Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Giving dates to young women for the prevention of anemia Indryani; Mustar; Hasnidar; Pattola; Sulfianti
Abdimas Polsaka Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Number 2 September 2025
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/abdimaspolsaka.v4i2.448

Abstract

Anemia prevalence among adolescent girls is significantly higher compared to boys, primarily due to menstruation and increased iron requirements during growth. This condition negatively affects immunity, concentration, academic performance, physical fitness, and productivity, and poses long-term health risks, particularly during future pregnancies. In Bone Regency, adolescent anemia rates remain high despite the government’s iron supplementation program. This community service program aimed to implement research findings on using dates (Phoenix dactylifera) to increase hemoglobin levels and address anemia among adolescent girls. The activity involved health education on anemia prevention and the daily provision of 100 grams of dates (7–8 pieces) for seven consecutive days during menstruation. The program was conducted through observation, counseling sessions, and hemoglobin monitoring before and after the intervention. The rationale for using dates is based on their high iron and nutrient content, which supports hemoglobin synthesis naturally. The targeted participants were adolescent girls from the community surrounding Lapatau Stadium, Bone Regency. Expected outcomes included increased knowledge regarding anemia prevention, improvement in hemoglobin levels, and the promotion of alternative nutritional interventions for anemia management. Monitoring and evaluation were conducted by measuring hemoglobin levels post-intervention to assess effectiveness. The program also aims to disseminate results through a SINTA 5-indexed journal publication, providing evidence-based recommendations for integrating date consumption into adolescent nutrition programs. This initiative highlights the potential of locally acceptable, culturally relevant food-based strategies to complement existing public health interventions in reducing anemia prevalence among teenage girls
Hubungan Dukungan Suami dengan Kejadian Baby Blues pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Lamurukung : Correlation between Husband's Support and the Incidence of Baby Blues in Postpartum Mothers in the Work Area of the Lamurukung Community Health Center Hasliana Haslan; Hasnidar; Sulfianti; Ayu Ashari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.473

Abstract

Pendahuluan: Kejadian baby blues masih menjadi kasus yang jarang ditangani karena dianggap sebagai efek samping ringan dari kelelahan pasca melahirkan dibandingkan kondisi lebih serius lainnya. Gangguan kejiwaan ini dapat berkembang menjadi depresi hingga psikosis pasca melahirkan yang jika tidak ditangani segera, dapat membahayakan nyawa ibu dan anak. Dukungan suami memegang peranan penting terhadap kejadian baby blues pada ibu nifas. Tujuan penelitian ini untuk menganalis hubungan dukungan suami dengan kejadian baby blues pada ibu nifas di wilayah kerja UPT Puskesmas Lamurukung. Metode: Penelitian kwantitatif secara deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian telah dilakukan pada tahun 2024. Hasil:  Analisis data statistik menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara dukungan suami informasional dengan kejadian baby blues dengan nilai p = 0,043, ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami instrumental dengan kejadian baby blues dengan nilai p = 0,000, dan ada  hubungan yang bermakna antara dukungan suami secara emosional dengan kejadian baby blues dengan nilai p = 0,001. Kesimpulan: Semakin besar dukungan suami kepada ibu nifas semakin berkurang kemungkinan terjadinya baby blues pada ibu nifas.