Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGADAAN ECO-LIBRARY BERBASIS PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA KILENSARI KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO JAWA TIMUR Endang Suhesti; Siti Muyasaroh
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 2 No 1 (2018): JULI
Publisher : Relawan Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.458 KB) | DOI: 10.36841/integritas.v2i1.213

Abstract

This activity was aimed to solve the problems related to the lack of awareness and understanding of the community in Kilensari Village, Panarukan Subdistrict on proper waste management. Based on preliminary observations, people dump garbage around the river mouth area. It caused environmental degradation, threats to aquatic organisms, and risks to human health. To overcome this, the proposed establishment of eco-library as a means of education and socialization to the community for better waste management. The establishment of an eco-library involves NGOs engaging in environmental literacy, Greenbooks.org. This NGO acts as an online instructor on environmental education activities provided. Based on interviews with Head of Kilensari Village, there has been a plan for making temporary garbage collection (TPS) in Kilensari Village which will be built in 2018 with total area of ± 3Ha. The socialization of eco-library was held on 15 November 2017 at Kilensari Village Hall, Panarukan Sub-district. Communities participating in the socialization activities were quite enthusiastic about the establishment of an eco-library and a plan of cooperation with Greenbooks.org for environmental learning for children. It is hoped that socialization and training activities related to waste management can continue, so that people understand and implement waste management properly. Initially, the eco-library was proclaimed to have a collection of waste management-based books targeting children's readers aged 6-18. But as the program progresses, the books are not specially discussed about waste management, but still themed environment and living creatures. Cooperation with Greenbooks.org will begin with registration of eco-library in Kilensari Village.
Analisis Sosial Kelompok Masyarakat di Kawasan Wisata Pantai Pulau Merah dalam Implementasi SOP Pengelolaan Sampah Plastik di Destinasi Wisata Bahari Siti Muyasaroh; Ahmad Muzaqi; Mawan Eko Defriatno; Andhi Krisdhianto
Jurnal Engineering Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v5i1.23576

Abstract

Perkembangan pariwisata selain berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, tetapi juga membawa dampak negatif terhadap lingkungan. Melihat urgensi permasalahan sampah di destinasi wisata bahari, diperlukan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kondisi eksisting persampahan dan memberikan rekomendasi pengelolaan sampah. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan, yaitu 26 Agustus-September 2021 menggunakan metode kualitatif deskriptif.  Rekomendasi struktur kelembagaan UPS Pulau Merah sebagai lembaga legal yang mengelola sampah di kawasan destinasi wisata perlu segera diwujudkan melalui surat Keputusan (SK) Kepala Desa Sumberagung. Dalam operasionalnya, diperlukan panduan teknis berupa SOP. Peningkatan partisipasi masyarakat dapat dilakukan dengan sosialisasi dan edukasi secara bertahap. Selain itu, perlu dilakukan upaya-upaya pengembangan sumber pendanaan agar pengelolaan sampah di kawasan wisata bahari dan sekitarnya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
ANALISIS TIMBULAN, KOMPOSISI, DAN POTENSI PENGOLAHAN SAMPAH KAWASAN WISATA PANTAI PULAU MERAH BANYUWANGI Andhi Krisdhianto; Siti Muyasaroh; Mawan Defriatno
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v6i01.2813

Abstract

Abstrak Pengelolaan wisata pantai Pulau Merah cukup berhasil dan menjadikan tempat tersebut salah satu tujuan utama wisata di Kabupaten Banyuwangi. Rata-rata kunjungan wisatawan ke Pulau Merah dari tahun 2013-2017 adalah 361.640 orang per tahun. Kegiatan wisata juga berpotensi menyebabkan masalah bagi lingkungan. Tantangan yang cukup besar datang dari masalah persampahan dan juga pengelolaan air limbah yang keduanya bisa berdampak pada kerusakan lingkungan pengurangan kenyamanan dan kesehatan, serta penurunan estetika. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur timbulan sampah, menganalisa komposisi sampah, dan menganalisa potensi pengolahan sampah kawasan wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur timbulan sampah, menganalisa komposisi sampah, dan menganalisa potensi pengolahan sampah kawasan wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi. Penelitian ini dilakukan di kawasan wisata Pulau Merah yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Waktu penelitian dilakukan selama 12 Bulan, dimulai dari November 2021 sampai Oktober 2022. jumlah timbulan sampah di pantai Pulau Merah Kabupaten Banyuwangi selama periode November 2021 sampai Oktober 2022 sebesar 170.664 Kg/tahun (170,6 Ton/tahun). Sehingga rata-rata timbulan sampah setiap bulan dalam kurun waktu November 2021 sampai Oktober 2022 adalah sebesar 13.056 Kg/Bulan (13,06 ton/tahun). Mayoritas sampah kawasan Pantai Pulau Merah terdiri dari sampah organic (70%), komposisi sampah terbesar kedua yaitu sampah residu (27%) dan yang terakhir adalah sampah anorganik yang bisa didaur ulang (3%). Potensi pengolahan sampah organik di pantai Pulau Merah dapat dimanfaatkan dengan dibangun fasilitas pengomposan komunal di sekitar pantai. Sedangkan sampah anorganik masih memiliki nilai ekonomi sebesar Rp 2.657.800 pertahun jika langsung dijual sebagai bahan baku, dan berpotensi memiliki nilai lebih tinggi jika diolah menjadi bahan atau kerajinan yang lebih memiliki nilai ekonomi. Kata Kunci: Sampah, Timbulan, Komposisi, Potensi Pengolahan, Pulau Merah Abstract The management of Pulau Merah beach tourism is quite successful and makes the place one of the main tourist destinations in Banyuwangi Regency. The average tourist visit to Pulau Merah from 2013-2017 was 361,640 people per year. Tourism activities also have the potential to cause problems for the environment. A considerable challenge comes from the problem of waste and wastewater management, both of which can have an impact on environmental damage, reducing comfort and health, and reducing aesthetics. This study aims to measure waste generation, analyze waste composition, and analyze the potential for waste processing in the Pulau Merah Beach Banyuwangi tourist area. This study aims to measure waste generation, analyze waste composition, and analyze the potential for waste processing in the Pulau Merah Beach Banyuwangi tourist area. This research was conducted in the Pulau Merah tourist area located in Pancer Hamlet, Sumberagung Village, Pesanggaran District, Banyuwangi Regency. The research time was conducted for 12 months, starting from November 2021 to October 2022. the amount of waste generation on the Pulau Merah beach of Banyuwangi Regency during the period November 2021 to October 2022 amounted to 170,664 Kg / year (170.6 tons / year). So that the average waste generation every month in the period November 2021 to October 2022 is 13,056 Kg / month (13.06 tons / year). The majority of the Pulau Merah Beach area's waste consists of organic waste (70%), the second largest waste composition is residual waste (27%) and the last is inorganic waste that can be recycled (3%). The potential for organic waste processing at Pulau Merah beach can be utilized by building communal composting facilities around the beach. While inorganic waste still has an economic value of Rp 2,657,800 per year if it is directly sold as raw material, and has the potential to have a higher value if it is processed into materials or crafts that have more economic value. Keywords: Waste, Generation, Composition, Processing Potential, Pulau Merah
UJI TOKSISITAS SODIUM SIANIDA (NaCN) PADA BEBERAPA SPESIES IKAN AIR TAWAR: REVIEW (The Toxicity Test of Sodium Cyanide (NaCN) to Some Species of Freshwater Fish: A Review) Siti Muyassaroh; Indah Rahmatiah Siti Salami
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 25, No 1 (2018): 1
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.23117

Abstract

AbstrakSianida telah digunakan sebagai senyawa toksik selama beberapa dekade untuk penangkapan ikan. Pengetahuan para nelayan yang rendah dapat menyebabkan kelebihan dosis penggunaan senyawa sianida. Hal ini dapat menyebabkan kematian ikan dan bahkan kerusakan terumbu karang. Sodium sianida tidak bersifat bioakumulasi dan biomagnifikasi berdasarkan nilai Kow-nya dan sebagian besar metabolit dikeluarkan melalui urin dalam bentuk thiosianat, SCN- (60-80%), 2-aminothiazoline-4-carboxylic acid (ATCA) atau 2-iminothiazolidine-4-carboxylic acid, ITCA (15%), serta gas HCN dan CO2. Biomarker organisme yang terpapar sianida yaitu kandungan CN-, SCN-,ATCA atau ITCA pada urin dan darah; perubahan histopatologis di limpa, hepato-renal dan ginjal; penurunan aktivitas enzim katalase pada jaringan hati, insang, otak, dan otot ikan; perubahan aktivitas laktat dehydrogenase (LDH) dan suksinat dehydrogenase (SDH), tingkah laku, laju respirasi, dan metabolit (asam piruvat dan asam laktat). Akan tetapi, aktivitas enzim dan struktur histopatologis kembali normal setelah pemulihan selama 14 hari di medium bebas NaCN. Paparan NaCN juga dapat menyebabkan perubahan kecepatan renang dan durasi surfacing behavior. Konsentrasi sianida di lingkungan tidak bisa diabaikan, sebab dimungkinkan adanya efek sinergis dan juga penghambatan sistem enzim katalase, yang pada akhirnya terjadi kerentanan organisme akuatik terhadap toksisitas sianida. Labeo rohita merupakan spesies ikan air tawar yang paling sensitif terhadap paparan NaCN, dengan nilai LC50 sebesar 0,32 mg/L (tanpa melihat jenis aliran yang digunakan).AbstractCyanide has been used as a toxic compound for decades for fishing. Lack of knowledge of fishermen can lead to overdosing use of a compound. This can lead to fish kills and even damage the coral reefs. Sodium cyanide is not bioaccumulative and biomagnificative based on the value of Kow and most metabolites are excreted in the urine in the form of SCN- (60-80%), 2-aminothiazoline-4-carboxylic acid, ATCA or 2-iminothiazolidine-4-carboxylic acid, ITCA (15%), as well as HCN gas and CO2. Biomarkers organisms are exposed cyanide content of CN-, SCN-, ATCA or ITCA on urine and blood; histopathological changes in spleen, hepato-renal and kidney; decreased activity of catalase enzyme in the liver, gills, brain, and muscles of fish; lactate dehydrogenase (LDH) and succinate dehydrogenase (SDH) activity changes, behavioral, respiratory rate, and metabolites (pyruvic acid and lactic acid). However, the enzyme activity and histopathological structure back to normal after recovery for 14 days at NaCN-free medium. NaCN exposure can also cause changes in swimming speed and duration of surfacing behavior. The concentration of cyanide in the environment can not be ignored, because it is possible the existence of a synergistic effect and also the inhibition of catalase enzyme system, which eventually happened vulnerability of aquatic organisms to cyanide toxicity. Labeo rohita is a freshwater fish species are most sensitive to exposure to NaCN, with LC50 values of 0.32 mg / L (regardless of the type of flow used).
Tinjauan: Efek Sedatif, Analgesik, dan Teratogenik Kecubung (Datura Metel, L.) terhadap Tikus Putih (Rattus Norvegicus): Review: Sedative, Analgesic, and Teratogenic Effects of Datura Metel, L. on White Rats (Rattus Norvegicus) Muyasaroh, Siti; Pramayanti, Citra Diamantina; Firdaus, Miftahur Rochman Hidayatul; Nugroho, Nanda Dwi; Pratama, Miko Andika Setya
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 2 No. 01 (2024): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v2i01.1876

Abstract

Kecubung (Datura metel L.) merupakan salah satu tanaman yang kerap digunakan sebagai obat tradisional karena kandungan atropine, hiosiamin, skopolamin, dan beberapa senyawa lain yang dapat ditemukan di akar, batang, tangkai, daun, bunga, dan biji tanaman. Studi ini merupakan tinjauan literatur dari beragam uji toksikologi yang dirangkum memiliki kondisi yang berbeda dari segi portal of entry, bagian tumbuhan yang diuji, dosis, efek pada hewan uji yang diamati, kondisi laboratorium, serta analisis statistik yang digunakan. Diharapkan informasi yang disajikan dapat memberikan pemahaman dan perspektif yang lebih baik terkait efek kronis dan akut yang dapat ditimbulkan oleh tumbuhan kecubung dan berkontribusi dalam menemukan kebutuhan penelitian lanjutan terkait pemanfaatan tumbuhan kecubung sebagai anestesi alternatif di dunia kesehatan. Berdasarkan hasil kajian literatur, diketahui bahwa akar kecubung memiliki kandungan alkaloid tropane terendah, sedangkan biji memiliki kandungan tertinggi bila dibandingkan bagian tumbuhan lainnya. Oleh karena itu, biji kecubung memiliki efek analgesia yang sangat kuat pada tikus putih (Rattus norvegicus). Ekstrak air daun kecubung gunung tidak memiliki efek teratogenik. Ekstrak bunga kecubung (Datura metel, L.) dapat berpotensi sebagai sedatif pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus), sehingga bunga kecubung dapat dimanfaatkan sebagai bahan anestesi.
Analisis Efektivitas Operasional Unit Pengelola Sampah (UPS) Pulau Merah Terhadap Jumlah dan Komposisi Sampah Terkelola di Kawasan Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi: Analysis of the Operational Effectiveness of the Pulau Merah Waste Management Unit (UPS) on the Amount and Composition of Managed Waste in the Pulau Merah Beach Tourism Area, Banyuwangi Muyasaroh, Siti; Defriatno, Mawan Eko; Yanik, Carri Noer Fida; Achmadin, Wahyu Nur
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 3 No. 1 (2025): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v3i1.2443

Abstract

Implementasi Unit Pengolahan Sampah (UPS) di kawasan wisata Pantai Pulau Merah, Banyuwangi, bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan sampah melalui pemilahan, daur ulang, dan pengomposan. Penelitian ini menganalisis dampak UPS terhadap perubahan timbulan dan komposisi sampah dengan membandingkan data bulanan sebelum (November 2020–Oktober 2021) dan setelah implementasi (November 2021–November 2022). Data diperoleh dari laporan bulanan UPS dan divalidasi melalui wawancara terstruktur. Analisis statistik deskriptif dan inferensial (Independent T-test, uji Chi-square) digunakan untuk menguji signifikansi perubahan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan volume sampah dari rata-rata 5.298,56 kg/bulan (SD = ±2.092,77) menjadi 13.010,15 kg/bulan (SD = ±6.278,42), diduga akibat perluasan cakupan layanan dan peningkatan kunjungan wisatawan. Komposisi sampah mengalami perubahan dengan dominasi organik meningkat dari 42,1% menjadi 63,2%, residu turun dari 46,3% menjadi 30,5%, dan anorganik daur ulang berkurang dari 11,6% menjadi 6,3%. Temuan ini mengindikasikan efektivitas UPS dalam meningkatkan pemilahan organik dan mengurangi residu, meskipun perlu penguatan sistem daur ulang anorganik. Implikasi penelitian menekankan pentingnya integrasi UPS dengan pendekatan ekonomi sirkular dan edukasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk optimalisasi pengelolaan sampah di kawasan wisata pesisir.
Tinjauan Metode Pengolahan Sampah Organik Skala Rumah Tangga di Indonesia: Review of Household Organic Waste Processing Methods in Indonesia Muyasaroh, Siti
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 3 No. 2 (2025): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v3i2.2685

Abstract

Sampah organik (material berbahan organik dan/atau bisa dikomposkan) merupakan jenis sampah rumah tangga dengan komposisi paling dominan di Indonesia, dengan persentase sisa makanan 39,26%, kayu dan ranting 12,58%, serta kertas dan karton 11,24% dari total timbulan sampah secara keseluruhan. Untuk mencapai keberlanjutan pengelolaan sampah di Indonesia, terdapat beberapa metode pengolahan sampah organik yang dapat diimplementasikan di skala rumah tangga, seperti pengomposan, vermikompos, maggot BSF, biogas, dan eco-enzim. Pemilihan metode pengolahan sampah organik skala rumah tangga sebaiknya tidak hanya didasarkan pada kondisi lingkungan sekitar, namun juga kemampuan dan kesediaan tiap anggota keluarga dalam menerapkan pengolahan sampah organik di sumber. Pemanfaatan hasil pengolahan, baik kompos, maggot, biogas, bioslurry, pupuk kandang, maupun eco-enzyme, juga bisa menjadi dasar pertimbangan metode yang akan dipilih. Agar program pengelolaan sampah organik skala rumah tangga dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan partisipasi aktif masyarakat, dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait, serta strategi edukasi yang efektif.
Effect of Bran Media Variation on Maggot Growth in Waste Management Mawan Eko Defriatno; Siti Muyasaroh; Wahyu Nur Achmadin
ENERGY: JURNAL ILMIAH ILMU-ILMU TEKNIK Vol. 15 No. 2 (2025): ENERGY: JURNAL ILMIAH ILMU-ILMU TEKNIK (July-November 2025 Edition)
Publisher : Universitas Panca Marga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51747/energy.v15i2.15206

Abstract

This study aims to evaluate the effect of bran variation on the growth of black soldier fly larvae (Hermetia illucens) under controlled initial conditions of 250 g larvae and 250 g organic waste. The experiment was conducted using different doses of bran supplementation (20–200 g), with daily observations of larval weight changes over 11 days. The results indicate that bran addition significantly influenced larval growth rate. Moderate doses (60–100 g) produced higher and more consistent weight gain compared to low doses (20–40 g) or excessive doses (160–200 g). The highest growth was observed in the 80 g treatment, reaching 890 g on day 10 before declining on day 11. In conclusion, moderate bran supplementation provides the most optimal medium conditions for larval growth, while insufficient or excessive amounts tend to be less efficient.
Microplastic Contamination in Drinking Water Treatment Systems: A Case Study of Bedadung River Jember Siti Muyasaroh; Adi Mustika; Wahyu Nur Achmadin
ENERGY: JURNAL ILMIAH ILMU-ILMU TEKNIK Vol. 15 No. 2 (2025): ENERGY: JURNAL ILMIAH ILMU-ILMU TEKNIK (July-November 2025 Edition)
Publisher : Universitas Panca Marga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51747/energy.v15i2.15205

Abstract

Microplastic contamination in drinking water systems is an emerging environmental and public health issue. This study investigated the abundance, size distribution, and polymer composition of microplastics across the Bedadung River water treatment chain, from source to consumer taps. Seven sampling points were established, including upstream locations, intake sites, treatment plant reservoirs, and tap water from two water treatment plants (Tegal Gede and Tegal Besar). Microplastic concentrations ranged from 49.33 to 160 particles/L, with particle sizes averaging 0.102–0.233 mm. Contrary to expected treatment outcomes, both plants demonstrated significant increases in microplastic concentrations post-treatment: Tegal Gede saw a 78% increase, while Tegal Besar exhibited a 140% rise. The highest contamination (160 particles/L) was recorded at the Tegal Besar treated water reservoir. These elevated microplastic levels in treated and consumer tap water highlight a critical gap in current water treatment processes, suggesting that material migration from treatment infrastructure, including plastic pipes and filtration components, may contribute to contamination. The predominance of fiber-type microplastics, mainly polyethylene terephthalate (PET), underscores the need for specialized microplastic removal processes and infrastructure upgrades to safeguard public health.