Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Kualitas Limbah Cair Rumah Sakit di Kota Mataram Mulhidin Mulhidin; Nurhidayatullah Nurhidayatullah; Hijriati Sholehah; Nurhidayah Nurhidayah
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 5: Juli 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i5.4347

Abstract

Rumah sakit merupakan fasilitas Kesehatan yang penting keberadaanya di Kota Mataram, namun limbah yang tidak terolah dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas limbah cair rumah sakit Kota Mataram pada parameter BOD dan COD. Metode yang digunakan yaitu penelitian dengan survei deskriptif berbasis Laboratorium. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan di 8 rumah sakit kota mataram yaitu yang tidak memenuhi baku mutu terdapat 4 rumah sakit pada kadar BOD karena melebih 30 mg/L, antara lain Siloam Hospitals Mataram sebesar 40.4 mg/L, Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram 96,6 mg/L, Rumah Sakit Katolik Santo Antonius 40,2 mg/L, Rumah Sakit Risa Sentra Medika 108,6 mg/L, sedangkan kadar COD yang tidak memenuhi syarat karena melebih 100 mg/L, yaitu Siloam Hospitals Mataram sebesar 120 mg/L, Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram 200 Mg/L, Rumah Sakit Harapan Keluarga 104 Mg/L, Rumah Sakit Katolik Santo Antonius 136 mg/L, Rumah Sakit Risa Sentra Medika 232 mg/L. Kadar BOD dan COD pada Rumah Sakit Kota Mataram tersebut merujuk pada standar baku mutu menurut peraturan pemerintah Lingkungan Hidup dan Kehutanan no.68 tahun 2016 dan tidak memenuhi syarat yang diperbolehkan sehingga perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dialirkan ke lingkungan
Pemanfaatan Sampah Anorganik Menjadi Produk Bernilai Guna Di Desa Suka Makmur Kecamatan Gerung, Lombok Barat Nurhidayah; Mulhidin; Nurhidayatullah; Majdi, Muhamad
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v2i3.216

Abstract

Banyaknya Timbulan Sampah Anorganik Yang Ada Di Desa Suka Makmur Menjadi Salah Satu Masalah Pencemaran Lingkungan Yang Harus Segera Di Tangani. Pelatihan Pemanfaatan Sampah Anorganik Yang Dilakukan Agar Warga Desa Suka Makmur Dapat Meminimalisir Sampah Rumah Tangga Yang Dihasilkan Dan Menjadikan Sampah Menjadi Suatu Barang Yang Berguna Dan Bernilai Ekonomi Dan Dapat Dijadikan Suatu Usaha Desa Berwawasan Lingkungan Yang Berkelanjutan. Metode Yang Digunakan Pada  Pengabdian Ini Adalah Dengan Diskusi Dan Tanya Jawab Serta Pengolahan Langsung Barang Bekas Menjadi Barang Yang Bernilai Guna. Hasil Kegiatan Pelatihan Ini Dapat Menjadi Rutinitas Atau Menajdi Salah Satu Kegiatan Inti Dan Penting Di Dusun Kedatok Maupun Kebon Kongok Karena Memiliki Manfaat Yang Luar Biasa Diantaranya Adalah Memanfaatkan Sampah Anorganik Yang Susah Terurai Dan Menajdikan Ibu-Ibu Di Di Desa Suka Makmur Memiliki Kegiatan Yang Dapat Menajdikan Peluang Usaha Yang Bermanfaat Bagi Dirinya Dan Masyarakat Sekitar.  
Analysis of Seawater Quality in the Villa Ombak Gili Terawangan Area, Pemenang District Nurhidayah, Nurhidayah; Sholehah, Hijriati; Nurhidayatullah, Nurhidayatullah; Mulhidin, Mulhidin; Azwaruddin, Azwaruddin
Jurnal Pijar Mipa Vol. 20 No. 4 (2025): Special Issue
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v20i4.9023

Abstract

Tourism is one of the most rapidly growing sectors globally and plays a vital role in regional development by contributing to foreign exchange earnings, job creation, and poverty alleviation. Gili Trawangan, a small island in West Lombok, is a popular marine tourism destination experiencing rapid growth in tourist visits and supporting infrastructure, such as hotels and restaurants. This growth has led to increased population density and higher environmental pressures, particularly in the form of liquid waste and pollutants entering coastal waters. If not properly managed, these pollutants can degrade water quality and marine ecosystems. This study aims to assess the quality of seawater in the Villa Ombak area of Gili Trawangan, located in Pemenang District. A quantitative research method was applied, with seawater samples collected from six stations using the Niskin bottle method at a depth of one meter. Parameters analyzed included physical (temperature, total suspended solids/TSS), chemical (pH, salinity, dissolved oxygen/DO, ammonia-N/NH₃-N, nitrate-N/NO₃-N, phosphate/PO₄, oil and fat), and biological (total and faecal coliform) characteristics. Laboratory analysis was conducted at the Mataram PUPR Laboratory, and results were compared to the Indonesian Government Regulation (PP) No. 22 of 2021 on seawater quality standards. The findings showed that all measured parameters met the required quality standards for marine tourism and biota. Recorded values included a temperature of 29°C, TSS 2.5 mg/L, pH 8.2, salinity 33 PSU, DO 6.9 mg/L, NH₃-N 0.019 mg/L, NO₃-N 0.0017 mg/L, oil and fat <0.03 mg/L, total coliform 185 MPN/100 mL, and faecal coliform 0 MPN/100 mL. Although still within safe limits, ongoing monitoring and environmental management are essential to prevent ecological degradation and to ensure the sustainability of marine tourism in the area.
Edukasi dan Pelatihan pembuatan Biogas Skala Rumah Tangga dari Limbah Organik di Desa Darmaji Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah Sholehah, Hijriati; Nurhidayah , Nurhidayah; Mulhidin , Mulhidin; Nurhidayatullah , Nurhidayatullah
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 7 (2025): Mei
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/59ck0058

Abstract

Biogas merupakan energi terbarukan yang dihasilkan dari proses fermentasi anaerobik bahan organik, seperti kotoran ternak, limbah pertanian dan limbah rumah tangga, namun selama ini limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Desa Darmaji dan seringkali dibuang begitu saja, bahkan mencemari lingkungan sekitar. Pembuangan kotoran ternak sembarangan yang tidak ditangani secara baik telah menyebabkan pencemaran lingkungan di sekitar desa, baik air, tanah dan udara dari terbentuknya gas H2S pada timbulan feses Sapi dan limbah organik lainnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu  melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakatyang dilakukan oleh Dosen STTL Mataram antara lain mengenalkan biogas sebagai solusi energi alternatif yang ramah lingkungan. Hasil pengabdian yaitu perubahan temperatur cenderung  konstan  mendekati temperatur lingkungan    yaitu    berkisar antara  23 –30°C. Hal  ini  berarti  bakteri yang  bekerja  pada  digester  tersebut  adalah bakteri mesophilik. Tekanan yang terbentuk setiap hari terus meningkat hingga 8,3 KPA, pada hari ke-5 diperoleh 5,1 KPA. Nyala api yang terbentuk berwarna biru.
Pendampingan Kelembagaan Posyantek Desa Darmaji dalam Pembuatan Biogas Skala Rumah Tangga Mulhidin, Mulhidin; Sholehah, Hijriati; Nurhidayah, Nurhidayah; Susane, Hismi
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/cqgmyf81

Abstract

Teknologi tepat guna Menurut  merupakan teknologi yang sesuai dengan kondisi dimana teknologi tersebut digunakan atau diterapkan, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun budaya, sehingga masyarakat setempat mudah berpartisipasi dan bisa memenuhi kebutuhan mereka secara efektif. Biogas adalah gas yang dapat dihasilkan dari fermentasi faeces (kotoran) ternak, misalnya sapi, kerbau, babi, kambing, ayam dan lain-lain dalam suatu ruangan yang disebut digester Pendampingan kelembagaan dalam pembuatan biogas skala rumah tangga sangat penting untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program.Tujuan Kegiatan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang cara pembuatan Biogas skala rumah tangga sebagai eenrgi terbaruka.Metode yang digunakan dalam pengadbian masyarakat ini adalah Sosialisasi dan pelatihan Langsung tentang cara pembuatan Biogas. Program Pendampingan pembuatan biogas di Desa Darmaji Kecamatan kopang Kabupaten Lombok Tengah diharapkan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai potensi biogas sebagai energi terbarukan yang ramah lingkungan dan bermanfaat dalam mengelola limbah.
Analysis of the Biological Quality of Clean Water in the Laju River, Dompu City Mulhidin Mulhidin; Sri Wahyuningsih
Jurnal Pijar MIPA Vol. 21 No. 3 (2026)
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v21i3.11888

Abstract

Water quality in Indonesia has been declining from year to year. One of the bodies of water experiencing declining water quality is the river. The decline in water quality, accompanied by bacterial contamination, contributes to various diseases linked to contaminated water. The Laju River is one of the large rivers located in the heart of Dompu City. The many activities of residents around the river are one of the sources of pollution in the Laju River. The purpose of this study is to determine the presence and number of Coliform bacteria and Escherichia coli. This type of research is Qualitative Descriptive research. Laju river water samples were taken from the upstream, middle and downstream sections. Based on the examination results, the highest number of Coliform bacteria was in the middle section of the river, namely 16,800 CFU/ 100 ml, and the highest number of Escherichia coli was in the upstream section of the river, namely 17,000 CFU/100 ml. The number of Coliform and Escherichia coli in Laju River water exceeds the value of the Class II River Water Quality Standards set by Government Regulation No. 22 of 2021. Reducing the levels of Coliform and Escherichia coli in river water requires a gradual approach, starting with physical treatment and progressing to chemical disinfection. Controlling the levels of Escherichia coli and Coliform in water is essential because these bacteria are the main indicators of dangerous pathogen contamination, serve as a standard for water quality suitability, and help detect sanitation damage.
Analysis of Sayang-Sayang Spring Water Quality Using the Water Quality Index for Evaluation of the Suitability of Clean Water Sources Hismi Susane; Mulhidin Mulhidin; Nurhidayah Nurhidayah; Hijriati Sholehah
Indonesian Journal of Chemistry and Environment Vol. 8 No. 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ijoce.v8i2.94441

Abstract

Clean water plays a crucial role in public health and environmental sustainability, particularly in urban and peri-urban areas that still rely on springs as a water source. The Sayang-Sayang Spring in Mataram City is utilized by the community, but its water quality is potentially affected by anthropogenic activities in the surrounding area. This study aimed to comprehensively evaluate the water quality of Sayang-Sayang Spring using the Water Quality Index (WQI) approach and determine its suitability as a clean water source. Water samples were collected in August 2025 and analyzed for physical, chemical, and biological parameters in accordance with Minister of Health Regulation No. 32 of 2017. The Weighted Water Quality Index (WQI) was calculated by determining parameter weights using the Delphi method. The analysis results showed that most physical and chemical parameters, such as temperature, TSS, TDS, pH, BOD, DO, nitrate, and ammonia, met clean water quality standards. However, COD and total phosphate values ​​exceeded the established threshold, and microbiological parameters showed a total coliform content of 240 MPN/100 mL. A WQI of 90.20 indicates excellent water quality. However, the presence of organic matter, nutrients, and coliforms limits the use of this spring as untreated drinking water. This study confirms the effectiveness of the WQI as a water quality assessment tool and supports the sustainable management of the spring from anthropogenic pressures.