Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan UMKM melalui Pelatihan Akuntansi Keuangan Tersistematis Nay, Yustina Alfira; Magdalena, Christiana; Panie, Alexsandro Arsol; Baso, Susana Purnamasari; Malut, Maria Goreti; Indrawati, Agnes Susanti; Irayanti Seran, Adiutrix Maria; Betu, Kristina Wada; Suninono, Alfonsus Rodrigues; Bau Mau, Ignatia Thomasita; Bribin Burin, Stefanie Noviega; Saru, Joaquina Felicia; Goetha, Selfiana; Firmansyah, Mariano
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 4 (2025): Abdira, Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i4.1182

Abstract

This Community Service Program (PKM) activity aims to improve partners' understanding of simple accounting systems, provide financial record-keeping training, and enhance partners' capacity to produce profit and loss reports. This activity is carried out in a participatory and applicative manner, prioritizing active partner involvement in all stages of the activity. The implementation method are Identification and Analysis of Partner Needs; Design of Training Materials and Modules; Implementation of Training and Mentoring; Monitoring, Evaluation, and Follow-up Plans. The results of the activity show that: The majority of MSMEs in the informal sector have minimal financial literacy and have not yet implemented basic accounting principles; Participants enthusiastically participated in the interactive training sessions; The impact of this mentoring is not only on the technical aspects of recording, but also on changing partners' mindsets regarding the importance of business accountability. Partners are more confident in making stock purchasing decisions, because they have real data; Partners still need similar training activities in the future.
Community Service Activities: Socialization of Financial Literacy for Micro, Small and Medium Enterprises Between Two Countries in the Motamasin Border Area Nay, Yustina Alfira; Timuneno, Antonius Y.W.; Betu, Kristina Wada; Moi, Maria Odriana Veronica; Malut, Maria Goreti; Baso, Purnamasari; Brito, Manuel; Jesus, Monica Pareira De
Asian Journal of Community Services Vol. 3 No. 9 (2024): September 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ajcs.v3i9.11235

Abstract

The aim of this activity is to provide outreach to the public about simple financial recording for MSMEs. Providing knowledge to the public about financial planning and management. Providing knowledge to the public regarding the preparation of Financial Reports for MSMEs. The theories of empowerment, training and financial literacy are adapted in this article to explain the financial literacy of MSMEs in cross-border regions. Financial literacy services include needs surveys, program planning, interactive training, discussions, effectiveness evaluations, and continued development through partnerships. The results is The MSME community in Border Areas knows about Simple Financial Recording; The Border Area MSME community knows about Financial Planning and Management for MSMEs; The MSME community in Border Areas knows about the preparation of financial reports
PENINGKATAN KAPASITAS BANK SAMPAH DALAM PENCATATAN KEUANGAN MELALUI PENDAMPINGAN PEMBUKUAN BERBASIS MICROSOFT EXCEL Yunarti Manehat, Beatrix; Yanti Sonbay, Yolinda; Betu, Kristina Wada; Noven R. Banfatin, Blasius
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v5i1.6548

Abstract

Permasalahan pencatatan keuangan yang belum terstruktur masih menjadi kendala utama dalam pengelolaan bank sampah berbasis masyarakat, termasuk pada TPS3R Muara Abu di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang. Pencatatan manual yang dilakukan selama ini menyebabkan kesulitan dalam mengetahui posisi keuangan riil, sering terjadi selisih saldo tabungan nasabah, serta terbatasnya kemampuan pengelola dalam melakukan evaluasi dan perencanaan keuangan. Kondisi ini berpotensi menghambat keberlanjutan TPS3R sebagai unit usaha berbasis ekonomi sirkular. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola TPS3R Muara Abu dalam manajemen administrasi finansial, khususnya pembukuan akuntansi. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui dua tahapan, yaitu penguatan pemahaman konseptual pencatatan keuangan dan praktik langsung penggunaan Microsoft Excel sebagai alat pembukuan. Kegiatan diikuti oleh Ketua dan Bendahara TPS3R sebagai pengelola inti. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan pengelola dalam pencatatan keuangan, ditunjukkan dengan tersusunnya buku kas, rekap tabungan nasabah, laporan keuangan periodik, pencatatan stok, serta daftar aset dan depresiasi. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperkuat tata kelola keuangan TPS3R Muara Abu sebagai fondasi pengembangan bank sampah yang profesional dan berkelanjutan.
PELATIHAN PENCATATAN KEUANGAN SEBAGAI UPAYA MENDORONG TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS KELOMPOK TANI DESA TANAH MERAH KABUPATEN KUPANG Adiutrix Maria Irayanti Seran; Kristina Wada Betu; Ignatia Thomasita Bau Mau; Alfonsus Rodriques Suninono; Yustina Alfira Nay
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.%p

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kelompok tani di Desa Tanah Merah, Kabupaten Kupang, melalui pelatihan pencatatan keuangan. Permasalahan utama yang dihadapi kelompok tani adalah belum adanya pengelolaan keuangan yang terstruktur, di mana pencatatan masih dilakukan secara sederhana dan belum mengacu pada prinsip akuntansi yang baik. Metode yang digunakan meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan mencakup penyampaian materi dasar pembukuan, pelatihan pencatatan transaksi secara kronologis, serta penyusunan laporan keuangan sederhana seperti laporan laba rugi dan neraca.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam melakukan pencatatan keuangan secara sistematis. Peserta mampu menerapkan penggunaan buku kas sederhana dan memahami arus kas masuk dan keluar. Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif, di mana peserta menyadari pentingnya pencatatan keuangan dalam mendukung pengelolaan keuangan yang tertib dan transparan. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan dan kualitas tata kelola keuangan kelompok tani.Kata Kunci: pencatatan keuangan, kelompok tani, transparansi, akuntabilitas, pelatihan
ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI BERDASARKAN PSAK 69 : AGRIKULTUR Adiutrix Maria Irayanti Seran; Alfonsus Rodriques Suninono; Kristina Wada Betu
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 10 No 1 (2026): Edisi Januari - April 2026
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v10i1.6893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian perlakuan akuntansi produk agrikultur pada Kelompok Tani Desa Leuntolu dengan ketentuan PSAK 69: Agrikultur. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara mendalam kepada ketua, bendahara, dan anggota kelompok tani. Analisis dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek pengakuan, kelompok tani telah memenuhi kriteria dasar PSAK 69, yaitu pengendalian aset biologis, adanya peristiwa masa lalu berupa aktivitas budidaya, serta manfaat ekonomi masa depan dari hasil panen. Namun, pencatatan masih dilakukan secara sederhana dan terbatas pada transaksi penjualan. Pada aspek pengukuran, kelompok tani telah menentukan nilai wajar berdasarkan harga pasar aktif saat panen, tetapi belum mengurangkan biaya untuk menjual sebagaimana dipersyaratkan PSAK 69 paragraf 13, dan belum mendokumentasikan pengukuran nilai wajar dalam pembukuan berbasis akrual. Pada aspek pengungkapan, kelompok tani hanya menyajikan informasi kuantitatif sederhana berupa jumlah karung gabah dan nilai penjualan, tanpa memisahkan keuntungan atau kerugian gabungan, serta belum mengungkapkan metode, asumsi, dan keterbatasan penentuan nilai wajar. Secara keseluruhan, perlakuan akuntansi kelompok tani menunjukkan kesesuaian parsial dengan PSAK 69. Penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem pencatatan keuangan yang lebih terstruktur berbasis akrual sederhana untuk meningkatkan akurasi pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan produk agrikultur sesuai standar yang berlaku.
Integrasi Akuntansi dan Edukasi Gizi dalam Program Pengabdian Masyarakat: Studi Kasus Desa Pusu, Kabupaten Timor Tengah Selatan Lois Damaris Mone Ly; Maria Yunita Wea Folo; Maria Ansila Bere; Cornelia Fransiska Slaka Pationa; Linny Elvita Sari Adu; Eusabius Seda Woga; Maria Natalia Golan Leton; Don Oscar Filius Sae; Sesilia Pahat; Skolastika Saga Bengu; Maria Stefania Dea Kaka; Rivany Fabiola Nahak Abrantes; Maria Angela Witni Tilik; Maria Yasinta Kurniati Jehamu; Kristina Wada Betu
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 3 No. 3 (2025): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v3i3.1444

Abstract

Stunting remains a serious challenge in many rural areas, including Pusu Village, Amanuban Barat Sub-district, South Central Timor Regency. The lack of parental knowledge regarding childcare, balanced nutrition, environmental sanitation, and household resource management are dominant factors that exacerbate the nutritional condition of children under five. This Community Service Program through the Student Community Service aims to improve the knowledge, skills, and awareness of the community in preventing stunting through educational, participatory approaches, as well as the integration of household accounting aspects. The methods implemented included initial observation, community education, diffusion of science and technology, training, family assistance, advocacy, and evaluation. The target group consisted of 30 families with children aged 0–5 years, selected purposively based on their vulnerability to stunting. Education was provided through nutrition and health counseling, training on local food-based meal preparation, and the practice of simple household financial recording. Family mentoring and mediation with village officials were also conducted to ensure program sustainability. The results showed a significant improvement in mothers’ knowledge of balanced nutrition, hygiene practices, and skills in managing household finances. Behavioral changes were reflected in the increased variety of family food consumption, the practice of handwashing with soap, and the adoption of household expenditure records. The integration of simple accounting practices also assisted families in allocating resources more effectively for children’s nutritional needs. In conclusion, this PKM program successfully created a positive impact on stunting prevention efforts in Pusu Village. Future initiatives require continuous monitoring and community-based program strengthening to ensure that the interventions become more effective and sustainable.
Pengaruh Sanksi Pajak, Kesadaran Pajak, Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Bumi Dan Bangunan Perdesaan Dan Perkotaan (PBB-P2) Di Kabupaten Belu Maria Novita Bau; Simon Sia Niha; Kristina Wada Betu
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1401

Abstract

Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Namun, realisasi penerimaan PBB-P2 di Kabupaten Belu selama periode 2020–2024 belum mencapai target yang ditetapkan, yang mengindikasikan rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sanksi pajak, kesadaran pajak, dan kualitas pelayanan terhadap kepatuhan wajib pajak PBB-P2 di Kabupaten Belu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 100 wajib pajak PBB-P2 yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial sanksi pajak, kesadaran pajak, dan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak PBB-P2. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,365 menunjukkan bahwa 36,5% variasi kepatuhan wajib pajak dapat dijelaskan oleh sanksi pajak, kesadaran pajak, dan kualitas pelayanan. Penelitian ini mendukung Theory of Planned Behavior dan memberikan implikasi kebijakan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak PBB-P2.   Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-P2) is one of the sources of Regional Original Revenue (PAD) that plays a strategic role in supporting regional development. However, the realization of PBB-P2 revenue in Belu Regency during the 2020–2024 period has not yet reached the established targets, indicating a low level of taxpayer compliance. This study aims to analyze the effects of tax sanctions, tax awareness, and service quality on PBB-P2 taxpayer compliance in Belu Regency.This study employs a quantitative approach using a descriptive quantitative method. The research sample consists of 100 PBB-P2 taxpayers selected through simple random sampling. Data were collected using questionnaires with a Likert scale and analyzed using multiple linear regression with the assistance of the SPSS program. The results show that partially, tax sanctions, tax awareness, and service quality have a positive and significant effect on PBB-P2 taxpayer compliance. Simultaneously, the three independent variables also have a significant effect on taxpayer compliance. The coefficient of determination (R²) of 0.365 indicates that 36.5% of the variation in taxpayer compliance can be explained by tax sanctions, tax awareness, and service quality. This study supports the Theory of Planned Behavior and provides policy implications for local governments in improving PBB-P2 taxpayer compliance.
Pengaruh Biaya Uang, Biaya Waktu, Dan Biaya Psikologis Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kupang Yanuarius Paulus Manek; Simon Sia Niha; Kristina Wada Betu
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya uang, biaya waktu, dan biaya psikologis terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Kupang. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan simple random sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial biaya uang, Biaya waktu dan biaya psikologis berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Selain itu, secara simultan biaya uang, biaya waktu, dan biaya psikologis berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi di KPP Pratama Kupang. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin besar biaya kepatuhan yang dirasakan wajib pajak, baik dalam segi uang, waktu, maupun tekanan psikologis, maka tingkat kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya cenderung menurun.
Pengaruh E-Filing, Kualitas Pelayanan Fiskus, Dan Literasi Digital Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Di Kota Kupang Maria Dolorosa Carvalho; Simon Sia Niha; Kristina Wada Betu
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan e-filing, kualitas pelayanan fiskus, dan literasi digital terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) di wilayah Kota Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 100 WPOP yang terdaftar di KPP Pratama Kupang. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda yang didahului dengan uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner secara online kepada responden yang merupakan WPOP terdaftar di Kota Kupang. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik simple random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, yang diawali dengan uji validitas, uji reliabilitas, serta uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pemanfaatan e- filing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Kualitas pelayanan fiskus juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Selain itu, literasi digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Secara simultan, pemanfaatan e-filing, kualitas pelayanan fiskus, dan literasi digital berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di wilayah Kota Kupang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan literatur perpajakan, khususnya terkait penerapan Technology Acceptance Model (TAM) dalam konteks perpajakan digital, serta memberikan masukan praktis bagi Direktorat Jenderal Pajak dalam merumuskan kebijakan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui optimalisasi layanan dan peningkatan literasi digital.   This study aims to analyze the effect of e-filing utilization, the quality of tax authority services, and digital literacy on the compliance of individual taxpayers in Kupang City. The research employs a quantitative approach using a survey method by distributing questionnaires to 100 individual taxpayers registered at the Kupang Primary Tax Office. The sample was selected using a simple random sampling technique. Data analysis was conducted using multiple linear regression, preceded by validity testing, reliability testing, and classical assumption tests. The results indicate that, partially, the utilization of e-filing has a positive and significant effect on individual taxpayer compliance. The quality of tax authority services is also proven to have a positive and significant effect on taxpayer compliance. In addition, digital literacy has a positive and significant influence on individual taxpayer compliance. Simultaneously, e-filing utilization, the quality of tax authority services, and digital literacy have a significant effect on individual taxpayer compliance in Kupang City. This study is expected to contribute theoretically to the development of taxation literature, particularly regarding the application of the Technology Acceptance Model (TAM) in the context of digital taxation, and to provide practical insights for the Directorate General of Taxes in formulating policies to enhance taxpayer compliance through service optimization and the improvement of digital literacy.
Co-Authors Adiutrix Maria Irayanti Seran Adiutrix Maria Irayanti Seran Adrianus Ketmoen Agnes Susanti Indrawati Alfonsus Rodriques Suninono Alfonsus Rodriques Suninono Aprianus Yohanes Taek Avelina Danus Baso, Purnamasari Baso, Susana Purnamasari Bau Mau, Ignatia Thomasita Beatrix Yunarti Manehat Bribin Burin, Stefanie Noviega Brito, Manuel Christinus Marcelo Laga Cornelia Fransiska Slaka Pationa Don Oscar Filius Sae Eusabius Seda Woga Fernandez, Dolce Maria Pancrasia Firmansyah, Mariano Frengki Kari Gaudensiana Nahak Ignatia Thomasita Bau Mau Irayanti Seran, Adiutrix Maria Jacinda Lunga Lado Jacqueline Stephanie Nange Jelia De Carvalho Belo Jesus, Monica Pareira De Konstantia Clara A Hadjon Kristantiana Wea Lentisia Gude Linny Elvita Sari Adu Lois Damaris Mone Ly Magdalena, Christiana Malut, Maria Goreti Maria Angela Witni Tilik Maria Ansila Bere Maria Dolorosa Carvalho Maria Elisabeth May Mbobu Maria Natalia Golan Leton Maria Novita Bau Maria Odriana Veronica Moi Maria Patrisia Mau Maria Stefania Dea Kaka Maria Vianney Meak Maria Yasinta Kurniati Jehamu Maria Yunita Wea Folo Maria Zelda Loko Bau Monika Tokan Noven R. Banfatin, Blasius Panie, Alexsandro Arsol Rere Paulina Bibiana Rivany Fabiola Nahak Abrantes Rocario Bunga Mema Santi Barbarigo Nanu Am’una Saru, Joaquina Felicia Selfiana Goetha Sesilia Pahat Silvius Bria Simon Sia Niha Siprianus Kehi Skolastika Saga Bengu Suninono, Alfonsus Rodrigues Suninono, Alfonsus Rodriques Susana Purnamasari Baso Susi Dwi Mulyani Timuneno, Antonius Y.W. Wihelmina Mako Yanti Sonbay, Yolinda Yanuarius Paulus Manek Yustina Alfira Nay