Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA

Peran dan resiliensi pada perempuan balu Saraswati, Ni Luh Ayu Cahya; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.269 KB)

Abstract

Kehilangan suami menyebabkan ibu menjadi single mother dan mengambil alih peran suami. Perempuan yang menjadi single mother akibat kematian suami dalam masyarakat Hindu Bali disebut perempuan balu. Kematian suami menyebabkan perempuan balu mengambil alih peran yang berkaitan dengan tugas pemenuhan kebutuhan finansial keluarga dan menjalankan peran sosial sebagai balu sesuai aturan adat yang disebut awig-awig. Hal ini menyebabkan perempuan balu memiliki peran produktif, domestik, dan sosial. Perempuan Bali single mother juga mengalami masalah seperti perasaan duka mendalam dan masalah finansial. Banyaknya peran dan permasalahan menuntut perempuan balu harus dapat mengatasi hal tersebut untuk dapat menjalankan kehidupan sebagai perempuan balu dan peran-perannya dengan baik. Resiliensi dapat membantu individu bertahan dalam menghadapi masalah dan mempertahankan kehidupan yang baik setelah mengalami tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan resiliensi yang dimiliki perempuan balu dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi. Responden pada penelitian ini adalah 3 orang perempuan balu karena kematian suami yang bekerja di sektor formal, dan memiliki anak dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan perempuan balu mengalami 4 tahap resiliensi yaitu bereavement & anger, bargaining & acceptance, re-adaptation, resilient & growth yang memiliki faktor risiko dan pendukung yang membantu perempuan balu untuk dapat menjalani peran dan kehidupan dengan baik.
PERAN DUKUNGAN SOSIAL DAN PENERIMAAN DIRI PADA STATUS DIABETES MELITUS TIPE II TERHADAP KEPATUHAN MENJALANI DIET PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II BERUSIA DEWASA MADYA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA KOTA DENPASAR Ayu, Desak Ulan Sukmaning; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.107 KB)

Abstract

Diabetes Melitus tipe II disebut diabetes yangtidak bergantung dengan insulin, disebabkan penggunaan insulin yang kurang efektif oleh tubuh yang dapat menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan baik. Kondisi ini yang memicu timbulnya stressor psikologis dan psikososial terhadap pemeliharaan status kesehatan. Terdapat lima komponen dalam penatalaksanaan DM tipe II adalah diet, latihan, pemantauan, terapi dan pendidikan.Kepatuhan menjalani diet berkaitan dengan faktor internal pasien yaitu penerimaan diri pada status DM tipe II dan faktor eksternal yaitu dukungan sosial dari lingkungan sekitar pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial dan penerimaan diri pada status DM tipe II terhadap kepatuhan menjalani diet pada pasien DM tipe II berusia dewasa madya di RSUD Wangaya kota Denpasar.Subjek dalam penelitian ini adalah 82 orang pasien DM tipe IIberusia dewasa madya di RSUD Wangaya kota Denpasar. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik simple random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan R=0,286 dan adjusted R square sebesar 0,268. Hal ini menunjukkan bahwa variabel dukungan sosial dan penerimaan diri pada status DM tipe II memberikan peran terhadap kepatuhan menjalani diet sebesar 26,8%. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan dukungan sosial dan penerimaan diri pada status DM tipe II secara bersama-sama berperan terhadap kepatuhan menjalani diet. Kata kunci: kepatuhan menjalani diet, dukungan sosial, penerimaan diri pada status diabetes melitus tipe II, diabetes melitus tipe II
PERAN KONTROL DIRI DAN ASERTIVITAS PADA SIKAP TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA AKHIR PEREMPUAN DI BANGLI Karniyanti, Ni Kadek; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.245 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p07

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi antara masa kanak-kanak ke masa dewasa yang melibatkan banyak perubahan seperti perubahan biologis, kognitif, dan sosio-emosional. Salah satu perubahan biologis yang terjadi pada remaja yaitu produksi hormon seksual dari tubuh yang menyebabkan timbulnya dorongan emosi dan seksual. Beberapa penelitian menunjukkan tingginya masalah seksualitas pada remaja yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal tersebut menandakan bahwa sikap positif (permisif) terhadap perilaku seksual pranikah sudah semakin meluas. Banyak faktor yang menyebabkan perilaku seksual pranikah di kalangan remaja, antara lain tingkat kontrol diri dan asertivitas yang dimiliki remaja. Santrock mengatakan bahwa kenakalan yang dilakukan oleh remaja merupakan akibat dari kegagalan remaja dalam mengembangkan kontrol diri yang cukup dalam hal tingkah laku. Sementara itu, menurut Lazarus remaja yang asertif lebih mampu mengatakan “tidak” untuk hal-hal yang bersifat negatif dan tidak diinginkan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kontrol diri dan asertivitas berperan pada sikap terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja perempuan di Bangli. Subjek dalam penelitian ini adalah 106 orang remaja perempuan di Kabupaten Bangli yang berusia 17-21 tahun dan belum menikah. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik cluster sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala sikap terhadap perilaku seksual pranikah, skala kontrol diri dan skala asertivitas. Hipotesis penelitian diuji dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) yang berarti kontrol diri dan asertivitas secara bersama-sama berperan terhadap sikap terhadap perilaku seksual pranikah. Kata kunci: sikap terhadap perilaku seksual pranikah, kontrol diri, asertivitas, remaja perempuan
PENGARUH PENERIMAAN DIRI PADA KONDISI PENSIUN DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KABUPATEN BADUNG Wulandari, Putu Diana; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.454 KB)

Abstract

Kecemasan menghadapi masa pensiun adalah suatu keadaan khawatir yang dialami oleh individu yang akan memasuki masa pensiun. Individu yang memiliki penerimaan diri yang baik dapat mengurangi kecemasan dalam menghadapi masa pensiun. Dukungan sosial yang berasal dari keluarga, pasangan, dan teman juga berperan penting dalam mengurangi kecemasan menghadapi masa pensiun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerimaan diri pada kondisi pensiun dan dukungan sosial terhadap kecemasan menghadapi masa pensiun pada Pegawai Negeri Sipil (PNS). Subjek dalam penelitian ini adalah PNS eselon IIb, eselon IIIa, eselon IIIb dan eselon IVa di Kabupaten Badung yang akan memasuki masa pensiun pada tahun 2017, 2018, 2019 dan 2020, yang dipilih dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 88 orang. Alat ukur dalam penelitian ini adalah skala kecemasan menghadapi masa pensiun dengan reliabilitas 0,888, skala penerimaan diri pada kondisi pensiun dengan reliabilitas 0,904, dan skala dukungan sosial dengan reliabilitas 0,935. Metode analisis yang digunakan adalah teknik analisis regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan R=0,430 dan adjusted R square sebesar 0,165. Hal ini menunjukkan bahwa variabel penerimaan diri pada kondisi pensiun dan dukungan sosial memiliki hubungan terhadap kecemasan menghadapi masa pensiun dan memberikan pengaruh sebesar 16,5% terhadap kecemasan menghadapi masa pensiun dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan penerimaan diri pada kondisi pensiun dan dukungan sosial secara bersama-sama berpengaruh terhadap kecemasan menghadapi masa pensiun. Kata kunci: kecemasan menghadapi masa pensiun, penerimaan diri pada kondisi pensiun, dukungan sosial
KOPING STRES DALAM MENJALANI PERAN GANDA PADA WANITA HINDU DI DENPASAR Diputra, Nyoman Dita Wira; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.89 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p09

Abstract

In Bali, Hindu women are not only demanded to perfom the roles of housewives and career women, but they also have responsibility towards their banjar and their religion. They play important roles in preparing for religious ceremonies that are done almost every day, which include preparing banten, metanding, atau majejahitan (Lanus, 2010). Hindu women that have a dual roles in the family have the potential to experience stress because they are demanded to perform their roles as, office employee, and have religious and social duties in the banjar, as well as their basic role as a housewive. Stress coping is needed to deal with stressful conditions. This study aims to see the stressors, types, symptoms, and stress coping experienced by Hindu women in Denpasar. This study used a qualitative method with a phenomenology design. The subjects used in this study were five Hindu women 25-35 years old, have been married with maximum primary school age children, have duties as a housewife and as a career woman, have activities in the banjar and pura. The result of this study showed that the stressors came from their families and environment. Generally, the types of stress that came from families were pressure and frustration with psychological symptoms and were emotional focused coping. Stress that came from the environment usually in the form of conflict and frustration. The symptoms could be psychological and biological, and the coping used may include emotional and problem focused coping.   Key Words: Hindu Women, Dual Roles, Stress and Stress Coping
HUBUNGAN POLA ASUH AUTHORITATIVE DENGAN KECENDERUNGAN HOMOGAMY DALAM PEMILIHAN PASANGAN PADA WANITA BALI DEWASA AWAL WANGSA BRAHMANA DI DENPASAR Alit, Ida Ayu; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.785 KB)

Abstract

In Bali, partner selection remains an important issue since it is still influenced by a cultural factor that is the existence of the catur wangsa (four-caste) system. Wangsa has means descendant. Catur wangsa (four castes) are divided into four, namely Brahmin, Kshatriya, Vaishya and Shudra. Balinese women who occupy the top caste that is Brahmin would be more selective in choosing a partner for fear of their family’s attitude towards them if they are nyerod, meaning having a marriage where the wangsa (caste) of the woman is higher than that of her partner. The parenting styles applied by parents have a role in decision making when individuals choose their partners. Authoritative parenting style is an effective parenting style because it applies stability properly between acceptance/responsiveness and demandingness/control. This study aims to determine the relationship between authoritative parenting style and the tendency of homogamy in partner selection by young adult women from the Brahmin caste. The subjects used in this study were women from the Brahmin caste, aged 20 to 30 years old, unmarried, and residing in Denpasar. The number of subjects used was as 60 people. The authoritative-parenting-scale reliability was 0.939 and the tendency-of-homogamy-in-partner-selection-scale reliability was 0.948 . The result of the normality test on the authoritative parenting was 0.899 and the result of the normality test on the tendency of homogamy in partner selection was 0.199. The linearity test result on the authoritative parenting towards the tendency of homogamy in partner selection was 0.000. The analytical methods used was the product moment correlation analysis. The correlation result in this study was 0.575 (p=0.000). Based on these results, it was found out that there is a relationship between authoritative parenting and the tendency of homogamy in partner selection by young adult women from the Brahmin caste in Denpasar. Keywords: Autoritative Parenting, Homogamy, Partner Selection, Balinese Women, Brahmin Wangsa (Caste)
Harga diri dan penerimaan diri pasangan menikah tidak memiliki anak di Bali Simarmata, Olivia Yohana; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.4 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, mengatakan bahwa proporsi kehamilan perempuan menikah 10-54 tahun hanya berkisar 2,68% dimana di perkotaan 2,8% dan di pedesaan 2,55%. Infertilitas dapat menyebabkan perasaan menutup diri, merasa bersalah, cemas, stres, tidak berdaya, dan tertekan pada individu yang mengalaminya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat harga diri dan penerimaan diri pasangan menikah yang tidak memiliki anak di Bali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan responden pada penelitian ini adalah dua pasangan menikah yang tidak memiliki anak teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara individu, joint interview dan observasi. Hasil penelitian menemukan bahwa pasangan memiliki faktor eksternal dan internal dalam membangun harga diri positif dan menerima kondisi perkawinan. Faktor eksternal, kecenderungan yang serupa, yaitu dukungan keluarga, dukungan pasangan, lingkungan modern dan tidak adanya argumen mengenai infertilitas. Ditemukan hasil bahwa pasangan yang memiliki perasaan positif dalam memandang infertilitasnya masih mampu mempertahankan penghargaan dirinya, sedangkan pasangan yang memiliki perasaan negatif terkait diri cenderung memiliki penghargaan diri yang negatif. Perasaan negatif terkait infertilitas yang dimiliki pasangan dapat diatasi dengan koping yang berfokus pada diri dan pasangan, sehingga pasangan mampu menerima diri. Iman dan karma adalah faktor budaya dan agama yang melekat pada kondisi infertilitas.
Bangkit dari penyesalan: Studi naratif kehidupan bermakna suami sebagai caregiver bagi istri dengan skizofrenia Perry, Olvi Aldina; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 02 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.867 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p16

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat dengan gangguan utama pada pikiran, emosi dan perilaku. Hal ini menyebabkan orang yang mengalaminya memiliki ketergantungan dengan orang lain, terutama anggota keluarga sebagai caregiver. Sebagian besar caregiver orang dengan gangguan jiwa merupakan perempuan dan berhadapan dengan tekanan, kesedihan serta duka. Di sisi lain terdapat juga laki-laki, khususnya suami sebagai caregiver yang menghadapi masalah serupa. Bagaimana caregiver memaknai kehidupan dalam situasi krisis akibat gangguan jiwa menjadi dasar penelitian ini. Tujuan penelitian yaitu untuk melihat gambaran kehidupan bermakna pada suami sebagai caregiver bagi istri dengan gangguan jiwa skizofrenia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan analisis naratif dengan dua responden yang merupakan suami sebagai caregiver utama bagi istri. Pengumpulan data dilakukan dengan episodic interview dan observasi. Ditemukan hasil yaitu gambaran kehidupan bermakna pada suami sebagai caregiver dipengaruhi oleh perilaku merawat dan makna merawat. Perilaku dan makna merawat tersebut dipengaruhi oleh hubungan antara suami dan istri, persepsi penyebab gangguan jiwa, posisi laki-laki dan perempuan dalam keluarga, dukungan sosial serta karakteristik caregiver. Caregiver yang menunjukkan perilaku merawat penuh perhatian serta memaknai merawat sebagai ibadah memiliki kehidupan yang bermakna dan positif, sedangkan caregiver dengan perilaku kekerasan dan memaknai merawat sebagai beban, menunjukkan gambaran kehidupan yang lebih negatif. Kata kunci: Kehidupan bermakna, skizofrenia, suami sebagai caregiver.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI KELURAHAN SADING Parasari, Gusti Ayu Trisna; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.424 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i01.p07

Abstract

Elderly are age group that susceptible to depression. Depression in elderly is caused by lack of ability to adapt to changes in self as result of physical, mental and social decline. Severity of elderly depressive disorders are categorized into three levels, namely no depression, mild depression and moderate/severe depression. Family social support plays an important role in helping the elderly in adapting to the changes that occur in order to reduce the level of depression. This quantitative research with correlation approach aims to determine the relationship between family social support with level of depression in elderly in Sading Village. The samples cosisted of 233 elderly in Sading Village were taken using simple random sampling technique. This study uses two scales of measurement namely the family social support scale and the level of depression scale (Geriatric Depression Scale) adapted from Yesavage et al. (in Azizah, 2011). Family social support scale consists of 33 items with the reliability value = 0,968 and level of depression scale consists of 30 items with the reliability value = 0,948. The analysis technique used in this study is the Spearman Rank correlation. The analysis result showed that there was a significant relationship between family social support with level of depression (p = 0,000, p <0,05). The correlation r = -0.847 can be concluded that family social support has a opposite direction relationship with level of depression. This means that the higher family social support received, then the level of depression in elderly in Sading Village would be lower.   Keywords: Family Social Support, Level coefficient of Depression and Elderly
PERAN KOMPONEN CINTA PADA SIKAP TERHADAP HUBUNGAN SEKSUAL PRANIKAH REMAJA AKHIR YANG BERPACARAN DI KABUPATEN BANGLI Premaswari, Chitta Dhyana; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.192 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p07

Abstract

Sikap terhadap hubungan seksual pranikah adalah serangkaian evaluasi dan respon individu yang meliputi kognitif, afektif, dan konatif yang menggambarkan sejauhmana individu menerima atau setuju dan menolak atau tidak setuju terhadap hubungan seksual yang dilakukan pasangan yang belum terikat tali pernikahan. Sikap terhadap hubungan seksual pranikah dipengaruhi oleh faktor cinta yang terdiri dari komponen intimacy, passion, dan commitment. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran komponen cinta (intimacy, passion, commitment) pada sikap terhadap hubungan seksual pranikah remaja akhir yang berpacaran di Kabupaten Bangli. Subjek penelitian ini adalah remaja akhir di Kabupaten Bangli yang memiliki pacar dan berusia 18-22 tahun sejumlah 115 orang subjek. Teknik pengambilan sampel menggunakan two stage cluster sampling. Hasil yang diperoleh dari analisis regresi berganda menunjukkan nilai R2= 0,359 (p<0,05), hal ini berarti bahwa intimacy, passion, commitment secara bersama-sama berperan sebesar 35,9% dalam menjelaskan sikap terhadap hubungan seksual pranikah. Koefisien beta terstandarisasi intimacy sebesar -0,138 dan signifikansi 0,227 (p>0,05) menunjukkan bahwa intimacy tidak berperan pada sikap terhadap hubungan seksual pranikah. Koefisien beta terstandarisasi passion sebesar 0,787 dan signifikansi 0,000 (p<0,05) menunjukkan bahwa passion berperan pada sikap terhadap hubungan seksual pranikah. Koefisien beta terstandarisasi commitment sebesar -0,213 dan signifikansi 0,080 (p>0,05) menunjukkan bahwa commitment tidak berperan pada sikap terhadap hubungan seksual pranikah. Hal ini menunjukkan bahwa hanya komponen passion yang berperan secara parsial pada sikap terhadap hubungan seksual pranikah remaja akhir yang berpacaran di Kabupaten Bangli. Kata kunci: sikap terhadap hubungan seksual pranikah, intimacy, passion, commitment, remaja akhir yang berpacaran
Co-Authors A.A. Gd Putra Sastra Pradnyana Adi, Wayan Mirah Anna Yunita Apsaryanthi, Ni Luh Komang Arsa, Komang Andy Guna Aryana, I Gusti Putu Suka Astasari, Ni Putu Widya Dharma Ayu, Desak Ulan Sukmaning Chitta Dhyana Premaswari Christian Natalia Christian Natalia, Christian Cokorda Istri Dwi Anindyawati Pemayun Darmayanthi, Ni Km. Peby David Hizkia Tobing Desak Ulan Sukmaning Ayu Devi, Ni Made Mirah Artati Dewa Ayu Dyah Puteri Pratiwi Dewi, Putu Sanistya Diatmika Karna, Ida Ayu Bulan Kania Diputra, Nyoman Dita Wira Gusti Ayu Trisna Parasari Gusti Ayu Trisna Parasari, Gusti Ayu Trisna Han, Donghee I Kadek Wahyu Pujhana Ida Ayu Adi Wulan Virgadewi K Ida Ayu Alit Ida Ayu Alit, Ida Ayu Ida Ayu Maitry Sanjiwani Ida Ayu Maitry Sanjiwani, Ida Ayu Maitry Ida Ayu Verennia Surya Putri Indri Oktavia Rospita Indri Oktavia Rospita Indri Oktavia Rospita Jessica Jessica Karniyanti, Ni Kadek Made Selphia Prahasasgita Mahathanaya, Sayu P. Mulyani, Made Ni Kadek Karniyanti Ni Km. Peby Darmayanthi Ni Luh Ayu Cahya Saraswati Ni Luh Komang Apsaryanthi Ni Luh Putu Gede Maharupa Asmarina Ni Luh Putu Pradnyandari Kencana Putri Ni Made Diah Primanita Ni Made Dian Sulistiowati Ni Made Dian Susilowati Ni Made Dian Susilowati Ni Made Suasti Wulanyani Ni Putu Eka Yulias Puspitasari Ni Putu Natalya Ni Putu Natalya Ni Putu Natalya, Ni Putu Ni Putu Widya Dharma Astasari Noferdy, Rahmat Nyoman Dita Wira Diputra Olivia Yohana Simarmata Olvi Aldina Perry Pemayun, Cokorde Istri Dwi Anindyawati Perry, Olvi Aldina Pradnyana, A.A. Gd Putra Sastra Prahasasgita, Made Selphia Pratiwi, Dewa Ayu Dyah Puteri Pratiwi, Ni Made Ayu Yuli Premaswari, Chitta Dhyana Primanita, Ni Made Diah Puspitasari, Ni Putu Eka Yulias Putri, Ida Ayu Verennia Surya Putri, Putu Adinda Mahadewi Restu Putri, Shierlyana Agna Putu Ayu Sani Utami Putu Diana Wulandari Putu Sanistya Dewi Rospita, Indri Oktavia Saraswati, Ni Luh Ayu Cahya Sayu P. Mahathanaya Simarmata, Olivia Yohana Tanaya, I Wayan Nathan Fanza Virgadewi K, Ida Ayu Adi Wulan Wayan Citra Wulan Sucipta Putri Wayan Mirah Adi Wulandari, Putu Diana Yanki Hartijasti Yunita, Anna