Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Petani melaui Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Pupuk Organik Di Desa Fafoe Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka Naikofi, Kristina Irnasari; Pareira, Magdalena Sunarty; Banunaek, Zofar Agluis; Naisanit, Gregoriana; Fanu, Arnoldina; Sesnae, Claudius
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.6690

Abstract

Fafoe Village in West Malaka District, Malaka Regency, has great potential for cultivating horticultural vegetables, particularly white mustard greens (Brassica pekinensis L.). However, farmers in this village face a major obstacle: a lack of knowledge about organic fertilizer production and efficient, environmentally friendly cultivation techniques. The Professional Work Lecture (KKP) program aims to increase farmer capacity by providing training and mentoring in the production of organic fertilizer based on livestock waste and improving cultivation techniques. The method employed was participatory training and continuous mentoring, which lasted for four weeks. The effectiveness of this approach was measured through pre- and post-tests, designed to assess improvements in farmers' knowledge and skills. The evaluation results showed an average increase in understanding of 52.6%. Additionally, 50% of farmer group members were able to independently produce and apply organic fertilizer to their cultivated land, which has had a positive impact on crop productivity and farmer economic well-being. This program shows potential as a model for sustainable agricultural development in other rural areas with similar contexts. Desa Fafoe di Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka memiliki potensi besar dalam budidaya sayuran hortikultura, khususnya sawi batang putih (Brassica pekinensis L.). Namun, petani di desa ini menghadapi kendala utama berupa kurangnya pengetahuan tentang pembuatan pupuk organik serta teknik budidaya yang efisien dan ramah lingkungan. Program Kuliah Kerja Profesi (KKP) bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dengan memberikan pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan pupuk organik berbasis limbah ternak serta teknik budidaya yang lebih baik. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dan pendampingan berkelanjutan selama empat minggu, dengan pengukuran efektivitas melalui pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman rata-rata sebesar 52,6% dan sebanyak 50% petani anggota kelompok tani mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri serta mengaplikasikannya di lahan budidaya, yang berdampak positif pada produktivitas tanaman dan kesejahteraan ekonomi petani. Program ini menunjukkan potensi sebagai model pengembangan pertanian berkelanjutan di wilayah pedesaan lain dengan konteks serupa.
Herayaky Powder-Based Silage Technology for Sustainable Animal Feed in the Sejahtera Farmers Group of Nunmafo Village-North Central Timor : Teknologi Silase Berbasis Herayaky Powder Untuk Pakan Ternak Berkelanjutan Di Kelompok Tani Sejahtera Desa Nunmafo-Timor Tengah Utara Alfred Nubatonis; Zofar Agluis Banunaek; Fried Markus Allung Blegur; Ernes Josias Blegur; Steffanie M. C. Noach; Yuliana Kolo
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 9 No. 1 (2025): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The availability of quality feed throughout the year is a major challenge in dryland farming, especially in Nunmafo Village, North Central Timor. The long dry season in this area results in limited green fodder. This community service program aims to apply silage technology based on Herayaky Powder to improve the quality and availability of animal feed while supporting the sustainability of animal husbandry. This technology uses King Rass grass and lamtoro leaves as the main ingredients, which are fermented with the addition of Herayaky Powder as a probiotic inoculant. Activities with Sejahtera farmer group partners are carried out through counseling and training or direct practice of silage technology. The results of animal feed processing are monitored periodically for pH levels and environmental temperatures and laboratory tests are carried out to measure the nutritional content of the feed.
Pemodelan Dinamis Kebutuhan Air Tanaman Padi Pada Irigasi Lahan Kering Semi-Arid Naen Menggunakan Cropwat 8.0 Banunaek, Zofar Agluis; Naikofi, Kristina Irnasari
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.677

Abstract

Sawah tadah hujan di wilayah semi-arid menghadapi keterbatasan air akibat variabilitas curah hujan dan tingginya evapotranspirasi, sehingga diperlukan pemodelan kebutuhan air berbasis data iklim dan karakteristik tanah untuk meningkatkan efisiensi serta keberlanjutan pengelolaan pertanian. Penelitian ini bertujuan memodelkan kebutuhan air tanaman padi pada sistem sawah tadah hujan di wilayah semi-arid Naen menggunakan perangkat lunak Cropwat 8.0 sebagai dasar optimasi pengelolaan air. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan data iklim, curah hujan dan sifat fisik tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai evapotranspirasi referensi (ETo) sebesar 4,00 mm/hari pada kondisi suhu rata-rata 26,3°C dan kelembapan relatif 82%. Total curah hujan tahunan mencapai 1.302,6 mm, dengan curah hujan efektif sebesar 778,2 mm atau sekitar 60% dari total curah hujan. Karakteristik tanah menunjukkan nilai Total Available Water (TAW) sebesar 200 mm/m dan laju infiltrasi 30 mm/hari, yang mengindikasikan kemampuan tanah yang baik dalam menyimpan air. Pemodelan menggunakan Cropwat 8.0 menunjukkan bahwa total kebutuhan air irigasi (Irrigation Requirement/IRR) selama satu musim tanam sebesar 207,6 mm, dengan periode tanam paling optimal pada dekade kedua bulan November. Pada periode Desember hingga Februari, kebutuhan irigasi tercatat 0,00 mm per dekade karena curah hujan telah mencukupi kebutuhan evapotranspirasi tanaman. Hasil penelitian menegaskan bahwa Cropwat 8.0 efektif digunakan sebagai alat pendukung perencanaan irigasi berbasis data lokal. Sinkronisasi waktu tanam dengan awal musim hujan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air dan menjaga produktivitas padi pada sistem sawah tadah hujan di wilayah semi-arid Naen.