Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PeTeKa

KORELASI DUKUNGAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN TINGKAT KESULITAN BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR Hairani Harahap, Nenni; Ikawati, Erna
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 8, No 4 (2025): PeTeKa : Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v8i4.1380-1391

Abstract

Lingkungan belajar memiliki peranan penting dalam membentuk keberhasilan akademik dan perkembangan psikologis siswa sekolah dasar. Dalam konteks pendidikan dasar, dukungan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat sering kali menjadi penentu utama keberhasilan siswa dalam mengatasi berbagai hambatan belajar. Namun, tidak semua siswa memperoleh dukungan lingkungan yang memadai, sehingga muncul kesulitan belajar yang memengaruhi prestasi dan motivasi mereka. Studi ini dimaksudkan guna menganalisis hubungan antara dukungan lingkungan belajar dengan tingkat kesulitan belajar siswa sekolah dasar. Penelitian memanfaatkan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di beberapa sekolah dasar negeri, yang ditetapkan melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang mengukur dua variabel utama, yaitu tingkat dukungan lingkungan belajar (meliputi dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat) serta tingkat kesulitan belajar siswa (meliputi aspek akademik, motivasional, dan perilaku). Data dianalisis dengan pengujian korelasi Pearson Product Moment dengan berbantuan program statistik. Hasil penelitian memperlihatkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara dukungan lingkungan belajar dan tingkat kesulitan belajar siswa (r = -0,64; p 0,05). Temuan ini memperlihatkan bahwa semakin tinggi dukungan lingkungan belajar yang diterima siswa, maka semakin rendah tingkat kesulitan belajar yang mereka alami. Dukungan emosional, perhatian orang tua, kualitas interaksi guru, serta lingkungan sosial yang positif terbukti berperan besar dalam meningkatkan kesiapan dan konsentrasi siswa. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan iklim belajar yang kondusif guna meminimalisasi kesulitan belajar dan meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia
PEMETAAN KESULITAN KETERAMPILAN BERBAHASA (MENYIMAK, BERBICARA, MEMBACA, MENULIS) SISWA KELAS IV-V SD NEGERI 036 TANGGABOSI Zuhdi, Ahmad; Ikawati, Erna
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 8, No 4 (2025): PeTeKa : Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v8i4.1643-1653

Abstract

Studi ini menelusuri pola kesulitan berbahasa siswa kelas IV-V di SD Negeri 036 Tanggabosi, Mandailing Natal, sebagai fondasi merancang strategi pembelajaran yang lebih responsif. Melibatkan 44 siswa melalui pendekatan kombinasi kuantitatif-kualitatif (Mixed Method) selama enam pertemuan pembelajaran, penelitian mengungkap bahwa lebih dari separuh siswa (56,3%) mengalami kesulitan signifikan. Urutan kesulitan menunjukkan pola konsisten: menulis paling menantang (63,6% siswa kesulitan), diikuti berbicara (59,1%), membaca (54,5%), dan menyimak (47,7%). Temuan spesifik menunjukkan 72,7% siswa gagal mengidentifikasi ide pokok bacaan, 86,4% menghasilkan tulisan tanpa struktur jelas dan ejaan tidak tepat, 75,0% kehilangan konsentrasi saat menyimak, sementara 43,2% mengalami hambatan kepercayaan diri ketika berbicara. Akar permasalahan meliputi rendahnya motivasi belajar (70,5%), minimnya kebiasaan membaca (88,6%), pendekatan pembelajaran yang kurang variatif, serta terbatasnya akses literasi. Temuan menegaskan urgensi transformasi pembelajaran melalui pendekatan interaktif, program remedial terarah, dan penguatan ekosistem literasi sekolah secara menyeluruh.
MENYIMAK SEBAGAI PROSES KOGNITIF AKTIF: PERSPEKTIF LINGUISTIK, NEUROLINGUISTIK, DAN PEDAGOGIS Asiah Jamil Nasution, Nur; Ikawati, Erna
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 8, No 4 (2025): PeTeKa : Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v8i4.1654-1662

Abstract

Menyimak merupakan keterampilan berbahasa yang berperan sebagai fondasi perkembangan kemampuan berbahasa lainnya. Artikel ini bertujuan menganalisis keterampilan menyimak sebagai proses kognitif aktif dengan mengintegrasikan perspektif linguistik, neurolinguistik, dan pedagogis. Penelitian dilakukan melalui kajian pustaka terhadap referensi mutakhir tahun 2020–2025. Secara linguistik, menyimak dipahami sebagai proses pemahaman bahasa lisan yang melibatkan analisis struktur fonologis, sintaksis, dan semantis. Dari perspektif neurolinguistik, menyimak merupakan aktivitas simultan yang melibatkan area pendengaran dan pusat bahasa di otak, termasuk korteks auditori dan area Broca–Wernicke. Sementara itu, secara pedagogis, menyimak merupakan keterampilan yang dapat dikembangkan melalui strategi metakognitif, penggunaan media multimodal, dan lingkungan belajar interaktif. Artikel ini menegaskan pentingnya pembelajaran menyimak yang berbasis strategi dan dukungan teknologi untuk membantu peserta didik memaksimalkan proses internalisasi makna. Kajian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model pengajaran keterampilan menyimak dalam pembelajaran bahasa, khususnya di era digital yang menuntut kemampuan mengolah informasi secara cepat dan kritis.