p-Index From 2021 - 2026
2.813
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Arthur H. Thambas
Universitas Sam Ratulangi

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Sistem Pengaman Pantai Pada Daerah Pantai Boulevard Amurang Kabupaten Minahasa Selatan Oktorando Simbar; Arthur H. Thambas; M. Ihsan Jasin
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56489

Abstract

Pantai Boulevard Amurang terletak di bagian Teluk Amurang. Teluk Amurang adalah sebuah teluk di semenanjung Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Lebih tepatnya berada di wilayah Kota Amurang yang merupakan Ibukota Kabupaten Minahasa Selatan. Pantai Boulevard Amurang merupakan salah satu Kawasan wisata yang ada di Kota Amurang karena mempunyai kondisi pemandangan pantai yang indah. Namun, pada tengah Bulan Juni Tahun 2022, tepatnya pada tanggal 15 Juni 2022 sekitar pukul 14.00 WITA, telah terjadi bencana abrasi yang menerjang di daerah pantai kelurahan uwuran satu dan bitung, Pantai Boulevard Amurang merupakan salah satu daerah pesisir pantai mengalami kerusakan di karenakan terjadi bencana abrasi. Terkait masalah yang terjadi, maka diperlukan penanganan khusus, yaitu karena sudah pernah ada bangunan pengaman pantai di lokasi tersebut sebelum terjadi bencana abrasi, butuhnya sistem pengaman pantai permanen yang cocok di lokasi abrasi. Dengan menggunakan metode AHP untuk mendapatkan tipe bangunan yang sesuai untuk lokasi penelitian. Dari hasil AHP didapatkan skor tertinggi pada revetment. Skor dai pengaman pantai breakwater adalah 32,40%, groin sebesar 20%, dan reventment sebesar 47.60%. Berdasarkan skor ini maka akan digunakan Bangunan Pengaman Pantai jenis reventment. Revetment dipilih untuk pengaman pantai Boulevard Amurang karena dapat menahan erosi di bagian belakang bangunan, lebih efektif apabila dibandingkan dengan groin di sepanjang pantai karena longshore transport sedimen yang terjadi tidak besar, melindungi pantai dari limpasan gelombang tinggi yang terjadi sehingga pemukiman di belakangnya dapat dilindungi, dan pelaksanaan lebih mudah. Kata kunci: Pantai Boulevard Amurang, pengaman pantai, Metode AHP
Studi Bangunan Pengaman Pantai Pada Reklamasi Di Pesisir Pantai Malalayang Satu Kecamatan Malalayang Kota Manado Michelle T. Rumansi; Jeffry D. Mamoto; Arthur H. Thambas
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56603

Abstract

Pesisir pantai Malalayang yang telah menjadi salah satu dari sekian banyak lokasi yang berpotensi menjadi kawasan Pariwisata. Hal ini menjadi suatu alasan untuk mereklamasi daerah pantai untuk meningkatkan dan memanfaatkan lahan menjadi lahan produktif. Pada lokasi penelitian terdapat lahan hasil reklamasi seluas ± 53Ha dan untuk menunjang reklamasi tersebut terdapat bangunan pengaman pantai yang dibangun untuk menunjang reklamasi Pantai. Sehubungan dengan kondisi tersebut, dilakukan studi bangunan pengaman pantai serta reklamasi. Yang bertujuan untuk mengetahui apakah bangunan pengaman pantai dan reklamasi telah memenuhi atau tidak memenuhi berdasarkan penerapan ilmu teknik pantai. Dari hasil analisis Pasang Surut, transformasi gelombang, Transport Sedimen dan tinjauan Reklamasi maka Reklamasi yang direncanakan dengan kedalaman ± 10.72 m dan elevasi ± 6.00 memerlukan volume pasir urug sebesar 574.259,68 m³ dan batu boulder dengan volume sebesar 158.974 m³ dan untuk bangunan pengaman pantai menggunakan tanggul yang dibuat sejajar pantai. Berdasarkan hasil analisis tersebut bangunan pengaman pantai dan reklamasi yang sudah ada dilokasi penelitian dinilai telah memenuhi berdasarkan penerapan ilmu Teknik Pantai. Reklamasi dikategorikan sebagai reklamasi kecil berdasarkan luasan, namun dalam lingkup pemanfaatan ruang, reklamasi dikategorikan sebagai reklamasi sedang. Kata kunci: Pantai Malalayang, gelombang, pengaman pantai, reklamasi
Analisis Rekomendasi Isian Maksimal Bahan Peledak Terhadap Kestabilan Lereng (East Wall Section) Pada Pit Toka Renaldy K. Kapoyos; Pradila G. S. Hulalata; Arthur H. Thambas; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56613

Abstract

Mengetahui dan menganalisis tingkat getaran tanah yang dihasilkan dari peledakan yang diterapkan Mengetahui nilai konstanta (k) dan eksponen (b) kondisi batuan lokasi penelitian dari hasil regresi hubungan variable scaled distance dan nilai PPV Mengetahui nilai konstanta untuk prediksi Peak Particle Accelaration Mengetahui nilai percepatan kritis sebagai factor seismic yang mempengaruhi kestabilan lereng Mengetahui rekomendasi maksimum isian bahan peledak meledak bersamaan Analisis nilai konstanta untuk prediksi PPA Analisis nilai PPV untuk mendapatkan nilai peak particle displacement dan nilai amaks. Analisis Faktor Keamanan menggunakan nilai PPA hasil pengukuran alat sebagai nilai g, dan nilai amaks hasil diferensiasi PPV sebagai nilai g. Analisis regresi untuk mendapatkan hubungan (PPA) dan Percepatan Horizontal (a) Analisis FK maksimum dan rekomendasi isian maksimum dengan suatu jarak tertentu jumlah bahan peledak yang meledak bersamaan dalam rentang waktu/time windows 8 ms. t. Dari hasil simulasi yang dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Viewshot didapatkan jumlah lubang yang meledak bersamaan berkisar antara 2-6 lubang ledak. Jumlah minimum bahan peledak per waktu tunda adalah 83 kg, sedangkan jumlah maksimum muatan bahan peledak per waktu tunda adalah 443 kg.Nilai Konstanta yang didapatkan untuk memprediksi nilai PPV adalah sebagai berikut, nilai konstanta dengan confidence limits 50% sebesar 248.1 untuk nilai k dan -1.72 untuk nilai m. Nilai konstanta dengan confidence limit 95% sebesar 516 untuk nilai k dan -1.72 untuk nilai m. Sebaiknya dalam penggunaan rekomendasi isian tersebut digunakan factor error sebesar 20% dari rekomendasi isian tersebut. Kata kunci: Peak Particle Velocity, Variable Scaled Distance, getaran tanah, peledakan, prediksi
Analisis Pasang Surut Di Kawasan Pantai Budo Desa Budo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara Indry S. Sepang; Jeffry D. Mamoto; Arthur H. Thambas
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56954

Abstract

Pantai Budo yang berada di kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara adalah salah satu pantai yang dipergunakan sebagai sektor parawisata. Pada saat-saat tertentu faktor alam berupa tinggi gelombang cukup besar pada daerah pantai ini. Sementara itu, seiiring dengan perkembangan aktivitas wilayah pantai di pantai Budo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara sudah banyak di lakukan kegiatan, jika dibiarkan dapat menyebabkan gelombang laut terus menerus sehingga mengakibatkan erosi atau abrasi pada pantai tersebut. Setiap wilayah pantai pada kenyataannya memiliki kondisi pasang surut yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komponen, tipe pasang surut, serta elevasi muka air laut yang terjadi di Pantai Budo Desa Budo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara dengan Metode Admiralty dan least square dimana data pasang surut yang digunakan ialah data pengukuran yang dilakukakan selama 15 hari, dan data pasang surut di dapat dari navigasi BMKG STAMAR BITUNG, lalu di lanjutkan perhitungan dengan menggunakan metode admiralty dan Least Square kemudian didapatkan nilai dari bilangan formzahl yang dilanjutkan dengan perhitungan menggunakan bantuan perangkat lunak microsoft excel sehingga diperoleh tipe pasang surut serta elevasi muka air laut. Kata kunci: pantai Budo, pasang surut, Metode Admiralty, Metode Least Square, bilangan Formzahl
Kajian Teknis Efisiensi Pengangkutan Dengan (Articulated Dump Truck) ADT VOLVO A40F Terhadap Produksi Excavator Volvo EC-750DL Pada Penambangan Emas Pit Toka PT. Meares Soputan Mining Khairunnisa; Arthur H. Thambas
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57928

Abstract

Meares Soputan Mining (PT. MSM) merupakan perusahaan tambang emas di Indonesia. PT. Meares Soputan Mining (PT. MSM) bersama PT. Tambang Tondano Nusajaya (PT. TTN). PT. MSM menggunakan metode tambang terbuka (Surface Mining).Umtuk daerah yang sudah termasuk dalam Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. MSM area Northen Pit yaitu Pit Toka dan area Southern Pit, yaitu Pit Araren.Kegiatan pemuatan dan pengangkutan termasuk dalam operasi produksi yang mana bertujuan untuk memindahkan material mineral dari daerah tambang. Dalam kegiatan pemuatan dan pengangkutanya di Pit Toka, PT. Meares Soputan Mining menggunakan kombinasi alat muat utama yaitu Excavator Volvo EC-750DL dan alat angkut (Articulated Dump Truck) ADT Volvo A40F. Ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pemuatan dan pengangkutan seperti loading point, geometri jalan, jenis materil yang memepengaruhi swell faktor, lebar jalan lurus, lebar jalan pada saat tikungan, kemiringan dan lebar jalan,faktor isian bucket, waktu edar alat angkut dan alat muat karena hal ini mempengaruhi keserasian alat. Oleh karena itu pengoptimal waktu edar alat angkut dan faktor isian bucket excavator mempengaruhi efisiensi kegiatan pengangkutan. Kata kunci: alat muat, alat angkut, waktu edar alat angkut, waktu edar alat muat, kondisi material, faktor isian bucket, kondisi dan lebar jalan
Analisis Perbandingan Pengaruh Kedalaman Terhadap Transformasi Gelombang Di Pantai Parentek Dan Pantai Malalayang Jonathan A. Christian; M. Ihsan Jasin; Arthur H. Thambas
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58188

Abstract

Pantai Parentek, Kec. Lembean Timur, Kab. Minahasa dan Pantai Malalayang, Kec. Malalayang, Kota Manado, merupakan area wisata, namun juga Pada saat-saat tertentu terjadi faktor alam berupa tinggi gelombang yang cukup besar pada daerah pantai ini. Kondisi pantai diperparah oleh Abrasi, sehingga membuat garis pantai berkurang setiap tahunnya dan menyebabkan kerusakan di area pesisir. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian terdahulu untuk mengkaji lebih dalam tentang perbandingan transformasi gelombang berdasarkan pengaruh kedalaman laut. Data yang diperoleh dianalisis untuk memahami bagaimana perubahan kedalaman mempengaruhi proses refraksi, shoaling dan gelombang pecah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan refraksi, shoaling dan gelombang pecah akibat variasi kedalaman di kedua pantai. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kedalaman memiliki pengaruh terhadap transformasi gelombang. Kata kunci: Pantai Parentek, Pantai Malalayang, transformasi gelombang
Pemodelan Perubahan Garis Pantai Akibat Kenaikan Muka Air Laut Dan Intensitas Gelombang Menggunakan Pemodelan Perubahan Numerik Fellicty R. Rengkuan; Muhammad I. Jasin; Jeffry D. Mamoto; Arthur H. Thambas; Ariestides K. T. Dundu; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.67938

Abstract

Garis pantai merupakan batas dinamis pertemuan daratan dan air laut yang rentan mengalami perubahan spasial akibat kenaikan muka air laut global dan fluktuasi intensitas gelombang musiman. Pantai Malalayang Kota Manado merupakan wilayah pesisir strategis yang memiliki kerentanan geomorfologis terhadap ancaman abrasi. Keterbatasan data prediktif mengenai arah dan laju abrasi menghambat efektivitas mitigasi bencana di kawasan pesisir ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola hidrodinamika, mengkaji pengaruh interaksi kenaikan muka air laut dan gelombang, serta memprediksi visualisasi spasial perubahan garis pantai Malalayang untuk jangka waktu 6 tahun ke depan. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui pemodelan numerik dua dimensi berbasis piranti lunak MIKE 21. Simulasi diintegrasikan menggunakan kopel tiga modul utama: Hydrodynamic Module (HD), Spectral Wave Module (SW), dan Sand Transport Module (ST) yang dijalankan pada skenario tiga musim (Musim Barat, Musim Timur, dan Musim Peralihan). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa intensitas gelombang signifikan ($Hs$) dan kecepatan arus puncak terjadi pada Musim Barat yang memicu laju abrasi paling agresif di area pantai terbuka. Berdasarkan estimasi laju perubahan tahunan hasil ekstrapolasi model, diprediksi dalam jangka 6 tahun ke depan garis pantai Malalayang berpotensi mengalami kemunduran (abrasi) maksimum hingga mencapai 4,1 m pada wilayah kritis pesisir terbuka. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi landasan data teknis ilmiah bagi pemerintah daerah dalam merancang infrastruktur bangunan pengaman pantai (coastal defense structures) secara efektif. Kata kunci: perubahan garis pantai, kenaikan muka air laut, intensitas gelombang, MIKE 21, Pantai Malalayang
Perencanaan Bangunan Pengaman Pantai Di Pantai Bulotoan Desa Rerer I Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa Javier J. Wajong; Arthur H. Thambas; Ariestides K. T. Dundu; Jeffry D. Mamoto; Muhammad I. Jasin; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.68053

Abstract

Pantai Bulotoan yang berada di Kecamatan Kombi, Desa Rerer I, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, terletak pada posisi 1°15'18.46" LU – 125°03'22.30" BT. Kawasan pesisir ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk berbagai aktivitas, namun kondisi energi gelombang laut yang cukup tinggi di wilayah tersebut menyebabkan terjadinya abrasi pantai. Energi gelombang yang besar secara terus-menerus mengakibatkan pengikisan pada garis pantai sehingga berpotensi menyebabkan mundurnya garis pantai dan dapat berdampak terhadap lingkungan pesisir serta infrastruktur yang berada di sekitarnya. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan suatu perencanaan bangunan pengaman pantai yang efektif untuk mengurangi dampak abrasi di Pantai Bulotoan, Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa. Perencanaan pengaman pantai dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder yang diperoleh dari Power DAV NASA dan SRGI berupa data angin, pasang surut, serta data penunjang lainnya yang kemudian dianalisis menggunakan metode perencanaan bangunan pantai dan software penunjang. Hasil analisis tersebut digunakan untuk menentukan jenis dan dimensi bangunan pengaman pantai yang sesuai dengan kondisi lokasi penelitian. Dari hasil analisis data diperoleh bangunan pengaman pantai tipe Hard Structure berupa Groin tipe T yang berfungsi untuk mengendalikan transport sedimen sepanjang pantai serta mengurangi energi gelombang pada area yang dilindungi, dengan tinggi mercu 8,3 m, lebar puncak 4,4 m, kemiringan bangunan 1:2, lebar toe protection 7,99 m, serta tinggi toe protection 3,101 m. Kata kunci: bangunan pengaman pantai, groin tipe T, Pantai Bulotoan
Pemodelan Arus Pasang Surut Di Perairan Pantai Malalayang Menggunakan Pemodelan Numerik Chrisel N. M. Manopo; Muhammad I. Jasin; Arthur H. Thambas; Ariestides K. T. Dundu; Jeffry D. Mamoto; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.68188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe pasang surut dan pola arus pasang surut di perairan Pantai Malalayang, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, menggunakan pemodelan numerik dengan perangkat lunak MIKE 21 Flexible Mesh (FM). Data yang digunakan meliputi data pasang surut dari Sistem Referensi Geospasial Indonesia (SRGI), data angin dari NASA POWER, data batimetri dari GEBCO, serta peta lokasi dari Google Earth. Penelitian dilakukan dengan pendekatan musiman yang mewakili tiga musim utama, yaitu musim barat (Januari 2019), musim peralihan (April 2019), dan musim timur (Juni 2019), masing-masing selama satu bulan dengan interval data per jam. Proses pemodelan dilakukan melalui pengolahan data batimetri, pembentukan mesh domain, input kondisi batas pasang surut dan angin, serta simulasi hidrodinamika menggunakan MIKE 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe pasang surut di Pantai Malalayang pada ketiga musim tergolong pasang surut campuran condong ke harian ganda (mixed semi-diurnal tide), yang ditandai dengan terjadinya dua kali pasang dan dua kali surut dalam satu hari dengan amplitudo yang tidak seragam. Pola arus pasang surut menunjukkan perbedaan karakteristik pada setiap musim. Musim barat didominasi arus bergerak dari barat daya menuju timur laut dengan kecepatan maksimum sebesar 0,334608 m/s, musim peralihan menunjukkan arus relatif lebih lemah dengan arah dominan menuju barat daya dan kecepatan maksimum sebesar 0,071699 m/s, sedangkan musim timur memiliki arus paling kuat dengan arah dominan ke barat dan kecepatan maksimum sebesar 0,600107 m/s. Hasil ini menunjukkan bahwa variasi musiman dan pengaruh angin berperan dalam membentuk dinamika arus pasang surut di Pantai Malalayang sehingga dapat menjadi dasar informasi dalam pengelolaan wilayah pesisir dan pembangunan infrastruktur pantai secara berkelanjutan. Kata kunci: arus pasang surut, pemodelan numerik, MIKE 21, Pantai Malalayang, hidrodinamika pesisir, pasang surut campuran