Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Kesiapan Tokoh Masyarakat Dalam Pengembangan Program Pengelolaan Diabetes Mellitus Berbasis Komunitas Di Wilayah Perdesaan Arif Kurniawan; Siti Masfiah; Arrum Firda Ayu Maqfiroch
Kesmas Indonesia Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2023.15.2.7678

Abstract

Diabetes mellitus merupakan masalah kesehatan utama di wilayah kerja Puskesmas Karanglewas Kabupaten Banyumas. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa dukungan tokoh masyarakat di perdesaan lebih rendah dalam pencegahan DM, sehingga diperlukan data yang pasti tentang kesiapan tokoh masyarakat untuk pengembangan program pencegahan dan pengelolaan DM. Hal ini sesuai dengan langkah-langkah pengembangan program pengelolaan dan pencegahan DM secara internasional bahwa diperlukan assessment kesiapan tokoh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi sumber daya yang ada di komunitas dan untuk mengetahui kesiapan tokoh masyarakat terkait dengan partisipasi aktif mereka terhadap pencegahan DM. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pengambilan data secara wawancara mendalam dan observasi terhadap tokoh masyarakat baik tokoh masyarakat formal dan informal yang berada di wilayah kerja Puskesmas Karanglewas. Analisis data dilakukan dengan analisis konten. Hasil penelitian diketahui bahwa belum semua tokoh masyarakat siap baik secara kognitif maupun psikomotorik dalam mendukung pengembangan program pencegahan DM berbasis komunitas di wilayah perdesaan. Perlu adanya peningkatan peran tokoh masyarakat baik dalam fungsinya sebagai penyuluh, penggerak, motivator, katalisator, dan sebagai teladan dalam program pengelolaan penyakit DM berbasis komunitas
Assesment Media Promosi Kesehatan untuk Layanan VCT Ibu Hamil di Kabupaten Banyumas Arif Kurniawan; Elviera Gamelia; Arrum Firda Ayu Maqhfiroch
Kesmas Indonesia Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2023.15.2.8160

Abstract

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa persepsi tentang promosi berpengaruh terhadap minat pemanfaatan konseling HIV/AIDS. Kinerja pemasaran sosial layanan pemeriksaan HIV/AIDS menunjukkan kelemahan pada produk layanan terutama promosi layanan VCT dan konseling layanan VCT. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media promosi kesehatan yang tepat berdasarkan penilaian kebutuhan. Penelitian dilakukan pada Mei 2017 dengan pendekatan kualitatif melibatkan 10 ibu hamil sebagai informan utama.Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Analisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan melakukan pengurangan data, tampilan data dan kesimpulan. Berdasarkan penilaian kebutuhan, media promosi kesehatan dibutuhkan melalui media audio visual (film/video) dengan penjelasan yang lengkap seperti gejala, cara penularan dan penyebab dan bisa diterima oleh semua usia.Video dipilih sebagai media karena bisa diterima oleh semua usia. Pesan yang diharapkan dalam media promosi kesehatan layanan VCT pada ibu hamil di Kabupaten Banyumas meliputi pengertian HIV dan VCT, akibat dan bahaya HIV, gejala HIV, cara penularan HIV, tujuan VCT, manfaat VCT, sasaran VCT dan prosedur VCT
COVID-19 Pandemic Impacts on Quality of Life of Diabetes Mellitus Patients Maqfiroch, Arrum Firda Ayu; Gamelia, Elviera; Masfiah, Siti; Rubai, Windri Lesmana
Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Vol 7, No 2 (2024): Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jphtcr.v7i2.23897

Abstract

AbstractBackground: Diabetes mellitus (DM) is a major concern in the health sector of Indonesia, with more than one million patients. During the COVID-19 pandemic, DM patients have a risk of poor quality of life due to the high potential of fatality from COVID-19 infection or access barriers to health care and nutrition. This study aimed to analyze the impact of the COVID-19 pandemic on the quality of life of patients with diabetes.Methods: This quantitative study used a cross-sectional design. The sampling technique used was total sampling; that is, all members of the population were used as research samples. This research involved 95 patients with DM from 127 total population in Puskesmas Cilongok I. Data were collected through interviews with a guided questionnaire. The data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analyses.Results: The results of this study indicate that factors related to the quality of life of patients with DM have a pandemic economic impact (p = 0.011 and OR = 0.341), and factors that affect the quality of life of patients with DM have a pandemic economic impact (OR = 0.326). Factors related to poor diabetes patients include losting work, decreased partial or total income, and increased daily expenditure.Conclusion: We suggest that health agencies can help patients with DM restore their quality of life after being hardly affected by the pandemic in the economic aspect by designing a sustainable program for patients with DM. 
Peningkatan Kapasitas Guru Sebagai Konselor Kesehatan Reproduksi Remaja di SMPN 1 Cilongok Kabupaten Banyumas Gamelia, Elviera; Macfiroch, Arrum Firda Ayu; Rubai, Windri Lesmana; Kurniawan, Arif
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7518

Abstract

Remaja saat ini banyak dihadapkan pada risiko masalah kesehatan reproduksi dan seksualitas. Perilaku seksual menyimpang yang berdampak negatif bagi masa depan remaja. Tanpa pemahaman dan kemampuan mengendalikan diri yang baik, remaja rentan mengalami permasalahan kesehatan reproduksi. Dalam hal ini sekolah memiliki peranan penting untuk memberikan arahan dalam perilaku kesehatan reproduksi remaja, terutama guru sebagai role model yang menjadi panutan bagi remaja. Untuk itu diperlukan upaya peningkatan kapasitas bagi guru untuk meningkatkan keterampilan konseling supaya dapat membantu dan mendampingi siswa dalam mengatasi permasalahan kesehatan reproduksi remaja. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas guru sebagai konselor remaja dan meningkatkan peran dalam mendampingi siswa SMPN 1 Cilongok. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan pelatihan kepada guru SMP Negeri 1 Cilongok sebagai konselor. Hasil yang dicapai terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan dari 10,8 menjadi 12,1 dan rata-rata sikap guru dari 36,2 menjadi 36,5 tentang kesehatan reproduksi remaja. Konselor guru memerlukan upaya yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk menumbuhkan pengetahuan dan sikap remaja terkait kesehatan reproduksi.
Nutritional Intake and Oxygen Saturation in Adolescent Girls in Central Java, Indonesia Anandari, Dian; Masfiah, Siti; Rubai, Windri Lesmana; Maqfiroch, Arrum Firda Ayu; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars; Kurniawan, Arif; Saryono, Saryono; Aji, Budi
Insights in Public Health Journal Vol 5 No 2 (2024): Insights in Public Health Journal
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iphj.2024.5.2.12985

Abstract

Background Adolescents are usually thought of having a healthy condition, so study about their physical health, especially that related to lung condition is very limited. Indicator used for assessing lung condition is oxygen saturation. The study aimed to analyze the association of nutritional impact to low oxygen saturation in adolescent girls in Central Java, Indonesia. Methods This study used a cross-sectional design with 378 adolescent girls as respondents. To find which nutrition intake related to oxygen saturation, data of each nutrition intake and SpO2 level were analyzed using linear regression. Data of body mass index, hemoglobin level and upper arm circumference were also included in the analysis since previous research showed their correlation with oxygen saturation. Results The prevalence of low SpO2 in adolescent is 8.5%. The nutrition intake which statistically significant related to oxygen saturation were fat (p = 0.007; CI = -0.021, -0.003) and vitamin D (p = 0.037; CI = 0.005, 0.172). Conclusions Adolescent should decrease fat consumption, increase vitamin D consumption, and need to increase arm circumference by consuming more protein and living healthy lifestyle to avoid infectious diseases.
The Correlation of Health Literacy Related to Health-Promoting University towards Healthy Behavior Among The Academic Community Rubai, Windri Lesmana; Masfiah, Siti; Maqfiroch, Arrum Firda Ayu
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 18 No. 1 Januari 2023
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/interaksi.%v.%i.%p

Abstract

Background: Health is a substantial factor in creating distinguished human resources. University, as a prominent institution in society, has a role in creating distinguished human resources that could be realized with the campus policy concerned with health issues. Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) has not made a specific health Promoting University (HPU) policy or a healthy campus program. The importance of health problem surveillance in the case of the academic community –and its determinant–and its result could be fundamental, either in the decision-making or policy planning related to the creation of a healthy campus at UNSOED. The study intends to analyze the correlation between health literacy and the attitude of HPU towards healthy behavior among the academic community at UNSOED.Method: The study uses a quantitative method with a cross-sectional. The data acquisition was carried out by online sampling from August until September 2021. A total of 238 respondents were involved: lecturers, academic staff, and students from 12 faculties at UNSOED. The data respondents were analyzed with chi-square. Results: The majority of respondents were not infected with a chronic disease, were immune from COVID-19 and had no allergies either. Most of the respondents have moderate health literacy, supporting the policy about HPU, but most still lack consciousness to apply healthy behavior on campus. The correlation between health literacy and healthy behavior in the impacted group could only be found in the UNSOED lecturer (p-value 0.034), instead of the other groups. There is no impacted relation between the attitude and the healthy behavior of all respondent group. It is necessary to develop a health promotion university program that follows the academic community's needs.
ANALYSIS OF RISK FACTORS SUNTING IN CHILDREN AGED 0-24 MONTHS IN BANYUMAS REGENCY Wati, Erna Kusuma; Setiyowati, Rahardjo; MAQFIROCH, ARRUM FIRDA AYU
Kesmas Indonesia Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2025.17.1.13645

Abstract

Stunting is a chronic malnutrition problem. Stunting mainly occurs in the first 1000 days of life (0-23 months) and continues until the age of five. The purpose of the study was to analyze the risk factors for stunting in children aged 0-24 months in Banyumas Regency. Observational research design with cross sectional design, 8 months research duration. The sample in this study was 100 children aged 0-24 months, using cluster random sampling technique. Research variables included gender, history of breastfeeding, history of infectious disease, parenting, number of family members, mother's age, parenting, education and nutritional knowledge of the mother. Bivariate data analysis using chi square test to determine the relationship of risk factors The results showed that 42.0% of children aged 0-24 months experienced stunting. Risk factors for stunting in children 0-24 months of male gender (p: 0.017), breastfeeding (p: 0.036), history of infectious disease in the last month (p: 0.047), and large number of family members p: 0.019). In an effort to reduce the incidence of stunting in children aged 6-24 months, it is necessary to increase breastfeeding until 24 months of age and prevent children from suffering from infectious diseases, especially diarrhea and acute respiratory infections
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Perundungan pada Siswa Sekolah Dasar di Wilayah Kecamatan Purwokerto Timur Rubai, Windri Lesmana; Gamelia, Elviera; Maqfiroch, Arrum Firda Ayu
Perilaku dan Promosi Kesehatan : Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Bullying is a problem that is currently increasingly rampant in the education sector, so it requires serious handling. Two out of three children and adolescents in Indonesia have experienced violence throughout their lives. A school environment dominated by violence will harm students, such as feelings of isolation and depression and weakening learning motivation. Aim: This study aims to identify the level of knowledge and attitudes of students and bullying behavior in Elementary Schools. Method: This study uses a cross-sectional approach with a cluster sampling technique. The research location is in six public elementary schools from six sub-districts in the Purwokerto Timur District with a sample size of 211 students. Data collection was conducted in July - August 2024 with univariate and bivariate analysis. Result: The majority of students have good knowledge about bullying (79.5%), and good attitudes about bullying (61.9%). As many as 47.2% of students have been bullied at school, and 52.8% of students admitted to having been victims of bullying by their friends. The majority of bullies are male (54%), and the majority of victims of bullying are female (68%). This study had no significant relationship between knowledge and attitudes towards bullying behavior. Promotive and preventive efforts in schools must be continuously intensified to create a safe learning environment and prevent bullying among students.
OPTIMIZING THE ROLE OF THE FAMILY AS A “CARE GIVER” FOR TYPE II DIABETES MELLITUS PATIENTS IN RURAL AREAS OF BANYUMAS REGENCY Firda Ayu Maqfiroch, Arrum; Gamelia, Elviera; Lesmana Rubai, Windri; Kurniawan, Arif
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 11 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i11.4283-4287

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian Maqfiroch (2022), diketahui bahwa peran keluarga di wilayah pedesaan masih belum mendapatkan dukungan yang menyeluruh. Bentuk dukungan keluarga, khususnya dukungan berupa penghargaan, masih sangat minim pada keluarga penderita Diabetes Melitus (DM). Temuan ini menunjukkan perlunya intervensi dalam bentuk rekayasa sosial untuk memperkuat peran efektif keluarga dalam pengelolaan DM di wilayah pedesaan Kabupaten Banyumas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kembaran 1. Informasi dari pihak Puskesmas Kembaran juga menunjukkan bahwa peran keluarga dalam mengelola DM masih belum optimal, ditambah dengan keterbatasan alat pengukur gula darah bagi penderita DM di Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM). Oleh karena itu, solusi yang tepat adalah dengan mengoptimalkan peran keluarga dalam pengelolaan DM di wilayah kerja Puskesmas tersebut. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan kader, dengan evaluasi menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pre-test dan post-test. Kegiatan ini diikuti oleh 32 kader dengan rentang usia 30–60 tahun. Setelah intervensi dilakukan, dari total 32 peserta, sebanyak 29 kader menunjukkan peningkatan pengetahuan yang baik, dengan nilai rata-rata meningkat dari 8,91 menjadi 9,47.Dapat disimpulkan bahwa intervensi ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan kader, sebagaimana terlihat dari kenaikan nilai rata-rata pengetahuan setelah pelatihan