Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Agroteknika

Pemodelan Dinamis Kebutuhan Air Tanaman Padi Pada Irigasi Lahan Kering Semi-Arid Naen Menggunakan Cropwat 8.0 Banunaek, Zofar Agluis; Naikofi, Kristina Irnasari
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.677

Abstract

Sawah tadah hujan di wilayah semi-arid menghadapi keterbatasan air akibat variabilitas curah hujan dan tingginya evapotranspirasi, sehingga diperlukan pemodelan kebutuhan air berbasis data iklim dan karakteristik tanah untuk meningkatkan efisiensi serta keberlanjutan pengelolaan pertanian. Penelitian ini bertujuan memodelkan kebutuhan air tanaman padi pada sistem sawah tadah hujan di wilayah semi-arid Naen menggunakan perangkat lunak Cropwat 8.0 sebagai dasar optimasi pengelolaan air. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan data iklim, curah hujan dan sifat fisik tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai evapotranspirasi referensi (ETo) sebesar 4,00 mm/hari pada kondisi suhu rata-rata 26,3°C dan kelembapan relatif 82%. Total curah hujan tahunan mencapai 1.302,6 mm, dengan curah hujan efektif sebesar 778,2 mm atau sekitar 60% dari total curah hujan. Karakteristik tanah menunjukkan nilai Total Available Water (TAW) sebesar 200 mm/m dan laju infiltrasi 30 mm/hari, yang mengindikasikan kemampuan tanah yang baik dalam menyimpan air. Pemodelan menggunakan Cropwat 8.0 menunjukkan bahwa total kebutuhan air irigasi (Irrigation Requirement/IRR) selama satu musim tanam sebesar 207,6 mm, dengan periode tanam paling optimal pada dekade kedua bulan November. Pada periode Desember hingga Februari, kebutuhan irigasi tercatat 0,00 mm per dekade karena curah hujan telah mencukupi kebutuhan evapotranspirasi tanaman. Hasil penelitian menegaskan bahwa Cropwat 8.0 efektif digunakan sebagai alat pendukung perencanaan irigasi berbasis data lokal. Sinkronisasi waktu tanam dengan awal musim hujan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air dan menjaga produktivitas padi pada sistem sawah tadah hujan di wilayah semi-arid Naen.