Background: Resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan global yang banyak dipengaruhi oleh penggunaan obat yang tidak tepat, termasuk pada penyakit demam tifoid yang memerlukan terapi antibiotik. Edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu, diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan antibiotik yang rasional. Tujuan: meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu sebagai mitra utama dalam penggunaan antibiotik yang tepat pada demam tifoid anak. Metode: Pengabdian ini menggunakan desain pre–post test dengan pendekatan observasional analitik yang dilaksanakan pada bulan Februari–Juli 2025 di Desa Canduk, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas. Populasi pengabdian adalah seluruh ibu yang memiliki balita di Desa Canduk, dengan total 142 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi (p < 0,001). Proporsi responden dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 35,9% menjadi 73,2%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan mitra, dimana sebelum edukasi sebagian ibu belum memahami indikasi penggunaan antibiotik yang benar dan masih memiliki kebiasaan menghentikan pengobatan sebelum waktunya. Kesimpulan: Edukasi tentang antibiotik menggunakan media leaflet berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu mengenai penggunaan antibiotik untuk demam tifoid pada anak di Desa Canduk, sehingga dapat mendukung upaya pencegahan resistensi antibiotik di masyarakat.