Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Implementasi Metode TIKROR Dalam Menghafal Al-Qur’an (Studi Kasus di Asrama Putri Pondok Pesantren Kanak-Kanak Darul Islah) Marfu'ah, Febria Suluhil; Muntoha, Tohir; Sholehah, Mar’atus Nur
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode tikror dalam menghafal Al-Qur’an di Asrama Putri Pondok Pesantren Kanak-Kanak Darul Ishlah, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilannya. Metode tikror merupakan pendekatan menghafal dengan cara pengulangan secara konsisten dan berkelanjutan untuk memperkuat daya ingat dan ketepatan bacaan hafalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pengajar dan santri, serta analisis dokumentasi kegiatan tahfidz.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode tikror dilakukan melalui sistem pembagian target hafalan harian dan mingguan yang terstruktur. Setiap santri mengulang hafalannya secara bertahap dan melaksanakan muroja’ah bersama secara berkala guna menjaga kelancaran dan kestabilan hafalan. Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan metode ini meliputi usia santri yang relatif muda sehingga daya ingat masih optimal, manajemen waktu yang teratur, lingkungan asrama yang kondusif dan religius, serta pendampingan aktif dari guru tahfidz. Sementara itu, kendala yang ditemukan meliputi menurunnya motivasi dalam proses hafalan, persepsi sulit terhadap ayat-ayat tertentu, kelelahan akibat aktivitas pendidikan formal, dan kurangnya variasi dalam metode belajar.Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa metode tikror memiliki efektivitas yang cukup tinggi dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an, asalkan disertai dengan motivasi internal, disiplin pribadi, serta dukungan lingkungan dan pembimbing yang berkesinambungan.
Peran Pengurus Dalam Pembentukan Akhlak Santri Putri Di Pondok Pesantren Darul Ishlah Desa Purwajaya Kecamatan Banjar Margo Solehah, Imroatus; Muntoha, Tohir; Sholehah, Mar’atus Nur
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5085

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran pengurus dalam pembentukan akhlak santri putri di Pondok Pesantren Darul Ishlah Desa Purwajaya Kecamatan Banjar Margo sebagai bagian dari upaya mewujudkan tujuan utama pendidikan pesantren, yakni pembinaan akhlak mulia sebagai fondasi kepribadian santri. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan akan pembinaan akhlak yang terarah, sistematis, dan berkesinambungan melalui peran aktif pengurus yang senantiasa berinteraksi dengan santri dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pondok. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan peran pengurus dalam pembentukan akhlak santri putri, menjelaskan metode pembinaan yang digunakan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembentukan akhlak tersebut. . Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengurus dan santri putri Pondok Pesantren Darul Ishlah. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menghasilkan gambaran yang mendalam dan komprehensif mengenai praktik pembinaan akhlak di pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus memiliki peran sangat penting dalam pembentukan akhlak santri putri melalui keteladanan, pemberian nasihat, pengawasan, dan pembiasaan perilaku positif dalam aktivitas keseharian. Lingkungan pesantren yang religius dan hubungan yang harmonis antara pengurus dan santri menjadi faktor pendukung utama. Adapun faktor penghambat yang muncul antara lain kurang optimalnya koordinasi dan kerja sama antara pengurus pusat dan pengurus kamar, sehingga pembinaan akhlak belum berjalan maksimal bagi seluruh santri. Kesimpulannya, penguatan koordinasi dan sinergi antar pengurus sangat diperlukan guna mengoptimalkan keberhasilan pembinaan akhlak santri putri.
Penerapan Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di SDN 11 Mesuji Timur Permata, Fryda Indah; Subiantoro; Muntoha, Tohir
Emergent: Journal of Educational Discoveries and Lifelong Learning (EJEDL) Vol. 7 No. 2 (2025): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/emergent.v7i2.77

Abstract

Manajemen kelas merupakan faktor penting yang menentukan efektivitas pembelajaran di sekolah. Guru memainkan peran penting dalam mengatur dinamika kelas untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, tertib, dan menarik. Di SDN 11 Mesuji Timur, motivasi siswa yang rendah masih terlihat melalui partisipasi yang terbatas, keterlibatan yang rendah, dan kesulitan menyelesaikan tugas yang diberikan. Masalah ini sangat terkait dengan praktik manajemen kelas yang belum sepenuhnya dioptimalkan. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen kelas dan strategi yang digunakan guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Temuan teoritis menyoroti bahwa manajemen kelas meliputi penataan lingkungan fisik, pengorganisasian siswa, penegakan disiplin, pengelolaan perilaku, dan penciptaan suasana belajar yang kondusif. Motivasi belajar dipengaruhi oleh faktor internal siswa serta faktor eksternal seperti metode pengajaran, hubungan guru-siswa, dan kondisi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kelas yang efektif meningkatkan motivasi siswa melalui lingkungan yang terorganisir, komunikasi dua arah, metode pengajaran yang beragam, dan penguatan yang tepat. Studi ini menggarisbawahi pentingnya guru sebagai pemimpin pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan materi tetapi juga membina suasana kelas yang mendorong siswa untuk belajar secara aktif dan mandiri.