Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN PERMUKAAN PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN METODE SURFACE DISTRESS INDEX (SDI) DAN PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) PADA RUAS JALAN SOEKARNO HATTA KOTA SANGATTA Prastiyo, Bobby Prastiyo; Alkas, Muhammad Jazir; Budiman, Ery Budiman
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 9, No 1 (2025): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v9i1.19127

Abstract

Jalan adalah sarana infrastruktur yang menghubungkan suatu daerah ke daerah lainnya. Jalan Soekarno Hatta dapat menjadi jalur penting untuk distribusi logistik dan hasil tambang. Metode Surface Distress Index (SDI), artinya pengecekan visual pada data luas total keretakan, lebar rata-rata keretakan, jumlah lubang serta kedalaman bekas roda kendaraan. Metode Pavement Condition Index (PCI) adalah salah satu metode standar yang digunakan secara internasional untuk menilai kondisi dan tingkat kerusakan permukaan perkerasan jalan. Hasil penilaian setiap segmen pada Jalan Soekarno Hatta menggunakan metode SDI menyatakan bahwa kondisi jalan tersebut baik dan penanganan yang harus dilakukan adalah pemeliharaan rutin. Hitungan PCI dapat dihitung dengan mengurangkan nilai 100 dengan CDV maksimum. Diketahui bahwa jumlah temuan kerusakan pada ruas jalan Soekarno Hatta Kota Sangatta terdapat 10 jenis kerusakan. Jenis – jenis kerusakan yang diperoleh di lapangan yaitu kerusakan retak kulit buaya sebesar 0,28% pada ruas kiri dan 1,67% pada ruas kanan, kerusakan retak blok sebesar 0,33% pada ruas kiri dan 0% pada ruas kanan, kerusakan amblas sebesar 8,62% pada ruas kiri dan 0% pada ruas kanan, kerusakan retak pinggir sebesar 2,29% pada ruas kiri dan 1,09% pada ruas kanan, kerusakan retak sambungan sebesar 0,11% pada ruas kiri dan 0,18% pada ruas kanan, kerusakan retak memanjang sebesar 6,05% pada ruas kiri dan 3,19% pada ruas kanan, kerusakan tambalan sebesar 0,21% pada ruas kiri dan 24,44% pada ruas kanan, kerusakan lubang sebesar 0,28% pada ruas kiri dan 0,33% pada ruas kanan, kerusakan alur sebesar 0% pada ruas kiri dan 1,21% pada ruas kanan, dan pelepasan berbutir 0,13% pada ruas kiri dan 5,80% pada ruas kanan untuk metode Pavement Condition Index (PCI) sedangkan untuk metode Surface Distress Index (SDI) dengan rata – rata yang diperoleh yaitu luas retak sebesar 1,57% pada ruas kiri dan 1,99% pada ruas kanan, lebar retak sebesar 4,75 mm pada ruas kiri dan 3,75 mm pada ruas kanan, jumlah lubang sebesar 18 pada ruas kiri dan 12 pada ruas kanan, dan kerusakan alur bekas roda sebesar 0 cm pada ruas kiri dan 8,7 cm pada ruas kanan. Jenis perbaikan atau penanganan yang dilakukan pada metode Surface Distress Index (SDI) dan metode Pavement Condition Index (PCI) pada ruas kanan dan kiri Jalan Soekarno Hatta Kota Sangatta dari segmen 1 sampai dengan segmen 20 adalah pemeliharaan rutin.
Analisis Pengaruh Penggunaan Fly Ash Untuk Stabilisasi Tanah Dasar Alkas, Muhammad Jazir; Gultom, Tiopan Henry M; Sopian, Muhammad
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 9, No 2 (2025): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v9i2.20038

Abstract

Tanah lempung di wilayah dataran pantai Indonesia, seperti di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, sering menjadi kendala dalam pembangunan infrastruktur karena sifat fisik dan mekanisnya yang buruk. Tanah di daerah ini termasuk subkelompok A-7-5 menurut klasifikasi AASHTO, dengan kadar air tinggi dan indeks plastisitas besar. Penelitian ini bertujuan memperbaiki sifat tanah melalui penambahan fly ash sebanyak 7,5%; 10%; 12,5%; 15%; 17,5%; 20%; 22,5%; 25%. Hasil menunjukkan bahwa penambahan fly ash menurunkan kadar air, berat jenis, dan indeks plastisitas, serta meningkatkan kepadatan tanah. Pengujian proctor modified menunjukkan nilai MDD tertinggi sebesar 1,587 gr/cm3 dan OMC sebesar 21,50% pada kadar fly ash 17,5%. Nilai CBR juga meningkat, dengan hasil optimal pada 17,5% fly ash, yaitu 27,59% (unsoaked) dan 3,68% (soaked). Namun, nilai CBR soaked masih belum memenuhi spesifikasi minimum sebesar 6%.
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN DENGAN METODE MOVING CAR OBSERVER DAN SURVEY LALU LINTAS REGULER (STUDI KASUS : JALAN PM. NOOR) Haryanto, Budi; Alkas, Muhammad Jazir; Aditya, Muhammad Rangga
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 9, No 2 (2025): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v9i2.23488

Abstract

East Kalimantan Province is designated as the prospective new capital city of Indonesia (IKN), which will experience development in various sectors, including transportation. The anticipated population growth in East Kalimantan as the new capital will lead to an increase in the number of vehicles, particularly in major cities, potentially resulting in traffic congestion. In the event of congestion, it is essential to conduct a traffic density survey, which serves as a fundamental and crucial activity to obtain traffic volume data for transportation engineering and planning purposes.This study began with data collection on traffic volume, degree of saturation, speed, and travel time using the Moving Car Observer method and the Regular Survey method. The research was conducted on PM. Noor Street, Samarinda, East Kalimantan, over three days, for three hours per day, consisting of one hour during peak hours (07:00–08:00 and 17:00–18:00) and one hour during non-peak hours (09:00–10:00). The objective was to compare road performance analysis results obtained from the two methods. Subsequently, the results were validated using the GEH and MAPE validation methods.Based on the analysis, validation using the GEH method showed that the traffic flow parameter was invalid, with only 50% of total samples meeting the criteria, while the speed and travel time parameters were valid, with 100% of samples satisfying the GEH standard, which requires more than 85% validity. In the MAPE test, the traffic flow parameter was invalid, with 67% of samples meeting the criteria, while the speed and travel time parameters were also invalid, with 0% of samples meeting the MAPE standard, which requires at least 80% validity for the “Good” and “Very Good” categories.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENAMBAHAN DAN PENGURANGAN AGREGAT KASAR BERDASARKAN NILAI BATAS TENGAH PERSENTASE LOLOS SARINGAN NO 3/8” TERHADAP KUAT TEKAN DAN PERMEABILITAS PADA BETON POROUS Alkas, Muhammad Jazir; Budiman, Ery; Haryanto, Budi; Simangunsong, Johannes E; Dohi, M Alif Rohim
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 9, No 2 (2025): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v9i2.23541

Abstract

Abstrak Dengan seiring meningkatnya kebutuhan dari pelayanan sarana dan prasarana, perubahan tata guna lahan menjadi berbagai macam infrastuktur menyebabkan berkurangnya daerah resapan air. Penggunaan lahan yang  tidak memperhatikan faktor lingkungan menyebabkan limpasan permukaan dan meningkatkan resiko. Salah satu inovasi pada perkerasan adalah beton porous. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan  dan pengurangan agregat kasar berdasarkan nilai batas tengah persentase lolos saringan no. 3/8” terhadap kuat tekan, permeabilitas dan porositas beton porous. Penelitian ini dimulai dengan perencanaan gradasi dengan melakukan penambahan dan pengurangan agregat kasar berdasarkan nilai batas tengah persetase lolos saringan no. 3/8” yang masing-masing penambahan dan pengurangan sebesar 2% dan 4%. Pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan, permeabilitas dan porositas pada beton porous. Untuk jumlah sampel masing-masing variasi berjumlah 3 dan untuk sampel seluruh benda uji sebesar 30 benda uji. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, kuat tekan beton porous tertinggi adalah variasi penambahan 4% persentase lolos saringan no. 3/8“ dengan nilai  16,84 MPa, sedangkan nilai permeabilitas dan porositas tertinggi adalah variasi 4% pengurangan dengan nilai sebesar 796,74 mm/menit dan 23,15%. Berdasarkan hasil tersebut, maka ukuran butir agregat kasar berpengaruh pada kemampuan kuat tekan, permeabilitas beton porous dan porositas. Semakin besar ukuran butir agregat kasar, maka semakin kecil nilai kuat tekan yang diperoleh namun nilai permeabilitas dan porositas yang diperoleh semakin besar. Sedangkan semakin kecil ukuran butir agregat kasar yang digunakan, maka semakin besar nilai kuat tekan yang diperoleh namun semakin kecil nilai permeabilitas dan porositas yang diperoleh. 
Analisis Stabilitas Lereng dan Penanganan Longsor pada Desa Gurimbang Kabupaten Berau Kalimantan Timur Sutanto, Heri; Alkas, Muhammad Jazir; Sutanto, Ferdian
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v8i2.23075

Abstract

Jalan poros utama di Desa Gurimbang yang menghubungkan Desa Gurimbang, Sukan Tengah, dan Tanjung Perangat mengalami longsor, mengakibatkan terganggunya akses transportasi darat dan berpotensi menghambat pasokan air bersih karena lokasi longsor berdekatan dengan intake Perumda Tirta Segah Unit Gurimbang. Diperlukan analisis geoteknik untuk menilai stabilitas lereng dan merancang perkuatan yang efektif. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini untuk menganalisis penanganan longsor menggunakan perkuatan sheet pile dan dinding kantilever, mencakup stabilitas terhadap geser, guling, daya dukung tanah, serta stabilitas global. Tekanan tanah dihitung menggunakan teori Rankine, dengan analisis kapasitas dukung berdasarkan metode U.S. Army Corps untuk sheet pile dan teori Meyerhof serta Hansen untuk dinding kantilever. Analisis dilakukan pada empat model kondisi lereng, yaitu sebelum dan sesudah longsor dengan dua variasi muka air tanah (aktual dan penurunan 3 m), menggunakan metode Bishop dan Finite Element Method (FEM). Hasil menunjukkan faktor keamanan (SF) metode Bishop berturut-turut 1,411; 1,453; 1,517; dan 1,517, sedangkan metode FEM menghasilkan 1,408; 1,430; 1,509; dan 1,511. Karena SF < 1,5, lereng dinyatakan tidak stabil dan memerlukan perkuatan sepanjang 35 m. Analisis perkuatan menunjukkan sheet pile memiliki stabilitas geser 17,502; guling 5,29; daya dukung 5,269; dan SF global 1,568–1,534, sedangkan dinding kantilever menghasilkan 3,595; 4,268; 19,366; dan SF global 1,569–1,529. Perbandingan RAB menunjukkan biaya sheet pile Rp740.150.000,00 dan kantilever Rp604.442.285,33. Dengan demikian, perkuatan dinding kantilever dinilai lebih ekonomis dan menjadi solusi alternatif untuk penanganan longsor di lokasi tersebut.