Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kesulitan Yang Dialami Mahasiswa Dalam Berbicara Bahasa Inggris Yulia Wiji Astika; Siti Rahmiati; Teta Wismar; Dyah Puji Astuti
Jurnal Administrasi Sosial dan Humaniora Vol 1, No 2 (2017): Desember
Publisher : Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.611 KB) | DOI: 10.56957/jsr.v2i3.67

Abstract

Artikel tersebut membahas tentang kesulitan mahasiswa dalam berbicara, faktor-faktor penghalang pada kesulitan mahasiswa dalam berbicara, dan upaya untuk menyelesaikan masalah dalam berbicara. Kesimpulan dari artikel ini menunjukkan bahwa kesulitan mahasiswa dalam berbicara takut untuk melakukan kesalahan, mereka tidak memiliki rasa percaya diri, waktu yang terbatas dalam menggunakan bahasa Inggris, kosakata rendah, pengucapan, dan tata bahasa, kuantitas mereka dalam pembelajaran berbicara, dan faktor psikologis mereka. Kemudian, faktor penghambat kesulitan siswa dalam berbicara adalah ketidakmampuan dalam berbicara, tidak ada motivasi, mahasiswa merasa malu dan tidak memiliki kemauan untuk berbicara, mereka biasanya menggunakan bahasa ibu, lebih sedikit tugas yang diberikan kepada mereka, sulit topik, dosen mengajar dengan serius, dan kurang menggunakan bahasa Inggris di kelas oleh mereka. Sementara itu, upaya untuk menyelesaikan masalah dalam berbicara diberikan saran kepada mahasiswa agar mereka merasa percaya diri di kelas, menciptakan persahabatan dan menghidupkan kembali suasana yang baik di kelas, menemukan strategi yang baik sehingga mereka dapat berkomunikasi satu sama lain, menganggap bahwa berbicara Bahasa Inggris adalah cara yang baik untuk membangun rasa percaya diri mereka untuk berbicara, penting untuk masa depan, dan menggunakan pembelajaran kooperatif, permainan, dan metode KWL dalam berbicara.
Pengaruh Direktur Perempuan Terhadap Agency Cost dan Management Disscussion and Analysis Sebagai Variabel Moderasi Masthuroh Masthuroh; Nurohmayni Putri; Siti Rahmiati
Jurnal Manuhara : Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2023): JULI : Jurnal Manuhara: Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/manuhara.v1i3.1025

Abstract

This study examines the influence of female directors on agency costs, which is an important issue in corporate governance. And Management Discussion and Analysis as moderator. Female directors on agency costs. Using a sample of manufacturing companies registered in Indonesia in 2019-2021. In this study, it was measured using regression. Our findings provide evidence that the appointment of female directors can improve corporate governance, but does not affect or reduce agency costs. Meanwhile, the Management Discussion and Analysis variable is not able to moderate or strengthen the influence of the female director variable on agency costs, so that in further research we can add other variables related to corporate governance.
Integrating Digital Multilingual Literacy in the Merdeka Curriculum: A Case Study from Jambi Province Siti Rahmiati; Viona Sapulette; Merlyn Rutumalessy; Hendra Sudarso; Everhard Markiano Solissa
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 4, November (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i4.10169

Abstract

Digital transformation has significantly expanded opportunities for multilingual literacy in Indonesia, yet its integration within the Merdeka Curriculum at the junior high school level, especially in linguistically diverse regions such as Jambi Province, remains underexplored. This study aims to examine how digital-based multilingual literacy is implemented and to identify factors that facilitate or hinder its practice. A qualitative exploratory case study design was employed, involving five schools, three language teachers, one principal, and three students. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis, and were thematically analyzed to capture pedagogical strategies, student experiences, and institutional support. Findings indicate that the Merdeka Curriculum enables the adaptation of national policies to local sociolinguistic contexts through translanguaging, digital storytelling, and collaborative learning strategies, enhancing student engagement, creativity, and communication skills. Challenges such as disparities in infrastructure, limited teacher training, and inconsistent policy application were observed, while active teacher agency, visionary school leadership, and community collaboration emerged as key factors sustaining innovation. Limitations include the restricted scope of research sites and the absence of quantitative evaluation of learning outcomes. Overall, the study concludes that integrating multilingual and digital literacy promotes inclusive and adaptive learning, strengthens students’ national identity, and fosters global competencies. Policy implications include the need for structured professional development, equitable allocation of digital resources, and participatory school governance to ensure the sustainability and scalability of multilingual-digital practices in Indonesian education.
PELATIHAN SOFT SKILL DAN HARD SKILL BAGI MAHASISWA UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING DAN KESIAPAN KERJA Ira Widyastuti; Syah Amin Albadry; Deni Handani; Sasmita Rusnaini; Siti Rahmiati; Ha esdhona; Feri Antoni
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4975

Abstract

Dalam menghadapi tantangan dunia kerja di era Revolusi Industri 4.0 saat ini, mahasiswa dituntut memiliki kompetensi yang seimbang antara hard skill (keterampilan teknis) dan soft skill (keterampilan non-teknis). Fakta menunjukkan bahwa kurangnya kesiapan kerja dan persaingan yang rendah masih menyulitkan banyak lulusan perguruan tinggi untuk masuk ke dunia kerja. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa melalui pelatihan yang menggabungkan hard skill (seperti keterampilan digital, penggunaan teknologi, dan analisis data) dengan soft skill (seperti komunikasi, kepemimpinan, manajemen waktu, dan kerja sama tim). Metode pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan interaktif, simulasi kasus dan pendampingan intensif oleh narasumber. Diharapkan bahwa kegiatan ini akan membuat mahasiswa lebih siap kerja, kompetitif di seluruh dunia, dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan industri. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa yang berpartisipasi; itu juga dapat berfungsi sebagai model pembinaan kompetensi yang dapat direplikasi yang menekankan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia demgan itu mereka bisa bersaing di pasar kerja global.