Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search
Journal : KESMAS

HUBUNGAN SHIFT KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA OPERATOR STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM (SPBU) YANG ADA DI KOTA TOMOHON DAN KOTA TONDANO Solang, Marsela G.; Kawatu, Paul A. T.; Tucunan, Ardiansa A. T.
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan kerja merupakan masalah umum yang dialami para pekerja pada saat bekerja, salah satu faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja adalah shift kerja. Posisi kerja terus berdiri selama jam shift kerja operator SPBU tentunya sangat melelahkan dari survei awal operator SPBU yang ada di Kota Tomohon dan Kota Tondano gejala kelelahan yang sering terjadi pada operator SPBU yaitu seperti lesu, sering menguap dan nyeri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara shift kerja dengan kelelahan kerja pada operator SPBU yang ada di Kota Tomohon dan Kota Tondano. Penelitian ini digolingkan sebagai penelitian survei analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yang trdiri dari 56 rsponden, instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah reaction timer. Dengan menggunakan statistik uji statistic Mann-Withney U Test. Hasil sekaligus kesimpulan dari penelitian ini adalah p = 0,000 yang menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara shift kerja dengan kelelahan kerja pada operator SPBU yang ada di Kota Tomohon dan Kota Tondano, saran bagi operator SPBU dapat memanfaatkan waktu istirahat dengan baik, mengonsumsi makanan bergizi, dan melakukan peregangan saat merasakan penet. Kata Kunci : Shift Kerja, Kelelahan Kerja, Operator SPBU, Reaction Timer ABSTRACTWork fatigue is a common problem experienced by workers at work, one of the factors that affect work fatigue is work shifts. The position of work continued to stand during shift hours of gas station operators is certainly very tiring from the initial survey of gas station operators in Tomohon City and Tondano City. The purpose of this study is to determine the relationship between work shifts with work fatigue in gas station operators in Tomohon City and Tondano City. This research is classified as quantitative analytic survey research with cross-sectional approach. The population and sample in this study using a purposive sampling consisting of 56 respondents. The instrument used in this study is reaction timer, by using The Mann-Whitney U Test. The conclusion and result of is study is p = 0,000, wich shows that there is a significan relationship between work fatigue of gas station oprators in  Tomohon  and Tondano Cities, suggestions for gas station operators can make good use of breaks, consume nutritious food, and stretching while feeling the penetrator. Keywords : Work Shift, Work Fatigue, Gas Station Operator, Reaction Timer
HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DAN MOTIVASI KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PERAWAT DI RSU GMIM PANCARAN KASIH MANADO Umboh, Deanira I.; Kawatu, Paul A. T.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas kerja adalah ukuran yang menunjukkan pertimbangan antara input dan output yang dikeluarkan terus serta peran tenaga kerja yang dimiliki persatuan waktu. Produktivitas kerja bagi perawat adalah bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan secara terus menerus bagi seluruh komponen rumah sakit, peningkatan mutu hasil kerja oleh rumah sakit, untuk bekerja produktif, pekerjaan harus dilakukan dengan cara kerja dan lingkungan kerja yang memenuhi syarat kesehatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja diantaranya yaitu secara individual dipengaruhi oleh motivasi kerja serta secara organisasi dipengaruhi oleh stres kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara stres kerja dan motivasi kerja dengan produktivitas kerja pada perawat di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan menggunakan desain cross sectional study. Sampel penelitian ini adalah perawat dengan jumlah 56 responden. Analisis penelitian ini meliputi univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α= 0,05) menggunakan bantuan program komputer. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara stres kerja dengan produktivitas kerja (p= 0,022) serta terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan produktivitas kerja (p= 0,038). Kata kunci : Stres kerja, Motivasi kerja, Produktivitas kerja ABSTRACT Working productivity is a measure that shows consideration between input and output that is issued continuously and the role of labor that belongs to the time union. Working productivity for nurses is the evaluation material for continuous improvement for all hospital components, quality improvement of work by the hospital, to work productively, work must be done in a working way and a health-qualified work environment. Factors affecting work productivity are individually influenced by work motivation as well as organizations influenced by work stress. The purpose of this research is to find out if there is a relationship between occupational stress and work motivation with working productivity on the nurse in RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. This type of research is analytic survey research using cross sectional study design. This research sample is a nurse with a total of 56 respondents. The analysis of this research includes univariate and bivariate using the Chi-Square test with a degree of 95% (α = 0.05) using the help of computer programs. The results showed that there was a link between work stress and work productivity (P = 0.022) and there was a relationship between work motivation and work productivity (P = 0.038). Keywords: Work stress, Work motivation, Work productivity
HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DAN MOTIVASI KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PERAWAT DI RSU GMIM PANCARAN KASIH MANADO Umboh, Deanira I.; Kawatu, Paul A. T.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas kerja adalah ukuran yang menunjukkan pertimbangan antara input dan output yang dikeluarkan terus serta peran tenaga kerja yang dimiliki persatuan waktu. Produktivitas kerja bagi perawat adalah bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan secara terus menerus bagi seluruh komponen rumah sakit, peningkatan mutu hasil kerja oleh rumah sakit, untuk bekerja produktif, pekerjaan harus dilakukan dengan cara kerja dan lingkungan kerja yang memenuhi syarat kesehatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja diantaranya yaitu secara individual dipengaruhi oleh motivasi kerja serta secara organisasi dipengaruhi oleh stres kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara stres kerja dan motivasi kerja dengan produktivitas kerja pada perawat di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan menggunakan desain cross sectional study. Sampel penelitian ini adalah perawat dengan jumlah 56 responden. Analisis penelitian ini meliputi univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α= 0,05) menggunakan bantuan program komputer. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara stres kerja dengan produktivitas kerja (p= 0,022) serta terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan produktivitas kerja (p= 0,038). Kata kunci : Stres kerja, Motivasi kerja, Produktivitas kerja ABSTRACT Working productivity is a measure that shows consideration between input and output that is issued continuously and the role of labor that belongs to the time union. Working productivity for nurses is the evaluation material for continuous improvement for all hospital components, quality improvement of work by the hospital, to work productively, work must be done in a working way and a health-qualified work environment. Factors affecting work productivity are individually influenced by work motivation as well as organizations influenced by work stress. The purpose of this research is to find out if there is a relationship between occupational stress and work motivation with working productivity on the nurse in RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. This type of research is analytic survey research using cross sectional study design. This research sample is a nurse with a total of 56 respondents. The analysis of this research includes univariate and bivariate using the Chi-Square test with a degree of 95% (α = 0.05) using the help of computer programs. The results showed that there was a link between work stress and work productivity (P = 0.022) and there was a relationship between work motivation and work productivity (P = 0.038). Keywords: Work stress, Work motivation, Work productivity
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DAN STATUS GIZI DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEKERJA BAGIAN OPEN AREA DI PT. TROPICA COCOPRIMA DESA LELEMA KABUPATEN MINAHASA SELATAN Sumigar, Jesica T.; Kawatu, Paul A. T.; Korompis, Grace E. C.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas kerja merupakan suatu ukuran yang menyatakan bagaimana sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang optimal. Banyaknya persaingan-persaingan sekarang ini mengharuskan perusahaan memiliki pekerja yang produktivitas kerjanya baik agar bisa menghasilkan produk-produk yang berkualitas. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja diantaranya yaitu motivasi kerja dan status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara motivasi kerja dan status gizi dengan produktivitas kerja pada pekerja bagian open area di PT Tropica Cocoprima Desa Lelema Kabupaten Minahasa Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan menggunakan rancangan penelitian studi potong lintang. Penelitian ini dilakukan di PT. Tropica Cocoprima Desa Lelema Kabupaten Minahasa Selatan pada bulan Desember-Februari 2020. Sampel penelitian ini adalah pekerja bagian open area dengan jumlah 89 responden. Analisis penelitian ini meliputi analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji statistik chi square dengan tingkat kepercayaan 95% (α= 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan produktivitas kerja (p=0,000) serta terdapat hubungan antara status gizi dengan produktivitas kerja (p=0,027). Kata Kunci: Motivasi Kerja, Status Gizi, Produktivitas Kerja ABSTRACKWork productivity is a measure that states how resources are regulated and utilized to achieve optimal results. The many rivalries nowadays require that the company have a good working productivity in order to produce quality products. Factors that affect the productivity of work include motivation and nutritional status. The purpose of this research is to know whether there is a relationship between work motivation and nutritional status with working productivity on the open area worker at PT Tropica Cocoprima Lelema Village of South Minahasa Regency in December-February 2020. This type of research is analytic survey research using cross sectional study draft research. This research was conducted at PT. Tropica Cocoprima Village Lelema South Minahasa Regency in December-February 2020. The research samples are open area workers with a total of 89 respondents. The analysis of this research includes the univariate analysis and bivariate analysis using the Chi Square statistical test with a confidence level of 95% (α = 0.05). The results of this research show that there is a relationship between work motivation and work productivity (P = 0,000) and there is a relationship between nutritional status and working productivity (P = 0.027). Keywords: Work Motivation, Nutritional Status, Work Productivity
HUBUNGAN ANTARA UMUR DAN BEBAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DI KANTOR WILAYAH SATUAN PAMONG PRAJA KOTA MANADO TAHUN 2018 Soputan, Selly L.; Kawatu, Paul A. T.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja yaitu pekerjaan yang diberikan kepada petugas atau tenaga kerja yang melebihi dari kemampuan atau kapasitas bekerja seorang petugas satpolpp sehingga akan mengakibatkan suatu kesalahan dalam bekerja yang sama artinya dengan akan menurunnya produktivitas kerja dari seorang tenaga kerja atau satpolpp itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada hubungan antara umur dan beban kerja dengan produktivitas kerja pada satpolpp di kantor wilayah satuan polisi pamong praja Kota Manado. Jenis Penelitian yakni observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah seluruh petugas polisi pamong praja dengan jumlah sampel 96 responden yang menggunakan rumus lemeshow. Bertempat di kantor wilayah satuan polisi pamong praja kota manado pada bulan oktober-november 2018.Penelitian dilakukan dengan cara mengamati tingkat produktivitas dan beban kerja tenaga kerja dan disertai pengisian kuesioner. Uji yang  digunakan yaitu uji chi square p=0,005. Dari analisis data yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa antara umur dengan produktivitas p value = 0,890. dan  beban kerja dengan produktivitas kerja p value = 0,000. Sehingga kesimpulannya yakni bahwa Tidak terdapat hubungan antara umur dengan produktivitas kerja dan Terdapat hubungan antara beban kerja dengan produktivitas kerja petugas satuan polisi pamong praja di wilayah satuan polisi pamong praja kota manado Kata Kunci: Umur, Beban Kerja, Produktivitas kerja ABSTRACTThe workload that is the work that is given to the clerk or the workforce in excess of ability or capacity to work a satpolpp so that it will lead to an error in the work of the same meaning with will decrease in work productivity of a labor or satpolpp itself. The purpose of this research is to know there is a relationship between age and workload with work productivity at satpolpp at the Office police units area teachers ' praja Manado city. This type of research i.e. analytic observations with the approach of cross sectional. The subject is the entire teachers ' praja police officers with 96 total sample of respondents who used the formula lemeshow. Housed at the Office police units area teachers ' praja manado city in October-november 2018. Research done by observing the level of productivity of the workforce and workload and accompanied the filling of the questionnaire. Test used chi square test that is p = 0.005. From the data analysis that has been done can be known that between the age of productivity with p value = 0.890. and workload with work productivity p value = 0.000. So the conclusion is that there is no relationship between the aged with work productivity and there is a relationship between workload with a police unit officers working productivity teachers in the region police praja teachers ' praja manado. Keywords : Age, Workload, Work Productivity
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TENTANG KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI RUANG RAWAT INAP DI RSU GMIM PANCARAN KASIH MANADO Barael, Friska W.; Kawatu, Paul A. T.; Nelwan, Jeini E.
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang penerapan dan cara penanggulangan kecelakaan kerja pada tenaga di tempat kerja. Perawat merupakan tenaga kerja pelayanan kesehatan yang berinteraksi dengan pasien dalam kesehariannya paling tinggi dibandingkan dengan komponen lainnya di rumah sakit. Seorang perawat dalam melaksanakan manajemen K3 harus memiliki sikap yang sesuai dengan nilai-nilai kesehatan hal ini menjadi pendorong untuk perilaku sehat dan menjadi upaya dalam meningkatkan kesehatan dan keselamatan selama bekerja. kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang K3 dapat menyebabkan banyaknya kecelakaan kerja.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap perawat tentang kesehatan dan keselamatan kerja di ruang rawat inap di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Manado. Pada bulan Mei - September 2020. Responden ialah perawat di ruang rawat inap. Dengan jumlah sampel 92 responden didapatkan melalui kuesioner online pada Google form. Analisis data yang digunakan berupa analisis univariat.Hasil penelitian ini di dapatkan bahwa Gambaran pengetahuan dan sikap perawat di ruang rawat inap RSU GMIM Pancaran Kasih Manado berkategori baik Kata kunci : pengetahuan, sikap, kesehatan dan keselamatan kerja ABCTRACT Occupational health and safety (K3) is a branch of science that studies the application and ways of overcoming work accidents for workers in the workplace. Nurses are health service workers who interact with patients on a daily basis the highest compared to other components in the hospital. A nurse in carrying out K3 management must have an attitude that is in accordance with health values, this is a driving force for healthy behavior and an effort to improve health and safety during work. Lack of knowledge and awareness about K3 can cause a lot of work accidents. The purpose of this study is to describe the knowledge and attitudes of nurses about occupational health and safety in the inpatient room at GMIM Pancaran Kasih Hospital Manado. The research method used is descriptive research. This research was conducted at the General Hospital of GMIM Pancaran Kasih Manado. In May - September 2020. Respondents are nurses in inpatient rooms. With a sample size of 92 respondents obtained through an online questionnaire on Google form. The data analysis used was univariate analysis. The results of this study found that the description of the knowledge and attitudes of nurses in the inpatient room at RSU GMIM Pancaran Kasih Manado was categorized as good. Keywords: knowledge, attitude, occupational health and safety
GAMBARAN PERILAKU TENTANG APD PADA PEKERJA SPBBE DI DESA MATUNGKAS KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA Manoa, Mirage Be; Kawatu, Paul A. T.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor PER.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri pasal 2 pengusaha wajib menyediakan APD bagi pekerja atau buruh di tempat kerja sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan diberikan secara cuma-cuma.Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Sikap menggambarkan suka atau tidak suka seseorang terhadap suatu objek. Tindakan merupakan respon terhadap rangsangan yang bersifat aktif dan dapat diamati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 46 responden. Hasil penelitian dari yang diteliti menunjukkan bahwa pengetahuan responden kategori baik 91,3%, buruk 8,7%, sikap responden kategori baik 93,5%, buruk 6,5%, tindakan responden kategori baik 8,7%  dan buruk 91,3% .Simpulan dalam penelitian ini yaitu pengetahuan dan sikap kategori baik  persentase tinggi dibandingkan dengan tindakan yang persentasenya lebih rendah. Saran dalam penelitian adalah perusahaan diharapkan memperhatikan alat pelindung diri dengan terus mengikuti anjuran pemerintah dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Tindakan ABSRACTAccording to the Regulation of the Minister of Manpower and Transmigration of the Republic of Indonesia Number PER.08 / MEN / VII / 2010 concerning Personal Protective Equipment Article 2, employers are required to provide PPE for workers or laborers in the workplace in accordance with the Indonesian National Standard (INS) and it is given free of charge. Knowledge is the result of knowing and this is after people sense certain objects. Attitude describes whether someone likes or dislikes an object. Action is a response to stimuli that are active and observable. This study aims to determine the description of knowledge, attitudes and actions. The method used is descriptive quantitative. The sample used was 46 respondents. The results of the research studied showed that the respondents' knowledge was in the good category 91.3%, 8.7% bad,, the respondent's attitude was good 93.5%, bad 6.5%, the respondent's action was good category 8.7% and bad 91.3 %. The conclusion in this study is that the knowledge and attitude in the good category have a high percentage compared to actions with a lower percentage. The suggestion in this research is that companies are expected to pay attention to personal protective equipment by continuing to follow government recommendations in an effort to prevent workplace accidents.  Keywords : Knowledge, Attitude, Action
HUBUNGAN ANTARA POSISI KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA ANAK BUAH KAPAL DI PANTAI PELABUHAN PERIKANAN TUMUMPA KOTA MANADO Kasenda, Jeniffer Febriyanti; Kawatu, Paul A. T.; Sumampouw, Oksfriani J.
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan muskuloskeletal adalah suatu kondisi yang dapat mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang dan membuat seseorang merasakan keluhan dari yang sangat ringan dan sampai sangat sakit. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keluhan sistem muskuloskeletal yaitu: peregangan otot yang berlebihan, aktivitas berulang, sikap kerja atau posisi kerja tidak alamiah, faktor penyebab sekunder (tekanan, getaran dan suhu), serta faktor individu (umur, jenis kelamin, kebiasaan merokok, kesehatan jasmani, kekuatan fisik, dan ukuran tubuh). Posisi tubuh pekerja pada saat melakukan aktivitas kerja ditentukan oleh jenis pekerjaan yang dilakukan dan masing-masing posisi kerja mempunyai pengaruh yang berbeda-beda terhadap tubuh salah satunya dapat menyebabkan adanya keluhan muskuloskeletal. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan posisi kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada anak buah kapal di Pantai Pelabuhan Perikanan Tumumpa Kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan desain Cross Sectional (Potong Lintang), yaitu suatu penelitian yang digunakan untuk mempelajari suatu kejadian yang dilakukan secara bersama-sama atau sekaligus. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi spearman didapatkan nilai p value (0,000) dengan nilai α = 0,05 (p<0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara posisi kerja dengan keluhan muskuloskeletal dengan nilai r value (0,492) dengan tingkat kekuatan hubungan sedang dan tanda korelasi positif memiliki makna bahwa kedua variable memiliki arah hubungan yang searah. Kata Kunci: Posisi Kerja, Keluhan Muskuloskeletal, Pantai Pelabuhan Perikanan Tumumpa. ABSTRACTMusculoskeletal complaints are a condition that can interfere with the function of joints, ligaments, muscles, nerves and tendons, as well as the spine and make a person feel complaints from very mild to very painful. The factors that affect complaints of the musculoskeletal system are: excessive muscle stretch, repetitive activity, unnatural work attitudes or work positions, secondary causative factors (pressure, vibration and temperature), as well as individual factors (age, gender, smoking habit, physical health, physical strength, and body size). The position of the worker's body when carrying out work activities is determined by the type of work being performed and each work position has different effects on the body, one of which can cause musculoskeletal complaints. The purpose of this study was to determine the relationship between work position and musculoskeletal complaints on crew members at the Tumumpa Fishery Port Beach, Manado City. This research is an analytical survey research with a cross sectional design, which is a study used to study an event that is carried out simultaneously or at once. The results of data analysis using the Spearman correlation test obtained p value (0.000) with a value of α = 0.05 (p <0.05), this indicates that there is a relationship between work position and musculoskeletal complaints with r value (0.492) The strength of the relationship is moderate and the sign of positive correlation means that the two variables have a unidirectional relationship. Keywords: Work Position, Musculoskeletal Complaints, Tumumpa Fishing Port Beach.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Sumakul, Hiskia; Kawatu, Paul A. T.; Asrifuddin, Afnal
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah Amurang Kabupaten Minahasa Selatan memiliki 63 tenaga perawat yang terdiri dari 29 ASN dan 34 Honorer dengan waktu kerja hanya memiliki dua sift kerja. Peneliti melakukan penelitian tentang motivasi kerja dengan kinerja di tempat penelitian tersebut karena saat wawancara awal kepada perawat, ada yang mengeluhkan tentang beban kerja yang tinggi dengan memerlukan penanganan yang cepat, tentunya sangat berpengaruh terhadap kinerja dari perawat. Kinerja perawat yang saat ini sangat di tuntut dalam melakukan pelayanan kepada pasien di rumah sakit, namun terkadang masih belum maksimal dan hal ini sangat dikeluhkan oleh pasien karena pelayanan kepada pasien adalah hal yang paling penting di rumah sakit. Untuk mencapai kinerja yang baik, motivasi kerja perawat merupakan salah satu variable penentu untuk meningkatkan kinerja perawat agar pelayanan kepada pasien dapat dilaksanakan dengan maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Amurang Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian survei analitik dengan desain cross-sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat pelaksana yang terdaftar di daftar tenaga perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Amurang Kabupaten Minahasa Selatan yang berjumlah 63 tenaga perawat. Variabel yang di teliti adalah motivasi kerja dan kinerja. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dan menggunakan Uji Chi Square. Berdasarkan uji hubungan antara motivasi dengan kinerja pada perawat di RSUD Amurang Kabupaten Minahasa Selatan dengan menggunakan uji korelasi Chi-square dengan nilai p = 0,008 atau (p < 0,05). Terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Amurang Kabupaten Minahasa Selatan. Kata Kunci: Motivasi Kerja, Kinerja ABSTRACTThe number of registered nurses is 63 nurses, consisting of 29 ASN nurses and 34 Honorary nurses. Based on preliminary interviews with several nurses and also office employees, the hospital only has two work shifts, there are also some nurses with high work complaints by providing fast security so that they can improve maximum vision. To determine the relationship between work motivation and performance in nurses at Amurang District General Hospital in South Minahasa Regency. This research belongs to the category of analytic survey research with cross-sectional study design. The population in this study were all implementing nurses who were registered in the list of nurses in the Amurang District General Hospital in South Minahasa Regency, totaling 63 nurses. Variables examined were work motivation and performance. The research instrument was a questionnaire and used the Chi Square Test. Based on the test of the relationship between motivation and performance of nurses in Amurang Regional Hospital in South Minahasa Regency using the Chi-square correlation test with a value of p = 0.008 or (p <0.05). There is a relationship between work motivation and performance of nurses in the Amurang District General Hospital in South Minahasa Regency. Keywords: Work Motivation, Performance
GAMBARAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA PENGISIAN GAS ELPIJI DI PT. SINAR PRATAMA CEMERLANG MANADO Supit, Muhammad A. F. L.; Kawatu, Paul A. T.; Asrifuddin, Afnal
KESMAS Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Sinar Pratama Cemerlang adalah mitra kerja dari perusahaan BUMN (Pertamina Persero) dan bergerak di bidang industry pengisian gas elpiji dan memperkerjakan tenaga kerja pengisi ulang gas elpiji,(operator elpiji). Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek. Sikap merupakan reaksi atau respons seseorang. Tindakan adalah suatu perbuatan dari seseorang. Alat pelindung diri yang biasa disebut APD ialah suatu alat yang biasanya digunakan para pekerja pengisian gas elpiji. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif observational yang bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku penggunaan alat pelindung diri pada pekerja pengisian gas elpiji. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 32 orang responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan petugas pengisian gas elpiji terhadap pemakaian alat pelindung diri dalam bekerja termasuk kategori baik (62,5%), untuk sikap termasuk dalam kategori sikap yang mendukung (65,6%), sedangkan untuk tindakan termasuk dalam kategori tidak lengkap memakai alat pelindung diri (59%). Pihak perusahaan disarankan untuk meningkatkan untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan dalam penggunaan alat pelindung diri, memberikan informasi tentang manfaat alat pelindung diri untuk menjaga Kesehatan dan keselamatan pada saat bekerja, menyediakan tempat khusus untuk penyimpanan alat pelindung diri agar dapat terjaga dengan baik, memberikan sanksi tegas terhadap petugas pengisi gas elpiji yang tidak patuh dalam menggunakan alat pelindung diri serta memberikan penghargaan bagi pekerja yang patuh dalam menggunakan alat pelindung diri.  Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Tindakan, dan Alat Pelindung Diri  ABSTRACT PT. Sinar Pratama Cemerlang is a partner of a state-owned company (Pertamina Persero) and is engaged in the LPG gas filling industry and employs LPG gas refillers (LPG operators). Knowledge is the result of knowing, and this happens after people sense an object. Attitude is a person's reaction or response. Action is an act of someone. Personal protective equipment, commonly called PPE, is a tool that is usually used by LPG gas filling workers. This research is descriptive observational which aims to describe the behavior of the use of personal protective equipment in LPG gas filling workers. Sampling was done by total sampling and obtained a total sample of 32 respondents. The results of this study indicate that the LPG gas filling officers' knowledge of the use of personal protective equipment at work is categorized as good (62.5%), for attitudes are included in the category of supportive attitudes (65.6%), while for actions are included in the incomplete category. wearing personal protective equipment (59%). The company is advised to increase supervision and guidance in the use of personal protective equipment, provide information about the benefits of personal protective equipment to maintain health and safety at work, provide a special place for storage of personal protective equipment so that it can be properly maintained, provide strict sanctions against LPG filling officers who are not obedient in using personal protective equipment and give rewards to workers who are obedient in using personal protective equipment.  Keywords: Knowledge, Attitudes, Actions, and Personal Protective Equipment
Co-Authors Amin, Marsela D. Amisi, Marsella D. Anastasia, Nerva Andreas Renaldy Salmon, Andreas Renaldy Anwa, Tommy Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Aulia, Larasati Barael, Friska W. Barens, Woodford B. S. Basir, Farha Histisari Bawang, Jeferson Budi T. Ratag Duka, Zainal Muttaqin R. Emeralda, Gita K. Franckie R. R. Maramis Grace Debbie Kandou Grace Korompis Kapugu, Avinia Kasenda, Jeniffer Febriyanti Kattang, Sharon Gladyz Patricya Kojongian, Frily R. Kolibu, Febi K. Kumolontang, Merry Christylia L, Tisa V. Lalogiroth, Fellia F. Lasut, Dirga Simon Alvarez Maddusa, Sri Seprianto Mahmud, Intan W. Mandagi, Chreisye K. F. Manoa, Mirage Be Mantjoro, Eva M. Marasut, Junaldi Maringka, Ferlina Masengi, Mega E. P Masloman, Sumarty Amalia Maureen I. Punuh, Maureen I. Mongdong, Stinky Renaldo Mongkareng, Eucenny R. Mudjimu, Pamela Nancy S. H. Malonda Nasira, Azmi Nelwan, Jeini E. Ngenget, Cindy V. Nova Hellen Kapantow Pangkey, Claudia I. F. Pantow, Stivani S. Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rawung, Putri Bellatrix Reinaldy, Reinaldy Renaldi, Brian Rianna J Sumampouw Ricky C. Sondakh Roat, Charly Rumayar, Adisti . A. Rumengan, Selin R. Seguh, Finsensius Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Shirley E. S. Kawengian Simbage, Wika E. Solang, Marsela G. Soputan, Selly L. Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumakul, Hiskia Sumigar, Jesica T. Supit, Muhammad A. F. L. Syaefudin, Tesa L. M. Tambuwun, Jerro H. Tamon, Cecilya Umboh, Deanira I. Umboh, Deanira I. Waworuntu, Zakaria Wenur, Gavrila C. Woodford B. S. Joseph Wowor, Ribka Wulan P. J. Kaunang