Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Paulus Civil Engineering Journal

Pengaruh Limbah Serbuk Kayu Mahoni Sebagai Subtitusi Agregat Halus Sebagai Campuran Beton Tria Mahyuni Palian; Frans Phengkarsa; Luciana Buarlele
Paulus Civil Engineering Journal Vol 5 No 1 (2023): Paulus Civil Engineering Journal, Volume 5, No.1
Publisher : Program Studi Teknik Sipil UKI Paulus-Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/pcej.v5i1.592

Abstract

Sawdust is a waste from sawing wood which is often found in furniture manufacturing places such as doors, windows, frames, cabinets, and others. Often the waste from sawdust causes problems in its use which has a negative impact on the environment. In this study, mahogany sawdust was used as an additive in the concrete mixture, where mahogany sawdust was relatively cheap and easy to obtain. The purpose of this study was to determine the effect of variations of mahogany wood powder with mahogany wood powder added as a concrete mixture by testing compressive strength, split tensile, and flexural strength with design concrete quality 20 MPa. The research was conducted at the Structure and Materials Laboratory, Department of Civil Engineering. The type of research carried out is experimental using the SNI method. Based on the results of tests that have been carried out in cylinder and beam specimens on several variations of mahogany sawdust 0%, 4%, 8% and 12%, the compressive strength values ​​are 20,216 MPa, respectively. 19.750 MPa, 19.074 MPa and 18.111 MPa, the split tensile strength values ​​are 2.287 MPa, 2.004 MPa, 1.768 MPa and 1.509 MPa for flexural strength, the values ​​are 2.645 MPa, 2.491 MPa, 2.157 MPa and 1.720 MPa. From the results of the study the use of mahogany sawdust as a concrete mixture can affect the strength of concrete, where the strength of the concrete decreases based on the added variation, the higher the variation of mahogany sawdust is added, the strength of the concrete will decrease.
Penggunaan Agregat Kasar Sungai Dampala Kabupaten Morowali Sebagai Bahan Campuran Beton Berongga Putra Imanuel; Benny Kusuma; Luciana Buarlele
Paulus Civil Engineering Journal Vol 5 No 2 (2023): Paulus Civil Engineering Journal, Volume 5, No.2
Publisher : Program Studi Teknik Sipil UKI Paulus-Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/pcej.v5i2.647

Abstract

The use of concrete in Indonesia is increasingly widespread due to the main reasons that underlie concrete as the main choice in construction work compared to wood. Hollow concrete is concrete without fine aggregate and only consists of coarse aggregate, cement and water. The specimen in the form of a cylinder measuring 15 x 30 cm is then tested with a predetermined concrete age of 28 days. From the test results obtained a compressive strength of 14.343 MPa. The results of the permeability test for hollow concrete at the age of 28 days were 2.040 cm/sec. The results of the pore volume test on hollow concrete with an age of 28 days were 25.157%. From the results of the test above, the characteristics of hollow concrete (compressive strength, permeability, and pore volume) obtained using coarse aggregate from the Dampala river, Morowali Regency in the compressive strength test obtained a compressive strength value of 14, 434 Mpa so it does not meet the compressive strength plan i.e. 20 MPa. Permeability testing and pore volume obtained from this test are satisfactory.
Pengaruh Pecahan Batu Alam Andesit Sebagai Subtitusi Agregat Kasar Pada Beton Berongga Bobby Adianto Rima; Benny Kusuma; Luciana Buarlele
Paulus Civil Engineering Journal Vol 5 No 3 (2023): Paulus Civil Engineering Journal Volume 5, No.3
Publisher : Program Studi Teknik Sipil UKI Paulus-Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/pcej.v5i3.720

Abstract

Andesite natural stone is a porphyritic rock formed by volcanic eruptions and is gray-black in color with fine grains. The purpose of this study was to find out how crushed natural andesite affects coarse aggregate substitution The test material used in this experiment was a cylinder with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm, and a cylinder of 10 cm x 20 cm. During 28days, concrete with a design compressive strength of 20MPa was tested for permeability, pore volume, and compressive strength in this study. The results showed that the compressive strength was affected by differences in the proportions of andesite found in nature. The compressive strength value decreases with the variation of the proportion while the pore volume and permeability increase.
Pengaruh  Batu Alam Andesit Sebagai Agregat Kasar pada Beton Normal Buarlele, Luciana; Kusuma, Benny; Yertas, Ariel Pither
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 5 No. 4 (2023): PCEJ Vol.5, No.4, Desember 2023
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu alam andesit adalah jenis batu hias yang banyak digunakan pada bangunan seperti rumah pribadi dan hotel. Namun batu alam andesit masih belum                    banyak digunakan sebagai agregat kasar pada beton dalam pembangunan gedung bangunan. Hasil penelitian menujukkan bahwa penggantian agregat kasar dengan limbah batu alam andesit dapat menurunkan sifat-sifat mekanis beton seperti kuat tekan, kuat lentur, dan modulus elastisitas beton. Hal ini ditunjukkan dengan nilai kuat tekan, kuat lentur, dan modulus elastisitas benda uji batu alam andesit mengalami penurunan masing-masing sebesar 15,93%, 10,57%, dan 5,46% terhadap beton normal pada umur 28 hari.
Pengaruh Pecahan Batu Alam Andesit Sebagai Subtitusi Agregat Kasar Pada Beton Berongga Rima, Bobby Adianto; Kusuma, Benny; Buarlele, Luciana
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 5 No. 3 (2023): PCEJ Vol.5, No.3, September 2023
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/pcej.v5i3.720

Abstract

Batu alam andesit adalah batu porfiritik yang terbentuk oleh letusan vulkanik dan berwarna abu-abu kehitaman dengan butiran halus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pecahan batu andesit alam memengaruhi subtitusi agregat kasar. Bahan uji yang digunakan dalam eksperimen ini adalah silinder berdiameter 15cm dan tinggi 30cm, serta silinder 10 cm x 20 cm. Selama 28 hari, beton dengan kekuatan tekan rencana 20 MPa diuji untuk permeabilitas, volume pori, dan kekuatan tekan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tekannya dipengaruhi oleh perbedaan proporsi batu andesit yang ditemukan di alam. Nilai kuat tekan turun seiring dengan variasi proporsi sementara volume pori dan permeabilitas meningkat. 
Penggunaan Agregat Kasar Sungai Dampala Kabupaten Morowali Sebagai Bahan Campuran Beton Berongga Immanuel, Putra; Kusuma, Benny; Buarlele, Luciana
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 5 No. 2 (2023): PCEJ Vol.5, No.2, June 2023
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/ezpxez12

Abstract

Penggunan Beton di Indonesia semakin marak karena alasan utama yang mendasari beton menjadi pilihan utama dalam pekerjaan konstruksi dibandingkan dengan kayu. Beton porous merupakan beton tanpa agregat halus dan hanya terdiri dari agregat kasar, semen dan air. Benda uji berupa silinder berukuran 15 x 30 cm kemudian dilakukan pengujian benda uji dengan umur beton yang telah ditentukan yaitu 28 hari. Dari hasil pengujian didapatkan kuat tekan 14, 343 MPa. Hasil pengujian permeabilitas beton berongga pada umur 28 hari  ialah 2, 040 cm/dtk. Hasil pengujian volume pori pada beton berongga dengan umur 28 hari ialah 25, 157 %. Dari hasil dari pengujian di atas diperoleh karakteristik beton berongga (kuat tekan, permeabilitas, dan volume pori) dengan menggunakan agregat kasar dari sungai Dampala, Kabupaten Morowali pada pengujian kuat tekan didapatkan nilai kuat tekan sebesar 14, 434 Mpa sehingga tidak memenuhi dengan kuat tekan rencana yaitu 20 Mpa. Pengujian Permeabilitas dan volume pori yang didapatkan dari pengujian ini memenuhi.
Pengaruh Limbah Serbuk Kayu Mahoni Sebagai Subtitusi Agregat Halus Sebagai Campuran Beton Palian, Tria Mahyuni; Phengkarsa, Frans; Buarlele, Luciana
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 5 No. 1 (2023): PCEJ Vol.5, No.1, March, 2023
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serbuk kayu (sawdust) merupakan limbah dari hasil penggergajian kayu yang banyak dijumpai ditempat pembuatan meubel seperti pintu, jendela, kusen, lemari,dan lain-lain. Seringkali limbah dari serbuk kayu tersebut menimbulkan masalah dalam penggunannya yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Dalam penelitian ini, limbah serbuk kayu mahoni digunakan sebagai bahan tambah dalam campuran beton, dimana limbah serbuk kayu mahoni relatif murah dan mudah didapatkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi serbuk kayu mahoni dengan bahan tambah serbuk kayu mahoni sebagai campuran beton dengan pengujian kuat tekan, tarik belah, dan kuat lentur dengan mutu beton rencana 20 MPa. Penelitian dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan, Jurusan Teknik Sipil. Jenis penelitian yang dilakukan adalah experimental menggunakan metode SNI.hasil uji coba yang dilakukan dalam benda uji silinder dan balok pada beberapa variasi serbuk kayu mahoni 0%, 4%, 8% dan 12% diperoleh nilai kuat tekan secara berturut-turut 20,216 MPa, 19,750 MPa, 19,074 MPa dan 18,111 MPa, nilai kuat tarik belah sebesar 2,287 MPa, 2,004 MPa, 1,768 MPa dan 1,509 MPa untuk kuat lentur di peroleh nilai 2,645 MPa, 2,491 MPa, 2,157 MPa dan 1,720 MPa. Dari hasil penelitian penggunaan serbuk kayu mahoni sebagai campuran beton dapat mempengaruhi kekuatan beton, dimana kekuatan beton mengalami penurunan berdasarkan variasi yang ditambahkan, semakin tinggi variasi serbuk kayu mahoni yang ditambahkan maka kekuatan beton akan semakin berkurang.
Pemanfaatan Agregat Tambang Sangkaropi’ dan Fly Ash sebagai Pengganti Sebagian Semen pada Beton Buarlele, Luciana; Kusuma, Benny; Lulus Ananto Mangiwa
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 1 (2024): PCEJ Vol.6, No.1, March 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/je5knz81

Abstract

Beton adalah bahan dalam kontruksi yang sering dijumpai. Kebutuhan material beton semakin tinggi karena pembangunan semakin pesat tiap tahunnya. Dalam meiniingkatkan dan menjaga mutu beitonyang baik maka diperlukan material dengan kualitas yang baik pula. Agregat kasar penelitian ini diperoleh dari Tambng Sangkaropi’ yang berada di Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Toraja Utara. Agregat dari Tambang Sangkaropi’ diyakini banyak mengandung mineral seperti aluminium oksida, kalsium oksida, silikat oksida dan mineral lainnya. Untuk campuran semen dimanfaatkan abu terbang ata fly ash dari sisa pembakaran bat bara yang digiling halus. Penelitian ini menggunakan variasi fly ash 0%, 10% dan 15%. Dari hasil pengujian dengan penggunaan fly ash diperoleh peningkatan kuat tekan yang signifikan. Untuk hasil pengujian beton dinyatakan telah sesuai dengan standar mutu rencana
Pengaruh Penambahan Serbuk Pecahan Karang Sebagai Subtitusi Agregat Halus Dalam Pembuatan Paving block Michael Fernando Poli; Tanijaya, Jonie; Buarlele, Luciana
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 1 (2024): PCEJ Vol.6, No.1, March 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/4x384507

Abstract

Salah satu alternatif bahan atau material konstruksi jalan yang digunakan adalah paving block. Inovasi terhadap material pembuatan paving block salah satunya yaitu dengan pengaruh serbuk pecahan karang. Karang memiliki sifat ilmiah yaitu (CaCO3) atau mengandung zat kapur yg tinggi. Tujuan penelitian ini "Mengetahui karakteristik paving block yang menggunakan serbuk pecahan karang sebagai subtitusi agregat halus ditinjau dari kuat tekan, penyerapan air, dan berat jenisnya". Jumlah benda uji yang digunakan sebanyak 36 buah berupa kubus dengan ukuran 20 x 10 x 8 cm sesuai dengan Standart Industri Indonesia. Benda uji berupa paving block yang menggunakan subtitusi serbuk pecahan karang 0%, 20% 25%, 30%. Dari hasil uji kuat tekan yaitu variasi 0% pada pengujian 28 hari diperoleh sebesar 20,083 Mpa, variasi 20% diperoleh 22,167 MPa, variasi 25% diperoleh 23,250 MPa, dan variasi 30% 24,000 MPa dari kuat tekan rencana sebesar 20 MPa. Presentase penyerapan Paving block 0% yaitu 2,723%, variasi 20% sebesar 3,211%, variasi 25% sebesar 3,289%,dan variasi 30% sebesar 3,538%. Pengujian berat jenis Paving block 0% yaitu2185,417 Kg/m lebih kecil dari berat jenis Paving block variasi Pecahan Karang 20%, 25%, dan 30% dengan 2227,083 Kg/m. Maka hasil dari penelitian serbuk pecahan karang sebagai subtitusi agregat halus ini dapat menaikan kuat tekan, berat jenis serta nilai penyerapan air paving block sehingga serbuk pecahan karang layak digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan paving block
Penggunaan Limbah Bata Ringan Sebagai Bahan Campuran Pembuatan Beton Normal Hendrayana; Mara, Junus; Buarlele, Luciana
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 1 (2024): PCEJ Vol.6, No.1, March 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/zaqbzf35

Abstract

Beton merupakan campuran bahan khususnya agregat, semen, pasir, air dan bahan tambahan limbah bata ringan. Limbah bata ringan yang digunakan berasal dari pembangunan Apartemen 31 Sudirman Suites, Kota Makassar. Metode yang digunakan dalam Mix Design adalah metode Mix Design SNI 03-2834-2000. Kuat tekan beton yang diharapkan pada umur 28 hari adalah 25 MPa. Uji kuat tekan beton dilakukan pada saat benda uji berumur 7, 21 dan 28 hari dengan menggunakan mesin uji tekan untuk mengetahui kuat maksimum beton ketika diberi beban tekan (P) dalam satuan kN. Nilai kuat tekan beton umur 28 hari dengan perubahan 0%, 3%, 4% dan 5% berturut-turut adalah 26,492 MPa, 24,889 MPa, 23,569 MPa dan 22,438 MPa. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai rata-rata kuat tarik belah. Beton (ft) pada perubahan 0%, 3%, 4% dan 5% adalah 2640 MPa, 2428 MPa, 2098 MPa dan 1933 MPa. Dari hasil percobaan menunjukkan rata-rata nilai kuat lentur beton pada variabel 0%, 3%, 4% dan 5 berturut-turut adalah 3022 MPa, 2760 MPa, 2586 MPa dan 2470 MPa.