Claim Missing Document
Check
Articles

Found 73 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Pengaruh Suhu Sintesis Aditif Terhadap Nilai Kalor Briket Sampah Organik Ayu Lestari; Suwandi Suwandi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemanfaat energi fosil di Indonesia semakin meningkat. Sumber energi fosil jika digunakan terus menerus akan habis, maka dari itu kita harus mencari energi alternatif. Salah satunya adalah sampah organik yang dapat dijadikan briket sebagai bahan bakar. Bahan dasar pembuatan briket berasal dari sampah organik yang mudah ditemukan masyarakat dan harganya lebih murah. Penelitian ini membuat briket dengan sampah organik dengan tambahan bahan aditif tempurung kelapa dan sekam padi, adanya proses aktivasi arang dengan menambahkan bahan kimia NaOH untuk dijadikan arang aktif. Metode penelitian yang dilakukan dengan pencampuran sampah organik dan bahan aditif menggunakan tekanan hidrolik pada sampel briket dengan uji variasi rasio perbandingan massa sebanyak 5 yaitu 1,5:1,5, 1,75:1,25, 2:1, 2,25:0,75, 2,5:0,5. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kalor. Pengujian ini dilakukan menggunakan satu alat yaitu Bomb Calorimeter. Dari hasil pengujian tersebut nilai kalor yang tertinggi pada bahan aditif sekam padi dengan variasi rasio 2:1 dengan nilai kalor 4328 kal/gr, sedangkan nilai kalor tertinggi pada bahan aditif arang tempurung kelapa 1.5:1.5 5047 kal/gr. Dari hasil pengujian tempurung kelapa pengaruh terhadap komposisi semakin banyak tempurung kelapa maka nilai kalornya semakin tinggi, suhu tidak berpengaruh dalam pengujian nilai kalor, dan jumlah massa limbah organik sangat berpengaruh untuk menaikkan nilai kalor. Dari hasil pengujian sekam padi pengaruh terhadap suhu nilai kalor yang paling tinggi di suhu 600°C dengan perbandingan rasio SO 2,5 gr + SK 0,5 gr dengan nilai kalor yaitu 3945 kal/gr. Jika suhu dinaikkan lebih dari 600°C maka nilai kalornya akan kecil, dan jika suhu diturunkan maka nilai kalor lebih tinggi dari pada suhu di naikkan. Suhu tidak berpengaruh pada saat pengujian nilai kalor. Kata kunci : briket, tempurung kelapa, sekam padi, sampah organik, arang aktif. Abstract The fossil energy utilization in Indonesia is increasing. Sources of fossil energy if used continuously will be exhausted, therefore we must seek alternative energy. One of them is organic waste that can be used as a briquette fuel. The base material for making briquette comes from organic waste that is easy to find and cheaper price. This research makes briquettes with organic waste with an additive of coconut shell additives and rice husk, the process of charcoal activation by adding the chemical NaOH to be used as activated charcoal. Methods of research conducted with the mixing of organic waste and additives using hydraulic pressure on the sample briquette with test variations ratio of mass comparison as much as 5 is 1.5:1.5, 1.75:1.25, 2:1, 2.25:0.75, 2.5:0.5. This test is done to find out the heat value. This test is done using a single tool, which is a Calorimeter Bomb. From the results of the test the highest heat value of the rice husk additive with a variation of the ratio of 2:1 with a heat value 4328 cal/GR, while the highest Calor value on coconut shell Charcoal Additives 1.5:1.5 5047 cal/Gr. From the results of coconut shell testing influence on the composition of more and more coconut shell then the value of the heat is higher, the temperature has no effect in testing the value of the heat, and the amount of organic waste mass is very influential to increase the value of the heat. From the test result rice husk influence against the temperature of the high heat value at 600 °c by comparison ratio SO 2.5 gr + SK 0.5 gr with the value of heat is 3945 cal/Gr. If the temperature is raised to more than 600 °c then the value of the heat will be small, and if the temperature is lowered then the heat value is higher than the temperature in the raise. Temperature has no effect when testing the heat value. Keywords: briquette, coconut shell, rice husk, organic waste, activated charcoal.
Pengaruh Tinggi Gasifier Terhadap Kinerja Yang Dihasilkan Kompor Gasifikasi Tipe Downdraft Ilham Pratama; Suwandi Suwandi; Nurwulan F
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

masyarakat menggunakan kompor dengan bahan bakar LPG (Liquified Petroleum Gas) n banyak dijual di masyarakat. Namun bahan bakar LPG ini merupakan bahan bakar yan renakan termasuk olahan turunan minyak bumi. Hal ini menyebabkan masyarakat antung pada LPG sebagai bahan bakar. Solusi alternatif yang dapat digunakan adalah omassa yang dapat diperbarui dan dikonversi menggunakan gasifikasi biomassa. Tek nggunaan bahan bakar biomassa adalah kompor gasifikasi yang dapat diterapkan pa aan. Kompor Gasifikasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Downdraft Gasifier den tinggi reaktor 60 cm. Memiliki 5 buah gasifier dengan diberikan variasi ketinggian yaitu cm. Pengujian Downdraft Gasifierterdapat satu variabel yaitu variasi ketinggian yang di variabel tersebut, pengujian kompor Downdraft Gasifier dilakukan dengan metode Stan . kunci: biomassa; gasifikasi; Downdraft Gasifier, Standar Nasional Indonesia (SNI). le use stoves with LPG (Liquified Petroleum Gas) fuel because they are more efficient an munity. However, this LPG fuel is a non-renewable fuel because it includes petroleum ple to not be able to depend on LPG as fuel forever. An alternative solution that can be us d convertible biomassfuel using biomass gasification. The technology thatsupportsthe us ion stoves that can be applied to rural and urban areas. The gasification stove used in th sifier with a stove diameter of 15 cm. Has 5 gasifiers with height variations, namely 20cm, here is one variable for Downdraft Gasifier testing, namely the height variation given to these variables, testing for Downdraft Gasifier stoves is carried out using the Indonesi method. ords: biomassa; gasifikasi; Downdraft Gasifier, Standar Nasional Indonesia (SNI).
Pengaruh Pola Tiup Udara Terhadap Kinerja Kompor Gasifikasi Tipe Downdraft Dan Updraft Alsya Pratiwi; Suwandi Suwandi; Amaliyah Roshari Indah Utami
eProceedings of Engineering Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar merupakan solusi yang tepat untuk penanganan sumber energi fosil yang semakin menipis. Pada penelitian ini menggunakan kompor gasifikasi biomassa tipe downdraft dan updraft dengan bahan bakar (wood pellet) dan menggunakan metode Standar Nasional Indonesia (SNI 7926:2013) Tungku Biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja kompor gasifikasi dari dua variasi pola tiup udara yaitu cyclone dan direct. Pada penelitian ini menggunakan gasifier dengan ketinggian 20 cm serta memiliki lubang sebanyak 40 buah. Setiap pengujian dilakukan dengan empat variasi kecepatan (m/s), yaitu 4,5; 5; 5,4 dan 5,7 dan tiga variasi jumlah bahan bakar (gr), yaitu 400, 600 dan 800. Menurut Metode SNI, nilai efisiensi termal minimum adalah 20% dan nilai FCR maksimum adalah 1kg/jam. Hasil dari pengujian kompor gasifikasi tipe updraft dengan pola tiup udara cyclone meiliki kinerja yang lebih baik. Kompor gasifikasi tipe tersebut memiliki nilai efisiensi termal tertinggi yaitu 13,52%, FCR sebesar 1,64 kg/jam, persentase char yaitu 1,88%, waktu untuk mendidihkan air tercepat yaitu 562 detik (9,3 menit), laju kalor tertinggi yaitu 964,402 kkal/jam, suhu api maksimum yaitu 824,56℃, serta persentse warna api biru sebesar 30,38% dan warna api merah sebesar 40,32% pada kecepatan udara 5,4 m/s dan bahan bakar 800 gr. Kata kunci : kompor gasifikasi; pola tiup udara; biomassa; downdraft; updraft; cyclone; direct; wood pellet. Abstract Utilization of biomass as a fuel is the right solution for handling the depleting fossil energy sources. In this study using type biomass gasification stoves downdraft and updraft with fuel (wood pellet) and using the Indonesian National Standard method (SNI 7926: 2013) Biomass Furnace. This study aims to determine the performance of the gasification stove from two variations of air blowing patterns, namely cyclone and direct. In this study, using a gasifier with a height of 20 cm and 40 holes. Each test was carried out with four variations of velocity (m/s), namely 4.5; 5; 5,4 and 5,7 and three variations of the amount of fuel (gr), namely 400, 600 and 800. According to the SNI Method, the minimum thermal efficiency value is 20 % and the maximum FCR value is 1 kg/hour. The results of testing type gasification stove updraft with air blow pattern cyclone have better performance. Thistype of gasification stove has the highest thermal efficiency value, namely 13.52 %, FCR of 1.64 kg/hour, percentage of char is 1.88 %, the fastest time to boil water is 562 seconds (9.3 minutes), the highest heat rate is 964.402 kcal/hour, the maximum fire temperature is 824.56 ℃, and the percentage of blue flame color is 30,38 % and red flame color is 40,32 % at air velocity of 5.4 m/s and 800 gr of fuel. Key words : gasification stove; air blow pattern; biomass; downdraft; updraft; cyclone; direct; wood pellet
Co-Authors Abdul Haffif Adisal Krisnatal Adli Destiawan Wicaksono Ahmad Qurthobi Alsya Pratiwi Amaliyah Rohsari Amaliyah Rohsari Indah Utami Amaliyah Roshari Indah Utami Anang Try Wiyana Andica Dian Isnaini Angistu Palamarta Asep Suhendi Audi Riansyahputra Auliana Darmaningsih Ayu Lestari Bayu Priambodo Berna Wahyu Setiawan Chartika Fadilah Prasetiani Chintia Dara Anggraini Danny Dimas Debriano Dendy Darma Putra Desan Roni Saputra Edy Wibowo Egi Agustian Eiffel Fatimah Mardan Ekki Kurniawan Endang Rosdiana Erida Asih Selilana Fatma Junita Fikri Rangga Halim Fiqih Maulana Hasbi Firda Nurmalida Fransiskus Xaverius Dwiyanto Meas Hadani Rabby Haifa Wahyu Handri Morteza Hartono Adi Bharata Hasna Nur Aini Fadhilah Heni Dwi Juniar Hertiana Bethaningtyas Hertiana Bethaningtyas Dyah K. Hertiana Bethaningtyas Dyah Kusumaningrum Hicary Hicary Hilda Hamdah Husniyyah Ihsan Nugraha Putra Mukhti Ilham Pratama Imam Abdul Mahmudi Imas Agustin Indra Wahyudin Fathonah Isma Rekathakusuma Jaya Wikrama Jilva Novandarys Sugandi Kartika Mahardhika Dyah Puspitasari Lisa Anjani Arta Maruli Tua Baja Sihotang Memoria Rosi Miranti Widyastuti Mochammad Reddy Tri Cahaya Muh. Al Furqan Syafiuddin Muh. Saladin Muh. Saladin Prawirasasra Muhamad Kholik Martadinata Efendi Muhamad Maulana Riswandha Muhamad Ramdlan Kirom Muhamad Saladin Prawirasasra Muhammad Luthfian Dhiya Urramdhan Muhammad Saladin Muhammad Saladin Prawirasa Muhammad Saladin Prawirasasra Muhammad Zahid Hibaturrahman Muhammad Zakaria Narulita Andriyani Natasha Salsabila Nia Norissa Nouval Abdullah Nurwulan F Nurwulan Fitriyanti Nushaibah Athifah Orienta Sebayang Putri Mayasari Anisah R. Biantoro Kusumo Setiawan Rachman Ikhwanto Randhy Novianto Prabowo Ratna Sampurna Raysa Nurpujawati Gunawan Reza Fauzi Reza Fauzi Iskandar Reza Naufal Rizqullah Riandi Oktovian Rifki Irawan Risda Monitawati Riva Silvia Nababan Rizkar Febrian Rizky Anggara Saladin Prawirasasra Shinta Rizqi Amalia Siti Nur’aini Azizah Tedy Gumilar Tri Ayodha A Tri Ayodha Ajiwiguna Ulvariandani Ulvariandani Wahyu Rangga Pratama Yogathama Arif Kurniawan