Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H.
Unknown Affiliation

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN LAHIR ANAK DAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANOTANA WERU KOTA MANADO Cristina, Ridzka; Kapantow, Nova H.; Malonda, Nancy S.H.
KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Salah satu indikator kesehatan yang dinilai keberhasilan pencapaiannya dalam MDGs adalah status gizi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara tahun 2014, kasus gizi buruk terbanyak di Kota Manado sebanyak 7 kasus dan balita BGM sebanyak 364 balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir anak dan pemberian ASI eksklusif dengan status gizi pada anak usia 24 -59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ranotana Weru Kota Manado. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ranotana Weru yang berjumlah 1196 anak. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 101 anak dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis bivariat dan univariat menggunalan uji chi square (CI=95%, α=0,05). Status gizi indikator BB/U sebanyak 23,8% gizi kurang dan 76,2% gizi baik. Indikator TB/U sebanyak 25,7% pendek dan 74,3% normal. Indikator BB/TB sebanyak 9,9% kurus dan 90,1% normal. Berat badan lahir anak sebanyak 98% normal dan 2,0% rendah. Cakupan pemberian ASI Eksklusif kategori dua sebanyak 61,4% dan kategori tiga sebanyak 40,6%. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara berat badan lahir anak dengan status gizi. Terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif kategori dua dengan status gizi. Terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif kategori tiga dengan status gizi.   Kata Kunci: Status Gizi Anak, Berat Badan Lahir, ASI Ekslusif.     ABSTRACT One of the health indicators that assessed  its success achievment in MDGs is nutritional status. Based on data from North Sulawesi Provincial Health Department in 2014, most cases of severe malnutrition in Manado are 7 cases and 364 toddlers BGM. The purpose of this study is to determine the correlation between children birth weight  and exclusive breastfeeding with nutritional status on 24-59 months old children in Puskesmas Ranotana Weru Manado. This is an observational analytic cross-sectional design. The population in this study is all 24-59 months old children in Puskesmas Ranotana Weru totaling 1196 children. The sample in this study is 101 children by using purposive sampling method. Univariate and bivariate analysis uses chi-square test (CI = 95%, α = 0.05). Nutritional status indicator of BB / U as much as 23.8% malnutrition and 76.2% good nutrition. Indicators TB / U as much as 25.7% short and 74.3% normal. Indicator of BB / TB as much as 9.9% thin 90.1% and normal. Children birth weight as much as 98% of normal and 2.0% low. Coverage of exclusive breastfeeding as much as 61.4% category two and category three as much as 40.6%. There is no significant correation between children birth weight with nutritional status. There is a significant correlation between the two categories of exclusive breastfeeding and nutritional status. There is a significant correlation between the three categories of exclusive breastfeeding and nutritional status.   Keywords: Nutritional Status of Children, Birth Weight, Exclusive Breastfeeding
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 24-59 BULAN DI KECAMATAN RATAHAN TIMUR KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Saisab, Jacklin B.; Malonda, Nancy S.H.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi khususnya pada anak karena asupan makanan yang kurang dan penyakit yang merupakan penyebab langsung masalah gizi pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan status gizi pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Ratahan Timur Kabupaten Minahasa Tenggara. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan mengunakan metode survey analitik dengan desain Cross Sectional, dengan sampel berjumlah 70 anak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak yang memiliki status gizi baik berdasarkan indeks (BB/U) sebanyak 84,3%, status gizi normal berdasarkan indeks (TB/U) sebanyak 81,4%, dan status gizi normal berdasarkan indeks (BB/TB) sebanyak 87,1%. Sedangkan, pola asuh berdasarkan praktik perawatan anak kategori baik sebanyak 91,4% dan praktik pemberian makan anak kategori baik sebanyak 91,4%. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara praktik perawatan anak dengan status gizi berdasarkan indeks (BB/U, TB/U, BB/TB) dan tidak terdapat hubungan antara praktik pemberian makan dengan status gizi berdasarkan indeks (BB/U, TB/U, BB/TB). Dan disarakan para ibu untuk mempertahankan dan meningkatkan status gizi, selalu meperhatikan asupan gizi anak, memenuhi kebutuhan anak, serta meperhatikan lingkungan sekitar.Kata Kunci: Pola Asuh, Status Gizi, AnakABSTRACT Nutritional problems especially in children are caused by inadequate food intake and diseases that are a direct cause of nutritional problems in children. Research purposes is to know the relationship between foster pattern with the nutritional status of the children aged 24 to 59 months in Ratahan Timur District, Southeast Minahasa Regency. The design of this this research is quantitative by using analytical survey method with Cross Sectional design, The sampel are 70 child. The sampling method of technique that is used purposive sampling. The results of the study showed, child who have nutritional status (BB/U) is 84,3%, nutritional status of normal based on index (TB/U) is 81,4%, and status normal nutrition based on index (BB/TB) is 87,1%. While, foster pattern based on the practice of cleaning up after a child category good 91,4%, and the practice of giving eating both 91,4%. The results of the study showed there was no correlation between the practice care with nutrional status of categories (BB/U), (TB/U), (BB/TB) and there was no correlation between practice of giving eat with nutritional status of categories (BB/U), (TB/U), (BB/TB). Was recommended to the mothers maintain and improve nutritional status, always pay attention to children's nutritional intake, meet children's needs, and pay attention to the surrounding environment. Key Words: Parenting, Nutrional, child
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA NELAYAN DESA KALINAUN KECAMATAN LIKUPANG TIMUR KABUPATEN MINAHASA UTARA Manoppo, Frando; Malonda, Nancy S.H.; Kawatu, Paul A.T.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan muskuloskeletal adalah keluhan yang mempengaruhi gerakan tubuh manusia atau sistem muskuloskeletal yang mengganggu fungsi otot, tendon, ligamen, saraf, dan tulang belakang. Aktivitas fisik yang dilakukan nelayan adalah aktivitas manual handling seperti mengangkat, menurunkan, mendorong, menahan, membawa atau memindahkan ikan atau perahu dengan dan dengan pengerahan seluruh tubuh. Penelitian ini berjuan untuk menganalisis adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan keluhan Muskuloskeletal pada nelayan desa kalinaun likupang timur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional dengan Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah seluruh nelayan desa Kalinaun Likupang Timur yang berjumlah 94 orang. Analisi bivariate dengan menggunakan uji spearman. Aktivitas Fisik seperti mengangkat, menahan dan memindahkan beban berada pada aktivitas berat sebanyak 74 orang (78.7%) dan aktivitas normal sebanyak 20 orang (21.3%). Tingkat keluhan muskuloskeletal berada pada keluhan rendah sebanyak 4 orang (4.3%), keluhan sedang sebanyak 75 orang (79,8%) dan keluhan tinggi sebanyak 15 orang (16,0%). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dengan keluhan muskuloskeletal dengan p-value = 0,001 ( p-value < 0,05).Kata Kunci : Aktifitas Fisik, Keluhan MusculoskeletalABSTRACT Musculoskeletal disorders are complaints that affect the human bodys movement or musculoskeletal system with interferes the function of muscles, tendons, ligaments, nerves, and spine. Physical activity is usually performed as manual workers handling, to lifting , lowering , pushing, pulling , holding , or moving a fish or boat with hands and with the deployment of the entire body. The aims of this research is was to determine relationship between physical activity with musculoskeletal disorders on fisherman in Kalinaun Village East Likupang Subdistrict. This study is an analytic observational research using cross sectional design. samples in this study were all fisherman in Kalinaun Village East Likupang Subdistrict totaling 94 people. Bivariate analysis with Spearman test. Statistical results showed physical activity such as lifting , hold and move the load on strenuous activities as much as 74 people (78.7%) and normal activity as many as 20 people (21.3%) . The level of musculoskeletal disorders at a low level musculoskeletal complaints as many as 4 people (4.3%) , moderate as 75 people (79.8%) and higher by 15 people (16.0%). There is a relationship between physical activity with musculoskeletal complaints with p value = 0,001 (p value < 0,05)Keyword: Physical Activity, Musculoskeletal Complaints
GAMBARAN KECUKUPAN MINERAL MIKRO PADA TENAGA PENDIDI DAN KEPENDIDIKAN DI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT SAAT PEMBATASAN SOSIAL MASA PANDEMI COVID-19 Sianjpar, Monika M.; Punuh, Maureen I.; Malonda, Nancy S.H.
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zat gizi merupakan zat kimia yang digunakan oleh makhluk hidup untuk mempertahankan kegiatan metabolisme dalam tubuhnya. Zat gizi tersebut dibedakan menjadi dua yaitu zat gizi makro dan zat gizi mikro. Zat gizi mikro merupakan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dengan jumlah yang sedikit antara lain vitamin dan mineral. Mineral mikro terdapat dalam tubuh dalam jumlah yang sangat kecil antara lain yaitu besi (Fe), seng (Zn), Tembaga (Cu), Iodium (I) mangan (Mn). Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecukupan mineral mikro pada tenaga pendidik dan kependidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado selama pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survei deskriptif, yang dilaksanakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi pada bulan Mei-Oktober 2020. Subjek penelitian ini adalah tenaga pendidik dan kependidikan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, dengan sampel yang berjumlah 40 orang. Penelitian ini  menggunakan alat ukur Kuesioner formulir food record dalam 2x24 jam dan buku foto  makanan. Penelitian ini menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada tingkat kecukupan mineral mikro pada kategori kurang yaitu tingkat kecukupan zat besi kurang sebesar 62,5%, tingkat kecukupan seng kurang sebesar 70%, tingkat kecukupan iodium kurang sebesar 47,5% dan tingkat kecukupan tembaga kurang sebesar 95%.  Kata kunci: Kecukupan Mineral Mikro, Tenaga Pendidik dan Kependidikan  ABSTRACTNutrients are chemicals used by living things to maintain metabolic activities in their bodies. These nutrients can be divided into two, namely macro nutrients and micro nutrients. Micronutrients are nutrients that are needed by the body in small amounts, including vitamins and minerals. Micro minerals are present in the body in very small amounts, including iron (Fe), zinc (Zn), copper (Cu), Iodine (I) manganese (Mn). This study aims to determine the adequacy of micro minerals in teaching and education staff at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, Manado during the Covid-19 pandemic. This research is a quantitative research with a descriptive survey research design, which was conducted at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University in May-October 2020. The subjects of this study were educators and education staff at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, with a sample of 40 people. This study used aform questionnaire measuring instrument food record in 2x24 hours and a food photo book. This study uses univariate analysis. The results of this study indicated that most of the respondents were in the micro mineral adequacy level in the deficient category, namely the iron deficiency level of 62.5%, the insufficient zinc adequacy level of 70%, the insufficient iodine level of 47.5% and the adequacy level of copper. less by 95%.Keywords: Adequacy of Micro Minerals, Educators and Education Staff
GAMBARAN POLA MAKAN PADA TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Tampatty, Gloria Cheril; Malonda, Nancy S.H.; Amisi, Marsella D.
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola makan merupakan cara atau usaha mengenai pengaturan jenis makanan, jumlah makanan maupun proporsi dari suatu makanan, dengan maksud tertentu seperti untuk mempertahankan kesehatan, status nutrisi dari seseorang, serta mencegah atau membantu kesembuhan penyakit. Selama pandemi pentingnya menjaga pola makan yang sehat dengan asupan gizi seimbang untuk mendukung sistem daya tahan tubuh, nutrisi dan asupan yang dikonsumsi sangatlah penting untuk membantu tubuh mengatasi infeksi termasuk selama pandemi COVID-19 (Corona Virus Disease 2019). Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pola makan pada tenaga pendidik dan kependidikan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi selama masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi berjumlah 65 orang, sampel berjumlah 47 responden yang terdiri dari 29 tenaga pendidik dan 18 tenaga kependidikan. Instrumen pengumpulan data yaitu dengan kuesioner google forms, analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berumur 41-50 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan Magister (S2) dan pekerjaan sebagian besar tenaga pendidik. Pola makan tenaga pendidik dan kependidikan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi sebagian besar dalam kategori cukup yaitu 95,7%, 4,3% dalam kategori baik dan tidak ada responden yang memiliki kategori kurang. Kata Kunci : Pola Makan, Tenaga Pendidik, Tenaga Kependidikan, COVID-19 ABSTRACTDietary habit is a method or effort regarding regulating the type of food, the amount of food or the proportion of a food, with specific purposes such as maintaining health, nutritional status of a person, as well as preventing or helping cure diseases. During a pandemic, it is important to maintain a healthy diet with a balanced nutritional intake for supporting the immune system on the body, nutrition or intake consumed is very important for maintaining the body to handle the infection including during a pandemic COVID-19 (Corona Virus Disease 2019). The purpose of this research for knowing a pattern of diet to teachers and public health education faculty at Sam Ratulangi University during a COVID-19 pandemic. The type of research is description. The total population is 65 people, the sample is 47 respondents consisting of 29 teachers and 18 education personnel. Data collection instrument using google forms questionnaire and data analyst done by univariate. The result of this research shows that for the most part respondents that ages between 41-50 year, gender females, magister educated(S2), and work as teachers. Diet Habit of teachers and public health education the most part is in enough category with 95,7%, 4,3% with good category and no respondents with less category. Keywords : Dietary Habit, Educators, Education, COVID-19
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PERILAKU MEROKOK PADA MAHASISWA DI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI Lempoy, Jimmy Junior; Engkeng, Sulaemana; Malonda, Nancy S.H.
KESMAS Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rokok merupakan suatu benda yang tentusudah tidak  asing  lagi bagi masyarakat saat ini dan sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Rokok berbentuk silinder dengan dua warna, yakni putih dan cokelat dengan ukuran 70-120 mm. Menurut WHO  prevalensi perokok usia 10-18 tahun yang meningkat ini memberikan gambaranbahwa kampanye-kampanye tentang bahayarokok harus lebih awal diberikan kepadamasyarakat dimulai dari tingkatan usiasekolah dasar, dengan harapan ketikapengetahuan tentang bahaya rokok diberikanlebih awal pengetahuan tersebut akanmenjadi dasar untuk pembentukan sikap terhadap perilaku merokokfaktor yang dominan yang mewarnai perilaku merokok pada mahasiswa terbagi dalam dua domain yaitu pengetahuan dan sikap.Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya.Sikap merupakan respons tertutup seseorang terhadap stimulus atau objek  tertentu,  yang  sudah melibatkan faktor pendapat dan emosi yang  bersangkutan. Metodeyang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif.Sampel yang digunakan merupakan mahasiswa sebanyak 46responden pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado.Hasil penelitian dari yang diteliti menunjukkan bahwa sikapmahasiswakategori baik sebanyak 34dengan persentase 73,9%, kurang baik sebanyak 12 mahasiswadengan persentase 26,1%, danpengetahuan mahasiswa kategori baik sebanyak 41 dengan persentase89,1% ,kurang baik sebanyak 5 dengan persentase10,9%.Simpulan dalam penelitian ini yaitu sikap dan pengetahuan perilaku merokokberada dalam kategori baik. Saran dalam penelitian adalah menjaga pola hidup sehat terutama menghindari perilaku merokok dan bahaya merokok agar menjadi contoh yang baik bagi masyarakat luas dan untuk generasi muda yang akan datang dan mendorong kegiatan mengenai pengetahuan, dan sikap terhadap perilaku merokok. Kata Kunci:Pengetahuan, Sikap, Perilaku Merokok ABSRACTCigarettes are an object that is certainly familiar to society today and is often found in everyday life. Cigarettes are cylindrical in two colors, namely white and brown with a size of 70-120 mm. According to WHO, the increasing prevalence of smokers aged 10-18 years gives an idea that campaigns about the dangers of smoking should be given to the public earlier starting from the elementary school age level, with the hope that when knowledge about the dangers of smoking is given earlier this knowledge will become the basis for The formation of attitudes towards smoking behavior, the dominant factors that color smoking behavior in students, are divided into two domains, namely knowledge and attitudes. Knowledge is the result of human senses, or the result of a person's knowing of objects through their senses. Attitude is a person's closed response to a certain stimulus or object, which already involves the opinion and emotional factors concerned. The method used is descriptive quantitative. The sample used is a student of 46 mahasiswats to the students of the Faculty of Public Health, University of Sam Ratulangi Manado. The results of the research studied showed that the attitude of mahasiswats in the good category was 34 with a percentage of 73.9%, 12 mahasiswats with a percentage of 26.1% were not good, and the knowledge of mahasiswats in the good category was 41 with a percentage of 89.1%, 5 with a percentage of 10.9%. The conclusion in this study is that the attitude and knowledge of smoking behavior are in a good category. The suggestion in the research is to maintain a healthy lifestyle, especially avoiding smoking behavior and the dangers of smoking in order to become a good example for the wider community and for the young generation to come and encourage activities regarding knowledge and attitudes towards smoking behavior. Keywords:Knowledge, Attitude, Smoking Behavior
GAMBARAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PETANI KACANG DI DESA KANONANG Lumintang, Jendri; Malonda, Nancy S.H.; Madusaz, Sri Seprianto
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan musculoskeletal atau biasa disebut Muskuloskeletal disorder (MDS) adalah menerima beban statis secara berulang dan terus menerus dalam jangka waktu yang lama dan dapat menyebabkan keluhan seperti kerusakan pada sendi, ligament dan tendon.Keluhan otot ini kemungkinan tidak akan terjadi apabila konstraksi otot hanya berkisar 15-20% dari kekuatan otot maksimum. Tujuan dari penelitian ini yang akan di lakukan adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran keluhan Muskuloskeletal pada petani kacang di desa kanonang. metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional pada petani kacang di desa kanonang pada bulan November 2020 – Januari 2021. Berdasarkan dari hasil penelitian yang di lakukan bahwa reponden yang tidak sakit berjumlah 7 responden (11.7%), yang sakit ringan berjumlah 31 responden (51.7%) yang sakit berjumlah 17 responden (28.3%) dan responden yang sangat sakit berjumlah 5 dengan persentase (8.3%). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat keluhan musculoskeletal pada petani kacang di desa kanonang, baik itu keluhan tingkat ringan, sedang, dan tinggi. Kata Kunci: Keluhan musculoskeletal, petani ABSTRACTMusculoskeletal complaints or commonly called Musculoskeletal disorders (MDS) are receiving static loads repeatedly and continuously for a long time and can cause complaints such as damage to joints, ligaments and tendons. This muscle complaint is unlikely to occur if muscle contraction is only around 15-20% of maximum muscle strength. The purpose of this research that will be carried out is to find out how the description of Musculoskeletal complaints on peanut farmers in Kanonang village. This research method is a descriptive analytic study using a cross sectional design on peanut farmers in Kanonang village in November 2020 - January 2021. Based on the results of research conducted, there were 7 respondents who were not sick (11.7%), 31 respondents (51.7%) who were ill were 17 respondents (28.3%) and 5 respondents who were very sick with a percentage (8.3 %). The conclusion in this study is that there are musculoskeletal complaints in peanut farmers in Kanonang village, both mild, moderate and high complaints. Keywords: Musculoskeletal complaint, farmer
GAMBARAN ASUPAN VITAMIN LARUT LEMAK MAHASISWA SEMESTER VI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI SAAT PEMBATASAN SOSIAL MASA PANDEMI COVID-19 Nasaru, Umria; Kapantow, Nova H.; Malonda, Nancy S.H.
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara di seluruh dunia saat ini sedang mengalami krisis kesehatan akibat pandemi penyakit Covid-19. Penyakit Covid-19 disebabkan oleh jenis Coronavirus yang baru ditemukan. Wuhan adalah kota pertama yang terdeteksi wabah penyakit Covid-19 pada Desember 2019. Hakikatnya tubuh manusia memiliki kemampuan untuk melawan invasi dari bakteri dan virus yang berhasil masuk ke dalam tubuh lewat saluran pencernaan, pernapasan atau jaringan kulit yang luka, yaitu  dengan membentuk sel-sel imun. Mekanisme kerja sel-sel imun dalam tubuh dipengaruhi oleh beberapa zat gizi. Zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral memiliki peran khusus terhadap sistem imunologis manusia. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran asupan vitamin larut lemak mahasiswa semester VI FKM UNSRAT saat pembatasan sosial masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian yaitu observasional deskriptif yang dilaksanakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi, Kota Manado pada bulan Mei-Oktober 2020. Sampel penelitian adalah mahasiswa aktif semester VI TA 2019/2020 berjumlah 128 responden. Alat Ukur menggunakan formulir food record dalam 2x24 jam. Analisis data menggunakan Nutrisurvey 2007 dan SPSS versi 25. Hasil penelitian diperoleh asupan vitamin A responden berada pada kategori kurang (87,5%), asupan vitamin D responden berada pada kategori kurang (84,4%), asupan vitamin E responden berada pada kategori kurang (96,1%), asupan vitamin K responden berada pada kategori kurang (97,7%). Sebagian besar mahasiswa semester VI FKM UNSRAT memiliki asupan vitamin larut lemak pada saat pembatasan sosial masa pandemi Covid-19 kurang dari kebutuhan AKG yang dianjurkan. Kata Kunci : Asupan Vitamin Larut Lemak, Vitamin A, Vitamin D, Vitamin E, Vitamin K, Mahasiswa ABSTRACTCountries around the world are currently experiencing a health crisis due to the Covid-19 disease pandemic. The Covid-19 disease is caused by a newly discovered type of Coronavirus. Wuhan is the first city was outbreak detected of Covid-19 disease in December 2019. Basically the human body has the ability to fight invasion from bacteria and viruses that have managed to enter the body through the digestive tract, respiratory tract or injured skin tissue, namely by forming cells- immune cells. The mechanism of immune cells in the body is influenced by several nutrients. Micronutrients such as vitamins and minerals have a special role in the human immunological system. The research objective was to describe the intake of fat-soluble vitamins in the 6th semester students of FKM UNSRAT during the Covid-19 pandemic times of social distancing. This type of research is descriptive observational which was conducted at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, Manado City in may-october 2020. The research sample was 128 active students in semester 6th of 2019/2020. Measure tool using a food record form in 2x24 hours. Data analysis used the Nutrisurvey 2007 and SPSS version 25. The results showed that the respondents' vitamin A intake was in the low category (87.5%), respondents' vitamin D intake was in the low category (84.4%), respondents' vitamin E intake was in the low category (96.1%), respondents' vitamin K intake was in the low category (97.7 %). Most students of 6th semester FKM UNSRAT own intake of fat-soluble vitamins in the current social distancing to the pandemic Covid-19 is less than the recommended RDA needs. Keywords: Intake of fat-soluble vitamins, vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K, students
GAMBARAN ASUPAN VITAMIN LARUT AIR MAHASISWA ANGKATAN 2019 FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI PADA MASA PEMBATASAN SOSIAL COVID-19 Rawung, Rivaldo J.H.; Malonda, Nancy S.H.; Sanggelorang, Yulianty
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin adalah senyawa organik yang terdapat dalam makanan dengan jumlah yang sedikit dan membutuhkan jumlah yang besar untuk fungsi metabolisme normal. Terdapat 2 jenis vitamin yaitu vitamin larut dalam lemak adalah Vitamin A, D, E, dan K yang kedua vitamin larut dalam air, vitamin B dan C. Sumber vitamin larut air umumnya bisa ditemukan lewat mengkonsumsi bahan pangan seperti daging, ikan, telur, buah dan sayur. Vitamin larut air tidak disimpan dalam waktu yang lama oleh tubuh. Kelebihan vitamin larut air dalam tubuh dikeluarkan melalui urin. Gaya hidup sehat dapat mencegah penularan virus akibat terjadinya kontak fisik dengan carrier ataupun penurunan sistem imun. Penyakit covid-19 tergantung pada system imun , untuk itu salah satu upaya yang dapat dilakukan setiap orang adalah memperkuat sistem imun tubuh masing-masing, untuk itulah diperlukan mikronutrien contohnya vitamin larut air. Dengan Meningkatnya imun tubuh, maka dapat mencegah terjangkitnya virus covid-19. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran asupan vitamin laur air mahasiswa angkatan 2019 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi pada masa pembatasan sosial Covid-19. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian survei deskriptif, dilakukan secara online pada mahasiswa angkatan 2019 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi pada bulan Mei-Oktober 2020 dengan besar sampel 118 mahasiswa. Instrumen pengumpulan data yaitu kuisioner food record. Asupan vitamin B1,B2,B6 dan vitamin C semuanya berada di kategori kurang. Untuk vitamin B1 sebesar 90,7 %, untuk vitamin B2 sebesar 82,2 %, Asupan vitamin B6 sebesar 68,6 %, dan untuk asupan vitamin C sebesar 83,1%.  Kata Kunci: Asupan Vitamin Larut Air, Covid-19  ABSTRACTVitamins are organic compounds that are found in food in small amounts and require large amounts for normal metabolic function. There are 2 types of vitamins, which is fat-soluble vitamins, Vitamins A, D, E, and K the second one water-soluble vitamins, vitamins B and C. Sources of water-soluble vitamins can generally be found through consuming foods such as meat, fish, eggs, fruits and vegetables. Water soluble vitamins not stored for a long time by body. Excess water soluble vitamins in body are excreted through urine. A healthy lifestyle can prevent transmission of the virus due to physical contact with carriers or decreased immune system. Depends on the immune system, so one of the efforts that everyone can do is strengthen their respective immune systems, this need micronutrients, for example water soluble vitamins. By increasing immune system, it can prevent spread of covid-19 virus. The purpose of this study was to describe intake of water vitamins for students of generation 2019, Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University during Covid-19 social distancing. This research is a quantitative study using descriptive survey research design, conducted online on students of class 2019 Public Health Faculty of Sam Ratulangi University in May-October 2020 with sample size of 118 students. The data collection instrument was food record questionnaire. The intake of vitamins B1, B2, B6 and vitamin C all in low category. For vitamin B1 was 90.7%, for vitamin B2 was 82.2%, the intake of vitamin B6 was 68.6%, and for vitamin C was 83.1%. Keywords: intake of water soluble vitamins, Covid-19 
GAMBARAN KECUKUPAN MINERAL MAKRO PADA MAHASISWA SEMESTER VI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Lomboan, Friska Yulistifia; Malonda, Nancy S.H.; Sekeon, Sekplin S.
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mineral merupakan bagian dari tubuh yang memegang peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh, baik pada tingkat sel, jaringan organ maupun fungsi tubuh secara keseluruhan.  Berdasarkan kebutuhan mineral digolongkan menjadi 2 kelompok utama yaitu mineral makro dan mineral mikro. Dengan tercukupinya konsumsi mineral di tengah wabah COVID-19 ini maka sistem imun dapat bertahan sehingga tubuh tetap sehat dan terhindar dari wabah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kecukupan mineral makro pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Semester VI Selama Masa Pandemi COVID-19. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional, dilaksanakan pada bulan Mei - Oktober 2020, di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado dengan jumlah sampel sebanyak 128 responden. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu formulir yang berisi identitas responden dan data asupan yaitu formulir food record yang dilakukan selama 2 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asupan  kalsium dari responden sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 118 responden (92,2%), kategori cukup hanya terdapat 5 responden (3,9%), dan kategori lebih sebanyak 5 responden (3,9). Asupan kalium seluruh responden masuk dalam kategori kurang sebanyak 128 responden (100%). Asupan fosfor dari responden sebanyak 71 responden (55,5%) berada  pada kategori kurang, kategori cukup terdapat 33 responden (25,7%), dan        kategori lebih terdapat 24 responden (18,8%). Asupan natrium dari responden sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 114 responden (89%), pada kategori cukup hanya terdapat responden (4,7%) dan kategori lebih sebanyak 8 responden (6,3%). Asupan magnesium dari responden sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 119 responden (92,9%), kategori cukup hanya terdapat 8 responden (6,3%), dan kategori lebih terdapat 1 responden (0,8%). Kata Kunci: Kecukupan Mineral Makro, Mahasiswa, COVID-19 ABSTRACTMinerals are parts of the body that play an important role in maintaining body functions, both at the cellular level, organ tissues and overall body functions. Based on mineral needs, they are classified into two main groups, namely macro minerals and micro minerals. With adequate consumption of minerals in the midst of the COVID-19 outbreak, the immune system can survive so that the body remains healthy and avoid the outbreak. The purpose of this study was to determine the adequacy of macro minerals for students of the Sixth Semester of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University during the COVID-19 Pandemic. This research was descriptive with a cross sectional design, carried out in May - October 2020, at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University Manado with a total sample of 128 respondents. The research instrument used was a form containing the respondent's identity and intake data, namely a food record form which was carried out for two days. The results showed that the calcium intake of the respondents was mostly in the low category as many as 118 respondents (92.2%), there were only 5 respondents (3.9%) in the sufficient category, and 5 respondents (3.9%) in the more category. Potassium intake of all respondents was in the low category as many as 128 respondents (100%). The phosphorus intake of the respondents was 71 respondents (55.5%) in the low category, 33 respondents (25.7%) in sufficient category, and 24 respondents (18.8%) in the more category. The sodium intake of the respondents was mostly in the low category as many as 114 respondents (89%), in the sufficient category there were only respondents (4.7%) and in the more category as many as 8 respondents (6.3%). Most of the respondents were in the poor category as many as 119 respondents (92.9%), there were only 8 respondents (6.3%) in sufficient category, and 1 respondent (0.8%) in the more category. Keywords: Adequacy of Macro Minerals, Students, COVID-19