Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Karakteristik Adopter Media Pemasaran Berbasis Internet di Kalangan Pelaku Usaha Mikro di Kota Denpasar Dimas Fadhilah Akbar; Ida Bagus Gde Pujaastawa; Ida Ayu Alit Laksmiwati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 2 No. 2: Februari 2023
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v2i2.1350

Abstract

Perkembangan sistem teknologi dalam kebudayaan masyarakat Indonesia telah mengalami perubahan dan kemajuan yang cukup signifikan. Dalam bidang ekonomi misalnya dewasa ini telah dikenal media pemasaran berbasis internet, baik melalui marketplace maupun media sosial. Penelitian ini membahas mengenai karakteristik kelompok adopter media pemasaran berbasis internet di kalangan pelaku usaha mikro di Kota Denpasar yang dianalisis dengan menggunakan teori kategorisasi adopter dalam inovasi. Penelitian ini ditulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian etnografi dan netnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik wawancara dan studi kepustakaan. Data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan analisis data kualitatif dengan model etnografi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Kelompok innovator, early adopter dan early majority memiliki kemiripan dalam aspek pendidikan dan generasi, yaitu cenderung memiliki pengetahuan mengenai perkembangan internet dan termasuk dalam kelompok umur digital native, sehingga ketiga kelompok tersebut cenderung cepat dalam mengadopsi inovasi pemasaran berbasis internet. Kelompok late majority dan laggard cenderung terlambat dalam mengadopsi media pemasaran berbasis internet dikarenakan kelompok tersebut didominasi oleh generasi digital immigrant yang kurang memiliki pengetahuan mengenai internet dan cenderung menentukan keputusan inovasi berdasarkan tekanan dari pihak lain.
Pengaruh Budaya Pop Korea terhadap Gaya Hidup Remaja di Kota Denpasar, Bali Ni Made Febriana Sara Dwiyanti; Ida Bagus Gde Pujaastawa; Ida Ayu Alit Laksmiwati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 2 No. 2: Februari 2023
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v2i2.1357

Abstract

Abstrak: Fenomena menyebarnya budaya pop Korea dikenal dengan istilah Korean Wave atau Hallyu. Berbagai macam produk budaya pop Korea, mulai dari drama hingga musik pop Korea (K-Pop) digemari oleh masayarakat di seluruh dunia, dan tak terkecuali para remaja di Kota Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui faktor yang memengaruhi remaja di Kota Denpasar dalam mengonsumsi budaya pop Korea, 2) menjelaskan gaya hidup remaja di Kota Denpasar sebagai penggemar budaya pop Korea. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif interpretatif dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa mobilitas spasial antarnegara, teknologi multimedia, investasi perusahaan asing, dan ideologi konsumerisme menjadi faktor-faktor yang memengaruhi remaja di Kota Denpasar dalam mengonsumsi budaya pop Korea. Selain itu juga menunjukan adanya beberapa aktivitas yang berkaitan dengan fansgirling sebagai gaya hidup para remaja penggemar budaya pop Korea di Kota Denpasar.
Fungsi dan Makna Tradisi Dai pada Masyarakat Ndora Elisabeth Kolo; Anak Agung Ngurah Anom Kumbara; Ida Ayu Alit Laksmiwati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 2 No. 2: Februari 2023
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v2i2.1374

Abstract

Masyarakat Subetnik Ndora seringkali diperhadapkan masalah ekologi seperti iklim kering dan letak geografis desa yang berada kaki Gunung Manungae (habitat babi hutan), menjadi salah satu ancaman terjadinya gagal panen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan tradisi dai dan memahami fungsi serta makna tradisi dai pada masyarakat Subetnik Ndora. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, melalui cara observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil temuan penelitian ini berupa proses pelaksanaan tradisi dai yang dikelompokkan ke dalam tiga tahapan yaitu tahapan persiapan, tahapan dai, dan tahapan penyelesaian. Temuan lain dari penelitian ini juga berupa fungsi dan makna yang terkandung dalam tradisi dai. Fungsi yang dimaksudkan berupa tradisi dai sebagai pengendalian hama (fungsi manifest), serta fungsi-fungsi lain yang mengikuti fungsi tersebut (fungsi laten) yaitu fungsi ekologi, fungsi ekonomi, fungsi identitas sosial, dan fungsi gender. Pelaksanaan tradisi dai memberikan dampak positif dalam menciptakan solidaritas sosial yang tercermin melalui keterlibatan masyarakat dalam rangkaian tahapan pelaksanaannya, mencerminkan kehidupan masyarakat yang berkeadilan baik itu terhadap sesama maupun terhadap lingkungan, serta memberikan dampak bagi keseimbangan ekosistem dan pelestarian dalam konteks lingkungan maupun upacara budaya yang memiliki nilai kearifan lokal.
Representasi Budaya Patriarki Karo Dalam Organisasi Muda-Mudi Sirulo Bali di Kelurahan Jimbaran Kecamatan Kuta Selatan Simon Peres Tarigan; Ida Ayu Alit Laksmiwati; Ida Bagus Oka Wedasantara
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4340

Abstract

Muda-Mudi Sirulo Bali adalah organisasi paguyuban etnis Karo yang ada di Bali. Organisasi ini merupakan organisasi yang membawa nilai-nilai budaya etnis Karo itu sendiri, salah satunya adalah budaya dan nilai-nilai patriarki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk-bentuk budaya patriarki dalam organisasi ini. Fenomena budaya patriarki yang dalam organisasi ini dikaji menggunakan teori representasi Stuart Hall dan teori peran Soerjono Soekanto. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulkan data menggunakan observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam organisasi Muda-Mudi Sirulo Bali terdapat budaya patriarki dengan bentuk-bentuk seperti dominasi laki-laki laki dalam kepemimpinan, dominasi laki-laki dalam pegambilan keputusan, streotipe terhadap perempuan dan stigma negatif terhadap perempuan.
Bentuk Fenomena FOMO di Kalangan Mahasiswa Universitas Udayana, Denpasar, Bali Arnod Brema Karo-Karo; Ida Ayu Alit Laksmiwati; Ida Bagus Oka Wedasantara
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5501

Abstract

Teknologi informasi yang semakin maju dibuktikan dengan hadirnya media sosial memengaruhi kehidupan pergaulan para remaja akhir terkhususnya kalangan mahasiswa. Smartphone dan konten yang ada di media sosial menjadi pemenuh kebutuhan sosial para mahasiswa, menciptakan apa yang dikenal dengan fenomena takut akan ketertinggalan (FOMO). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk FOMO terkhususnya di kalangan mahasiswa Universitas Udayana dengan menggunakan metode kualitatif, serta menggunakan teknik pengumpulan data berbasis wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan sekiranya lima bentuk FOMO yang ada di kalangan mahasiswa Universitas Udayana.
Transmisi Budaya Ngawan Pada Masyarakat Pesisir Desa Seraya Kabupaten Karangasem Tiara Astyaputri; Ida Ayu Alit Laksmiwati; Aliffiati Aliffiati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6068

Abstract

Terjadi fenomena penurunan jumlah nelayan Desa Seraya, Kabupaten Karangasem, Bali. Desa Seraya merupakan salah satu desa yang memiliki wilayah pesisir dan terdapat masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Aktivitas melaut ini dikenal dengan sebutan ngawan, yang diambil dari kata awan yang artinya ikan tongkol, sehingga ngawan diartikan pula sebagai kegiatan mencari ikan tongkol. Penurunan jumlah nelayan di Desa Seraya dibuktikan pada Data Profil Desa tahun 2023, yang mencatat pada tahun 2018 terdapat masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan berjumlah 150 orang. Namun pada tahun 2023, jumlahnya menurun sampai pada angka 73 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk transmisi budaya ngawan di wilayah pesisir Desa Seraya dan menjelaskan implikasi dari mekanisme proses transmisi terhadap keberlangsungan budaya ngawan di Desa Seraya. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode etnografi serta studi pustaka dalam menjawab pertanyaan yang ada pada rumusan masalah. Penelitian ini menggunakan teori kebudayaan Roger Keesing dan teori transmisi budaya Meyer Fortes. Hasil penelitian ini menunjukkan para nelayan mempelajari cara alat-alat yang digunakan dan cara penggunaannya, pengetahuan lokal yang ada di dalam budaya ngawan melalui proses imitasi, identifikasi dan sosialisasi yang telah dilakukan sejak kecil melalui aktivitas sehari-hari. Namun seiring dengan perkembangan zaman, proses transmisi budaya ngawan mengalami keterhambatan dikarenakan adanya perubahan pandangan hidup para pemuda yang diharapkan menjadi penerus dari budaya ngawan. Para pemuda kini melihat budaya ngawan sebagai kegiatan mencari nafkah yang dapat digantikan dengan pekerjaan lain. Hal ini didukung dengan para nelayan yang berfokus pada pemenuhan pendidikan anak-anak mereka agar bisa mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.