Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

STRATEGI PEMBELAJARAN PENELADANAN DALAM MATERI WUDHU, SHOLAT, TADARUS, ZIKIR DAN DOA Iswandi Iswandi; Yulda Dina Septiana
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2024): Sirajuddin Juni 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v3i2.1848

Abstract

Jurnal ini membahas tentang efektifitas penerapan metode keteladanan sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar pendidikan agama islam sehari-hari. mode keteladan sangat efektif, karena selaras dengan jiwa manusia yang berkecenderungan suka meniru atau meneladani figur atau tokoh yang dianggap penting dalam hidupnya. Sebagaimana kecenderungan peserta didik untuk meniru perkataan atau tingkah laku dari seorang guru. Dalam penerapan metode ini, keteladanan merupakan tujuan utama dalam jurnal ini. Dengan menjadikan keteladana sebagai tujuan, maka guru sebagai target dalam penerapan metode ini. Sedangkan pesera didik menempatkan guru sebagai sentral uswah yang akan dicontoh atau diteladani. Jurnal ini mencakup tentang mode strategi pembelajaran keteladanan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam berwhudu', Sholat, tadarus, dzikir dan do'a.
HUBUNGAN ANTARA ISLAM DAN EKONOMI Yulda Dina Septiana
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal At Tasyri'i Juli Desember 2022
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/attasyrii.v5i2.158

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang hubungan antara ekonomi dan Islam. Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur segala hal dalam kehidupan ini, termasuk juga ekonomi. Hal ini dapat dibuktikan dengan konsep kesejahteraan yang dipaparkan dalam al-Qur‟an dan Sunnah. Pada dasarnya tujuan hidup pada setiap manusia adalah untuk mencapai kesejahteraan akan tercapai jika manusia menjalani kehidupan dengan seimbang antara material dan spiritualnya. Ini karena kehidupan manusia tidak hanya berhenti di dalam kehidupan dunia saja, namum masih ada kehidupan yang kedua yang akan dihadapi manusia di akhirat kelaknya nanti, dan kesejahteraan akan tercapai dengan sesungguhnya jika manusia dapat menyeimbangkan keperluan dunia dan akhirat, dan itulah yang diajarkan dalam ekonomi Islam.
KONSEP JUAL BELI DALAM PERSPEKTIF ISLAM (Analisis Pemikiran Abdu al-Rahman al-Jaziri dalam Kitab al-Fiqih ‘ala al Madahib al-Arba’ah) Yulda Dina Septiana
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal At Tasyri'i Januari Juni 2022
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/attasyrii.v5i1.162

Abstract

Jual beli dalam Islam berorientasi pada saling menguntungkan, untuk itu riba dalam Islam dilarang (haram), karena di dalam riba itu ada pihak yang diuntungkan, dipihak lain dirugikan. Jual beli dengan riba memiliki esensi yang sama yaitu mencari keuntungan, tetapi secara substansial keduanya sangatlah berbeda. Jual beli keuntungan dengan tidak ada pihak lain yang merasa dirugikan. Sementara pada riba hanya pada keuntungan semata, persoalan ada yang merasa dirugikan tidak dipertimbangkan. Bahkan tidak ada sama sekali dalam konsep riba. Dalam Al-qur’an juga dijelaskan tentang jual beli dan ribadisebutkan dalam satu ayat, dengan penyebutan Allah menghalalkan jual beli, dan mengharamkan riba. Ini satu isyarat antara jual beli dan riba sangat tipis perbedaannya. Jika seorang muslim tidak tahu tentang konsep jual beli dalam Perspektif Islam, pasti akan mudah terjebak dari perbuatan riba. Untuk itu para pemikir Islam (ulama fikih) berusaha untuk menangkap pesan pesan tentang teks keagaamaan khususnya yang berkaitan dengan konsep jual bveli dalam perspektif Islam. Langkah-langkah yang ditempuh oleh para ulama fikih satu sama lain sangatlah berbeda . dari langkah-langkah itu semua ulama berusaha membangun argument tentang konsep jual beli dalam perspektif Islam. Langkah-langkah yang ditempuh oleh para ulama fiqih satu sama lain sangatlah berbeda. Dari langkah-langkah tersebut, ulama berusaha membangun argument tentang konsep jual beli dalam perspektif Islam. Berdasarkan pendapat anatara ulama yang satu dengan ulama yang lainnya tentang konsep jual beli dalam perspektif Islam tidak bias dibendung. Semua mengalir dan melahirkan kelompok –kelompok (mazhab) fiqih besar maupun kecil, yaitu: Imam Abu Hanifah (Mazhab Hanafi), Imam Malik, Imam Syafi’I dalam Imam Ahmad Bin Hambal (Hambali), Empat kelompok besar ini masing-masing membangun metode untuk memutuskan sebuah hukum, khususnya Konsep Jual beli dalam perspektif Islam. Pada jurnal ini penulis bermaksud untuk mengambil pemikiran menurut Abdu al-Rahman al-Jaziri dalam kitab fiqih, karena menurut Abdu al-Rahman al-Jaziri ini adalah untuk membangun argument dalam memutuskan konsep jual beli dalam perspektif Islam. Apa yang dijadikan sebagai sumber utama oleh Abdu al-Rahman al-Jaziri dalam membangun argument. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (Library Research), sumber primer dalam penelitian ini kitab fiqih), sedangkan sumber sekunder penelitianinibersifat buku , kitab, jurnal dan artikel yang ada. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini deskriotif Analisis