Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMBUATAN BAK PENURAPAN MATAAIR DI DUSUN FATULULAT DESA FATUMONAS KECAMATAN AMFOANG TENGAH KAB. KUPANG Noni Banunaek; Herry Z. Kotta; Rizhard A. Ndolu; Zofar A. Banunaek
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.077 KB)

Abstract

Penduduk Dusun Fatululat sangat kesulitan air bersih pada saat musim kemarau, sehingga harus berjalan mendaki sepanjang 2 km untuk mencapai embung penampungan yang airnya berwarna kecoklatan. Desa Fatumonas sendiri memiliki beberapa sumber mata air yang memiliki debit kecil namun tetap stabil mengalir. Mata air ini dapat diturap dan kemudian dialirkan ke penduduk desa termasuk Dusun Fatululat. Sebelum air ini sampai ke pemukiman dan dimanfaatkan, maka terlebih dahulu diuji kebersihannya. Air yang didistribusikan dapat memenuhi kebutuhan 45 KK di Dusun Fatululat. Tranfer ipteks dapat diterima oleh masyarakat yang tampak dari kemampuan masyarakat dalam melakukan perawatan pipa, menyambung pipa. Diharapkan ke depan masyarakat dapat membangun turap sendiri dari beberapa mata air yang belum dimanfaatkan karena jauh dari pemukiman.
KAJIAN MORFOLOGI, KARATERISTIK DAN KONDISI LINGKUNGAN GUMUK PASIR PANTAI OETUNE, KECAMATAN KUALIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Herry Kotta; Zofar Banunaek
Jurnal Teknologi Vol 15 No 2 (2021): Nopember 2021
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.138 KB)

Abstract

Bentang alam eolean atau gumuk pasir merupakan fenomena unik seperti gundukan pasir yang menyerupai bukit. Langkanya bentang alam eolean atau Gumuk pasir di Indonesia, mendorong dilakukan penelitian agar obyek geoheritage/morfologi eolean ini dimasukan sebagai Cagar Alam Geologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genesa terjadinya gumuk pasir, morfologi, karakteristik tekstur dan kondisi lingkungan gumuk pasir Pantai Oetune. Penelitian ini merupakan penelitian laboratory research dan field research. Laboratory research: mengidentifikasi gumuk pasir melalui landsat dan google map sedangkan Field research untuk melakukan pengamatan lapangan yang dicatat dan didokumentasikan dengan menggunakan foto lapangan. Hasil penelitian menunjukkan secara genesa kondisi pantai Oetune memenuhi persyaratan bagi terbentuknya Bentang Alam gumuk pasir. Morfologi gumuk gumuk pasir oetune didominasi oleh tipe Barchan, sedangkan berdasarkan analisis granulometri, kharakteristik tekstur gumuk pasir oetune: spherisity berkisar antara 65 – 77, derajat kebundaran/roundness: angular – sub angular dan sub rounded; sortasi: sedang – baik.
Perencanaan Sistem Transmisi Dan Distribusi Air Bersih Di Desa Fatumonas Zofar Agluis Banunaek
Jurnal Ecocentrism Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Ecocentrism
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fatumonas Village is located in Amfoang Tengah Sub-district, Kupang Regency, East Nusa Tenggara Province, which has an area of 32.76 Km² and has a population of 2119 people in 2022. There are 7 spring locations, but there are several spring locations that are not located near settlements, making it difficult for people to reach and obtain clean water. The need for clean water is calculated based on population projections analyzed using the geometric method. Spring planning in the form of transmission and distribution pipeline maps planned 2 springs namely Haukauna Spring, Oelpel Spring is done by pump and gravity.
Peningkatan Pengetahuan Pengukuran Kualitas Air Irigasi Bagi Petani Milenial Disekitar Bendungan Naob - Noemuti Timur Banunaek, Zofar Agluis; Buan, Febrya Christin Handayani; Tefa, Azor Yulianus; Naikofi, Kristina Irnasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 7 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i7.1342

Abstract

Air merupakan salah satu sumber kehidupan bagi petani disekitar bendungan Naob. Kualitas air yang baik sangat penting untuk mendukung aktifitas pertanian dan keberlanjutan lingkungan. Namun, petani milenial belum memiliki pemahaman dasar tentang pentingnya kualitas air irigasi dan dampaknya terhadap produktivitas tanaman. Selain itu, keterbatasan akses terhadap alat pengukur kualitas air menjadi salah satu bagian penting yang menghambat kemampuan petani untuk melakukan pengukuran dan pemantauan secara rutin. Metode kegiatan ini meliputi wawancara, penyuluhan dan pelatihan bagi petani milenial. Petani diberikan panduan tertulis serta pendampingan pengukuran secara berkala dari Tim pengabdian untuk memastikan pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan petani tentang pentingnya pengukuran kualitas air irigasi
Penerapan Model Integrated Farming Berbasis Teknologi Konservasi sebagai upaya Mitigasi Bencana di Desa Nunbena di Kabupaten Timor Tengah Selatan Agu, Yakobus Pffeferius Edvent Saba; Nik, Nikolas; Son, Aloisius Loka; Banunaek, Zofar Agluis; Sumantra, I Ketut; Widnyana, I Ketut; Saraswati, Putu Sekarwangi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18214

Abstract

Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk mendukung ketercapaian di bidang pangan melalui pendekatan sistem integrated farming. Sistem Integrated Farming merupakan sistem pertanian terintegrasi dengan memanfaatkan keterkaitan antara tanaman (kehutanan, Perkebunan, pangan dan hortikultura) serta ternak dan perikanan untuk mendapatkan agroekosistem yang mendukung produksi pertanian, peningkatan ekonomi dan pelestarian sumberdaya alam. Mitra Pengabdian ini adalah kelompok petani lokal Fatutupuk di desa Nunbena, TTS- NTT. Bentuk pelaksanaan teknologi dan inovasi yang diterapkan pada mitra Kelompok tani Fatutupuk berupa model integrated farming berupa Pembangunan demplot pangan Lestari berbasis teknologi BUDIKDAMBER. Kegiatan ini berhasil dilaksanakan sesuai dengan rencana, dengan pencapaian lebih dari 80% untuk sebagian besar indikator. Penguasaan materi oleh peserta yang mencapai 85% menunjukkan bahwa informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Selain itu, target 7 demplot budidaya sayur juga berhasil dibuat dengan berbagai jenis sayuran memberikan bukti nyata bahwa 80% peserta paham tentang bagaimana teknik budidaya yang benar sehingga menghasilkan produk pertanian yang berkualitas.
Pendampingan Manajemen Desain Produk Pengolahan Limbah Pertanian Menjadi Pupuk Organik dan Eco-enzyme di Kelompok Tani Nunuh Naek Tefa, Azor Yulianus; Buan, Febrya Christin Handayani; Kolo, Maria Magdalena; Sipayung, Boanerges Putra; Tobing, Wilda Lumban; Mata, Meri Halsiana; Banunaek, Zofar Agluis; Manek, Seprianus Septian
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.17652

Abstract

Background: Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan bersama mitra kelompok Tani Nunuh Naek yang berlokasi di Desa Napan Kab.TTU, dengan jumlah anggota sebanyak dua puluh orang. Wilayah pertanian Kelompok Tani Nunuh Naek Desa Napan, memiliki sumber daya alam melimpah yang belum dikelola secara optimal, sehingga sering terbuang percuma dan menjadi limbah pertanian akibat keterbatasan wawasan dan ketrampilan petani. Kondisi agroekosistem lahan kering dengan solum dangkal, dan tingginya frekuensi serangan hama sering menyebabkan gagal panen. Sementara itu, ketergantungan petani pada penggunaan pupuk dan pestisida kimia meningkatkan biaya produksi, dan merusak lingkungan. Permasalahan ini menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pengabdian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani mengolah limbah pertanian menjadi pupuk organik dan eco-enzyme. Metode: PkM ini menerapkan metode penyuluhan (edukasi) dan demonstrasi langsung (learning by doing) dengan pendekatan particypatory action research. Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mitra diukur berdasarkan instrumen kueioner. Hasil: PkM membuktikan adanya peningkatan wawasan dan ketrampilan petani mitra, serta perubahan perilaku dalam mengolah limbah pertanian menjadi pupuk organik dan eco-enzyme berkualitas, yang siap mewujudkan kemadirian pupuk dan biopestisida. Kesimpulan: Pengaplikasian pupuk organik dan eco-enzyme pada tanaman hortikultura telah berhasil meningkatkan produktivitas serta efektif menekan biaya produksi kelompok mitra. Selain itu, kondisi fisik, biologi dan kimia tanah juga mengalami perbaikan, menjadikan menjadi subur.
ANALISIS KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA TANAH DATARAN RENDAH UNTUK OPTIMALISASI PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT DI KIKO Banunaek, Zofar Agluis; Blegur, Ernes Josias; Pandu, Marvin Jecson
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v11i1.22224

Abstract

Tomat merupakan salah satu sayuran yang multiguna dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Saat ini permintaan tomat tidak sebanding dengan produksi tomat yang di kembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik fisik dan kimia tanah dataran rendah yang mendukung pertumbuhan tanaman tomat di Kiko. Metode yang digunakan adalah survei dan pengambilan sampel tanah menggunakan sistem diagonal pada kedalaman 0–40 cm, selanjutnya dilakukan analisis laboratorium meliputi sifat fisik tanah dan kandungan hara. Hasil penelitian menunjukkan tanah tersebut memiliki kandungan bahan organik yang rendah, sebagian besar tekstur tanah berkategori lempung berdebu, kadar air rata-rata 26,47% yang tergolong rendah, berat jenis berkisar antara 2,58-2,65 g/cm³, dan berat volume berkisar antara 1,50-1,60 g/cm³. Porositas tanah berkisar 40,7%-47,6%, tergolong rendah, sedangkan nilai permeabilitas tanah mencapai 2,76 cm/jam yang termasuk kategori rendah. Kadar NPK tidak mencapai jumlah rata-rata yang disyaratkan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kualitas fisik dan kimia tanah memiliki peranan yang sangat penting dalam pengelolaan tanah secara optimal untuk mendukung pertumbuhan tanaman tomat di Kiko.
ANALISIS EFEKTIVITAS MODEL GEOGRAPHICALLY WEIGHTED QUANTILE REGRESSION (GWQR) DALAM PENANGANAN OUTLIER: DATA SIMULASI TERIDENTIFIKASI HETEROGENITAS SPASIAL Buan, Febrya Christin Handayani; Banunaek, Zofar Agluis; Reza, Widya
JURNAL DIFERENSIAL Vol 6 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Matematika, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jd.v6i1.12782

Abstract

Classical quantile regression is global generalized parameter estimation results, spatial heterogeneity conditions cannot be captured by this model. The use of local models with spatial attribute can accommodate the characteristics between observation locations. The local quantile regression model is called the Geographically Weighted Quantile Regression (GWQR) model. Further testing of the effectiveness of this model is required by utilizing simulation data. This study uses simulated data generated with sample sizes uniformly distributed with intervals (0,1) contaminated with 5%, 10%, 15% outliers, with predictor variables (x=4) (β1,β2,β3,β4), and quantile sizes of 0.05, 0.25, 0.50, 0.75 and 0.95. Model effectiveness is measured based on Root Mean Square Error (RMSE). From the test, GWQR model can overcome the problem of outliers in simulated data up to the amount of outlier contamination of 15%, and spatial heterogeneity. The RMSE value is getting closer to 0 as the sample size and outliers increase. The test results explain that the 0.95 quantile produces the best parameter estimates compared to other quantiles.
Peningkatan Kapasitas Petani melaui Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Pupuk Organik Di Desa Fafoe Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka Naikofi, Kristina Irnasari; Pareira, Magdalena Sunarty; Banunaek, Zofar Agluis; Naisanit, Gregoriana; Fanu, Arnoldina; Sesnae, Claudius
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.6690

Abstract

Fafoe Village in West Malaka District, Malaka Regency, has great potential for cultivating horticultural vegetables, particularly white mustard greens (Brassica pekinensis L.). However, farmers in this village face a major obstacle: a lack of knowledge about organic fertilizer production and efficient, environmentally friendly cultivation techniques. The Professional Work Lecture (KKP) program aims to increase farmer capacity by providing training and mentoring in the production of organic fertilizer based on livestock waste and improving cultivation techniques. The method employed was participatory training and continuous mentoring, which lasted for four weeks. The effectiveness of this approach was measured through pre- and post-tests, designed to assess improvements in farmers' knowledge and skills. The evaluation results showed an average increase in understanding of 52.6%. Additionally, 50% of farmer group members were able to independently produce and apply organic fertilizer to their cultivated land, which has had a positive impact on crop productivity and farmer economic well-being. This program shows potential as a model for sustainable agricultural development in other rural areas with similar contexts. Desa Fafoe di Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka memiliki potensi besar dalam budidaya sayuran hortikultura, khususnya sawi batang putih (Brassica pekinensis L.). Namun, petani di desa ini menghadapi kendala utama berupa kurangnya pengetahuan tentang pembuatan pupuk organik serta teknik budidaya yang efisien dan ramah lingkungan. Program Kuliah Kerja Profesi (KKP) bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dengan memberikan pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan pupuk organik berbasis limbah ternak serta teknik budidaya yang lebih baik. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dan pendampingan berkelanjutan selama empat minggu, dengan pengukuran efektivitas melalui pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman rata-rata sebesar 52,6% dan sebanyak 50% petani anggota kelompok tani mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri serta mengaplikasikannya di lahan budidaya, yang berdampak positif pada produktivitas tanaman dan kesejahteraan ekonomi petani. Program ini menunjukkan potensi sebagai model pengembangan pertanian berkelanjutan di wilayah pedesaan lain dengan konteks serupa.
Herayaky Powder-Based Silage Technology for Sustainable Animal Feed in the Sejahtera Farmers Group of Nunmafo Village-North Central Timor : Teknologi Silase Berbasis Herayaky Powder Untuk Pakan Ternak Berkelanjutan Di Kelompok Tani Sejahtera Desa Nunmafo-Timor Tengah Utara Alfred Nubatonis; Zofar Agluis Banunaek; Fried Markus Allung Blegur; Ernes Josias Blegur; Steffanie M. C. Noach; Yuliana Kolo
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 9 No. 1 (2025): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The availability of quality feed throughout the year is a major challenge in dryland farming, especially in Nunmafo Village, North Central Timor. The long dry season in this area results in limited green fodder. This community service program aims to apply silage technology based on Herayaky Powder to improve the quality and availability of animal feed while supporting the sustainability of animal husbandry. This technology uses King Rass grass and lamtoro leaves as the main ingredients, which are fermented with the addition of Herayaky Powder as a probiotic inoculant. Activities with Sejahtera farmer group partners are carried out through counseling and training or direct practice of silage technology. The results of animal feed processing are monitored periodically for pH levels and environmental temperatures and laboratory tests are carried out to measure the nutritional content of the feed.