Dispepsia merupakan gangguan pada saluran pencernaan yang banyak dialami masyarakat dan dapat menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko dispepsia pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kabawo tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik melalui metode dengan teknik pencocokan (matching). Sampel berjumlah 88 responden yang terdiri dari kelompok kasus dan kontrol. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang tidak teratur, kondisi stres, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol berhubungan dengan kejadian dispepsia. Responden dengan pola makan kurang baik dan tingkat stres tinggi lebih banyak ditemukan pada kelompok kasus dibandingkan kontrol. Selain itu, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol juga lebih dominan pada kelompok kasus. Simpulan dari penelitian ini bahwa faktor gaya hidup berperan penting dalam meningkatkan risiko dispepsia sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui perubahan perilaku kesehatan.