Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Relationship Between Adherence to Taking Medication with the Level of Knowledge and Family Support in TB Patients at Kroya Health Centre, Cilacap Regency Riyadi, Hidayat Sugeng; Fauziah; Silma Kaaffah
Viva Medika Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v17i3.1604

Abstract

TB (Tuberculosis) patients in Indonesia are the 2nd highest in the world after India. The large number of TB patients in Indonesia is due to the lack of success in TB treatment due to patient non-compliance with medication regularly. Factors that affect non-compliance are low knowledge of TB patients and lack of family support. This study aims to determine the level of family knowledge and support, medication adherence, and determine the relationship between the level of knowledge and family support to medication adherence in TB patients at the Kroya Health Center, Cilacap Regency in 2024. This study uses a non-experimental method with cross-sectional data collection conducted in April-May 2024. The study population is all TB patients totaling 130 respondents who underwent treatment at the Kroya Health Center, Cilacap Regency from November 2023 to May 2024, and the research sample was 56 respondents. The conclusion of this study is that the knowledge level of TB respondents is the highest at 37.5% and 55.4%, and the adherence to taking medication at the Kroya Health Center is 30.4% and 57.1%. In this study, the highest TB patients were at a moderate level of knowledge (55.4%); family support is not supportive (96.4%) and medication adherence is low (30.4%) to moderate (57.1%). Testing with the chi-square method there was a relationship between the level of knowledge and medication adherence in TB patients (p-value 0.000), but there was no relationship between family support and medication adherence (p-value 0.268) in patients at the Kroya Health Center, Cilacap Regency with a r value of 0.541. The limitation of this study is that there is no follow-up on the respondents such as monitoring TB drugs so that the existing data is only data taken when filling out the questionnaire.
Analisis Rasionalitas Penggunaan Antiplatelet Aspirin Dan Clopidrogel Sebagai Monoterapi Pada Pasien Stroke Iskemik Muktiono, Ridho Dwi; Khamdiyah Indah Kurniasih; Silma Kaaffah
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 16 No 2 (2025): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v16i2.2053

Abstract

Stroke termasuk faktor utama disabilitas dan kematian nomor dua di dunia. Antiplatelet yaitu pengobatan untuk stroke iskemik dilakukan dengan memberi obat anti-agregasi platelet yang bertujuan untuk menghambat penggumpalan trombosit, sehingga mencegah terbentuknya trombus yang sering terjadi pada sistem arteri. Aspirin dan clopidogrel termasuk agen antiplatelet yang direkomendasikan oleh kementerian kesehatan melalui Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stroke Tahun 2019. Tujuan penelitian ini supaya tahu rasionalitas pemakaian antiplatelet aspirin dan clopidrogel sebagai monoterapi pada pasien Rawat inap stroke iskemik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Penelitian ini yakni deskriptif kuantitatif dengan pendekatan secara retsrospektif dengan memakai data sekunder yaitu rekam medis pasien di RSUD Prof. Dr. Margono. Hasil penelitian dari total 100 pasien stroke iskemik mayoritas laki laki banyaknya 60 pasien (60%) dan wanita banyaknya 40 pasien (40%). Usia pasien mayoritas 56 – 65 tahun banyaknya 41 pasien (41%). Pemakaian obat antiplatelet yang paling banyak dipakai yaitu clopidogrel banyaknya 83%. Evaluasi rasionalitas sesuai tepat pasien 100%, tepat obat 83%, tepat dosis 100%, dan tepat interval 100%.
Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Antibiotik untuk Demam Tifoid Pada Anak di Desa Canduk Elmalia Prima Anjani, Elmalia; Fauziah, Fauziah; Kaaffah, Silma
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21394

Abstract

Background: Resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan global yang banyak dipengaruhi oleh penggunaan obat yang tidak tepat, termasuk pada penyakit demam tifoid yang memerlukan terapi antibiotik. Edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu, diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan antibiotik yang rasional. Tujuan: meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu sebagai mitra utama dalam penggunaan antibiotik yang tepat pada demam tifoid anak. Metode: Pengabdian ini menggunakan desain pre–post test dengan pendekatan observasional analitik yang dilaksanakan pada bulan Februari–Juli 2025 di Desa Canduk, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas. Populasi pengabdian adalah seluruh ibu yang memiliki balita di Desa Canduk, dengan total 142 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi (p < 0,001). Proporsi responden dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 35,9% menjadi 73,2%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan mitra, dimana sebelum edukasi sebagian ibu belum memahami indikasi penggunaan antibiotik yang benar dan masih memiliki kebiasaan menghentikan pengobatan sebelum waktunya. Kesimpulan: Edukasi tentang antibiotik menggunakan media leaflet berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu mengenai penggunaan antibiotik untuk demam tifoid pada anak di Desa Canduk, sehingga dapat mendukung upaya pencegahan resistensi antibiotik di masyarakat.