Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kuasa Mitologi Punden Desa : Kontestasi Identitas dan Kekuasaan di Ruang Publik di Desa Badas, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri Arief Sudrajat; Eko Wahyuni Rahayu; Pambudi Handoyo; Nadhirul Wismiyati
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 4 (2024): NJMS - November 2024
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitologi yang membungkus punden desa seringkali dikontruksi dalam bentuk legenda yang mengandung nilai budaya dan sejarah lokal, senantiasa menjadi rujukan identitas bagi masyarakat pendukungnya. Kompleksitas makna yang terkandung dalam mitologi punden desa, menjadikan keberadaan punden sebagai ruang publik yang rentan konflik. (Rahma et al., 2023) Bagi masyarakat Dusun Pohblembem, Desa Badas, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Punden desa merupakan ruang yang memediasi antar identitas kelompok. Masing-masing berusaha saling mempengaruhi dan memperkuat legitimasi historis mereka melalui narasi mitologi punden yang mereka kembangkan. Di satu pihak, mereka mencoba untuk mengklaim dengan menggunakan catatan Belanda yang otentik, di sisi yang lain, mereka bersandar pada tradisi lisan atau “tembung jarene” dalam rangka memperebutkan pengaruh di masyarakat. Semua demi posisi, prestise dan keuntungan non material lainnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pemikiran Habermas digunakan untuk menganalisis secara mendalam dinamika kontestasi yang terjadi di seputar mitologi punden desa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan berbagai pihak terkait. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan interpretatif, yaitu dengan memaknai secara mendalam narasi-narasi yang berkembang di masyarakat terkait mitologi punden desa, serta menghubungkannya dengan konteks sosial, politik, dan budaya yang melingkupinya
Konstruksi Mahasiswa Terhadap Kesenjangan Sosial Ekonomi di Lingkungan Kampus Kota Surabaya Ailsa Fitri Shafwa; Pambudi Handoyo
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i3.6957

Abstract

Kesenjangan sosial merupakan suatu keadaan dimana tidak seimbang dari masyarakat untuk menerima akses yang terdapat didalam suatu masyarakat. Dalam lingkungan kampus, kesenjangan sosial seringkali dirasakan oleh mahasiswa yang memiliki tingkat ekonomi rendah. Dimana sering mendapatkan perlakuan yang tidak adil didalam sebuah pergaulan atau pertemanan. Pada masa ini, dimana era teknologi informasi yang semakin memadai, membuat banyak dari mahasiswa mulai mengerti fashion atau merk-merk dari barang branded yang dari situ menandakan status sosial mereka. Status sosial tersebut yang kemudian menentukan segalanya sehingga membuat pola dari pergaulan mahasiswa melekat pada status sosial yang kemudian dapat menyebabkan kesenjangan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat stastus sosial ekonomi mahasiswa yang dapat mempengaruhi pola pergaulan atau pertemanan sehingga menyebabkan kesenjangan sosial. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitataif. Yang dimanan teknik pengumpulan datta berasal daru penelitian ini berasal dari dua sumber, yaitu dari data primer yang didapat dari sumber pertama secara langsung dan dari data sekunder yang diperoleh dari berita, jurnal, tesis dan skripsi. Penelitian ini menggunakan teori Max Weber mengenai stratifikasi sosial tau yang biasa dapat disebut kelas, ststus, dn kekuasaan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa mahasiswa yang berada di Kota Surabaya memiliki persepsi bermacam-macam terkait adanya kesenjangan sosial yang ada di lingkungan kampus. 
Pola Adaptasi Mahasiswa Rantau Luar Surabaya Dalam Menghadapi Cuture Shock Abim Prima Prayoga; Pambudi Handoyo
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i3.6974

Abstract

Indonesia memiliki ribuan pulau yang membentang dari sabang hingga ke merauke. Masing-masing pulau tersebut memiliki perbedaan baik dalam kebubudayaan, perekonomian, dan mata penceharian. Adaptasi merupakan sebuah metode yang digunakan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Setiap individu harus berinteraksi dengan individu lainnya dengan berbagai perbedaan latar belakang budaya. Hal tersebut menjadi tantangan bagi individu untuk mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui lebih dalam bagaimana pola adaptasi mahasiswa rantau luar suarabaya dalam menghadapi culture shock. Peneliti menggunakan salah satu jenis pendekatan dari beberapa jenis penelitian, yaitu menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori ernometodologi sebagai landasan untuk menetahui lebih dalam tema penelitian ini. Adapun culture shock yang dialami mahasiswa atau narasumber dalam penelitian ini adalah kemacetan, cuaca, pola pengaturan keuangan, dan pola pertemanan yang ada di Surabaya. Setelah berhasil beradaptasi dengan lingkungan baru, kedua narasumber merasakan lebih nyaman dan tenang untuk tinggal di Surabaya.