Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search
Journal : KESMAS

PENGETAHUAN SIKAP DAN TINDAKAN MENYANGKUT KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DIANTARA NELAYAN PENANGKAP IKAN DI DESA LIKUPANG DUA KECAMATAN LIKUPANG TIMUR Simbage, Wika E.; Kawatu, Paul A. T.; Langi, Fima F. L. G.
KESMAS Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja adalah hak bagi semua pekerja yang bekerja baik sektor formal maupun informal. Nelayan merupakan pekerja informal yang sangat beresiko terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku sikap dan tindakan menyangkut K3 diantara nelayan penangkap ikan di Desa Likupang Dua. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan model penelitian survey yang bersifat deskriptif, dengan populasi sebanyak 101 nelayan dengan pengambilan sampel penelitian ini adalah 49 orang nelayan. Pengambilan data di peroleh melauli hasil wawancara melalui via telepon menggunakan kuesioner. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan tinggi nelayan desa Likupang Dua sebanyak 53,1%  dan pengetahuan rendah sebanyak 46,9%. Nelayan yang memiliki sikap positif berjumlah 69,4% dan memiliki sikap negative berjumlah 30,6%. Nelayan yang mempunyai tindakan tepat berjumlah 57,1% dan yang kurang tepat berjumlah 42,9%. Kata Kunci  :  Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja ABCTRACTOccupational health and safety is a right for all workers who work in both the formal and informal sectors. Fishermen are informal workers who are at high risk of accidents at work. This study aims to see the attitudes and actions regarding K3 among fishermen who catch fish in Likupang Dua Village. This type of research is a qualitative research, with a descriptive survey research model, with a population of 101 fishermen with a sample of this study were 49 fishermen. Retrieval of data is obtained through the results of interviews via telephone using a questionnaire. The results of this study concluded that the high knowledge of fishermen in Likupang Dua village was 53.1% and low knowledge was 46.9%. The number of fishermen who had positive attitude was 69.4% and had negative attitude amounted to 30.6%. The number of fishermen who had the right actions was 57.1% and those who were not correct were 42.9%. Keywords: Knowledge, Attitudes, Actions, Occupational Health and Safety
HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA DAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEDAGANG ASONGAN DI KOTA MANADO Renaldi, Brian; Kawatu, Paul A. T.; Engkeng, Sulaemana
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musculoskeletal disorder (MSDs) atau gangguan otot rangka adalah gangguan yang dialami karena kerusakan pada otot, saraf, tendon, ligament, persendian, kartilago, dan diskus invertebralis. Gangguan dapat berupa kerusakan pada otot yang dapat berupa ketegangan otot, inflamasi, dan degenerasi. Menurut International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems (ICD) bahwa distribusi pasien di rumah sakit di indonesia pada tahun 2008 mencatat ada 26.897 kasus penyakit muskuloskeletal yang menjalani rawat inap dengan presentase berdasarkan jenis kelamin yaitu pada laki-laki ada 13.425 kasus sedangkan perempuan ada 13.472 kasus. Pedagang asongan adalah pekerjaan yang menjual barang dagangannya dengan cara menawarkan langsung pada calon pembeli. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara masa kerja beban kerja fisik dengan keluhan muskuloskeletal pada pedagang asongan di Kota Manado. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Varialbel dependen (keluhan Muskuloskeletal pada pedagang asongan) dengan varialbel independen (masa kerja dan beban kerja fisik) diuji secara bersamaan. Pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling yang dimana seluruh populasi cocok dengan kriteria inklusidan eksklusi. Maka didapatkan jumlah responden sebanyak 40 pedagang asongan. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara masa kerja dengan keluhan musculoskeletal (p = 0,000) serta terdapat juga  hubungan antara beban kerja fisik dengan keluhan musculoskeletal (p = 0,016). Kata kunci : Masa kerja, Beban kerja fisik, Keluhan Muskuloskeletal ABSTRACT Musculoskeletal disorders (MSDs) or skeletal muscle disorders are disorders that are experienced due to damage to muscles, nerves, tendons, ligaments, joints, cartilages, and invertebral discs. Disorders can be in the form of damage to the muscles which can be in the form of muscle tension, inflammation, and degeneration. According to the International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems (ICD) that the distribution of patients in hospitals in Indonesia in 2008 recorded that there were 26,897 cases of musculoskeletal disease undergoing hospitalization with a percentage based on gender, namely in males there were 13,425 cases while females had 13,472 cases. Asongan are jobs that sell merchandise by offering directly to prospective buyers. The purpose of this research is to find out the relationship between the physical workload and working period with musculoskeletal complaint of asongan merchants in Manado City. Research conducted by researchers is a quantitative study using analytic observational methods with a cross sectional study approach. Dependent variables (Musculoskeletal complaints with hawkers) with independent variables (years of service and physical workload) are tested simultaneously. Sampling uses the Accidental Sampling method in which the entire population matches the inclusion and exclusion criteria. Then obtained the number of respondents as many as 40 asongan merchants. Bivariate analysis using the Spearman correlation test. The results showed that there is a relationship between the working period and the musculoskeletal complaint (P = 0.000) and there is also a relationship between physical workloads and musculoskeletal complaints (P = 0.016) Keywords: Working period, Physical workloads, Musculoskeletal disorders
PERBEDAAN TINGKAT KELELAHAN KERJA BERDASARKAN SHIFT KERJA DI MINIMARKET 24 JAM KOTA TOMOHON Anastasia, Nerva; Kawatu, Paul A. T.; Rumayar, Adisti . A.
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan kerja merupakan suatu permasalahan umum yang sering kali kita jumpai pada pekerja ditempat kerja. Berdasarkan data dari (ILO,2013) bahwa hampir setiap tahun sebanyak dua juta pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor kelelahan kerja. Kelelahan kerja juga dapat disebabkan oleh gangguan tidur yang dipengaruhi oleh kekurangan waktu tidur dan gangguan pada circadian rhythms akibat shift kerja Shift kerja merupakan pilihan dalam pengorganisasian kerja untuk memaksimalkan produktivitas kerja sebagai pemenuhan tuntutan persuahaan (Joko dkk, 2012). Dari survei awal yang dilakukan, minimarket memiliki 3 shift kerja, yaitu shift pagi, shift sore dan shift malam, kelelahan yang sering terjadi pada pekerja minimarket yaitu sering merasa nyeri, sering menguap, mengantuk pada shift malam dan lesu. Untuk mengetahui perberdaan tingkat kelelahan kerja berdasarkan shift kerja pada pekerja minimarket 24 jam di Kota Tomohon. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif survei analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Populasi dan sampel pekerja dalam penelitian ini berjumlah 52 orang. Instrument yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan alat Reaction Timer dengan menggunakan uji Anova. Brdasarkan uji perbedaan tingkat kelelahan kerja berdasarkan shift kerja pada pekerja minimarket 24 Jam Kota Tomohon dengan menggunakan uji Anova dengan nilai p=0,037 (p<0,05) Kata Kunci : Kelelahan Kerja, Shift Kerja  ABSTRACK Work fatigue is a common problem that we often encounter with workers at work. Based on data from (ILO, 2013) almost every year as many as two million workers die due to work accident caused by work fatigue. Work fatigue can also be caused by sleep disorders which can be affected by lack of sleep and disruption of circardian rhythms due to work shifts. Work shift is a choice in organizing work to maximize work productivity as a fulfillment of company demands (Joko et al, 2012). From the initian survey conducted, minimarket have three work shifts, there are morning shift, afternoon shift and night shift, fatigue that often occurs ini minimarket workers that often feels pain, evaporates, sleepy on night shift and lethargic. to determine the level of work fatigue based on work shifts of 24-hours minimarket workers in Tomohon City. The type of this research is quantitative analytic survey research with cross sectional approach. The population and sample in this study amounted to 52 workers. The instrument that used in this study used Reaction Timer tool by using Anova test. Based on the differences in work fatigue level based on work shifts in the tomohon 24-hour minimarket worker by using Anova test with value p=0,037 (p<0,05). Keywords :  Fatigue, Work Shift
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA DARI PARA PEKERJA DI RUMAH KOPI KAWANGKOAN KABUPATEN MINAHASA Kumolontang, Merry Christylia; Kawatu, Paul A. T.; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja pegawai dapat dilaksanakan salah satunya melalui upaya mendorong semangat kerja dari pegawai yang bersangkutan. Pegawai yang memiliki semangat dalam bekerja akan tergerak untuk melakukan semua tugas dan tanggung jawabnya secara baik dan tepat waktu. Faktor yang bisa mempengaruhi kinerja adalah motivasi, kemampuan dan lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja dari para pekerja di rumah kopi Kawangkoan Kabupaten Minahasa. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian survei analitik dengan desai cross-sectional study dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 85. Variabel yang di teliti adalah motivasi kerja dan kinerja. Instrument penelitian ini adalah kuesioner dan menggunakan Uji Chi Square. Berdasarkan uji hubungan antara motivasi dengan kinerja dari para pekerja di rumah kopi Kawangkoan Kabupaten Minahasa dengan menggunakan uji korelasi Chi-square dengan nilai p = 0,000 atau (p < 0,05). Terdapat hubungan antara motivasi kerja dan kinerja dari para pekerja di rumah kopi Kawangkoan Kabupaten Minahasa. Kata Kunci : Motivasi Kerja, Kinerja ABSTRACTEmployee performance can be carried out one of them through efforts to encourage the spirit of work of the employee concerned. Employees who have a passion in work will be moved to perform all their duties and responsibilities in a good and timely manner. Factors that can affect performance are motivation, ability and work environment. This study aims to find out the relationship between work motivation and the performance of workers in Kawangkoan coffee house Minahasa Regency. This research is included in the research category of analytical surveys with cross-sectional study and the number of samples taken as many as 85. The variables examined are work motivation and performance. This research instrument is a questionnaire and uses the Chi Square Test. Based on the relationship test between motivation and performance of the workers in Kawangkoan coffee house Minahasa Regency by using chi-square correlation test with value p = 0.000 or (p < 0.05). There is a relationship between work motivation and performance of the workers at Kawangkoan coffee house in Minahasa Regency. Keywords: Work Motivation, Performance
GAMBARAN PENERAPAN PEDOMAN UMUM GIZI SEIMBANG MAHASISWA SEMESTER VI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Basir, Farha Histisari; Malonda, Nancy S. H.; Kawatu, Paul A. T.
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa pandemi COVID-19 ini WHO telah merekomendasikan menu gizi seimbang yaitu disetiap menu makanan harus mencakup nutrisi lengkap, baik itu makronutrien seperti karbohidrat, protein, lemak, serta mikronutrien dari vitamin dan mineral. Dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh selama masa pandemi COVID-19, kita harus mempertahankan pola makan gizi seimbang, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun serta rutin melakukan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan pedoman umum gizi seimbang pada mahasiswa semester VI Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi selama masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan desain cross – sectional dengan jumlah sampel sebanyak 151 orang. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi pada bulan Juni – Agustus 2020. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menghubungi responden melalui whatsapp kemudian membagikan kuesioner online melalui aplikasi google forms kepada responden dan pengukuran menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pedoman umum gizi seimbang pada mahasiswa semester VI Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi sebagian besar masuk pada kategori cukup yaitu sebanyak 128 orang (84,7%). Adapun yang termasuk dalam kategori kurang yaitu sebanyak 9 orang (6%). Kata Kunci: Pedoman Umum Gizi Seimbang, Mahasiswa Semester VI, COVID-19 ABSTRACTDuring the COVID-19 pandemic, WHO has recommended a balanced nutrition menu, namely that each food menu must include complete nutrition, be it macronutrients such as carbohydrates, proteins, fats, and micronutrients from vitamins and minerals. In boosting the immune system during the COVID-19 pandemic, we must maintain a balanced diet, wash hands with running water and soap and do regular physical activities. This study aims to determine the description of the application of general guidelines for balanced nutrition in semester VI students of the Sam Ratulangi University Public Health Faculty during the COVID-19 pandemic. This research is descriptive quantitative with cross-sectional design with a total sample of 151 people. This research was conducted at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University in June - August 2020. Data collection was carried out by contacting respondents via WhatsApp then distributing online questionnaires through the google forms application to respondents and measuring using a Likert scale. The results showed that the implementation of general guidelines for balanced nutrition in the sixth semester students of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University was mostly in the moderate category, namely 128 people (84,7%). As for those included in the less category, as many as 9 people (6%). Keywords: General Guidelines for Balanced Nutrition, Sixth Semester Students, COVID-19.
HUBUNGAN BEBAN KERJA MENTAL DENGAN KELELAHAN KERJA PADA SKILLEDLABOUR DI PT. VORSPANN SYSTEM LOSINGER (VSL) JAYA INDONESIA Emeralda, Gita K.; Kawatu, Paul A. T.; Sekeon, Sekplin A. S.
KESMAS Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor konstruksi merupakan bidang pekerjaan yang harus dikerjakan secara berkesinambungan hingga proyek yang dikerjakan selesai. Hal ini mengakibatkan peringkat tertinggi dalam pekerjaan paling membahayakan di dunia adalah sektor konstruksi. Tuntutan pekerjaan yang melebihi batas wajar dari kapasitas seorang pekerja tentu akan mengakibatkan gangguan mental atau beban kerja mental. Gangguan mental juga dapat menyebabkan seseorang merasa lelah yang berat dan berisiko dapat mengakibatkan depresi yang merupakan penyakit kedua yang dapat membunuh setelah penyakit jantung apabila tidak ditangani dengan segera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan beban kerja mental dengan kelelahan kerja pada skilled labour di PT. Vorspann System (VSL) Jaya Indonesia. Jenis penelitian penelitian yang digunakan ialah kuantitatif dengan studi observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diteliti ialah skilled labour di PT. VSL Jaya Indonesia yang berjumlah 35 pekerja dengan sampel yang diteliti yakni 35 responden, dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Analisis data yang digunakan merupakan analisis univariat dan analisis bivariat yang diolah melalui uji statistik Chi-Square serta uji alternatifnya yakni uji Fisher’s Exact, tingkat signifikan 95% (α=0,05). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa 91,4% responden memiliki beban kerja mental di tingkat sedang cenderung berat, serta ada sebanyak 25,7% respondenmengalami kelelahan kerja di tingkat sedang cenderung lelah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa variabel beban kerja mental tidak memiliki hubungan dengan kelelahan kerja yang diteliti dalam penelitian ini (p-value = 1,000). Namun variabel beban kerja dalam penelitian ini merupakan faktor protektif terhadap kelelahan kerja (PR = 0,750). Disarankan kepada para skilled labour agar dapat menyampaikan bebannya kepada pihak bertanggungjawab sehingga dapat mencari solusi bersama. Kata Kunci: beban kerja mental, kelelahan kerja, skilled labour, konstruksi. ABSTRACT The construction sector is a field of work that must be carried out continuously and until the project is completed. This has resulted in the construction sector being first ranked in the world's most dangerous jobs. Job demands that exceed the reasonable limits of a worker's capacity will certainly result in mental disorders or mental workloads. Mental disorders can also be the cause of feeling tired and at risk of causing depression which is the second disease that can kill after heart disease if not treated immediately. The purpose of this study was to analyze the relationship between mental workload and work fatigue in skilled labor at Vorspann System (VSL) Jaya Indonesia Company. This research using a quantitative research with an analytical observational study and a cross-sectional approach. The population researched is skilled labor at VSL Jaya Indonesia Company, totaling 35 workers with the sample studied 35 respondents, with total sampling as the sampling technique used. Univariate analysis and bivariate analysis was the data analysis used which is processed through Chi-Square statistical test and the alternative test is Fisher's Exact test, with 95% significant level (α=0.05). The results of this study indicate that 91.4% of respondents have a mental workload at a moderate level which tends to be heavy, and there are as many as 25.7% of respondents who experience work fatigue at a moderate level tend to be tired. The results also shows that the mental workload variable has no relationshipwith work fatigue in this research (p-value = 1,000). However, the workload variable in this study is a protective factor against work fatigue (PR = 0.750). It is recommended that skilled labors be able to convey their burdensto the responsible parties so that they can find solutions together. Keywords: mental workload, work fatigue, skilled labour, construction
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Nelayan di Kecamatan Essang Kabupaten Kepulauan Talaud Marasut, Junaldi; Kawatu, Paul A. T.; Nelwan, Jeini E.
KESMAS Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penangkapan ikan komersial tetap menjadi salah satu pekerjaan paling beresiko di dunia. Nelayan dapat menghadapi banyak masalah kesehatan dan keselamatan. Keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain variabel perilaku, pengetahuan, sikap, pendidikan, pengalaman kerja, dan usia. Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan pengetahuan dan sikap nelayan tentang K3 di Kecamatan Essang Kabupaten Kepulauan Talaud, jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan desain penelitian survei deskriptif, dengan populasi 51 orang dengan sampel 30 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengisian kuesioner. Hasil dari penelitian ini merumuskan bahwa nelayan yang memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 46,7% dan nelayan yang mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 53,3%. Nelayan yang mempunyai sikap baik jumlahnya 20% dan yang mempunyai sikap cukup baik 80%. Nelayan yang pernah mengalami jenis kecelakaan kerja ringan seperti terpeleset saat bekerja sebanyak 97,7%, terjatuh dari kapal sebanyak 26,7%, kehabisan bahan bakar 73,3%, tergores saat bekerja 100%, mengalami tabrakan dengan kapal lain sebanyak 6,7%, kebocoran air di lambung kapal sebanyak 56,7%, kehabisan bahan makanan sebanyak 56,7% dan tersangkut jaring ikan sebanyak 33,3%. Nelayan yang pernah mengalami jenis kecelakaan kerja sedang seperti hanyut sebanyak 53,3%, mengalami kapal karam 43,3%, mati mesin di tengah laut sebanyak 90%, mengalami luka bakar sebanyak 13,3% terkena ledakan 3,3% dan menghadapi angin topan sebanyak 90%. Nelayan yang pernah mengalami jenis kecelakaan kerja berat seperti patah tulang sebanyak 10%. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Nelayan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja ABCTRACTCommercial fishing remains one of the most risky occupations in the world. Fishers can face many health and safety problems. Occupational safety and health in the workplace is influenced by various factors, including behavioral variables, knowledge, attitudes, education, work experience, and age. This study intends to describe the knowledge and attitudes of fishermen about K3 in District Essang Talaud Islands, this type of research is qualitative research with design, descriptive survey research with a population of 51 people with a sample of 30 respondents.collected Data through interviews and questionnaires.The results of this study formulate that fishermen who have high knowledge are 46.7% and fishermen who have less knowledge are 53.3%. The number of fishermen who have a good attitude is 20% and those who have a fairly good attitude are 80%. Fishermen who have experienced minor work accidents such as slipping while working as many as 97.7%, falling from a ship as much as 26.7%, running out of fuel 73.3%, getting scratched while working 100%, experiencing collisions with other ships as much as 6.7 %, 56.7% of water leaks in the hull, 56.7% ran out of food and 33.3% got caught in fishing nets. Fishermen who have experienced moderate work accidents such as drifting as much as 53.3%, experiencing shipwrecks 43.3%, engine failure in the middle of the sea as much as 90%, experiencing burns as much as 13.3%, being hit by a 3.3% explosion and facing the wind hurricane as much as 90%. Fishermen who have experienced types of severe work accidents such as broken bones are as much as 10%. Keywords: Knowledge, Attitude, Fishermen, Occupational Health and Safety
Co-Authors Amin, Marsela D. Amisi, Marsella D. Anastasia, Nerva Andreas Renaldy Salmon, Andreas Renaldy Anwa, Tommy Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Aulia, Larasati Barael, Friska W. Barens, Woodford B. S. Basir, Farha Histisari Bawang, Jeferson Budi T. Ratag Duka, Zainal Muttaqin R. Emeralda, Gita K. Franckie R. R. Maramis Grace Debbie Kandou Grace Korompis Kapugu, Avinia Kasenda, Jeniffer Febriyanti Kattang, Sharon Gladyz Patricya Kojongian, Frily R. Kolibu, Febi K. Kumolontang, Merry Christylia L, Tisa V. Lalogiroth, Fellia F. Lasut, Dirga Simon Alvarez Maddusa, Sri Seprianto Mahmud, Intan W. Mandagi, Chreisye K. F. Manoa, Mirage Be Mantjoro, Eva M. Marasut, Junaldi Maringka, Ferlina Masengi, Mega E. P Masloman, Sumarty Amalia Maureen I. Punuh, Maureen I. Mongdong, Stinky Renaldo Mongkareng, Eucenny R. Mudjimu, Pamela Nancy S. H. Malonda Nasira, Azmi Nelwan, Jeini E. Ngenget, Cindy V. Nova Hellen Kapantow Pangkey, Claudia I. F. Pantow, Stivani S. Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rawung, Putri Bellatrix Reinaldy, Reinaldy Renaldi, Brian Rianna J Sumampouw Ricky C. Sondakh Roat, Charly Rumayar, Adisti . A. Rumengan, Selin R. Seguh, Finsensius Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Shirley E. S. Kawengian Simbage, Wika E. Solang, Marsela G. Soputan, Selly L. Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumakul, Hiskia Sumigar, Jesica T. Supit, Muhammad A. F. L. Syaefudin, Tesa L. M. Tambuwun, Jerro H. Tamon, Cecilya Umboh, Deanira I. Umboh, Deanira I. Waworuntu, Zakaria Wenur, Gavrila C. Woodford B. S. Joseph Wowor, Ribka Wulan P. J. Kaunang