Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Usulan Desain Penataan Kawasaan Permukiman Nelayan di Tanjung Pasir dengan Konsep Menata Tanpa Menggusur Sari, Yeptadian; Purwantiasning, Ari Widyati; Hantono, Dedi; Erlangga, Agus; Putri, Alifvia Malinda; Meisanti, Meisanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 10 (2023): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i10.562

Abstract

Kawasan Tanjung Pasir merupakan kawasan yang besar dan memiliki banyak potensi alam yang luar biasa, namun pada kenyataannya saat ini kawasan ini tidak memiliki fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak, dan tidak terintegrasi dengan baiknya area wisata Tanjung Pasir dan permukiman warga membuat kawasan ini tidak dapat dimaksimalkan  secara ekonomi oleh warga. Kondisi saat ini kawasan Pantai Tanjung Pasir Tangerang masih sangat sederhana, meskipun sudah terlihat adanya upaya penataan. Namun Kondisi pantai yang ada sangat kotor akan sampah-sampah yang berserakan dan minim fasilitas membuat wisata di dalam kawasan ini tidak maksimal dengan kurangnya minat berwisata air seperti renang di laut. Abrasi yang terjadi di zona permukiman nelayan yang semakin tahun permukain air lautnya menaik sehingga keberadaan GSP 100m tidak terlihat lagi membuat warga cemas akan kondisi hunian dan lingkungannya.Oleh sebab itu, pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk melakukan pendampingan penataan kembali kawasan Pantai Tanjung Pasir tanpa menggusur keadaan eksisting yang ada pada kawasan tersebut. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam beberapa langkah, namun hal yang pertama dilakukan adalah dengan mengidentifikasi dan mengobservasi keadaan eksisting kawasan kampung nelayan Tanjung Pasir, setelah itu akan diketahui isu dan permasalahan dari kawasan tersebut sehingga dapat dicari solusi penyelesaian permasalahannya dari sisi arsitektural. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah usulan desain kawasan Tanjung Pasir baik kawasan permukimannya, kawasan pariwisatanya maupun dari sisi infrastrukturnya tanpa menggusur bangunan dan fasilitas eksisting.
KAJIAN HAK KEPEMILIKAN PROPERTI OLEH WARGA NEGARA ASING DI INDONESIA Aulia, Asa; Hantono, Dedi
Jurnal Potensi Vol. 1 No. 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v1i2.771

Abstract

In developing the Indonesian state, a large amount of money is required. One of the financing comes from investment or capital invested by foreign parties with an investment permit of 30-60 years. The impact of this period causes foreigners to need housing facilities that can support their activities and streamline their business in the context of PMA. In response to these conditions, the government issued Government Regulation No. 41/1996. Based on such regulatory conditions, foreigners generally get a house by renting. This allows foreigners to apply for a rental period of more than 10 years for Indonesians who own the house. However, in practice there are many houses whose conditions, room arrangement, layout, environment, or so on do not suit the tastes of foreigners. In addition, the condition of ownership of property on a lease basis also prevents foreigners from being able to renovate space. According to the UUPA, foreigners are not allowed to own HGB and can only obtain usage rights. This needs to be revised to adapt to the current and more dynamic investment climate conditions. In other countries the right to use property reaches 99 years. The proposal to extend the right to use housing for foreigners will contribute foreign exchange for the country.
Peran Ruang Publik pada Kantor Rukun Warga Terhadap Aktivitas Masyarakat di Kelurahan Kebon Pala Jakarta Timur Hantono, Dedi; Aziza, Noer
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 3 No 2 (2020): September 2020
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v3i2.899

Abstract

Jakarta merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Dampak dari hal tersebut adalah semakin terbatasnya ruang publik yang dibutuhkan masyarakat untuk beraktivitas, seperti: sosial, refreshing, olahraga, dan lain-lain. Rukun Warga sebagai bagian dari lembaga pemerintah yang bersifat pelayanan publik dan memiliki bangunan kantor operasional sendiri sudah selayaknya juga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun jika diperhatikan kantor RW masih terlihat sepi dari aktivitas masyakarat sehari-hari. Untuk itu dilakukan penelitian penyebab kurang berfungsinya kantor RW sebagai bangunan publik. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dari penelitian yang dilakukan diketahui ada beberapa faktor penyebab, diantaranya: dimensi ruang yang kurang memadai, kantor yang tertutup, dan ruang terbuka yang tidak terawatt bahkan beralih fungsi.
Peran Ruang Publik pada Kantor Rukun Warga Terhadap Aktivitas Masyarakat di Kelurahan Kebon Pala Jakarta Timur Hantono, Dedi; Aziza, Noer
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 3 No 2 (2020): September 2020
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.219 KB) | DOI: 10.54367/alur.v3i2.899

Abstract

Jakarta merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Dampak dari hal tersebut adalah semakin terbatasnya ruang publik yang dibutuhkan masyarakat untuk beraktivitas, seperti: sosial, refreshing, olahraga, dan lain-lain. Rukun Warga sebagai bagian dari lembaga pemerintah yang bersifat pelayanan publik dan memiliki bangunan kantor operasional sendiri sudah selayaknya juga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun jika diperhatikan kantor RW masih terlihat sepi dari aktivitas masyakarat sehari-hari. Untuk itu dilakukan penelitian penyebab kurang berfungsinya kantor RW sebagai bangunan publik. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dari penelitian yang dilakukan diketahui ada beberapa faktor penyebab, diantaranya: dimensi ruang yang kurang memadai, kantor yang tertutup, dan ruang terbuka yang tidak terawatt bahkan beralih fungsi.
Strategi Penataan Rumah Tinggal Berbasis Efisiensi Energi untuk Komunitas Ibu Hebat, Tapos, Depok Purwantiasning, Ari Widyati; Hantono, Dedi; Prayogi, Lutfi; Maghfurah, Fadwah; Halimah, Hana; Aisy, Karlina Rohadatul; Sari, Yeptadian
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 07 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i07.2449

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi komunitas hunian urban dalam mewujudkan efisiensi energi melalui redesain rumah berkelanjutan. Sasaran kegiatan adalah “Komunitas Ibu Hebat” di BCI 2, Tapos, Depok, dengan menerapkan prinsip net zero carbon guna mengatasi tingginya konsumsi energi dan mendorong hunian yang ramah iklim. Pendekatan yang digunakan mencakup audit energi, lokakarya desain partisipatif, serta strategi penataan ulang rumah yang melibatkan ventilasi pasif, optimalisasi pencahayaan alami, dan pemilihan material ramah lingkungan. Hasil kegiatan ini adalah model desain rumah tinggal hemat biaya yang aplikatif serta mendukung misi Indonesia menuju Net Zero Carbon pada tahun 2060. Anggota komunitas menunjukkan peningkatan kesadaran dan mulai menerapkan perbaikan praktis seperti mengganti lampu menjadi LED dan meningkatkan sirkulasi udara dalam rumah.
KAJIAN KONSEP REVITALISASI PADA BANGUNAN PASAR (STUDI KASUS: PASAR TANAH ABANG) Tamam, Muhammad Rifqi; Hantono, Dedi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Pasar tradisional di Indonesia mengalami tantangan dalam pengembangannya, baik secara fisik maupun non fisik. Meskipun sebagian besar masyarakat Indonesia masih mengandalkan pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, banyak pasar mengalami penurunan peran karena adanya kebutuhan yang meningkat. Pasar tradisional, menjadi salah satu tempat bagi masyarakat untuk mencari nafkah, berdagang dan menjual jasa, kini harus bersaing dengan perkembangan zaman yaitu belanja online dan toko swalayan. Revitalisasi pasar tradisional menjadi solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Revitalisasi diharapkan dapat meningkatkan daya saing pasar tradisional dengan cara memperbaiki kondisi fisik dan non fisik pasar, serta menyesuaikannya dengan perkembangan zaman. Bagaimana penerapan konsep revitalisasi pasar tradisional? Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dan deskriptif,yaitu metode dengan menggunakan data yang ada serta landasan teori. Observasi lapangan dilakukan untuk mengkaji kondisi fisiki dan non fisik. Revitalisasi Pasar Tanah Abang telah berhasil dilakukan dengan melibatkan aspek fisik, ekonomi, sosial, dan institusional. Intervensi fisik berupa pembangunan jembatan penghubung antar blok telah meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas pasar, serta memberikan tempat berjualan bagi pedagang. Rehabilitasi ekonomi melalui fungsi campuran jembatan sebagai tempat berdagang telah meningkatkan pendapatan pedagang dan daya tarik pasar. Berdasarkan penelitian ini, revitalisasi sosial/institusional melalui pengelolaan pasar oleh pengurus yang bertanggung jawab telah meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan pasar. Kata Kunci: Arsitektur, Revitalisasi, Pasar Tradisional                         ABSTRACT. Traditional markets in Indonesia experience challenges in their development, both physical and non-physical. Although the majority of Indonesian people still rely on traditional markets to meet their daily needs, many markets are experiencing a decline in their role due to increasing needs. Traditional markets, being a place for people to earn a living, trade and sell services, now have to compete with current developments, namely online shopping and supermarkets. Revitalizing traditional markets is a solution to overcome these challenges. Revitalization is expected to increase the competitiveness of traditional markets by improving the physical and non-physical conditions of the market, as well as adapting them to current developments. How is the concept of traditional market revitalization implemented? The research method uses qualitative and descriptive methods, namely methods using existing data and a theoretical basis. Field observations were carried out to assess physical and non-physical conditions. The revitalization of Tanah Abang Market has been successfully carried out involving physical, economic, social and institutional aspects. Physical intervention in the form of building connecting bridges between blocks has improved market connectivity and accessibility, as well as providing a place to sell for traders. Economic rehabilitation through the bridge's mixed function as a trading venue has increased traders' income and market attractiveness. Based on this research, social/institutional revitalization through market management by responsible administrators has improved service quality and market safety.                                                                                                      Keywords: Architecture, Revitalization, Traditional Markets 
Identifikasi Elemen Fisik Ruang Publik yang Berpengaruh Terhadap Pembentukan Visual Kawasan Kota Tua Jakarta Hantono, Dedi; Hakim, Abdul Hamid
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 5 No. 2 (2019): December 2019 ~ February 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/eija.v5i2.879

Abstract

The facade has become a major element in the formation of visual characters in an Old Jakarta area. But to improve the visual quality of the historic area, which is full of conserved buildings, changing the facade is one thing that is not permitted. Public space is the main alternative in improving the visual quality of the Jakarta Old Town area. This study aims to identify the physical elements that have an influence on the visual formation of the Jakarta Old Town area. Data were collected using a questionnaire for 10 respondents. By using a regression test, the relationship between variables was tested to investigate the effect between variables, and analyzed with a post positivistic approach. The results show that public space that affects the visual quality of Jakarta's Old City are four elements with linear formation; including roads, streams and pedestrian paths; and one square element (shared space)
KAJIAN PERMEABILITAS PADA KAWASAN WISATA KOTA TUA JAKARTA Hantono, Dedi; Purwantiasning, Ari Widyati; Sari, Yeptadian; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Sidabutar, Yuanita F D; Musthapha, Zainal
RUSTIC Vol 4 No 1 (2024): RUSTIC
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32546/rustic.v4i1.2377

Abstract

Setiap kota memiliki nilai historisnya masing-masing, termasuk aset bangunan tua, dan begitu pula dengan kota Jakarta. Selain untuk dinikmati, bangunan-bangunan tua ini memberikan pengalaman dan pemandangan masa lalu kota Jakarta. Dalam upaya melestarikan kawasan tersebut, Jakarta telah melakukan beberapa kali upaya revitalisasi, terutama dalam aspek aksesibilitas bagi pejalan kaki. Setelah dilakukannya revitalisasi tersebut, penulis melakukan studi mengenai keberhasilan program revitalisasi tersebut. Terlebih lagi, terdapat pelebaran jalur pejalan kaki dengan mengubah jalan raya menjadi jalur khusus untuk pejalan kaki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa upaya revitalisasi dengan melakukan konversi jalan dinilai cukup berhasil sehingga Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta dapat dengan mudah dikenali, khususnya oleh pejalan kaki.
MOVEMENT PATTERN OF RUSUNAWA MARUNDA SHOCKING MARKET NORTH JAKARTA Aisy, Karlina Rahadatul; Aflah, Saffanah Zhahirah; Azkiawati, Diana; Hantono, Dedi
Border: Jurnal Arsitektur Vol. 2 No. 1 (2020): JUNE 2020
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/border.v2i1.39

Abstract

The increasing needs of daily life is certainly involve the market. The market is one of place for business opportunities for traders, the majority of which have small businesses. As the number of consumer demand increases for the necessities of life, then formed a market known as the 'shocking market'. It named “shocking” market because the market is temporary with traders who are always moving locations to find a crowded point of buyers. The activity is only for some time and lasts only a few hours. Usually this shocking market stands at a place that has other functions, such as a sidewalk or open field that has a potential point of bustling buyers in the surrounding environment. The shocking market presence can be assessed through its movement patterns, in which the movement patterns of traders by means of groups and at certain times are the background of this study. The presence of the shock market was reviewed in order to uncover the pattern of movement of traders in the shock market in the Marunda Rusunawa area. The method used is a qualitative rationalistic method, with interview and observation techniques in the field. The results of this study shows the movement pattern of the shocking market traders in Marunda Rusunawa and the reasons behind them moving in groups.