Hardiansyah, Angga
Program Studi Gizi, Fakultas Psikologi Dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN KECUKUPAN ASUPAN ZAT GIZI, INTENSITAS LATIHAN, DAN KUALITAS TIDUR TERHADAP KEBUGARAN PADA ATLET PENCAK SILAT dinar_rohadatul_safitri -; Angga Hardiansyah; Moh Arifin
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 5 No. 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pr9znh82

Abstract

Terdapat beberapa hal yang digadang-gadangkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap kebugaran atlet diantaranya asupan zat gizi, intensitas Latihan dan kualitas tidur. Hal ini mendorong peneliti untuk mengkaji lebih lanjut mengenai hubungan kecukupan asupan zat gizi, intensitas latihan, dan kualitas tidur terhadap kebugaran pada atlet pencak silat. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang diberikan dari kecukupan asupan zat gizi, intensitas latihan, dan kualitas tidur terhadap kebugaran pada atlet pencak silat. Metode penelitian yang digunakan ialah cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 24 atlet yang dipilih melalui teori total sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara 3x24 jam dietary recall pada aspek kecukupan gizi, denyut nadi maksimal pada aspek intensitas latiham, Pittsburgh Sleep Quality Index pada aspek kualitas tidur dan Bleep test pada aspek kebugaran. Kemudian, pengujian hipotesis dilakukan melalui uji korelasi gamma dan uji regresi logistic ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecukupan asupan karbohidrat dominan memiliki pengaruh terhadap kebugaran sebesar 1,78 kali, dibandingkan dengan kualitas tidur yang berpengaruh sebesar 1,48 kali terhadap kebugaran. Dengan ini maka diketahui bahwa variable kecukupan asupan karbohidrat memberikan pengaruh pada kebugaran atlet pencak silat yang paling mempengaruhi. Kata Kunci: Asupan Zat Gizi, Intensitas Latihan, Kebugaran atlet, Kualitas Tidur, Pencak silat.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Susu dan Intensitas Latihan terhadap Status Gizi Atlet Karate Kelas Pemula-Junior Siti Raniva Aristina; Angga Hardiansyah; Nur Hayati
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 3 No. 1 (2023): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i1.42420

Abstract

Atlet remaja termasuk kelompok usia yang rentan mengalami permasalahan terkait dengan status gizi. Faktor yang mempengaruhi status gizi meliputi tingkat konsumsi makanan baik secara kualitas maupun kuantitas yang dikonsumsi seseorang. Asupan yang diperlukan untuk memberikan kondisi kesehatan gizi yang optimal salah satunya adalah dengan konsumsi susu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi susu dan intensitas latihan terhadap status gizi pada atlet karate kelas pemula-junior. Desain yang dipakai dalam penelitian ini adalah observational dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 30 orang yang diambil dengan menggunakan metode purposive total sampling. Variabel yang diteliti adalah karakteristik, kebiasaan konsumsi susu, intensitas latihan dan status gizi. Data kebiasaan konsumsi susu diambil dari formulir Food Frequency Questionaire (FFQ) berdasarkan wawancara dengan responden.Hasil dari penelitian ini menunjukan sebanyak 53,3% atlet karate kelas pemula “ junior di BKC Kota Semarang memiliki kategori kebiasaan konsumsi susu baik, sedang 18,8%,  kurang 13,3% dan sangat kurang 10%.  Sebanyak 63,3% atlet memiliki kategori intensitas latihan rendah, sedang 33,3% dan submaksimal 3,3%. Sebanyak 80% atlet memiliki kategori status gizi baik, gizi lebih 13,3% dan obesitas 6,6%. Hasil uji bivariat menunjukan tidak ada hubungan yang signifikan antara intensitas latihan  dengan status gizi (p-value = 0,874). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi susu dengan status gizi (p-value =0,756). Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi status gizi seperti konsumsi makanan dan aktivitas fisik dalam hal ini konsumsi susu dan intensitas latihan merupakan sebagian dari asupan makanan dan status gizi sehingga tidak dapat menjadi patokan terkait dengan status gizi. Kata kunci: status gizi, intensitas latihan, konsumsi susu
Pengetahuan Gizi, Mutu Makanan, dan Sisa Makanan di International Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Miftakhul Ulum Pekajangan Nazzalia Ilmi; Angga Hardiansyah; Puji Lestari
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 3 No. 1 (2023): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i1.42425

Abstract

Sisa makanan adalah makanan yang tersisa di piring setelah selesai makan dan melihat sisa makanan dapat mengungkapkan kemampuan dan kemauan seseorang untuk mengkonsumsi makanan yang telah disediakan. Dampak sisa makanan yaitu malnutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan mutu makanan dengan sisa makanan di International Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Miftakhul Ulum Pekajangan. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di International Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Miftakhul Ulum Pekajangan dilaksanakan pada bulan Maret 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah santri dan santriwati Madrasah Stanawiyah sebanyak 300 orang, dengan sampel 75 orang. Data yang diukur adalah pengetahuan gizi mengunakan kuesioner, mutu makanan (penampilan dan rasa) menggunakan kuesioner, dan sisa makanan menggunakan food weighing. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dengan sisa makanan nilai p sebesar 0,001. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara penampilan makanan dengan sisa makanan nilai p sebesar 0,197. Terdapat hubungan yang bermakna antara rasa makanan dengan sisa makanan nilai p sebesar 0,001. Pengetahuan gizi dan rasa makanan merupakan aspek yang menentukan sisa makanan di International Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Miftakhul Ulum Pekajangan. Kata Kunci : Pengetahuan gizi, penampilan makanan, rasa makanan, sisa makanan
Pengetahuan Gizi Ibu, Pendapatan Orang Tua, Pemberian Susu Formula, dan Kaitannya dengan Status Gizi Balita di Posyandu Desa Welahan Kabupaten Jepara Fita Nur Laila; Angga Hardiansyah; Fitria Susilowati
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 3 No. 1 (2023): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i1.42426

Abstract

Balita adalah anak dengan usia kurang dari lima tahun atau dapat dikelompokkan ke dalam usia 0-59 bulan. Pada usia tersebut merupakan masa tahap tumbuh kembang anak yang sangat rentan oleh berbagai penyakit, salah satunya yaitu penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan serta kelebihan asupan zat gizi jenis tertentu. Status gizi yang kurang atau lebih pada balita diakibatkan oleh faktor langsung dan tidak langsung. Faktor langsung, seperti penyakit infeksi serta asupan makan. Faktor tidak langsung adalah tingkat pengetahuan ibu, pendidikan, pendapatan orang tua, jenis pekerjaan, budaya, serta jumlah anggota dalam keluarga. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi ibu, pendapatan orang tua, dan pemberian susu formula terhadap status gizi balita di Posyandu Desa Welahan Kabupaten Jepara. Penelitan ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik penelitian ini menggunakan teknik proportional random sampling. Populasi pada penelitian ini berjumlah 363 responden, sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 79 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner pada variabel pengetahuan gizi, pendapatan orang tua dan pemberian susu formula. Pada variabel status gizi balita menggunakan antropometri dengan indikator status gizi BB/TB. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi balita usia 6-59 bulan di Posyandu Desa Welahan Kabupaten Jepara dengan nilai p-value 0,692. Tidak terdapat hubungan antara pendapatan orang tua dengan status gizi balita dengan nilai p- value 0,132. Ada hubungan antara pemberian susu formula dengan status gizi balita dengan nilai p-value 0,000. Kata Kunci: Pendapatan orang tua, pengetahuan gizi ibu, susu formula, status gizi balita