Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search
Journal : KESMAS

GAMBARAN KESEHATAN LINGKUNGAN SEKOLAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TONGKAINA TAHUN 2018 Roat, Charly; Barens, Woodford B. S.; Kawatu, Paul A. T.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya kesehatan lingkungan merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia, biologi dan sosial yang memungkinkan setiap masyaraka tmencapai derajat kesehatan yang setinggi - tingginya. Lingkungan sehat mencakup lingkungan permukiman, tempat kerja, tempat rekreasi, serta tempat dan fasilitas umum. Sanitasi dasar merupakan syarat kesehatan lingkungan minimal yang harus dipunyai oleh setiap masyarakat untuk memenuhi keperluan sehari - hari. Ruang lingkup sanitasi dasar yakni sarana penyediaan air bersih, sarana jamban keluarga, sarana pembuangan sampah, dan sarana pembuangan air limbah. Tujuan Penelitian ini adalah gambaran kesehatan lingkungan sekolah diwilayah kerja Puskesmas Tongkaina tahun 2018. Penelitian ini yaitu observasional deskriptif yang dilakukan pada bulan Oktober – November tahun 2018 di Wilayah Kerja Puskesmas Tongkaina total populasi berjumlah 8 Sekolah. Kesehatan lingkungan sekolah dinilai menggunakan formulir inspeksi kesehatan lingkungan sekolah melalui observasi langsung dengan pengukuran berdasarkan total nilai dari 38 pertanyaan dalam kuisioner. Data dianalisis secara deskriptif untuk menentukan apakah kesehatan lingkungan sekolah memenuhi syarat atau tidak. Terdapat 7 sekolah (87,5%) di wilayah kerja puskesmas Tongkaina yang tidak memenuhi syarat kesehatan dengan jumlah skor <70% dari 5 indikator dan termasuk kriteria utama minimal. Sedangkan hanya 1 sekolah (12,5%) yang memenuhi syarat kesehatan dari 5 indikator dengan jumlah skor ≥70% dan merupakan kriteria utama minimal.  ABSTRACT Environmental health efforts are one of the methods taken to realize the quality of a healthy, physical, chemical, biological and social environment that enables each community to achieve the highest degree of health. A healthy environment includes residential environments, workplaces, recreational areas, and public places and facilities. Basic sanitation is a minimum environmental health requirement that must be owned by every community to meet daily needs. The scope of basic sanitation is the provision of clean water, family toilet facilities, waste disposal facilities, and waste water disposal facilities. The purpose of this study is to describe the health of the school environment in the working area of Tongkaina Health Center in 2018. This study was observational descriptive conducted in October - November in 2018 in the Tongkaina Health Center Working Area with a total population of 8 Schools. School environmental health was assessed using the school environment health inspection form through direct observation with measurements based on the total value of 38 questions in the questionnaire. Data were analyzed descriptively to determine whether the health of the school environment fulfilled the requirements or not. There were 7 schools (87.5%) in the working area of Tongkaina health center that did not meet health requirements with a score of <70% of the 5 indicators and included the main criteria at a minimum. Whereas only 1 school (12.5%) fulfills the health requirements of the 5 indicators with a score of ≥70% and is the minimum main criteria.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT. PLN (PERSERO) UNIT INDUK WILAYAH SULAWESI UTARA, SULAWESI TENGAH DAN GORONTALO Mudjimu, Pamela; Kawatu, Paul A. T.; Kaunang, Wulan P. J.
KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah bagian sistem manajemen yang meliputi struktur organisasi perusahaan, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, implementasi, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka mengendalikan risiko yang berkaitan dengan kegiatan di tempat kerja agar dapat tercipta tempat kerja yang aman, efesien dan produktif. Tujuan penelitian ialah untuk menganalisis penerapan sistem manajemen K3 di PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Suluttenggo dengan menggunakan metode kualitatif yang melibatkan 5 orang informan. Dari hasil penelitian di PT. PLN (Persero) UIW Suluttenggo, dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Suluttenggo telah berjalan dengan baik sesuai dengan PP RI No. 50 tahun 2012 tentang penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Kata Kunci : Penerapan SMK3, SMK3 ABSTRACTThe Occupational Safety and Health Management System (OSHMS) is part of the management system covering the organizational structure of the company, planning, responsibility, implementation, achievement, assessment and maintenance of Occupational safety and health policy with the purpose of risk control relating to work activities in the workplace in order to create a safe, efficient and productive workplace. This research aims to analyse the implementation of Occupational Safety and Health Management System in PT. PLN (Persero) Suluttenggo Region Unit with the used of qualitative methods included 5 people as the informants. Based on the results of the research in PT. PLN (Persero) Suluttenggo Region Unit, it was found that the implementation of occupational safety and health in PT. PLN (Persero) Suluttenggo Region Unit has been well-established in accordance with Rep. of Indonesia Government Ordinance Number 50 year 2012 on implementing occupational safety and health management system. Keywords : Implementation of OSHMS, OSHMS
GAMBARAN PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA RUMAH SAKIT (K3RS) DI RSUD MARIA WALANDA MARAMIS KABUPATEN MINAHASA UTARA Mongdong, Stinky Renaldo; Kawatu, Paul A. T.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit memiliki potensi bahaya yang disebabkan oleh faktor fisik, kimia, biologi, ergonomi, dan psikososial. Potensi bahaya yang begitu banyak, mengharuskan rumah sakit menerapkan upaya kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit (K3RS). K3RS bertujuan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan bagi sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pendamping pasien, pengunjung, maupun lingkungan rumah sakit melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di rumah sakit. Jenis penelitian adalah kualitatif untuk menggambarkan pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit (K3RS) di RSUD Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai dengan November 2019. Hasil penelitian menunjukan program pelayanan kesehatan kerja yang telah terlaksana namun belum optimal berjumlah 9 program sedangkan yang belum terlaksana berjumlah 1 program. Program pelayanan keselamatan kerja yang terlaksana dengan baik berjumlah 1 program, yang terlaksana namun belum optimal berjumlah 8 program dan 1 program yang belum terlaksana. Kesimpulan yang didapat pelaksanaan program K3RS sudah berjalan namun belum maksimal. Saran yaitu perlu menambah tenaga kerja yang berkompeten di bidang ergonomi dan K3RS, perlu dilakukan sosialisasi tentang K3RS, dan perlu menambah sarana prasarana tanggap darurat. Kata kunci: Pelaksanaan Program K3RS ABSTRACTHospitals have potential hazards caused by physical, chemical, biological, ergonomic, and psychosocial factors. The potential hazards are so numerous, requiring hospitals to implement hospital health and safety efforts (K3RS). K3RS aims to guarantee and protect the safety and health of hospital human resources, patients, patient companions, visitors, and the hospital environment through efforts to prevent occupational accidents and illnesses caused by work in hospitals. This type of research is qualitative to illustrate the implementation of a hospital's occupational health and safety program (K3RS) at Maria Walanda Maramis Regional Hospital in North Minahasa Regency. When the study was conducted in May to November 2019. The results showed that the work health service program that has been implemented but not yet optimal amounted to 9 programs while those that have not been implemented totaled 1 program. Work safety service programs that have been implemented well amount to 1 program, which have been implemented but not yet optimally, amounting to 8 programs and 1 program that has yet to be implemented. The conclusions obtained from the implementation of the K3RS program are already running but not yet maximally. Suggestions are that it is necessary to add competent workforce in the field of ergonomics and K3RS, socialization of K3RS needs to be done, and need to increase the infrastructure of emergency response infrastructure. Keywords: Implementation of Hospital Health and Safety Program
PENGETAHUAN,SIKAP DAN TINDAKAN MASYARAKAT DI WILAYAH KABUPATEN MINAHASA UTARA TENTANG PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF Ratag, Budi T.; Kawatu, Paul A. T.
KESMAS Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif menjadi salah satu faktor yang berkontribusi penting dalam pertumbuhan anak dimana ASI sangat bermanfaat untuk pemenuhan kebutuhan gizi anak.World Health Organization merekomendasikan pemberian ASI Eksklusif sampai dengan 6 bulan. Secara nasional berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015, dilaporkan bahwa cakupan pemberian ASI Eksklusif di Provinsi Sulawesi Utara tergolong rendah (26,3%) dan berada di bawah angka rata-rata nasional (55,7%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat di Kabupaten Minahasa Utara tentang pemberian ASI Eksklusif serta menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap dengan tindakan terkait pemberian ASI Eksklusif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang bersifat survei/observasional analitik dengan desain studi potong lintang (cross-sectional study) dan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Wori Kabupaten Minahasa Utara selama bulan Mei-November 2017. Populasi pada penelitian ini adalah para Ibu dari anak balita usia 7 – 24 bulan. Sampel berjumlah 103 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan analisis data dengan Uji Chi square (CI=95%; α=5%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 54,4% responden yang berpengetahuan baik, 45,6% responden yang memiliki sikap baik serta 32% responden memberikan ASI Eksklusif pada anak balita dari umur 0-6 bulan. Nilai probabilitas untuk analisis bivariat dari variabel pengetahuan dan sikap dengan tindakan ASI Eksklusif berturut-turut sebesar 0.018 dan 0.851. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan dan tidak terdapat hubungan antara sikap dengan tindakan pemberian ASI Eksklusif responden.Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan, ASI EksklusifABSTRACTExclusive breastfeeding is one of the important factors contributing to children’s growth of which it is very beneficial for fulfillment of the need of children’s nutrition. World Health Organization has recommended exclusive breastfeeding until 6 month of age. Nationally, as based on the data of Indonesia Health Profile in 2015, it was reported that the realization of exclusive breastfeeding program in North Sulawesi Province was low (26.3%) and below national average (55.7%). This objectives of this research were to have description of knowledge, attitude and practices on exclusive breastfeeding of the community in the area of North Minahasa Regency and to find out the relationship of knowledge and attitude with the practices of exclusive breastfeeding. The type of this study is a quantitative and observational-analytic study with a cross-sectional study design which was carried out in the area of Wori Puskesmas (Community Health Center) of North Minahasa Regency in May to November 2017. The population was the mothers of the children aged 7-24 months and the number of samples was 103 respondents. Data collection was done using questionnaire and data analysis was performed using Chi Square Test (CI=95%, α=5%). The results showed that there were 54.4% respondents with good knowledge, 45.6% with good attitude and 32% of them practicing exclusive breastfeeding to Children Under Five aged 0-6 months. The probability value for bivariate analysis for knowledge and attitude with practices of exclusive breastfeeding were 0.018 and 0.851, respectively. In conclusion, there was a relationship between knowledge and practices and there was no relationship between attitude and practices among the respondents.Keywords: Knowledge, Attitude, Practices, Exclusive Breastfeeding
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DAN KEPUASAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BITUNG L, Tisa V.; Kawatu, Paul A. T.; Sondakh, Ricky C.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres kerja banyak dialami oleh tenaga kerja. Salah satu faktor yang menyebabkan tenaga kerja cenderung mengalami stres kerja yaitu beban kerja yang berlebih. Tingkat pembebanan yang terlalu tinggi dialami oleh pekerja memungkinkan pemakaian energi yang berlebihan sehingga menyebabkan terjadinya overstres. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dan kepuasan kerja dengan stres kerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Bitung. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study yang dilaksanakan pada bulan Januari-Juni 2017 dan teknik pengambilan sampel menggunakan rancangan cross-sectional study, dan mengambil sampel berjumlah 89 perawat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah di uji validitasnya. Uji hubungan dengan Spearman a= 0,05.perawat yang mengalami sangat stres 55 ( 61,8%), perawat mengalami beban kerja sedang 71 (79,8%) dan perawat mengalami cukup puas 44 (49,4%). Terdapat hubungan antara beban kerja dan stres kerja pada perawat di Rumah sakit Umum Daerah Bitung dengan nilai p value 0,000 dan terdapat hubungan kepuasan kerja dengan stres kerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Bitunng dengan Nilai p value 0,011.Kata Kunci: Beban Kerja, Kepuasan Kerja, Stres Kerja.ABSTRACTWorkplace stress is experienced by many workers. One factor that cause workers tend to experience work related stress is excessive workload. Excessive work load experienced by workers require excessive use of energy that can result overstress. The purpose of this study was to understand the relationship of workload and job satisfaction to work stress of nurses at Bitung Regional General Hospital. This study used analytic survey method with cross sectional study design conducted from January until June 2017. Sampling was done using cross-sectional study design, and 89 nurses were selected as sample. The data were collected with questionnaire that had been tested for its validity. Correlation test was carried out with Spearman test at α = 0.05. The study revealed that 55 (61,8%), nurses suffering stress at work, 71 (79,8%) nurse experiencing moderate workload and 44 (49,4%). nurses with job dissatisfaction. There was correlation of work load to work stress of nurses at Bitung Regional General Hospital (p = 0.000) and there was correlation of job satisfaction to work stress of nurses at Bitung Regional General Hospital (p = 0.011).Keywords: Workload, job satisfaction, work stress.
GAMBARAN KELUHAN NYERI PUNGGNUNG PADA PENGENDARA OJEK ONLINE DI KOTA MANADO Waworuntu, Zakaria; Kawatu, Paul A. T.; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri punggung adalah gangguan yang diakibatkan dari posisi tubuh yang salah dalam bekerja sehingga terjadi rasa nyeri pada daerah tulang belakang bagian punggung. Peregangan otot dan bertambahnya usia menjadi penyebab terjadinya nyeri, dan kurangnya olahraga juga menjadi salah satu penyebab terjadinya nyeri di bagian punggung. Berdasarkan hasil dari penelitian awal dan wawancara, 8 sampai 10 pengendara ojek online mengalami keluhan nyeri punggung. Untuk itu penelitian keluhan nyeri punggung belum pernah dilakukan penelitian. Sehinga peneliti tertarik untuk mengangkat penelitian ini dengan judul gambaran keluhan nyeri punggung  pada pengendara ojek online  di Kota Manado.  Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 100 responden. Variabel yang diteliti yaitu keluhan nyeri punggung pada pengendara ojek online. Instrumen  yang di gunakan yaitu kuesioner, alat tulis menulis dan kamera. Penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden yang memiliki kuluhan nyeri punggung dengan tingkat keluhan nyeri punggung sering dengan jumlah 56 reponden (56%). Sedangkan responden yang memiliki keluhan nyeri punggung jarang 44 responden (44%). Dalam penelitian ini yaitu keluhan nyeri punggung pada pengendara ojek online terdapat sering mengalami keluhan nyeri Punggung.                 Kata Kunci: Keluhan Nyeri Pada Ojek Online ABSTRACTBack pain is a disorder resulting from an incorrect body position in work so the pain on the back of the spine area. Stretching the muscles and increasing age causes the onset of pain, and a lack of exercise is also one of the causes of the occurrence of pain in the back. Based on the results of the initial research and interviews, 8 to 10 online taxi riders experience a complaints of back pain. To that complaint back pain research has not been done the research. For researchers interested in lifting the study entitled an overview of complaints of back pain on motorists taxi online at Manado. Type of this research is descriptive research. The number of samples as many as 100 respondents. The variables examined, i.e. complaints of back pain on motorists taxi online. Instruments in use i.e. questionnaires, stationery writing and camera. This research showed that the majority of respondents who have a kuluhan back pain with frequent back pain complaint levels with a total of 56 reponden (56%). While respondents who have complaints of back pain rarely 44 respondents (44%). In this study i.e. back pain complaints on taxi riders there are online often have complaints of back pain. Keywords: Pain Complaints On Taxi Online
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DAN ASUPAN KALORI DENGAN KELELAHAN KERJA PADA NELAYAN DI KELURAHAN POSOKAN KECAMATAN LEMBEH UTARA KOTA BITUNG Masengi, Mega E. P; Kawatu, Paul A. T.; Malonda, Nancy S. H.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan kerja merupakan suatu masalah kesehatan yang umum dijumpai dikalangan tenaga kerja. Kelelahan kerja dapat dipengaruhi oleh beban kerja dan asupan kalori. Setiap pekerja dapat bekerja sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri, untuk itu diperlukan penyerasian antara kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja. Asupan kalori bagi pekerja ditujukan untuk mengupayakan daya kerja yang optimal sesuai dengan beban kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara beban kerja dan asupan kalori dengan kelelahan kerja pada nelayan di Kelurahan Posokan Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung.Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Dilakukan pada bulan Juni-Oktober 2018. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 111 nelayan. Jumlah sampel yaitu 35 nelayan yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. Insturmen yang digunakan yaitu Alat Reaction timer, kuesioner dan alat peraga food model. Analisis yang digunakan yaitu analisis bivariat dan univariat dengan menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian berdasarkan uji spearman rank diperoleh hasil tingkat kelelahan kerja kategori ringan sebanyak 22.9%, tingkat kelelahan kerja kategori sedang sebanyak 42.9% dan tingkat kelelahan kerja kategori berat sebanyak 34.3%. beban kerja kategori sedang sebanyak 34.3% dan beban kerja kategori berat sebanyak 65.7%. Asupan kalori kategori cukup sebanyak 40% dan asupan kalori kategori kurang sebanyak 60%. Hasil uji didapatkan p=0,004 dan r=0,475 untuk kelelahan kerja dan beban kerja sedangkan p=0,001 dan r=-0,536 untuk kelelahan kerja dan asupan kalori. Kesimpulan terdapat hubungan antara beban kerja dan kelelahan kerja, terdapat hubungan antara asupan kalori dengan kelelahan kerja pada nelayan di Kelurahan Posokan Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung.Kata Kunci : Kelelahan kerja, Beban kerja, Asupan kalori, NelayanABSTRACTWork fatique is a health problem that commonly encountered among workers. Work fatique becomes on of the biggest factor that caused work accident. Work fatique can be influenced by workload and calorie intake.every workers can work safe without putting them self in danger,so it takes compabitibillity between work capacity,workload and work enviroment. Calorie intake can affect availabillity of someones’s energy. Calorie intake for workers is intended for optimum work force according to their work load. This research aims to find out the relationship between Workload and calorie Intake with Work exaushtion on Fisherman at Posokan,Sub district Lembeh Utara,Bitung city,North Sulawesi.This research uses study aproach cross sectional. This research was conducted on June-October 2018. The total population of this research is 111 fishermen,total sample is 35 fishermen who meets the criteria inclusion and excluson. Instruments that was use in this research are Rection Timer,Questionarre, and Food Models. Analysis that was use in this reearch are Univariat and Bivariat by using Spearman Rank.The result of this research recording to Spearman Rank,obtained the result of work exaushtion level, light category 22.9%,level of work exaushtion middle level 42.9%, and work exaushtion level high is 34.3%. Workload middle category 34.3% and workload heavy category is 65.7%. Enaugh calorie intake 40% and less calorie intake is 60%. The results are obtained p=0,001 and r=-0,536 for work exaushtion and calorie intake.The conclusion are,there is a relationship between workload with work fatique and relationship between calorie intake with work fataque on fishermen in Posokan, North Lembeh,Bitung city.Keywords: Workfatique, Workload, Calorie intake, Fishermen
HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA DAN POSISI KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL PADA PEKERJA PEMBUAT BABI GULING DI KELURAHAN KOLONGAN KOTA TOMOHON Mongkareng, Eucenny R.; Kawatu, Paul A. T.; Maramis, Franckie R. R.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab keluhan musculoskeletal perenggangan otot yang berlebihan, aktivitas berulang dan sikap kerja yang tidak alamiah. Faktor resiko terjadinya keluhan musculoskeletal adalah faktor individu, faktor pekerjaan dan faktor lingkungan. Posisi tubuh dengan sikap kerja yang tidak sesuai atau tidak ergonomi yang dilakukan seseorang yaitu pada saat melakukan pekerjaannya yang  dapat menyebabkan keluhan musculoskeletal Tujuan  dalam Penelitian  adalah Untuk Mengetahui Hubungan Antara Masa Kerja dan Posisi Kerja dengan Keluhan Musculoskeletal pada Pekerja Pembuat Babi Putar di Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon. Jenis Penelitian yaitu dengan  menggunakan penelitian observasional analitik dengan cara  pendekatan cross sectional study  yang dilakukan pada bulan Oktober-Desember tahun 2018 Pemilik Usaha Pembuat Babi Bakar di Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon dengan jumlah responden sebesar 40 responden. Penelitian ini menggunakan  kuesioner dan aplikasi komputer sebagai instrumen penelitian.  Pengolahan data dengan uji Chi-Square dengan α= 0,05. Masa Kerja  ≥ 5 tahun sebesar 60% ,  Masa Kerja < 5 tahun sebesar 40% pada pekerja pembuat babi guling dan Posisi Kerja Tinggi sebesar 87,5%, Posisi Kerja Ringan sebesar 12,5% pada  pekerja pembuat babi guling, Keluhan Musculoskeletal  Tinggi sebesar 70% dan Keluhan Musculoskeletal  Ringan sebesar 30 % pada  pekerja pembuat babi di Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon. Kata Kunci : Masa Kerja, Posisi Kerja, Keluhan Musculoskeletal ABSTRACTthe cause of compliance of musculoskeletal  that relates to the extensive muscle stretch, the continuous and unnatural work behavior. The risk factor of  musculoskeletal complaints are; individual factor, work factor, and environmental factor. The body position or unsuitable working behavior or the inconveniency when the work is done by someone that could cause musculoskeletal complaints. The purpose of this research is to know the relationship between work period and work position with musculoskeletal compliance against whole roasted pig labors in Kolongan, Middle Tomohon  district, Tomohon city. Analytical analysis study is used for this research using cross sectional study approach that is done between October-December year 2018 period with 40 respondents of whole roasted pig in Kolongan, Middle Tomohon  district, Tomohon city. This research is using questionnaires and computer application as instruments to process the data. The data is processed with Chi-square test with α= 0,05. work period ≥ 5 year is 60%, work period < 5 is 40% on whole roasted pig labors and the high result on work position is 87,5%, low result on working position is 12,5% on whole roasted pig labors, high result on Musculoskeletal compliance is 70% and light result on  Musculoskeletal  is 30 % on whole roasted pig labors in Kolongan, Middle Tomohon district, Tomohon city. Keywords: Work Period, Work Position, Musculoskeletal compliance
GAMBARAN PELAKSANAAN PELAYANAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA RUMAH SAKIT DI RUMAH SAKIT UMUM GMIM BETHESDA TOMOHON Lalogiroth, Fellia F.; Kawatu, Paul A. T.; Langi, Fima L. F. G.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit merupakan tempat yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan, maka dari itu rumah sakit bertanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan K3RS untuk menjamin dan melindungi sumber daya manusia rumah sakit melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di rumah sakit. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan informan berjumlah 5 (lima) orang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan September 2019. Hasil penelitian ini yaitu sebagian besar pelayanan K3RS telah dilaksanakan, diantaranya yaitu pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja, penanganan SDM yang sakit, koordinasi tentang pencegahan dan pengendalian infeksi, pelaksanaan dan pembinaan serta pengawasan kesehatan dan keselamatan sarana, prasarana dan peralatan kesehatan dan yang belum terlaksana dengan baik yaitu pemeriksaan kesehatan berkala dan khusus, pendidikan atau pelatihan tentang K3, pelaksanaan kegiatan surveilans kesehatan kerja, dan evaluasi kegiatan pelayanan kesehatan dan keselamatan kerja, program untuk meningkatkan kesehatan badan dan kondisi mental SDM rumah sakit, pemantauan lingkungan kerja dan ergonomi, penyesuaian peralatan kerja terhadap SDM rumah sakit, pengawasan terhadap lingkungan kerja, sanitar, perlengkapan keselamatan kerja, manajemen sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran, pelatihan K3 untuk semua SDM rumah sakit, pelaporan kejadian nyaris celaka dan celaka, rekomendasi mengenai perencanaan tempat kerja terkait keselamatan. Kesimpulan pelaksanaan pelayanan kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit sudah berjalan namun belum maksimal. Disarankan agarperan tim K3RS bisa berjalan lebih maksimal dan diawasi langsung oleh pihak manajemen rumah sakit. Kata kunci : Pelaksanaan pelayanan K3RS ABSTRACTHospital is a place that has a high risk to safety and health, therefore hospital has responsibility to undertake Hospital?s Health and Safety programs in order to guarantee and protect the hospital?s human resources through efforts to prevent occupational accidents and diseases that caused by working in the hospital. This type of research is a qualitative study with 5 (five) informants. This research was conducted in July to September 2019. The results of this study are that most out health and safety activities at the hospital services have been carried out, including health checks before work, handling ill human resources, coordination about infection prevention and control, implementation and guidance and supervision of health and safety of facilities, infrastructure and health equipment and those that have not been well implemented are periodic and special health checks, education or training on occupational health and safety, the implementation of occupational health surveillance activities, and evaluation of occupational health and safety services, programs to improve body health and mental condition of hospital human resources, work environment monitoring and ergonomics, adjustments of work equipment to hospital human resources, supervision of the work environment, sanitary ware, work safety equipment, fire prevention and management system management, occupational health and safety training for all hospital human resources, reporting near miss and woe events, recommendations regarding workplace planning related to safety. Conclusion the implementation of hospital health and safety services has been running but has not been maximized. It is recommended that the role of the health and safety activities at the hospital services team can run more optimally and be supervised directly by the hospital management. Keywords: Implementation of hospital occupational health and safety
ANALISIS PENERAPAN SISTEM TANGGAP DARURAT KEBAKARAN DI PT. PERTAMIN TERMINAL BAHAN BAKAR MINYAK BITUNG Syaefudin, Tesa L. M.; Kawatu, Paul A. T.; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran serta kerugian terhadap kehidupan lingkungan disebabkan oleh api yang tidak terkendali, maka diharapkan perusahaan dapat melaksanakan upaya pencegahan dan penanggulangan terjadinya bahaya kebakaran (Sari, 2010). Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan timbulnya kebakaran, PT. Pertamina TBBM Bitung telah menerapkan upaya-upaya dalam menanggulangi keadaan darurat kebakaran. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis Sistem Tanggap Darurat Kebakaran di PT. Pertamina TBBM Bitung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data secara in-depth interview (wawancara mendalam), terhadap 5 informan yang terdiri dari On-Scene Commander, Deputy ERC, Koord. Maintenance Support, Nozzle Man, dan satu orang Pekerja. Hasil penelitian menunjukan PT. Pertamina TBBM Bitung mengikuti pedoman Tata Kerja Organisasi (TKO) keadaan darurat yang dikeluarkan oleh PT. Pertamina (Persero). Tinjauan awal yang dilakukan meliputi identifikasi keadaan darurat, identifikasi bahaya dan penilaian resiko, identifikasi sumber/ bahan potensi bahaya dan identifikasi terhadap Sistem Tanggap Darurat Kebakaran. Dalam perencanaan Sistem Tanggap Darurat Kebakaran  ini telah memiliki fasilitas dan sarana penunjang dalam penanggulangan keadaan darurat kebakaran berupa Pompa pemadam, jeep fire, hydrant, APAR, APAB, sprinkler yang ada disetiap tangki di area perusahaan. Untuk Pengorganisasian dan Sistem Komunikasi PT. Pertamina TBBM Bitung telah membuat Struktur Organisasi Keadaaan Darurat (OKD) serta sudah ada instruksi kerja dan prosedur penanganannya. Ada rencana pemulihan apabila terjadi keadaan darurat kebakaran. Melakukan inspeksi dan audit POSE maupun audit ISRS terhadap sarana dan fasilitas penanggulangan keadaan darurat. Evaluasi dilakukan terhadap sarana penunjang dan sistem penanggulangan keadaan darurat kebakaran. Pengendalian dan Penanggulangan dilakukan sebelum bekerja dan saat bekerja. Kata Kunci : Tanggap Darurat Kebakaran, Kebakaran ABSTRACTFires and losses on life environment caused by uncontrolled fire, then expected the company can carry out prevention efforts and countermeasures of occurrence of fire hazard (Sari, 2010). To anticipate the various possibilities of the incidence of fire, PT. Pertamina TBBM Bitung have implemented efforts in tackling a fire emergency. This research was conducted aiming to analyze the system of emergency response fire in PT. Pertamina TBBM Bitung. This research uses qualitative research methods with data collection in in-depth interviews (in-depth interviews), against 5 informants consisting of On-Scene Commander, Deputy ERC, the Koord. Maintenance Support, the Nozzle Man, and one worker. The research results show the PT. Pertamina TBBM Bitung follows the guidelines of the Work of the Organization the grammar State of emergency issued by PT Pertamina (Persero). The initial review undertaken include the identification of the State of emergency, the identification of hazards and risk assessment, identification of sources/materials potential hazard identification and emergency response Systems against fire. In planning emergency response Systems these fires already have facilities and means of support in tackling the emergency fire Pump extinguisher, jeep in the form of fire, hydrant, APAR, APAB, existing sprinkler tank in every area of the company. For organizing and Communication System of PT. Pertamina TBBM Bitung have created organizational structures Form an emergency as well as the already existing work instructions and handling procedures. There is a recovery plan in the event of a fire emergency. Conduct inspections and audits as well as audit ISRS and POSES against the means and facilities to cope with emergencies. Evaluation of the means of supporting the emergency relief systems and fires. Control and Countermeasures do before work and at work. Keywords: Emergency Fire, Fire
Co-Authors Amin, Marsela D. Amisi, Marsella D. Anastasia, Nerva Andreas Renaldy Salmon, Andreas Renaldy Anwa, Tommy Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Aulia, Larasati Barael, Friska W. Barens, Woodford B. S. Basir, Farha Histisari Bawang, Jeferson Budi T. Ratag Duka, Zainal Muttaqin R. Emeralda, Gita K. Franckie R. R. Maramis Grace Debbie Kandou Grace Korompis Kapugu, Avinia Kasenda, Jeniffer Febriyanti Kattang, Sharon Gladyz Patricya Kojongian, Frily R. Kolibu, Febi K. Kumolontang, Merry Christylia L, Tisa V. Lalogiroth, Fellia F. Lasut, Dirga Simon Alvarez Maddusa, Sri Seprianto Mahmud, Intan W. Mandagi, Chreisye K. F. Manoa, Mirage Be Mantjoro, Eva M. Marasut, Junaldi Maringka, Ferlina Masengi, Mega E. P Masloman, Sumarty Amalia Maureen I. Punuh, Maureen I. Mongdong, Stinky Renaldo Mongkareng, Eucenny R. Mudjimu, Pamela Nancy S. H. Malonda Nasira, Azmi Nelwan, Jeini E. Ngenget, Cindy V. Nova Hellen Kapantow Pangkey, Claudia I. F. Pantow, Stivani S. Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rawung, Putri Bellatrix Reinaldy, Reinaldy Renaldi, Brian Rianna J Sumampouw Ricky C. Sondakh Roat, Charly Rumayar, Adisti . A. Rumengan, Selin R. Seguh, Finsensius Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Shirley E. S. Kawengian Simbage, Wika E. Solang, Marsela G. Soputan, Selly L. Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumakul, Hiskia Sumigar, Jesica T. Supit, Muhammad A. F. L. Syaefudin, Tesa L. M. Tambuwun, Jerro H. Tamon, Cecilya Umboh, Deanira I. Umboh, Deanira I. Waworuntu, Zakaria Wenur, Gavrila C. Woodford B. S. Joseph Wowor, Ribka Wulan P. J. Kaunang