Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS HIDROLIK PINTU AIR DANAU LIMBOTO Fuad, Mohamad Januar; Zees, Dewi Sartika T.; Rauf, Aditya
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 11 No. 2 (2023): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v11i1.473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas hidraulis dan efektivitas operasional pintu air di Danau Limboto dalam pengelolaan aliran air selama musim hujan dan kemarau. Metode yang digunakan meliputi pemodelan hidrolik, pengukuran debit dan kualitas air, serta analisis data historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas hidraulis pintu air belum optimal, yang berisiko menyebabkan banjir saat musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Pengembangan skenario operasional adaptif, seperti pembukaan bertahap pada musim hujan dan penutupan parsial pada musim kemarau, diusulkan untuk meningkatkan pengelolaan air. Dampak positif dari pengaturan pintu air yang tepat mencakup pelestarian ekosistem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Rekomendasi untuk peningkatan kapasitas infrastruktur dan pelatihan pengelola diharapkan dapat mendukung keberlanjutan Danau Limboto sebagai sumber daya air utama.
The Ecotourism Village: ENVIRONMENTALLY BASED TOURISM AREA DEVELOPMENT PLANNING IN IMPROVING THE COMMUNITY ECONOMY Ayuba, Sri Rahayu; T. Zees, Dewi Sartika; Djau, Bambang
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 3 No. 1 (2024): Januari
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70522/jad.v3i1.47

Abstract

The Pontolo Atas the village in North Gorontalo, Indonesia, is participating in a community engagement initiative focused at fostering sustainable tourism. The research problem addressed is the need to improve the local community's economic well-being through the development of eco-tourism. Participatory dialogue seminars with the local community are part of the program to promote awareness about the necessity of environmental conservation and the possibility for eco-tourism development. The process includes engaging with the local community and government officials to educate them on eco-tourism management and social media marketing strategies. The findings imply an increase in community awareness and knowledge of eco-tourism, which could contribute to economic growth. The program's consequences include the possibility for long-term economic development and environmental conservation.
The Gorontalo Eco-Wise Initiatives (locowise) Desa Dunu Kabupaten Gorontalo Utara Jamaluddin, Muh. Fakhri; T. Zees, Dewi Sartika; Ayuba, Sri Rahayu
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 4 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70522/jad.v4i1.107

Abstract

The Gorontalo Eco-Wise Initiatives (LOCOWISE) program in Dunu Village, North Gorontalo Regency, aims to preserve coastal ecosystems through reforestation and community empowerment. Reforestation activities are carried out along coastal areas, hilly regions, and residential zones by planting mangroves, fruit trees, and shade trees, which function to prevent coastal erosion, absorb carbon dioxide, and improve air quality. Additionally, the program provides education to the community on planting techniques, waste management, and composting, generating economic benefits while raising environmental awareness. Supporting facilities, such as thematic gardens, educational boards, and sustainable training, have been added to enhance aesthetics and promote tourism. By engaging the community as "local heroes," this program fosters a collective sense of environmental responsibility and ensures the sustainability of reforestation efforts. This initiative not only has a positive ecological impact but also contributes to the economic and social empowerment of the local community.
Perencanaan Pembangunan Wilayah Berbasis Potensi Lokal untuk Mendorong Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Gorontalo Akhirun, Layosibana; Zees, Dewi Sartika T.
Journal of Multi Technology Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Multi Technology (J-Multitechno)
Publisher : CV. Dalle' Deceng Abeeayla

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69623/j-multitechno.v1i2.180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi perencanaan pembangunan wilayah berbasis potensi lokal dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Gorontalo. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi literatur dan dokumen kebijakan daerah. Pembangunan wilayah di Indonesia menghadapi tantangan kompleks yang berkaitan dengan ketimpangan antarwilayah, keterbatasan sumber daya, dan keberlanjutan lingkungan. Kabupaten Gorontalo sebagai salah satu daerah dengan potensi alam dan sosial ekonomi yang beragam memerlukan pendekatan pembangunan yang menekankan pada potensi lokal sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembangunan wilayah di Kabupaten Gorontalo telah diarahkan pada penguatan sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata berbasis komunitas, namun masih menghadapi kendala berupa rendahnya kapasitas kelembagaan, koordinasi lintas sektor, dan keterbatasan pembiayaan pembangunan. Upaya optimalisasi potensi lokal memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha dengan prinsip partisipatif dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan integrasi perencanaan berbasis potensi lokal ke dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa.
Evaluasi Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Kesesuaian Lahan Di Kota Kota Gorontalo Mohamad Fiqri Hunta; Bambang Djau; Dewi Sartika T. Zees
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.2569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan dan kesesuaian spasial Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Gorontalo. Pertumbuhan kota yang pesat telah menyebabkan berkurangnya ruang ekologis, sehingga keberadaan RTH menjadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan mengurangi risiko bencana hidrometeorologi. Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, wilayah perkotaan diwajibkan memiliki minimal 30% luas wilayah berupa RTH. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji status eksisting RTH serta kesesuaiannya terhadap rencana tata ruang wilayah. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui survei lapangan (observasi langsung, pencatatan koordinat, dokumentasi) dan studi pustaka menggunakan peta tematik seperti penggunaan lahan, kemiringan lereng, dan kepadatan penduduk. Hasil penelitian mengidentifikasi sepuluh lokasi RTH yang tersebar di berbagai titik kota. Sebagian besar RTH memiliki karakter campuran antara vegetasi, area perkerasan, dan lahan terbangun. Analisis overlay menunjukkan bahwa hampir seluruh RTH berada pada zona yang sesuai, kecuali Lapangan Bulota yang terletak di zona tidak sesuai berdasarkan RTRW. Secara fungsional, RTH memenuhi peran ekologis dan sosial, namun tantangan masih ditemukan dalam aspek keberlanjutan fungsi dan perlindungan terhadap alih fungsi lahan. Keywords: Ruang Terbuka Hijau, Kesesuaian Lahan, Tata Ruang, Perkotaan, Kota Gorontalo Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan dan kesesuaian spasial Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Gorontalo. Pertumbuhan kota yang pesat telah menyebabkan berkurangnya ruang ekologis, sehingga keberadaan RTH menjadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan mengurangi risiko bencana hidrometeorologi. Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, wilayah perkotaan diwajibkan memiliki minimal 30% luas wilayah berupa RTH. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji status eksisting RTH serta kesesuaiannya terhadap rencana tata ruang wilayah. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui survei lapangan (observasi langsung, pencatatan koordinat, dokumentasi) dan studi pustaka menggunakan peta tematik seperti penggunaan lahan, kemiringan lereng, dan kepadatan penduduk. Hasil penelitian mengidentifikasi sepuluh lokasi RTH yang tersebar di berbagai titik kota. Sebagian besar RTH memiliki karakter campuran antara vegetasi, area perkerasan, dan lahan terbangun. Analisis overlay menunjukkan bahwa hampir seluruh RTH berada pada zona yang sesuai, kecuali Lapangan Bulota yang terletak di zona tidak sesuai berdasarkan RTRW. Secara fungsional, RTH memenuhi peran ekologis dan sosial, namun tantangan masih ditemukan dalam aspek keberlanjutan fungsi dan perlindungan terhadap alih fungsi lahan.
Tourism Connectivity among Small Islands in the Formulation of a Sustainable Island Tourism Hub Concept in North Gorontalo Zees, Dewi Sartika T.; Jamaluddin , Muh. Fakhri; Lamusu , Moh Fadlun; Modaa, Abdul Talib
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i1.13216

Abstract

North Gorontalo Regency, characterized by its cluster of small islands, possesses significant potential for the development of marine and cultural tourism. However, limited accessibility, particularly in maritime transport, remains a major constraint. This study employs a qualitative descriptive approach, integrating spatial, environmental, tourism, and supply and demand analyses. Data were obtained through literature reviews, field surveys, and focus group discussions (FGDs) involving stakeholders. The analysis identifies Dudepo Island as having strategic advantages to serve as a sustainable tourism hub, supported by its geographical position, land carrying capacity, existing infrastructure, and potential for sustainable development. The application of the hub-and-spoke model is considered effective in enhancing inter-island connectivity, improving travel efficiency, and supporting the diversification of tourism products. The implementation of the Sustainable Island Tourism Hub concept is expected to strengthen local economic opportunities, promote environmental sustainability, and enhance community welfare.