Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pemberdayaan Warga Binaan dalam Upaya Pencegahan TB Paru di Lapas Perempuan Kelas II A Pontianak Ditha Astuti Purnamawati; Indah Dwi Rahayu; Lince Amelia Amelia; Dinarwulan Puspita
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 5, No 2 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v5i2.533

Abstract

Pulmonary Tuberculosis is a direct infectious disease caused by the tuberculosis germ (Mycobacterium tuberculosis) which is transmitted through the air (droplet nuclei) when a patient coughs and splashes of saliva containing the bacteria are inhaled by another person while breathing. The risk factors for the incidence of pulmonary TB are, occupancy density, lack of ventilation, poor lighting, access to inadequate facilities. The problems that exist in partners are the lack of counseling activities, especially related to health education on the prevention of pulmonary TB, the condition of densely populated prisons, inadequate ventilation and inadequate lighting are risk factors for the development of pulmonary TB. The first step is to collect pre-test data before being given health information on TB prevention. Furthermore, health education was given about prevention of pulmonary TB to the inmates. At the evaluation stage, post-test data were collected. Based on the results of community service activities with the target of assisted residents in the Pontianak class II women's correctional prison, it went well. Participants can participate in activities from start to finish with enthusiasm. After participating in this activity, it was found that there was an increase in knowledge in efforts to prevent pulmonary TB in prisons. It is hoped that the prison can increase health education activities, especially pulmonary TB, this is necessary to prevent transmission of pulmonary TB in prisons.
STUDI OBSERVASIONAL ANALISIS KORELASI PENGETAHUAN DAN KECEMASAN PASIEN PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION Nely Variety, Uray; Puspita, Dinarwulan; Astuti Purnamawati, Ditha
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v2i1.22

Abstract

Latar belakang: Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu penanganannya adalah Percutaneous Coronary Intervention (PCI) melalui prosedur kateterisasi jantung. Prosedur ini kerap menimbulkan kecemasan pada pasien, yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi fisik dan psikologis. Salah satu faktor yang memengaruhi tingkat kecemasan adalah pengetahuan pasien tentang prosedur yang akan dijalani. Kurangnya informasi dan komunikasi yang tidak efektif antara tenaga kesehatan dan pasien dapat memperburuk kecemasan tersebut. Oleh karena itu, penting untuk meneliti hubungan antara tingkat pengetahuan dan kecemasan pada pasien yang akan menjalani PCI, khususnya di RSUD Dr. Soedarso, Kalimantan Barat. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan pasien dengan tingkat kecemasan pasien yang akan menjalani tindakan PCI di ruang Cathlab RSUD Dr. Soedarso, Kalimantan Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik incidental sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 49 pasien yang menjalani PCI. Uji statistik menggunakan Spearman Rank Test. Hasil: Mayoritas responden berusia 46–55 tahun (63,3%), berjenis kelamin laki-laki (69,4%), dan memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA (81,2%). Sebanyak 40,8% responden memiliki pengetahuan yang cukup tentang PCI, dan 34,7% mengalami kecemasan ringan. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan kecemasan pasien (p-value = 0,001; r = 0,873). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara tingkat pengetahuan pasien dengan tingkat kecemasan sebelum menjalani PCI di ruang Cathlab RSUD Dr. Soedarso, Kalimantan Barat. Penelitian lanjutan dengan metode kualitatif disarankan untuk memvalidasi hasil penelitian ini.
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM MENCEGAHAN TERJADINYA ISPA PADA BALITA Sari, Rahmada; Makmuriana, Lestari; Puspita, Dinarwulan
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v2i1.23

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan gangguan pernapasan yang sering terjadi di masyarakat dan sering dianggap tidak berbahaya. Namun, ISPA dapat menyebabkan penurunan berat badan anak hingga 10%. Selain itu, ISPA juga dapat mengganggu kualitas tidur balita, yang pada akhirnya berdampak pada tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, keterlibatan keluarga, khususnya ibu, sangat diperlukan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan ISPA pada anak. Pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan ISPA harus dimiliki oleh setiap anggota keluarga, terutama ibu yang memiliki peran utama dalam merawat anak-anaknya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan perilaku pencegahan ISPA pada balita di Puskesmas Siduk, Kayong Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 56 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada rentang usia 26-35 tahun (31 responden, 55,4%). Sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan SMA (29 responden, 51,8%) dan tidak bekerja atau berstatus sebagai ibu rumah tangga (IRT) (39 responden, 69,6%). Seluruh responden beragama Islam, dan mayoritas berasal dari suku Melayu (35 responden, 62,5%). Hasil uji statistik menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p-value = 0,001) dan sikap (p-value = 0,000) dengan perilaku ibu dalam mencegah ISPA pada balita. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan perilaku pencegahan ISPA pada balita di Puskesmas Siduk, Kayong Utara. Kata Kunci: ISPA; Pengetahuan dan Sikap; Pencegahan ISPA.
PENDIDIKAN SEKSUAL DENGAN METODE VIDEO TENTANG UNDERWARE RULES PADA SISWA Rizki Vernanda, Mirani; Amelia, Lince; Almumtahanah, Almumtahanah; Dwi Rahayu, Indah; Puspita, Dinarwulan; Astuti Purnamawati, Ditha
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v2i1.25

Abstract

Latar Belakang:Kekerasan seksual merupakan tindakan yang mengarah pada seksualitas seseorang dengan unsur paksaan tanpa memandang hubungan pelaku dan korban. Dampaknya sangat serius, terutama bagi anak, mencakup gangguan fisik, mental, sosial, bahkan kematian. Salah satu upaya pencegahan yang efektif adalah edukasi melalui program underwear rules, sehingga penting dilakukan pendidikan kesehatan mengenai hal ini pada anak usia sekolah dasar. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan seksual menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan underwear rulespada siswa usia 8–9 tahun di SDN 51 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest with control group. Populasi berjumlah 135 siswa, dengan sampel sebanyak 100 siswa yang diambil menggunakan simple random sampling. Hasil: Rerata pengetahuan kelompok intervensi saat pretest adalah 60% (kategori kurang), meningkat menjadi 84% (kategori baik) pada posttest. Sementara kelompok kontrol meningkat dari 57% menjadi 66%. Uji paired sample t-testmenunjukkan p-value 0,000, yang berarti ada pengaruh signifikan setelah intervensi. Uji independent sample t-test juga menunjukkan p-value 0,000, menandakan perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan: Pendidikan seksual menggunakan video efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang underwear rules. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan anak usia 8–9 tahun setelah diberikan intervensi video edukatif.
RISIKO ULKUS KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS Ramadhan, Rizki Akbar; Amrullah, Syahid; Puspita, Dinarwulan; Pratama, Kharisma
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v2i2.28

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) adalah kondisi kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan pada sekresi atau fungsi insulin. DM memengaruhi metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, serta dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang, seperti kerusakan mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah. Ketidakseimbangan hormon turut memperparah hiperglikemia, yang menjadi pemicu komplikasi, termasuk ulkus kaki diabetikum (UKD). Tujuan: Mengetahui gambaran risiko terjadinya UKD pada pasien DM di Puskesmas Perumnas II Pontianak. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap pasien DM. Hasil: Sebagian besar responden adalah wanita usia 56–65 tahun, berpendidikan SMA, dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Tingkat kesadaran terhadap gaya hidup sehat masih rendah. Mayoritas telah menderita DM selama 1–5 tahun, dan tergolong berisiko tinggi terhadap UKD stadium 1, akibat komplikasi seperti mikroangiopati dan neuropati perifer. Ditemukan tanda-tanda klinis seperti deformitas, fisura, kapalan, dan hilangnya sensasi berdasarkan tes monofilamen. Risiko UKD diperparah oleh pola makan yang tidak teratur dan ketidakpatuhan terhadap konsumsi obat anti diabetes oral (OAD). Kesimpulan: Mayoritas responden tergolong berisiko tinggi mengalami UKD, terutama wanita lansia pascamenopause dengan gaya hidup kurang sehat. Diperlukan intervensi edukatif dan manajemen DM secara menyeluruh, termasuk edukasi perawatan kaki, untuk mencegah terjadinya komplikasi serius seperti ulkus kaki diabetik.
INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KEJADIAN MENARCHE DINI Aldita Mellyani, Retno; Puspita, Dinarwulan; Pradika, Jaka
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v1i1.53

Abstract

Background: The age of menarche in young women varies from year to year. One factor is nutritional imbalance, which can be assessed using the Body Mass Index (BMI). Objective: To find out whether there is a relationship between BMI (Body Mass Index) and the incidence of early menarche in Muhammadiyah 2 elementary school students, Pontianak city. Methods: This type of research uses analytic descriptive method with a cross sectional approach. The sample used was 78 respondents with the consecutive sampling method. Statistical test using the Chi-Square test. Results: Through analysis with the Chi-Square test obtained a significant level of α = 0.05. Based on the results of data processing, a sig (2-tailed) value of 0.002 <0.05 means that Ho is rejected, Ha is accepted, indicating that there is a relationship between body mass index (BMI) and the incidence of early menarche in elementary school students at Muhammadiyah 2 Pontianak. Conclusion: There is a relationship between body mass index (BMI) and the incidence of early menarche in Muhammadiyah 2 elementary school students, Pontianak. It is recommended that parents of students play an important role in the development of young women to maintain the fulfillment of good nutrition as well as provide assistance and convey information about menstruation.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PERAWATAN ULKUS KAKI DIABETIK BERULANG Fatmawati; Supriadi; Puspita, Dinarwulan
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v1i3.78

Abstract

Background: Diabetic foot ulcers (DFU) are among the most common complications in patients with type 2 diabetes mellitus. One of the key factors influencing ulcer healing is patient compliance. Adherence to treatment is essential for diabetic patients, especially those with infected wounds. Objective: To determine the factors associated with patient compliance in the management of recurrent diabetic foot ulcers. Methods: This study employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 140 patients with recurrent diabetic foot ulcers, and a total of 58 respondents were selected using purposive sampling. Data were analyzed using the Chi-square test with a 95% confidence level (α = 0.05). Results: The findings revealed a significant relationship between knowledge (p = 0.002), healthcare facility support (p = 0.001), healthcare worker support (p = 0.037), and family support (p = 0.011) with the level of patient compliance in recurrent diabetic foot ulcer care. Conclusion: There is a significant association between knowledge, healthcare facility support, healthcare worker support, and family support with patient compliance in the management of recurrent diabetic foot ulcers.
PELAYANAN PERAWAT DAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG ICCU Biateris, Siren; Kawuryan, Uji; Puspita, Dinarwulan
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v1i4.81

Abstract

Background: Health services are a fundamental need of society, and patient satisfaction is an essential indicator of hospital service quality. Objective: This study aimed to analyze the relationship between nursing care services and patient satisfaction in the Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) of Dr. Soedarso Regional General Hospital, West Kalimantan. Method: A cross-sectional design was applied with 70 respondents selected using incidental sampling. Data were collected through Likert-scale questionnaires and analyzed using the Chi-Square test. Result: The results showed that most respondents rated nursing services as good (92.9%) and were satisfied (91.4%). The p-value of 0.001 (<0.05) indicated a significant relationship between nursing care quality and patient satisfaction. Conclusion: The findings suggest that the better the quality of nursing services, the higher the patient satisfaction. Continuous training is needed to enhance nurses’ professionalism and communication skills.
Pengetahuan dan Kepatuhan Kontrol Pasien Hipertensi di Puskesmas Sungai Raya Purnamawati, Ditha Astuti; Amelia, Lince; Puspita, Dinarwulan; Rahayu, Indah Dwi; Mardiyani, Ridha
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 7, No 2 (2023): JIK-Oktober Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v7i2.707

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global karena merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan stroke. Salah faktor yang mempengaruhi penderita hipertensi mengatasi pencegahan dan kekambuhan adalah pengetahuan. Pasien yang memiliki pengetahuan tinggi dikaitkan dengan rendahnya penghentian intervensi dan kepatuhan yang lebih tinggi terhadap pengobatan, serta kontrol penyakit yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan pengetahuan dan kepatuhan kontrol pasien hipertensi di puskesmas sungai raya. Metode Penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan secara cross sectional, pengambilan data dilakukan dengan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah 90 responden dengan hipertensi di wilayah kerja puskesmas sungai raya dalam. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan gambaran pengetahuan responden tentang hipertensi sebagian besar adalah rendah yaitu 53,3%, serta gambaran kepatuhan responden untuk kontrol sebagian besar dengan kepatuhan rendah sebanyak (68,9%). Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p value 0,07 < 0,005 yang artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan kontrol responden.
Perfusi Perifer Tidak Efektif (Anemia) pada An. A Di Ruang Anak RSUD Dr. Soedarso Pontianak Amelia, Lince; Saputra, Ramdani; Lestari, Lilis; Puspita, Dinarwulan; Rahayu, Indah Dwi; Purnamawati, Dita Astuti; Almumtahanah, Almumtahanah
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 5, No 1 (2021): JIK-April Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v5i1.307

Abstract

AbstrakAnemia adalah suatu keadaan di dalam sirkulasi darah atau massa hemoglobin dimana berkurangnya sel darah merah (eritrosit) sehingga menyebabkan ketidakmampuan untuk memenuhi  fungsinya  untuk  membawa  oksigen  ke  seluruh  jaringan.  Anemia merupakan penyebab kecacatan kedua tertinggi didunia. Anemia diperkirakan menyumbang lebih dari 68 juta tahun hidup dengan cacat, lebih dari perkiraan untuk depresi berat, penyakit pernapasan kronis dan cedera gabungan. Tujuan Studi kasus ini untuk melakukan asuhan keperawatan pada anemia. Metode subyek penelitian 1 pasien dengan studi kasus selama 3 hari. Penelitian ini menggunakan dengan pendekatan asuhan keperawatan dengan mengambil satu sampel sebagai unit analisis. Hasil analisis didapatkan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan studi kasus asuhan keperawatan pada pasien dengan anemia dengan diagnosa utama perfusi perifer tidak efektif, dan setelah dilakukan Tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam dengan masalah perfusi perifer tidak efektif teratasi dengan kriteria yang ditetapkan dengan hasil implementasi yang dilakukan sesuai dengan respon perkembangan klien Kesimpulan: Terdapat 3 diagnosa yang muncul pada kasus. Setelah tindakan keperawatan ketiga masalah tersebut teratasi sebagian. Kata Kunci : Perfusi perifer tidak efektif, anemia