Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perencanaan Kebijakan Persediaan Untuk Meminimasi Biaya Total Persedian Dengan Pendekatan Metode Periodic Review (r,s,s) Pada Part Aksesoris Paramaditya Arismawati; Ari Yanuar Ridwan; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT.XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang distribusi, after sales service dan retailer kendaraan merk xxx. Permasalahan yang terjadi pada PT.XYZ yaitu tingginya permintaan material aksesoris periode Juni 2014 – Januari 2015 tetapi tidak diimbangi stok persediaan material di gudang yang menyebabkan terjadinya stockout pada gudang. Permasalahan stockout terjadi karena belum adanya kebijakan persediaan, termasuk belum adanya penentuan besarnya safety stock untuk meredam fluktuasi permintaan. Pada peneltian ini, akan dikembangkan kebijakan persediaan untuk PT.XYZ termasuk menghitung biaya total persediaan dan besarnya safety stock. Metode yang digunakan adalah periodic review (R,s,S). Pada metode ini akan ditentukan parameter interval pemesanan (R) , kombinasi antara s (reorder point) dan S (maximum level) yang berpengaruh terhadap pengendalian persediaan. Sedangkan, material aksesoris yang dianalisis pada penelitian ini sebanyak 350 SKU. Berdasarkan analisis berdasarkan pola permintaan, terdapat pola lumpy dengan 58% dan pola erratic 42% yang mempunyai pola distribusi tidak seragam. Maka untuk membantu menentukan forecast demand menggunakan perhitungan Simulasi Monte Carlo. Hasil dari perhitungan simulasi ini kemudian akan menjadi input-an demand dalam metode yang digunakan. Hasil dari perhitungan biaya total persediaan kondisi usulan di PT.XYZ menggunakan kebijakan periodic review (R,s,S) yang mampu menurunkan biaya total persediaan hingga 63% lebih rendah dibanding biaya tota persediaan kondisi aktual. Menggunakan usulan kebijakan persediaan periodic review (R,s,S) mampu meningkatkan service level, sebesar 10% lebih tinggi dibanding service level kondisi aktual. Kata kunci : Material Aksesoris Mobil, stockout, backorder, Periodic Review (R,s,S), Monte Carlo Abstract
Analysis of The Service System In The General Poly RS Husada Utama With Discrete Simulation Alisa Audria Fadillah, Pinkkan; Sayid Albana, Abduh; Arismawati, Paramaditya
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitals require high efficiency, with one major challenge being the management of patient queues. At Husada Utama Hospital, long queues lead to waiting times of up to 90 minutes due to an imbalance between patient arrivals and service capacity. This study aims to reduce waiting times and improve service levels by modeling the queuing system using discrete simulation. Observation data from 08.00 to 17.00 on busy days (excluding special holidays) were used, processed, and simulated using Arena Software. Model verification and validation were conducted by comparing simulation results with actual data through T-tests. Under current conditions, the average waiting time at the Nurse Station is 47.86 minutes (72% utility), at the General Poly 144.86 minutes (89%), and at the Specialist Poly 163.97 minutes (89%). After applying improvement scenario 1, which adds one APKM unit, waiting times dropped to 26.80 minutes (68% utility) at the Nurse Station, 94.03 minutes (83%) at the General Poly, and 105.23 minutes (84%) at the Specialist Poly. This represents a reduction in waiting time of 60.82%, 35.08%, and 35.83% respectively. Scenario 1 is proven to be the most effective in reducing average waiting times with optimal utility. Kata kunci— Queue, Arena, Hospital, Discrete Simulation
Analisis Pengendalian Persediaan Cokelat Compound Menggunakan Metode Continuous Review dan Periodic Review (Studi Kasus CV. Aneka Pangan Indonesia) Iansyah Tegar Samudra; Silvi Istiqomah; Paramaditya Arismawati
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract— CV. Aneka Pangan lndonesia merupakan perusahaan pengolah makanan yang memproduksi cokelat compound dan masih mengelola persediaan secara manual, yang menyebabkan ketidakseimbangan antara stok dan permintaan, serta tingginya biaya persediaan.aPeneitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode pengendalian persediaan yang lebih optimal dengan membandingkan Continuous Review Systemg(CRS) dan Periodic Review Systemg(PRS) menggunakan pendekatan Hadley-Within. Data yang digunakan meliputi permintaan tahunan, biaya pemesanan,sbiaya simpan, danabiaya kekurangan, yang dianalisis secara kuantitatif untukgmenghitung total biaya persediaan dari masing-masing metode. Hasil analisisgmenunjukkantbahwa metode CRSzmenghasilkan total biaya sebesar Rp13.699.974,00, lebih rendah dibandingkan PRS sebesar Rp23.280.613,00 dan sistem aktual perusahaan sebesar Rp57.195.271,00. Selain lebih hemat biaya, metode CRS juga mampu merespons fluktuasi permintaan dengan lebih baik melalui penetapan titik pemesanan kembaliy(reorder point) dan persediaan pengamant(safety stock) yang optimal, serta memiliki tingkat pelayanan hingga 99,98%. Oleh karena itu, metode CRS dinilai lebih efektif dan efisien dalam pengelolaan persediaan, terutama apabila didukung oleh sistem digital untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi operasional perusahaan. Kata kunci— aPengendalian persediaan, cokelat compound, aContinuous review system,sPeriodic review system
Analisis Pengendalian Persedian Perangkat ONT Menggunakan Metode Continous Review Di PT Telkom Witel Surabaya Selatan Muhammad Naufal Arief; Silvi Istiqomah; Paramaditya Arismawati
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— PT Telkom Witel Surabaya Selatan menghadapi permasalahan dalam pengendalian persediaan perangkat Optical Network Terminal (ONT), di mana stok yang tersedia sering kali melebihi permintaan aktual. Kondisi ini menyebabkan overstock, meningkatnya biaya penyimpanan, dan menurunnya efisiensi operasional. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini dilakukan pengendalian persediaan dengan metode Continuous Review System (CRS), menggunakan parameter Reorder Point sebesar 116 unit, Safety Stock 10 unit, dan Order Quantity 464 unit, dengan tingkat layanan sebesar 99,7%. Untuk mendukung efektivitas metode, dilakukan analisis sensitivitas terhadap empat variabel: biaya pemesanan, biaya simpan, biaya kekurangan, dan jumlah permintaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa permintaan dan biaya kekurangan merupakan faktor yang paling sensitif terhadap total biaya persediaan, sedangkan biaya pemesanan memiliki dampak paling kecil. Selanjutnya, penerapan metode CRS menghasilkan penurunan total biaya persediaan dari Rp408.129.062 (biaya aktual) menjadi Rp69.830.864,10 (biaya usulan). Artinya, terjadi efisiensi biaya sebesar Rp338.298.197,90 atau penghematan sebesar 82,91%. Dengan demikian, penerapan pengendalian persediaan yang efisien terbukti mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional perusahaan. Kata kunci— Continuous Review System, Overstock, Safety Stock, Optimal Network Terminal
Identifikasi Risiko Rantai Pasok di Restoran Siap Saji Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Supply Chain Operation Reference (SCOR) Arifah Romizah Zalfa; Ilma Mufidah; Paramaditya Arismawati
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Restoran siap saji merupakan salah satu industri kuliner yang berfokus pada penyediaan makanan dan minuman dengan cepat dan efisien. S tudi ini menemukan bahwa restoran siap saji seperti McDonald's di Taman Pinang, Sidoarjo, menghadapi masalah dalam manajemen rantai pasokan tahap pengadaan bahan baku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan risiko yang timbul dari rantai pasokan tahap pengadaan bahan baku dan untuk menyarankan cara untuk mengurangi risiko tersebut sehingga operasi menjadi lebih efisien dan pelanggan lebih puas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Supply Chain Operation Reference (SCOR). Hasilnya menunjukkan bahwa ada enam kejadian risiko pada tingkat penyedia. Analisa risiko FMEA menghasilkan delapan penyebab risiko, dan dari mereka, tiga yang paling signifikan dipilih untuk diusulkan mitigasi. Kata kunci— FMEA, SCOR, Mitigasi Risiko, Rantai Pasok, Restoran Siap Saji
Perencanaan Aktivitas Distribusi Bahan Baku Untuk Minimasi Biaya di UD Berkah Mandiri Makmur Rayhan Fadhlur Rohman; Paramaditya Arismawati; Silvi Istiqomah
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Distribusi merupakan komponen krusial dalam bauran pemasaran yang merujuk pada aktivitas penyaluran produk dari produsen ke konsumen dengan prinsip efektivitas biaya dan kecepatan layanan. UD Berkah Mandiri Makmur, perusahaan distribusi bahan baku kuliner, menghadapi inefisiensi biaya logistik akibat perencanaan rute distribusi yang belum optimal. Permasalahan ini berdampak pada meningkatnya biaya operasional dan menurunnya profitabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan rute distribusi harian menggunakan metode Saving Matrix. Fokus kajian diarahkan pada upaya penyusunan rute yang meminimalkan jarak tempuh dan biaya dengan mempertimbangkan lokasi pelanggan dan depot. Prosedur penelitian meliputi: (1) pengumpulan data geografis pelanggan dan depot, (2) kalkulasi jarak antar titik menggunakan Google Maps, (3) penyusunan saving matrix, (4) verifikasi data jarak, dan (5) validasi simulasi rute. Analisis komparatif dilakukan dengan membandingkan performa rute eksisting dan rute hasil optimasi. Hasilnya, metode Saving Matrix mampu menurunkan jarak tempuh mingguan dari 431 km menjadi 354 km (efisiensi 17,9%) serta menghemat biaya bahan bakar dari Rp2.760.000 menjadi Rp2.375.000 (efisiensi 14%). Dengan demikian, metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi logistik dan layak dijadikan strategi pengambilan keputusan dalam manajemen distribusi. Kata kunci—Distribusi, Perencanaan Rute, Efisiensi Biaya, Saving Matrix
Value Chain Analysis Layanan Indibiz di PT Telkom Indonesia Witel Bali-Sanur Untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing M. Shahrul Rohman; Silvi Istiqomah; Paramaditya Arismawati
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Indibiz merupakan layanan digital bisnis milik PT Telkom Indonesia yang menyasar segmen UKM dan korporasi, namun masih berada di posisi kedua di wilayah Sanur tahun 2024, di bawah IndiHome by Telkomsel. Tantangan muncul akibat strategi harga dan fleksibilitas layanan kompetitor yang dinilai lebih menguntungkan, serta persepsi pelanggan bahwa layanan pesaing sudah mencukupi kebutuhan operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas-aktivitas dalam value chain Indibiz untuk mengidentifikasi kontribusinya terhadap penciptaan nilai dari perspektif pelanggan. Metode yang digunakan adalah Value Chain Analysis Porter dan Value Added Analysis, dengan klasifikasi aktivitas ke dalam kategori Value Added (VA), Non-Value Added (NVA), dan Necesarry but Non-Value Added (NNVA). Hasil menunjukkan bahwa 26 dari 34 total aktivitas (76,47%) masuk dalam Value Added, sementara 8 dari 34 total aktivitas (23,53%) tergolong Necesarry but Non-Value Added. Aktivitas pada kategori Services, Outbound Logistics, dan Operations menjadi sumber utama keunggulan bersaing karena memberikan nilai tambah yang signifikan terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan. Kata kunci — Indibiz, Keunggulan Bersaing, Telkom Indonesia, Value Added, Value Chain