Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Dampak Relokasi Terhadap Perubahan Ruang dan Sosial Ekonomi Masyarakat Permukiman Kalijodo di Jakarta Sutantio, Alfan; Ismawan, Guntur; Karim, Muhammad Arifandy Abdul Gani Haji; Hantono, Dedi
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2021.013.01.2

Abstract

Kota Jakarta Memiliki kepadatan dan kota yang sangat kompleks sehingga tidak dapat menampung seluruh kegiatan didalamnya dikarenakan semakin berkembangnnya penduduk atas berbagai aktifitas sehingga terjadinya transformasi atas kegiatan di pinggiran kota sehingga terjadinnya alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang sudah diberlakukan oleh pemerintah Kota DKI Jakarta. Dari hal tersebut munculnnya rumusan masalah mengenai kondisi sebelum dan sesuda dari kawasan Kalijodo, serta dampak sosial ekonomi yang dihasilkan dari relokasi permukiman kawasan terbuka Kalijodo. Metode yang digunakan berupa kualitatif deskriptif Metode tersebut berupa pembahasan opini atau teori yang di gabung dari beberapa teori dengan mengacu dari beberapa jurnal, artikel ilmiah atau bentuk tulisan ilmiah lainnya. Analisis yang digunakan berupa dampak sosial ekonomi relokasi terhadap permukiman warga di kalijodo dengan di tampilkan dalam bentuk tabel serta dari hasil tersebut memiliki kesimpulan bahwa dampak relokasi Kawasan Kalijodo mendapat kehidupan yang mencukupi dan lebih baik dari sebelumnya. Penataan kawasan tersebut berdampak untuk membentuk karakter warga yang lebih bermoral dan sejahtera.
KAJIAN PERMEABILITAS PADA KAWASAN BERSEJARAH BOAT QUAY, SINGAPURA Purwantiasning, Ari Widyati; prayogi, lutfi; hantono, Dedi; sari, yeptadian
Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) Vol 5, No 1 (2022): Februari (Jurnal Arsitektur dan Perencanaan)
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/juara.v5i1.2202

Abstract

Abstract: This paper is part of research that aims to examine a significant historical area in Singapore, namely the Boat-Quay area, through the theory of permeability. Permeability theory is a theory introduced by Kevin Lynch as part of urban planning theory. This study also aims to understand how the legibility of a historic area, especially Boat-Quay, Singapore through its permeability, namely the ability to be easily accessible for its users. Several principles in this permeability will be used as material to analyze the data obtained, so that in this study a qualitative method with a descriptive narrative approach was used. The Boat-Quay area, Singapore was chosen as a case study because this area has been designated as a conservation area by the Singapore government and is an important area to study because of its success in implementing the concept of conservation. The research was carried out for four months with the result achieved by showing how the Boat-Quay Area has its permeability capabilities for users, so that the area can be said to have legitimacy or clarity.Keywords: Historical Area, Boat Quay, Permeability, Kevin Lynch Abstrak: Tulisan ini merupakan bagian dari hasil penelitian yang bertujuan untuk menelaah tentang sebuah Kawasan bersejarah yang cukup signifikan di Singapura yaitu Kawasan Boat-Quay, melalui teori permeabilitas. Teori permeabilitas merupakan teori yang diperkenalkan oleh Kevin Lynch sebagai bagian dari teori perencanaan kota. Penelitian ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana kejelasan sebuah Kawasan bersejarah terutama Boat-Quay, Singapore dengan melalui kemampuannya pada permeabilitas yaitu kemampuan agar dapat mudah diakses bagi penggunanya. Beberapa prinsip dalam permeabilitas ini akan digunakan sebagai materi untuk menganalisis data-data yang diperoleh, sehingga dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif naratif. Kawasan Boat-Quay, Singapura dipilih menjadi studi kasus karena Kawasan ini telah ditetapkan menjadi Kawasan konservasi oleh Pemerintah Singapura dan menjadi Kawasan yang penting untuk ditelaah karena keberhasilannya dalam menerapkan konsep konservasi. Penelitian dilakukan selama empat bulan dengan hasil akhir yang dicapai adalah dengan memperlihatkan bagaimana Kawasan Boat-Quay memiliki kemampuan permeabilitasnya bagi pengguna, sehingga Kawasan tersebut dapat dikatakan memiliki legibilitas atau kejelasan.Kata Kunci: Kawasan Bersejarah, Boat Quay, Permeabilitas, Kevin Lynch
STUDY OF CONTEXTUAL ARCHITECTURE CONCEPTS IN GOVERNMENT BUILDINGS Baskoro, Mohamad; Hantono, Dedi
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Idealog Vol 7 No 2
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v7i2.4552

Abstract

Contextual architecture is a concept in creating building designs and their aspects by taking into account the surrounding environment. The design of contextual architecture can make the design of buildings or areas sustainable with the surrounding environment, with new designs whose characteristics harmonize with the surrounding environment. However, contextual architecture can also conflict with components in the surrounding environment. The application of the concept of contextual architecture in this study takes precedent studies on the Constitutional Court Building. From the precedent study, the discussion will be analyzed through the seven principles of contextual architecture. This study aims to determine how context influences the architectural design of the DKI Jakarta Constitutional Court Office. It is hoped that the results can be a reference for planning and designing government buildings. This research was conducted in a government building that is likely to use the concept of contextual architecture. The research method used is descriptive qualitative by describing and identifying each point of the principles of contextual architecture. Keywords: Contextual, Constitutional Court, Contextual Principles.
Kesiapan Ibu Dalam Perannya Sebagai Pendidik Anak Untuk Mempersiapkan Masa Depan Bangsa Aziza, Noer; Hantono, Dedi
Raheema Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/raheema.v10i2.1710

Abstract

The role of mothers in the family environment plays a quite dominant role in terms of children's education that makes a mother hold high responsibility in the progress of a nation. Therefore, a mother is required to have high self-quality to be able to educate future generations. But in reality in Indonesia there are still many quality mothers who still do not meet the needs and eligibility as a teacher in a household. For this reason, this study wants to find the level of quality of children's education from the role of a mother by conducting a study of the data obtained and found solutions to improve the quality of the mother. The results of this study indicate that with some actions will provide a positive thing for the quality and role of mothers in realizing the future of the nation through the future of a child as the successor generation of his nation.
ASPEK PERILAKU MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL PADA RUANG TERBUKA PUBLIK Hantono, Dedi; Pramitasari, Diananta
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 2 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i2a1

Abstract

Abstrak_Ruang terbuka publik merupakan elemen kota yang sangat penting kehadirannya dalam kehidupan kota. Sebagai ruang terbuka yang bersifat publik maka berbagai aktivitas dapat dilakukan manusia baik perorangan maupun berkelompok. Karakteristik manusia sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial menjadi hal yang menarik untuk diteliti bagaimana manusia mempertahankan sifat keprivasian mereka dalam ruang terbuka publik yang dapat diakses siapa saja. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini untuk melihat gambaran bagaimana manusia mengaktualisasikan karakternya sebagai makhluk individu dalam suatu ruang sosial di ruang terbuka publiksehingga manfaat dari penelitian ini diharapkan bisa digunakan para perancang ruang kota dalam memperhatikan kebutuhan karakter manusia sebagai pengguna ruang tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan pendekatan kajian literatur yaitu menggunakan beberapa teori dan artikel penelitian yang sesuai yang telah dilakukan.Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan ditemukan bahwa karakter manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial dalam ruang terbuka publikterdapat 2 bentukan ruang yaitu ruang pribadi (personal space) yaitu ruang maya yang berada di sekeliling tubuh masing-masing individu dan teritori (territory) yang dibentuk sesuai dengan kondisi tertentunamunmasih dapat diusik oleh individu lain sehingga pertahanan manusia ini sifatnya tidak masif. Teritori juga dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu ekonomi dan budaya.Kata kunci: Arsitektur Perilaku; Ruang Publik, Ruang Terbuka Publik. Abstrak_Public open space is an element of the city that is very important of  its presence in city life. As a public open space, various activities can be carried out by humans, both individuals and groups. The characteristics of humans as individual and also social being; becoming interesting things to be investigated that how humans maintain their privacy in public open spaces that can be accessed by anyone. Therefore the purpose of this study is to gain the description of how humans actualize their characters as individual beings in a social space in public open space so that the benefits of this research are expected to be able to be used by urban space designers in concerning to the human character needs as the space user. The research method used was a qualitative method by conducting a literature study approach, which used several theories and research articles that were appropriate. Based on the literature review, it was found that human characters as individual and social being in public open spaces had 2 spatial forms, namely personal space which was the virtual space available around the body of each individual and territory formed according with certain conditions but can still be disturbed by other individuals so that the human defense is not massive. Territory is also influenced by two factors, namely economy and culture.Keywords: Behavior Architecture; Urban Space; Public Open Space; Personal Space; Territory.
TELAAH PERMEABILITAS PADA KAWASAN BERSEJARAH CLARKE QUAY DI SINGAPURA Purwantiasning, Ari Widyati; Prayogi, Lutfi; Hantono, Dedi; Sari, Yeptadian
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 9 No 1 (2022): June
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v9i1a2

Abstract

Abstrak_ Dalam sebuah perencanaan kota, konsep dan teori tentang perencanaan kota menjadi penting sebagai dasar-dasar pemikirannya. Salah satu teori dan konsep yang diperkenalkan oleh Kevin Lynch adalah teori tentang permeabilitas di dalam sebuah Kawasan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji tentang sebuah Kawasan bersejarah di Singapura yaitu Clarke Quay dengan menggunakan teori permeabilitas yang diperkenalkan oleh Kevin Lynch. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana sebuah Kawasan bersejarah memiliki kemampuan permeabilitas bagi penggunanya. Telaah yang telah dilaksanakan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif naratif dengan mengangkat Kawasan Clarke Quay di Singapura sebagai studi kasus untuk dikaji menggunakan teori permeabilitas. Penelitian dilakukan selama enam bulan dan diselesaikan dengan analisis pemetaan menggunakan prinsip-prinsip permeabilitas. Hasil akhir yang dicapai adalah dengan memperlihatkan bagaimana sebuah Kawasan bersejarah harus memiliki kemampuan permeabilitas bagi penggunanya, sehingga Kawasan tersebut juga memiliki legibilitas atau kejelasan seperti yang disampaikan oleh Kevin Lynch dalam teorinya. Kata kunci : Permeabilitas; Kawasan Bersejarah; Kevin Lynch; Clarke Quay Abstract_ In an urban planning, concepts and theories about urban planning become important as the basics of thought. One of the theories and concepts introduced by Kevin Lynch is the theory of permeability in an area. This paper aims to examine a historic area in Singapore, namely Clarke Quay using the permeability theory introduced by Kevin Lynch. In addition, this study also aims to understand how a historic area has permeability capabilities for its users. This study has been carried out using a qualitative method with a descriptive narrative approach by using the Clarke Quay area in Singapore as a case study to be studied using the permeability theory. The study was conducted for six months and was completed by mapping analysis using the permeability principles. The final result achieved is to show how a historicarea must have permeability capabilities for its users, so that the area also has legitimacy or clarity as stated by Kevin Lynch in his theory. Keywords : Permeability; Historical Site; Kevin Lynch; Clarke Quay
Usulan Desain Penataan Kawasaan Permukiman Nelayan di Tanjung Pasir dengan Konsep Menata Tanpa Menggusur Sari, Yeptadian; Purwantiasning, Ari Widyati; Hantono, Dedi; Erlangga, Agus; Putri, Alifvia Malinda; Meisanti, Meisanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 10 (2023): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i10.562

Abstract

Kawasan Tanjung Pasir merupakan kawasan yang besar dan memiliki banyak potensi alam yang luar biasa, namun pada kenyataannya saat ini kawasan ini tidak memiliki fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak, dan tidak terintegrasi dengan baiknya area wisata Tanjung Pasir dan permukiman warga membuat kawasan ini tidak dapat dimaksimalkan  secara ekonomi oleh warga. Kondisi saat ini kawasan Pantai Tanjung Pasir Tangerang masih sangat sederhana, meskipun sudah terlihat adanya upaya penataan. Namun Kondisi pantai yang ada sangat kotor akan sampah-sampah yang berserakan dan minim fasilitas membuat wisata di dalam kawasan ini tidak maksimal dengan kurangnya minat berwisata air seperti renang di laut. Abrasi yang terjadi di zona permukiman nelayan yang semakin tahun permukain air lautnya menaik sehingga keberadaan GSP 100m tidak terlihat lagi membuat warga cemas akan kondisi hunian dan lingkungannya.Oleh sebab itu, pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk melakukan pendampingan penataan kembali kawasan Pantai Tanjung Pasir tanpa menggusur keadaan eksisting yang ada pada kawasan tersebut. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam beberapa langkah, namun hal yang pertama dilakukan adalah dengan mengidentifikasi dan mengobservasi keadaan eksisting kawasan kampung nelayan Tanjung Pasir, setelah itu akan diketahui isu dan permasalahan dari kawasan tersebut sehingga dapat dicari solusi penyelesaian permasalahannya dari sisi arsitektural. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah usulan desain kawasan Tanjung Pasir baik kawasan permukimannya, kawasan pariwisatanya maupun dari sisi infrastrukturnya tanpa menggusur bangunan dan fasilitas eksisting.
KAJIAN HAK KEPEMILIKAN PROPERTI OLEH WARGA NEGARA ASING DI INDONESIA Aulia, Asa; Hantono, Dedi
Jurnal Potensi Vol. 1 No. 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v1i2.771

Abstract

In developing the Indonesian state, a large amount of money is required. One of the financing comes from investment or capital invested by foreign parties with an investment permit of 30-60 years. The impact of this period causes foreigners to need housing facilities that can support their activities and streamline their business in the context of PMA. In response to these conditions, the government issued Government Regulation No. 41/1996. Based on such regulatory conditions, foreigners generally get a house by renting. This allows foreigners to apply for a rental period of more than 10 years for Indonesians who own the house. However, in practice there are many houses whose conditions, room arrangement, layout, environment, or so on do not suit the tastes of foreigners. In addition, the condition of ownership of property on a lease basis also prevents foreigners from being able to renovate space. According to the UUPA, foreigners are not allowed to own HGB and can only obtain usage rights. This needs to be revised to adapt to the current and more dynamic investment climate conditions. In other countries the right to use property reaches 99 years. The proposal to extend the right to use housing for foreigners will contribute foreign exchange for the country.
Peran Ruang Publik pada Kantor Rukun Warga Terhadap Aktivitas Masyarakat di Kelurahan Kebon Pala Jakarta Timur Hantono, Dedi; Aziza, Noer
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 3 No 2 (2020): September 2020
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v3i2.899

Abstract

Jakarta merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Dampak dari hal tersebut adalah semakin terbatasnya ruang publik yang dibutuhkan masyarakat untuk beraktivitas, seperti: sosial, refreshing, olahraga, dan lain-lain. Rukun Warga sebagai bagian dari lembaga pemerintah yang bersifat pelayanan publik dan memiliki bangunan kantor operasional sendiri sudah selayaknya juga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun jika diperhatikan kantor RW masih terlihat sepi dari aktivitas masyakarat sehari-hari. Untuk itu dilakukan penelitian penyebab kurang berfungsinya kantor RW sebagai bangunan publik. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dari penelitian yang dilakukan diketahui ada beberapa faktor penyebab, diantaranya: dimensi ruang yang kurang memadai, kantor yang tertutup, dan ruang terbuka yang tidak terawatt bahkan beralih fungsi.
Peran Ruang Publik pada Kantor Rukun Warga Terhadap Aktivitas Masyarakat di Kelurahan Kebon Pala Jakarta Timur Hantono, Dedi; Aziza, Noer
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 3 No 2 (2020): September 2020
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.219 KB) | DOI: 10.54367/alur.v3i2.899

Abstract

Jakarta merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Dampak dari hal tersebut adalah semakin terbatasnya ruang publik yang dibutuhkan masyarakat untuk beraktivitas, seperti: sosial, refreshing, olahraga, dan lain-lain. Rukun Warga sebagai bagian dari lembaga pemerintah yang bersifat pelayanan publik dan memiliki bangunan kantor operasional sendiri sudah selayaknya juga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun jika diperhatikan kantor RW masih terlihat sepi dari aktivitas masyakarat sehari-hari. Untuk itu dilakukan penelitian penyebab kurang berfungsinya kantor RW sebagai bangunan publik. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dari penelitian yang dilakukan diketahui ada beberapa faktor penyebab, diantaranya: dimensi ruang yang kurang memadai, kantor yang tertutup, dan ruang terbuka yang tidak terawatt bahkan beralih fungsi.