Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H.
Unknown Affiliation

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

GAMBARAN PENERAPAN PEDOMAN UMUM GIZI SEIMBANG PADA TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI PADA MASA PANDEMI COVID-19 Susantyo, Beverly Theresa; Malonda, Nancy S.H.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit infeksi yang sedang berkembang di Indonesia saat ini adalah Coronavirus yang menyebabkan peliburan sekolah dan tempat kerja termasuk Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi. Selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diperlukan langkah – langkah untuk mencegah dan mengendalikan potensi penularan COVID-19 salah satunya dengan menerapkan 4 pilar gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan pedoman umum gizi seimbang pada tenaga pendidik dan kependidikan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan desain survei observasional dengan jumlah sampel sebanyak 48 orang. Penelitian dilakukan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi pada bulan Mei – September 2020. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner online melalui aplikasi google forms kepada responden dan pengukuran menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pedoman umum gizi seimbang pada tenaga pendidik dan kependidikan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi sebagian besar masuk pada kategori cukup yaitu sebanyak 28 orang (58.3%) dan yang termasuk pada kategori baik sebanyak 18 orang (37.5%). Adapun yang termasuk pada kategori kurang sebanyak 2 orang (4.2%). Jika dibandingkan dengan persentase berkategori baik dan cukup, persentase berkategori kurang merupakan jumlah paling sedikit. Kata Kunci : Pedoman Umum Gizi Seimbang, Tenaga Pendidik dan Kependidikan, COVID-19 ABSTRACTAn infectious disease that is currently developing in Indonesia is the Coronavirus which has caused school and work vacations including the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University. During the large-scale social period (PSBB), steps are needed to prevent and control potential transmission of COVID-19, one of which is by implementing the 4 pillars of balanced nutrition. This study aims to see an overview of balanced nutrition among teachers and education staff at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University during the COVID-19 pandemic. This research is a quantitative descriptive study with an observational survey design with a total sample of 48 people. The research was conducted at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University in May - September 2020. Data collection was carried out by distributing online questionnaires through the google form application to respondents and measuring using a Likert scale. The results showed that the new application of general balanced nutrition for the teaching and learning staff of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University was mostly in the sufficient category, namely 28 people (58.3%) and 18 people (37.5%) included in the good category. Included in the less category were 2 people (4.2%). When compared with the proportion of good and sufficient categories, the proportion of less categories is a small number. Keywords : General Guidelines for Balanced Nutrition, Educators and Education staff, COVID-19. 
GAMBARAN PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA RUMAH SAKIT (K3RS) DI RSUD ANUGERAH KOTA TOMOHON Runtulalo, Deswi Moudi Elisabeth; Kawatu, Paul A.T.; Malonda, Nancy S.H.
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit yang merupakan salah satu tempat kerja dimana memiliki banyak fakto risiko yang menyebabkan terjadinya penyakit akibat kerja (PAK) dan kecelakaan yang diakibatkan oleh pekerjaan. Untuk itu setiap rumah sakit diwajibkan untuk memenuhi setiap aspek yang berhubungan dengan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit (K3RS) dalam rangka menjamin setiap SDM rumah sakit dari bahaya yang akan memungkinkan terjadi. Penelitian ini berjenis penelitian Kualitatif menggunakan desain deskriptif dengan menganalisis pelaksanaan program K3RS yang diwawancarai secara mendalam terhadap 5 orang informan atau narasumber yang telah ditentukan, yaitu Direktur Rumah Sakit, Sekretaris Tim  K3RS, Dokter, 1 orang Perawat, dan Cleaning Service di RSUD Anugerah Tomohon. Berdasarkan  hasil wawancara yang dilakukan kepada informan terdapat program yang berjalan dengan baik yaitu pengobatan dan perawatan bagi karyawan rumah sakit  dan  pelaksanaan  pembinaan  serta  pengawasan terhadap sanitair. Program pelayanan  K3RS  yang belum terlaksana dengan baik yaitu pemeriksaan sebelum bekerja, pemeriksaan secara khusus, pendidikan dan pelatihan tentang K3  di rumah sakit. Ada juga program-program  yang berhubungan dengan keselamatan kerja yang belum terlaksana dengan baik seperti pelaksanaan pembinaan dan pengawasan kesehatan sarana, prasarana dan peralatan kesehatan pembinaan dan pengawasan terhadap manajemen sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Dan progam pelayanan K3RS  yang belum dilaksanakan oleh rumah sakit yaitu pemeriksaan  kesehatan secara berkala kepada seluruh karyawan rumah sakit yang ada. Kata Kunci: Program K3RS ABSTRACT The hospital is one of the workplaces where there are many risk factors that cause occupational diseases (PAK) and work-related accidents. For this reason, every hospital is required to fulfill every aspect related to Health and Safety at the Hospital (K3RS) in order to ensure every hospital's human resources from the dangers that might occur. This research is a qualitative research type using descriptive design by analyzing the implementation of the K3RS program which was interviewed in-depth with 5 predetermined informants or sources, namely the Hospital Director, the Secretary of the K3RS Team, a Doctor, 1 Nurse, and Cleaning Service at Anugerah Tomohon Hospital. Based on the results of interviews conducted with informants, there is a program that is running well, namely medication and care for hospital employees and the implementation of guidance and supervision of sanitation. The K3RS service program that has not been implemented properly is pre-work checks, special examinations, education and training on K3 in hospitals. There are also programs related to work safety that have not been implemented properly, such as the implementation of health guidance and supervision of facilities, infrastructure and health equipment, guidance and supervision of the management of fire prevention and control systems. And the K3RS service program that has not been implemented by the hospital, namely periodic health checks for all existing hospital employees. Keywords: K3RS Programs
GAMBARAN POLA MAKAN MAHASISWA SEMESTER II FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO SELAMA PANDEMI COVID-19 Tambajong, Claudia Angel; Malonda, Nancy S.H.; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku makan adalah istilah yang menggambarkan perilaku seseorang terhadap frekuensi makan, gaya makan, preferensi makan, dan pilihan makanan. Makanan merupakan kebutuhan dasar manusia, asupan makanan yang dikonsumsi akan menentukan status gizi seseorang. Selama pandemic pola makan yang sehat akan menjamin sistem kekebalan tubuh tetap kuat, dan membantu menahan serangan virus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pola makan mahasiswa semester II Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado selama masa Pandemic Covid-19. Jenis penelitian  yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi berjumlah 185 orang, sampel berjumlah 111 responden. Instrumen pengumpulan data yaitu dengan kuesioner google forms, analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berumur 19-20tahun, berjenis kelamin perempuan. Pola Makan Mahasiswa semester II Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi semua dalam kategori cukup yaitu 100% , dan tidak ada responden yang memiliki kategori kurang. Kata Kunci : Pola Makan, Mahasiswa Semester II, COVID-19 ABSTRACTEating behavior is a term that describes a person's behavior towards eating frequency, eating style, eating preferences, and food choices. Food is a basic human need, the intake of food consumed will determine a person's nutritional status. During a pandemic a healthy diet will ensure that the immune system remains strong, and helps resist viral attacks. The purpose of this study was to describe the dietary patterns of the second semester students of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, Manado during the Covid-19 Pandemic. This type of research is descriptive research. The population is 185 people, the sample is 111 respondents. The data collection instrument was the google forms questionnaire, data analysis was carried out univariately. The results showed that most of the respondents aged 19-20 years were female. Diet of the second semester students of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, were all in the moderate category, namely 100%, and there were no respondents who were in the poor category. Keywords : Dietary Habit, Semester II Student, COVID-19
Gambaran Perilaku Makan pada Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Rares, Belina Pingkan Sultika; Punuh, Maureen I.; Malonda, Nancy S.H.
KESMAS Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masairemaja perubahan perilaku makan dapat terjadi berupa perilaku makan berisiko dan perilaku makan tidak berisiko. Perilaku makan berisiko adalah kebiasaan makan dimana baik secara kualitas maupun kuantitas tidak terpenuhi, sehingga akan berisiko pada gangguan makan. Perilaku makan tidak berisiko dimana kebutuhan gizi terpehuni baik kualitas maupun kuantitas. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran perilaku makan pada mahasisiwi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi. Penelitian iniimerupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi survei deskriptif, dilaksanakan bulan Februari-September 2021 di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi dengan jumlah sampel sebanyak 134 responden yang diambil melalui teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan kuesioner EatingiAttitudes Test-26 (EAT-26) untuk mengukur gejala dan sifat mengenai perilaku makan, dalam bentuk google form. Analisis dataiyang digunakan analisis univariat. Hasil penelitianimenunjukkan mahasiswi yang memiliki perilaku makan tidak berisiko sebesar 61,9% dan mahasiswi yang memiliki perilaku makan berisiko sebesar 38,1%. Kata Kunci: Perilaku Makan, Mahasiswi ABSTRACTIn adolescence, changes in eating behavior can occur in the form of risky eating behavior and non-risky eating behavior. Risky eating behavior is eating habits where both quality and quantity are not met, so it will be at risk for eating disorders. Eating behavior is not at risk where nutritional needs are met both in quality and quantity. The purpose of the study was to describe the eating behavior of students from the Faculty of Public Health Sam Ratulangi University. This research is a quantitative study with a descriptive survey study design, carried out in February-September 2021 at the Faculty of Public Health Sam Ratulangi University with a total sample of 134 respondents taken through the sampling jenuh technique. The instrument used was the Eating AttitudesiTest-26 (EAT-26) questionnaire to measure symptoms and traits regarding eating behavior, in the form of a google form. Data analysis used univariate analysis. The results showed that female students who had no-risk eating behavior were 61.9% and female students who had risk-eating behavior were 38.1%. Keywords: Eating Behaviors, Female Students 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KONSUMSI MIE INSTAN PADA MAHASISWA TORAJA DI MANADO Mendila, Kristy; Malonda, Nancy S.H.; Maino, Irny E.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47049

Abstract

Mie instan dikonsumsi secara luas oleh masyarakat, khususnya mahasiswa. World Instant Noodles Association (WINA) mencatat Indonesia peringkat kedua dalam peringkat permintaan mie instan tahun 2019-2023. Penelitian Rusmevichientong tahun 2021 menemukan bahwa kandungan MSG yang terkandung pada mie instan dapat berpengaruh pada terjadinya metabolic syndrome pada wanita, yang dapat menyebabkan adanya tekanan darah tinggi atau hipertensi. Penelitian ini dilakukan pada Organisasi Ikatan Mahasiswa Toraja di Manado (IKMA TORNADO) dengan melibatkan 74 responden dengan jenis penelitian deskritif analisis univatiat dan bivariat. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dan data dikumpulkan melalui kuesioner, serta dianalisis menggunakan uji chi-square dan uji exact fisher. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku konsumsi mie instan (p=0,034). Terdapat hubungan antara pengaruh orang tua dengan perilaku konsumsi mie instan (p=0,004). Terdapat hubungan antara pengaruh teman sebaya dengan perilaku konsumsi mie instan (p=0,020). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, sebagian besar mahasiswa IKMA TORNADO sering mengonsumsi mie instan dan sebagian besar memiliki pengetahua kurang baik mengenai mie instan. Mahasiswa di IKMA TORNADO sebagian besar terpengaruh oleh orang tua dalam mengonsumsi mie instan. Mahasiswa di IKMA TORNADO sebagian besar terpengaruh oleh teman sebaya dalam mengonsumsi mie instan. Kata Kunci: pengetahuan, pengaruh orang tua, pengaruh teman sebayaa, perilaku konsumsi mie instan
Gambaran Asupan Zat Gizi Makro pada Remaja Putri di Kelurahan Paslaten Kecamatan Tomohon Timur Kota Tomohon Pojoh, Alda R.; Malonda, Nancy S.H.; Punuh, Maureen I.
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/nad0h472

Abstract

Tubuh memerlukan zat gizi makro yang besar dan fungsinya ialah untuk menyediakan atau menghasilkan energi. Energi dengan jumlah yang tidak sesuai ini nantinya akan dapat menyebabkan tubuh menjadi tidak seimbang, yang berimplikasi terhadap kurangnya berat badan individu tersebut, dan begitu juga sebaliknya. Kekurangan asupan energi terhadap remaja putri ini akan berimplikasi buruk, sebagai misalnya ialah kerentanan terhadap infeksi, resiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), anemia, kekurangan energi kronis (KEK), dan lain sebagainya. Tujuan dari penelitian ini ialah agar dapat mengetahui gambaran asupan zat gizi makro pada remaja putri di Kelurahan Paslaten Kecamatan Tomohon Timur Kota Tomohon. Penelitian ini Untuk penelitian ini, jenis penelitiannya ialah berupa penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survei deskriptif, tempat pelaksanaan di Kelurahan Paslaten Satu dan Paslaten Dua Kecamatan Tomohon Timur Kota Tomohon dan waktu pelaksanaan pada bulan Maret 2021 sampai Maret 2022.. Subjek penelitian ini adalah remaja putri di Kelurahan Paslaten Satu dan Paslaten Dua, dengan jumlah sampel sebanyak 76 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Food Record selama 2 hari yang dibagikan secara online maupun langsung, timbangan berat badan digital merk GEA dengan ketelitian 0,1 kg dan alat ukur tinggu badan (microtoise) merk GEA dengan ketelitian 0,1 cm. Pengolahan data menggunakan aplikasi Nurtrisurvey dan aplikasi SPSS dengan analisis univariat. Hasil penelitian yang didapatkan ialah mayoritas responden penelitian mempunyai tingkatan asupan karbohidrat yang kurang, dengan jumlahnya ialah 64 orang (84,2%), tingkatan untuk asupan protein yang kurang ialah sejumlah 43 orang (56,6 %) dan tingkatan untuk asupan lemak yang kurang ialah sejumlah 58 orang (76,3 %).