Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

UPAYA MENGOPTIMALKAN UMKM YANG TERKENA DAMPAK AKIBAT COVID-19 DI DESA SUMERTA KELOD I Gede Gegiranang Wiryadi; Eduardus Beyong; I Putu Agus Putra Wirawan; I Ketut Diartama Kubon Tubuh
Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA) Vol. 4 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jadma.v4i1.6257

Abstract

Covid - 19 memang sudah dua tahun melanda Indonesia sehingga Pemerintah Indonesia dengan tegas mengambil tindakan pencegaan seperti Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) maupun pemerlakukan pembatasan kegitaan masyarakat (PPKM). Covid-19 memberikan dampak buruk bagi setiap sektor kehidupan tidak terkecuali Indonesia. Kebijakan pembataan kegiatan dilakukan untuk memperioritaskan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Namun kebijakan ini berdampak pada sektor usaha mikro atau UMKM. Pelaku UMKN sangat merasakan dampak pembatasan karena kegiatannya berinteraksi langsung dengan aktivitas masyarakat. Contonya usaha milik Bu Nyoman yang berada Jl. Akasia 16 Gg. Buaji Asri No 6, Sumarta Kelod, Denpasar Timur , Kota Denpasar, yang terkena dampak akibat covid-19. TIM KPBC Unmas Denpasar dalam rangka melakukan pengangabdian masyarakat ke masyarakat, secara langsung turun ke lapangan dan melakakun observasi dan mencari permasalahan-permasalahan yang dihadapi Ibu Nyoman selama masa pandami covid-19. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi, program kerja yang ditawarkan ke mitra adalah meningkatkan promosi di media sosial. Adapaun rincian program tersebut adalah mendesain gambar produk, mengunggah secara masif di media sosial dan menerima pesan-antar secara daring. Setelah program dijalankan, hasilnya lapak Ibu Nyoman mulai mendapat pembeli secara online maupun datang langsung.
Perilaku Struktur Gedung dengan Perkuatan Bresing X dan Canggah Wang dalam Menahan Beban Gempa I Gede Gegiranang Wiryadi; I Putu Agus Putra Wirawan; I Ketut Diartama Kubon Tubuh; I Nengah Edi Adnyana
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v12i2.7869

Abstract

Penelitian ini berfokus pada perilaku struktur bangunan yang diperkuat dengan bresing X dengan penambahan canggah wang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperkuat struktur Rangka Terbuka (RT) suatu bangunan 8 (delapan) tingkat dengan penambahan bresing, canggah wang dan kombinasi bresing dengan penambahan canggah wang. Perilaku struktur ditinjau berdasarkan beban gempa dinamis menggunakan analisis respons spektrum. Hasil analisa menunjukkan adanya peningkatan kekakuan struktur akibat penambahan canggah wang, beresing X, maupun kombinasi keduanya dibandingkan dengan struktur rangka terbuka. Peningkatan kekakuan tertinggi terjadi pada struktur yang diperkuat dengan kombinasi bresing X dan canggah wang. Deformasi lateral suatu struktur dengan kombinasi bresing X dengan tumpuan paling rendah namun gaya dalam yang bekerja paling besar dibandingkan struktur lainnya. Pengurangan deformasi lateral yang terjadi akibat penambahan gabungan ini signifikan dibandingkan pada struktur rangka terbuka. Hal ini menunjukkan bahwa kekakuan struktur mengalami peningkatan paling besar akibat perkuatan kombinasi bresing X dan cangggah wang. Selain itu terjadi perubahan distribusi gaya akibat gempa pada struktur dengan penambahan canggah wang. Gaya maksimum pada sambungan balok-kolom semakin berkurang dengan adanya penambahan canggah wang dibandingkan dengan sambungan balok-kolom pada struktur rangka terbuka. Sistem ini juga dapat digunakan untuk melindungi sambungan balok-kolom jika melebihi batas kapasitasnya.
ANALISIS TARIF DASAR ANGKUTAN PENYEBERANGAN LAUT RUTE DERMAGA SANUR – NUSA LEMBONGAN BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN Yoga, I Wayan Gede Darma; Saraswati, Ni Putu Delima Yogeswari; Wirasutama, Cokorda Putra; Wiryadi, I Gede Gegiranang
JURNAL SPEKTRAN Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/SPEKTRAN.2024.v12.i01.p01

Abstract

Bali merupakan salah satu destinasi wisata yang sudah terkenal di dunia yang terdiri dari 8 kabupaten dan 1 kota yaitu Kota Denpasar. Nusa Penida dan Nusa Lembongan yang terletak di Kabupaten Klungkung belakangan ini muncul sebagai tujuan wisata baru dengan menawarkan keindahan wisata alam dan wisata religinya. Nusa Lembongan terkenal dengan pemandangan lautnya yang indah, pantai pasir putih yang bersih serta pemandangan sunset yang indah yang bisa dinikmati dari bar maupun restaurant di sekitar pantai. Dengan adanya kebutuhan yang semakin meningkat terhadap sarana penyeberangan di Bali khususnya rute Sanur – Nusa Lembongan maka perlu dilakukan peningkatan kualitas pelayanan dan tarif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan tarif berdasarkan biaya operasional kendaraan angkutan penyeberangan laut. Dari hasil analisis diperoleh besar biaya operasional kendaraan sebesar Rp3.941.567.721 per tahun. Selanjutnya dilakukan analisis tarif berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan PM No. 66 tahun 2019 dengan tingkat load factor 60% sehingga diperoleh besarnya tarif dasar ditambah pajak penghasilan sebesar 1,2% ialah sebesar Rp71.949. Dalam hal ini biaya bahan bakar minyak menyumbang nilai terbesar komponen biaya operasional kendaraan, yaitu mencapai 61%, sehingga bagi para pelaku penyeberangan biaya ini sangat perlu dikendalikan.
Analisis Perilaku Struktur Gedung menggunakan Sistem Rangka Bresing Canggah Wang dengan Variasi Eksentrisitas I Made Sastra Wibawa; I Gede Gegiranang Wiryadi; I Wayan Soma Adi Pratama
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v13i2.10232

Abstract

Desain struktur bangunan didasarkan pada fungsi, material, metode konstruksi, tampilan, dan risiko gempa. Fungsi gedung sangat penting karena menentukan beban yang harus ditahan setiap lantai. Adapun struktur gedung yang dianalisis yaitu bangunan dengan 12 lantai berfungsi sebagai ruko yang terletak di kota palu dan berdiri diatas tanah (kelas situs) sedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja struktur beton dan bresing baja Canggah Wang dengan variasi eksentrisitas dalam menahan beban gempa sebagai bencana yang tak terduga. Model gedung yang akan ditinjau berjumal lima model gedung dengan struktur beton dan bresing baja, level kinerja ditentukan berdasarkan nilai analisis statik non linier pushover dengan metode ATC-40. Berdasarkan analisis program software SAP 2000 dengan analisis statik nonlinear pushover dengan metode ATC-40 didapatkan hasil struktur gedung RT,CW 40% , CW 60%, CW 80%, dan CW 100% memiliki level kinerja yang sama yaitu tergolong ke level kinerja Damage Control (IO) dimana Terjadi keruskan yang kecil atau tidak berarti pada struktur hampir sama pada saat belum terjadi gempa, dan yang paling efisien dalam menerima beban gempa adalah struktur model CW 100% karena dapat menerima gaya geser sebesar 1643,072 kN arah X dan arah Y sebesar 1642,997 kN.
Application of Simple Refraction Correction Method for Shallow Coastal Bathymetric Mapping Based on UAV-Photogrammetry I GD Yudha Partama; I Gede Gegiranang Wiryadi; I Dewa Gede Agung Pandawana; Agus Sukma Yogiswara
Geosfera Indonesia Vol. 8 No. 3 (2023): GEOSFERA INDONESIA
Publisher : Department of Geography Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/geosi.v8i3.43360

Abstract

Shallow coastal bathymetric data has an important role in various applications, especially in maritime and coastal management fields. Various survey techniques to produce such data have been carried out by several researchers, one technique that is cheap, covers the wide area, flexible, and produces high-resolution bathymetric data is UAV-photogrammetry. However, this technique is affected by refraction effects that cause the estimated depth of underwater objects to be shallower than fact, thus reducing the accuracy of the bathymetric model. Therefore, the objective of this study is to present a simple refraction correction method based on the Least-Square method. To test the reliability of the method, the accuracy of the model is compared with two other methods (without correction and using a correction factor = 1.34). In addition, the effectiveness of the method was also tested through its application in various survey conditions. Overall, the proposed method outperforms the two existing methods. It is also very effective in reducing the error value during high tide conditions by up to 70%. The height of the UAV does not significantly affect the accuracy of the correction model, so in this case it is recommended to use an altitude of 100 m for survey efficiency.
Pengaruh Kekakuan Dinding Pengisi Terhadap Simpangan Antar Tingkat pada Struktur Rangka Baja dengan Perletakan Sendi Tubuh, I Ketut Diartama Kubon; Wirawan, I Putu Agus Putra; Wiryadi, I Gede Gegiranang; Aditya, Gede; Pratama, I Wayan Soma Adi
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v8i1.6124

Abstract

Dinding pengisi memberikan pengaruh kekakuan struktur rangka penahan momen. Pengabaian kekakuan dari dinding pengisi tersebut dapat memengaruhi perilaku berupa simpangan antar tingkat. Studi ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kekakuan dinding pengisi, baik dinding yang penuh maupun dinding yang berlubang, pada suatu struktur gedung hotel dengan sistem struktur rangka baja penahan momen. Gedung hotel berlantai empat memiliki fungsi restoran dan lobi pada lantai dasar sehingga pada lantai tersebut tidak terdapat dinding pengisi. Sedangkan sisa tiga lantai di atasnya digunakan sebagai kamar-kamar. Dinding pengisi dimodelkan sebagai elemen shell dan celah antara dinding pengisi dengan struktur rangka dimodel sebagai elemen gap. Perletakan struktur dianggap sebagai sendi dengan asumsi sambungan antara kolom baja dengan kolom pedestal beton bertulang memungkinkan terjadinya putaran sudut. Hasil analisis menunjukkan simpangan antar tingkat pada model yang tidak memperhitungkan kekakuan dinding pengisi (MOF) jauh melebihi simpangan antar tingkat izin, terutama pada lantai dua dan tiga. Sedangkan model yang memperhitungkan kekakuan dinding pengisi (MIF) melebihi simpangan antar tingkat izin hanya pada lantai dua. Kontribusi kekakuan dinding pengisi mengakibatkan simpangan MIF menjadi kurang lebih setengah dari simpangan MOF. Untuk mengatasi permasalahan simpangan antar tingkat, dilakukan perubahan asumsi perletakan menjadi jepit. Perubahan perletakan tersebut sangat signifikan meningkatkan kinerja simpangan antar tingkat, kecuali MOF.
Analisis Konstruksi Bertahap pada Struktur Rangka dengan Dinding Pengisi Berlubang Putra Wirawan, I Putu Agus; Kubon Tubuh, I Ketut Diartama; Wiryadi, I Gede Gegiranang
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v14i1.11459

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap penambahan dinding pengisi berlubang sebagai perkuatan seismik pada struktur gedung. Analisis dilakukan secara bertahap, dimana dinding pengisi ditambahkan setelah struktur dibebani beban mati dan beban hidup. Struktur dibebani beban gempa setelah dinding pengisi ditambahkan. Dinding pengisi memiliki kemampuan untuk menahan beban lateral dan mampu menambah kekakuan struktur sehingga simpangan struktur dengan dinding pengisi lebih kecil dari pada struktur rangka terbuka. Dari hasil analisis, perkuatan dengan dinding pengisi mampu memperkecil simpangan hingga 3,1%-59,57% dengan persentase bukaan dinding 80% hingga model rangka dinding penuh. Analisis konstruksi bertahap menghasilkan simpangan yang lebih besar ±1%, momen kolom lebih besar 31,05% dan momen balok lebih besar 31,98% dari analisis konvensional. Dapat disimpulkan analisis konstruksi bertahap lebih aman dibandingkan dengan analisis konvensional.
Perilaku Dinamis dari Penggunaan Bracing X Dua Tingkat pada Gedung Bertingkat Dengan Analisis Time History I Gede Gegiranang , Wiryadi; Tubuh, I Ketut Diartama Kubon; I Putu Agus Putra , Wirawan; I Gede Eko Wiman , Diangga
Reinforcement Review in Civil Engineering Studies and Management Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/reinforcement.v3i1.5579

Abstract

Penggunaan struktur elemen langsing masih banyak digunakan sehingga menyebabkan kekakuan struktur menjadi lebih kecil dan deformasi lateral akan menjadi besar. Salah satu cara yang dapat dilakukan agar struktur menjadi lebih kaku adalah dengan menambahkan bracing. Penambahan bracing akan mengubah tingkat daktilitas struktur menjadi lebih baik dibandingkan tanpa adanya bracing. Penelitian ini mengamati perilaku dinamis struktur gedung dengan bracing terhadap gaya gempa metode Time History yang menggunakan rekaman gempa Sumatera Barat. Dengan menggunakan software SAP2000, hasil rasio simpangan struktur dengan bracing terhadap open frame untuk gedung berlantai 4 bervariasi dalam tiap lantai dengan rentang 36%-49% untuk arah X dan 39%-50% untuk arah Y. Untuk gedung berlantai 6, memiliki rentang 58%-77% untuk arah X dan 58%-82% untuk arah Y. Sedangkan gedung berlantai 8, memiliki rentang 66%-75% untuk arah X dan 65%-85% untuk arah Y. Gaya geser dasar yang didapat pada gedung 4 lantai dari struktur open frame (OF) arah X, OF arah Y, bracing arah X, dan bracing arah Y adalah sebesar, berturut-turut, 705 kN, 624 kN, 944 kN, dan 864 kN. Pada gedung 6 lantai, gaya geser dasar struktur OF arah X, OF arah Y, bracing arah X, dan bracing arah Y adalah sebesar, berturut-turut, 524 kN, 461 kN, 901 kN, dan 902 kN. Sedangkan pada gedung 8 lantai adalah, dengan urutan yang sama, 353 kN, 338 kN, 863 kN, dan 793 kN. Hasil menunjukkan penggunaan bracing X dua tingkat dapat meningkatkan kekuatan, kekakuan, dan kemampuan kolom dalam menahan gaya geser dan gaya aksial. Hal ini dilihat dari simpangan yang lebih kecil dan gaya geser dasar yang lebih besar terhadap struktur OF.
Pemodelan dan Analisis Perilaku Struktur Rangka Baja Dinding Pengisi Terhadap Beban Lateral Gempa Aditya, Gede; Pratama, I Wayan Soma Adi; Tubuh, I Ketut Diartama Kubon; Wirawan, I Putu Agus Putra; Wiryadi, I Gede Gegiranang
Reinforcement Review in Civil Engineering Studies and Management Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/reinforcement.v3i2.6241

Abstract

Penggunaan dinding pengisi sebagai pemisah ruang banyak diterapkan pada bangunan bertingkat rendah, Dinding pengisi memberikan kontribusi terhadap kekakuan dan kekuatan lateral struktur yang tidak dapat boleh diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kekakuan dinding pengisi terhadap simpangan dan simpangan antar tingkat pada struktur rangka baja penahan momen. Struktur baja diasumsikan menggunakan perletakan sendi pada pedestal kolom, yang memungkinkan rotasi dan dapat menyebabkan simpangan lateral signifikan. Dalam studi ini, dinding pengisi yang dimodelkan kekakuannya menggunakan elemen shell (MIF) dan dibandingkan dengan dinding pengisinya yang hanya dimodelkan sebagai beban (MOF). Hasil analisis menunjukkan bahwa pada model MIF, kekakuan dinding pengisi mampu menurunkan simpangan atap pada gedung secara signifikan, yaitu sebesar 6,4 kali pada arah X, dan pada arah Y sebesar 6,1 kali dari model MOF. Pada model MOF, hasil simpangan antar tingkat tidak memenuhi simpangan antar tingkat izin di semua lantai kecuali atap. Tetapi saat kekakuan dindingnya dimodelkan menggunakan elemen shell sebagai MIF, simpangan antar tingkatnya memenuhi izin. Temuan ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan kekakuan dinding pengisi dalam perencanaan struktur baja penahan momen, khususnya untuk memastikan kinerja seismik bangunan yang memenuhi ketentuan simpangan antar lantai izin.
ANALISIS DAN PEMODELAN STRUKTUR GEDUNG RUMAH SAKIT PADA WILAYAH GEMPA TINGGI I Putu Adi Sadu Gunawan; I Wayan Giatmajaya; I Gede Gegiranang Wiryadi
Jurnal Ilmiah Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar (JITUMAS) Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Teknik UNMAS Denpasar
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This hospital building structure modeling for providing information about modeling techniques and analysis of the structure of a building with concrete materials and a special moment frame system. The lowrise building is designed to have four levels, function as a hospital, moderate site class conditions, and is located in high seismic areas. The design following the standard code so as to produce a safe and comfortable building. Modeling and structural analysis are using SAP2000 software version 19 to obtain the forces acting on the structure, deflection and deformation. The scope of modeling techniques includes dimension estimation, loading, material, deflection and deformation control, and final dimensions. The preliminary dimensions are determined based on a practical approach for beams, columns and plates based on the provisions of SNI 2847: 2013. The deflection or deformation is controlled for each beam and slab for each floor which is a maximum of 5.4mm less than the allowable deflection of 22mm. The maximum deformation is viewed on each floor for earthquake load based on SNI 1726: 2012. The maximum deformation floor to floors that occurs is smaller than the allowable deformation. The final dimensions obtained are 15cm plate thickness, column K1 60/60 cm, K2 55/55 cm, K3 50/50 cm and K4 45/45cm, beam dimensions B1 40/60 cm, B2 35/50 cm, B3 30/50 cm. Deflection and deformation are following the criteria of SNI 2847-2013, 1726-2012, SNI 1727-2013.