also present openness between the building and the surrounding environment because it is a characteristic of contemporary architecture. This study aims to answer the problems that arise in railway buildings where railway buildings in Indonesia still use old buildings built during the colonial period. Where the station building is sometimes still not similar to the surrounding buildings, especially in big cities where the surrounding buildings are modern and iconic buildings. The application of contemporary architecture to station buildings can answer how train stations can be built with contemporary architectural concepts in developed city areas. Keywords: Infrastructure, Station, Railway, Architecture, Contemporary
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA BANGUNAN MUSEUM HEYDAR ALIYEV CENTER AZERBAIJAN Gumilang, Muhammad Rizki; Hantono, Dedi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 7, No 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.15-22

Abstract

ABSTRAK. Futuristik merupakan suatu paham kebebasan dalam mengungkapkan atau mengekspresikan ide atau gagasan ke dalam suatu bentuk tampilan yang tidak biasa, kreatif dan inovatif. Hasil dari futuristik ini adalah sesuatu yang dinamis, selalu berubah-ubah sesuai keinginan dan zamannya. Penerapan futuristik ini hanya terlihat pada penampilan atau tampaknya dengan tetap memperhatikan dan memperhitungkan fungsi dari objeknya. Futuristik merupakan arti yang mengarah pada konsep masa depan dengan paradigma perkembangan arsitektur. Penerapan konsep futuristik ini akan diterapkan kepada bangunan museum Heydar Aliyev Center Azerbaijan. Bangunan museum merupakan jenis bangunan yang berfungsi sebagai tempat edukasi dan sarana pendidikan untuk mengenalkan sejarah, peristiwa, makhluk hidup, dan lain sebagainya. Hasil penelitian ini menunjukkan tujuh dari delapan poin konsep arsitektur futuristik yaitu gaya universal, khayalan yang idealis, tidak memiliki ornamen, menggunakan kemajuan teknologi, nihilisme, ekspos material (kejujuran bahan), dan bersifat singular (tunggal).Kata Kunci: Futuristik, Museum, Arsitektur,ABSTRACT. Futuristic is an understanding of freedom in expressing or expressing ideas in an unusual, creative and innovative form. The result of this futurism is something dynamic, always changing according to desires and the times. This futuristic application is only visible in appearance or appearance while still paying attention and taking into account the function of the object. Futuristic is a meaning that leads to the concept of the future with a paradigm of architectural development. The application of this futuristic concept will be applied to the Heydar Aliyev Center Azerbaijan museum building. A museum building is a type of building that functions as a place of education and educational means to introduce history, events, living creatures, and so on. The results of this research show seven of the eight points of the futuristic architectural concept, namely universal style, idealistic imagination, no ornamentation, use of technological advances, nihilism, material exposure (honesty of materials), and singular (single).Keywords: Futuristic, Museum, Architecture,
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR MODERN PADA BANGUNAN MENARA CAKRAWALA DI JAKARTA Purnama, Dinar Agung; Hantono, Dedi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 7, No 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.55-62

Abstract

ABSTRAK. Desain Arsitektur Modern merupakan salah satu konsep desain yang sangat familiar pada zaman dahulu hingga zaman milenial saat ini. Desain Arsitektur Modern membuat bangunan terlihat lebih sederhana, dengan salah satu caranya yaitu menhilangkan corak ornament, cara tersebut salah satu ciri khas yang sangat kental dalam desain Arsitektur Modern. Dengan membuat sebuah bangunan menjadi lebih minimalis dan sederhana desain arsitektur modern membawa efek yang baik pada dunia arsitektur dari dulu hingga zaman milenial saat ini. Salah satunya pada bangunan kantor, kantor merupakan tempat bekerja dengan waktu yang lama oleh seseorang atau suatu kelompok untuk menjalankan sebuah perusahaan, oleh karna itu kantor harus terasa nyaman. Saat ini banyak perusahaan perusahaan baru yang membutuhkan kantor, salah satunya perusahaan yang saat ini bermunculan yaitu perusahaan startup seperti Tokopedia, Shoppe, dan lain lain.  Peneranpan konsep arsitektur modern pada bangunan kantor berpengaruh baik, terlebih pada zaman milenial seperti ini banyak perusahaan perusahaan baru dan perusahaan besar yang bermunculan, pastinya membutuhkan bangunan kantor untuk perusahannya. Salah satunya ialah penerapan konsep arsitektur modern pada kantor. Studi kasus yang dipakai untuk penelitian ini yaitu bangunan kantor dalam negeri yaitu Menara Cakrawala yang berlokasikan di Jakarta. Dengan meneliti beberapa bagian dari prinsip prinsip arsitektur modern yaitu : Penggunaan bentuk dasar geometri, Penggunaan unsur grid, Kesan simetris pada bangunan, Jendela horizontal, Desain bebas pada fasad. Kesimpulannya dari penelitian ini yaitu bangunan kantor Menara Cakrawala di Jakarta telah menggunakan desain Arsitektur Modern dari prinsip-prinsip yang telah digunakan serta hasil analisis.Kata Kunci: Arsitektur Modern, Kantor, Arsitektur, Prinsip Arsitektur. ABSTRACT. Modern Architectural Design is one of the most familiar design concepts from ancient times to today's millennials. Modern Architectural Design makes buildings look simpler, in one of the ways, namely removing ornament patterns, this method is one of the strong characteristics in Modern Architectural design. By making a building more minimalist and simple, modern architectural designs have had a good effect on the world of architecture from the past to today's millennials. One of them is in an office building, an office is a place to work for a long time by a person or a group to run a company, therefore the office must feel comfortable. Currently there are many new companies that need offices, one of the companies that is currently emerging is startup companies such as Tokopedia, Shoppe, and others. The application of modern architectural concepts to office buildings has a good effect, especially in this millennial era, many new companies and large companies have sprung up, of course they need office buildings for their companies. One of them is the application of modern architectural concepts to offices. The case study used for this research is the domestic office building, namely the Cakrawala Tower which is located in Jakarta. By examining several parts of the principles of modern architecture, namely: Use of basic geometric shapes, Use of grid elements, Symmetrical impression on buildings, Horizontal windows, Free design on facades. The conclusion from this study is that the Cakrawala Tower office building on Jalan M.H Thamrin has used Modern Architectural design from the principles that have been used and the results of the analysis. Keywords: Modern Architecture, Office, Architecture, Architectural Principles.