Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN PENCEGAHAN DINI KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENCONG JEMBER: HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN PENCEGAHAN DINI KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENCONG JEMBER Laksmana, Brylion Nando; Azza, Awatiful; Indriyani, Diyan
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v14i1.11693

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker ganas pada wanita yang mengancam kesehatan wanita dengan dampak kematian. Deteksi dini dipandang sebagai cara yang paling efisien untuk mencegah kasus kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan pencegahan dini kanker serviks pada wanita usia subur. Penelitian ini menggunakan design cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Kencong Jember dengan melibatkan sebanyak 104 partisipan. Partisipan dipilih menggunakan teknik cluster random sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Data diambil menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukan pada wanita usia subur paling banyak memiliki tingkat self efficacy yang rendah (39,4%), tingkat pencegahan kurang (52,9%). Analisis bivariate menunjukkan secara signifikan terdapat hubungan self efficacy dengan pencegahan dini kanker serviks pada wanita usia subur (p-value = <0,001; α= 0,05; r = 0,553). Temuan ini memberikan bukti bahwa semakin tinggi self efficacy pada wanita usia subur akan diikuti dengan semakin baik perilaku pencegahan dini kanker serviks. Pengalaman pribadi wanita usia subur dalam skrining kanker serviks berkontribusi pada efikasi diri mereka melalui dua proses: penyelesaian skrining itu sendiri dan internalisasi pengalaman skrining.
PKM Kader Posyandu dalam percepatan penurunan stunting melalui ketrampilan pengolahan snack bar Azza, Awatiful; Rohmah, Nikmatur; Nalawati, Ara Nugrahayu
SINAR SANG SURYA Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v9i1.3569

Abstract

 ABSTRAK Stunting merupakan bentuk kekurangan gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi sebelum lahir dan awal setelah lahir. Pemberian nutrisi yang baik pada ibu selama hamil maupun pada saat 1000 hari pertama setelah kelahiran dapat mencegah terjadinya stunting. Kegiatan pelatihan pada program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam ketrampilan pengolahan snack bar berbahan labu kuning untuk mencegah stunting.Metode pelaksanaan kegiatan adalah pelatihan pada 15 kader posyandu di Kecamatan Sukorambi yang dipilih secara purposive sampling, dengan kriteria kader aktif dalam kegiatan posyandu, menguasai teknik pengolahan makanan ringan, memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu bekerja sama secara tim. Tahapan kegiatan diawali dengan memberikan edukasi tentang manfaat labu kuning untuk mencegah stunting dan dilanjutkan dengan pelatihan proses pembuatan snack bar. Untuk menilai keberhasilan program pelatihan kader ini maka dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan. Hasil pelaksanaan kegiatan diperoleh bahwa kegiatan pelatihan dapat mempengaruhi kemampuan kader tentang manfaat labu kuning, kandungan gizinya dan proses pengolahan snack bar pada CI 95% (-0,60450; -1,26207), dengan p value 0,00.Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar harus memiliki wawasan dan kompetensi yang luas untuk membantu masyarakat dalam percepatan penurunan stunting. Kata kunci: labu kuning, pelatihan kader, stunting.  ABSTRAKStunting merupakan salah satu bentuk kekurangan gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi sebelum lahir dan setelah lahir. Pemberian gizi yang baik kepada ibu selama masa kehamilan dan 1000 hari pertama setelah lahir dapat mencegah terjadinya stunting. Kegiatan pelatihan dalam program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam keterampilan mengolah camilan labu kuning untuk mencegah terjadinya stunting.Metode pelaksanaan kegiatan adalah pelatihan kepada 15 kader posyandu di Kecamatan Sukorambi yang dipilih secara purposive sampling, dengan kriteria kader aktif dalam kegiatan posyandu, menguasai teknik pengolahan makanan ringan, memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu bekerja sama dalam tim. Tahapan kegiatan diawali dengan pemberian edukasi tentang manfaat labu kuning untuk mencegah stunting dan dilanjutkan dengan pelatihan proses pembuatan snack bar. Untuk menilai keberhasilan program pelatihan kader ini, dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan.Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan dapat mempengaruhi kemampuan kader tentang manfaat labu kuning, kandungan gizinya dan proses pengolahan snack bar pada 95% CI (-0.60450; -1.26207), dengan nilai p sebesar 0,00.Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar harus memiliki wawasan dan kompetensi yang luas untuk membantu masyarakat dalam mempercepat penurunan angka stunting. Kata kunci: labu, pelatihan kader, stunting
Hubungan Dukungan Orang Tua Berbasis “Caring” dengan Pola Asuh Anak Balita Rohmah, Nikmatur; Azza, Awatiful; Nugrahani, Ely Rahmatika
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 1 (2025): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v13i1.554

Abstract

Parental support is an important asset in raising toddlers. However, there are very few studies on "caring"-based parental support. The research aims to analyze the relationship between "caring"-based parental support and parenting patterns for toddlers—cross-sectional research design. The population is parents who have children under five in Jelbuk District, Jember Regency, East Java, Indonesia. The sample numbered 331 which were chosen randomly. The input variable is "caring" support which consists of trustworthy, respectful, empathetic, caring, and communicative. The outcome variable is parenting patterns for toddlers. Data were collected using a questionnaire technique, with the instrument being a structured questionnaire form. Data analysis uses logistic regression. The results of the study show that there is a relationship between parental support based on "caring" and parenting patterns for toddlers. Parents who care enough have a 3.46 times higher potential to provide good parenting compared to parents who care less (AOR 3.46; CI 95% 1.160-10.314). Parents who care a lot have 11,368 times higher potential to provide good parenting compared to parents who care less (AOR 11.368; CI 95% 3.411-37.883). Highly communicative parents have a 39.580 times higher potential for providing good parenting compared to less communicative parents (AOR 39.580; CI 95% 4.680-34.717). Caring and communicativeness are caring elements in parental support most related to child parenting. This study recommends a collaborative parenting program to improve parents' ability to build healthy communication and meaningful care for children under five.
Effect of implementing childbirth preparation classes on women's self-efficacy and pregnancy outcomes Azza, Awatiful; Sasarari, Zusana A; Nurafriani, Nurafriani; S, Irmawati; Yunus, Muh
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v14i1.1245

Abstract

Introduction: Childbirth preparation classes play a crucial role in equipping pregnant women with the knowledge and skills necessary to face labor with confidence. Low maternal self-efficacy is often associated with increased anxiety, longer labor duration, and negative birth experiences. This study examines how implementing childbirth preparation classes affects women’s self-efficacy and pregnancy outcomes. Research Methodology: This quasi-experimental study used a pre-test and post-test control group design. 60 pregnant women in their third trimester were recruited and randomly assigned to either the intervention group (n=30), who received childbirth preparation classes, or the control group (n=30), who received standard antenatal care. The classes were conducted over four sessions, covering the labor process, pain management, relaxation techniques, and postpartum care. Self-efficacy was measured using the Childbirth Self-Efficacy Inventory (CBSEI), while pregnancy outcomes were assessed through medical records and post-delivery interviews. Result: The results showed a statistically significant increase in self-efficacy scores in the intervention group compared to the control group (p < 0.01). Additionally, women in the intervention group experienced shorter labor durations, lower cesarean section rates, and higher satisfaction with their birth experience. There were no significant differences in neonatal outcomes between the two groups. Conclusion: Implementing childbirth preparation classes positively influences maternal self-efficacy and improves several pregnancy outcomes. Integrating such programs into routine antenatal care can enhance maternal confidence and promote safer, more positive birth experiences
Pemberdayaan Kader Posyandu sebagai Sumber Informasi Dasar Kesehatan Ibu Hamil Azza, Awatiful; Yuliarti, Norita Citra; Setiawan, Andika Putra; Wardana, Danu Indra
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v5i1.1277

Abstract

Integrated Service Post (Posyandu) cadres are the spearhead of service delivery at the most basic level. They are required to provide services to help pregnant women understand their health issues. This activity aims to analyze the effectiveness of training and health education on cadre knowledge. The research design for this community service activity used a quasi-experimental approach with a one-group pretest-posttest design. The study was conducted with 18 Posyandu cadres in Kemiri Village. The implementation phase included pre- and post-tests to assess the effectiveness of the training and health education activities. The training, using a participatory and applied approach, provided cadres with information on nutrition for pregnant women, how to identify nutritional disorders, how to assist pregnant women in meeting their nutritional needs, and knowledge about purple sweet potato-based snack foods for pregnant women. The instrument used to measure cadre knowledge was a questionnaire with 20 multiple-choice questions. Data analysis used the non-parametric Wilcoxon Signed-Rank Test. The results of the activity showed an average pre-test score for Posyandu cadres of (8.28 ± 0.57) and an average post-test score of (9.39 ± 0.85). Therefore, it can be concluded that there was an increase in the average pre-test and post-test scores for Posyandu cadres. Meanwhile, the analysis of the effectiveness of training and education on maternal nutrition on Posyandu cadres' knowledge showed a P-value of 0.001, thus concluding that training and health education effectively improved cadres' knowledge of maternal nutrition. Cadres, as the most basic service providers, must always receive the latest information to support their duties. Furthermore, the involvement of community leaders and cross-sectoral stakeholders is essential to increase community support and participation.
Pemanfaatan Bekatul sebagai Strategi Pemberdayaan Masyarakat untuk Pencegahan Stunting di Desa Silo Rohmah, Nikmatur; Azza, Awatiful; Nalawati, Ara Nugrahayu; Oktaviana, Kadek Fadila; Palupi, Aliyah Ratnaning; Farishya, Zahrotul Jinani Nur
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v5i2.1347

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan anak yang serius di Indonesia karena berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta produktivitas di masa depan. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui edukasi gizi berbasis potensi lokal sebagai wujud pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu di Desa Silo mengenai manfaat bekatul sebagai sumber nutrisi alternatif dalam mencegah stunting. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan 24 ibu rumah tangga sebagai peserta. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik dan perubahan pengetahuan. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata usia peserta adalah 36,4 tahun, mayoritas berpendidikan SMA, tidak bekerja, memiliki penghasilan <Rp1.000.000 per bulan, dan rata-rata memiliki dua anak. Sebanyak 52,2% peserta pernah mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan sebelumnya. Pengetahuan peserta mengenai manfaat bekatul meningkat secara signifikan setelah intervensi (p=0,002; CI95% 0,225–0,906). Temuan ini membuktikan bahwa edukasi gizi sederhana mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang potensi bekatul sebagai pangan bergizi. Kesimpulannya, pemanfaatan bekatul dapat dijadikan strategi inovatif berbasis lokal untuk mendukung pencegahan stunting. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pengolahan produk berbahan bekatul secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini mendorong tindak lanjut berupa pelatihan pengolahan pangan berbasis bekatul yang berpotensi memperkuat kemandirian dan pemberdayaan masyarakat secara berkesinambungan.
Behavioral risk factors and maternal nutrition as predictors of pre-eclampsia among pregnant women in rural areas: cross-sectional study Azza, Awatiful; Esti Yunitasari; Mira Triharini; Susilo, Cipto
Jurnal Ners Vol. 18 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v18i3.47248

Abstract

Introduction: The behavior of pregnant women in caring for pregnancy is influenced by the environment, culture, and lifestyle of the community. This study aimed to analyze the behavior of pregnant women and their nutritional status during pregnancy contributes to the incidence of pre-eclampsia  in rural areas. Methods: This study used a cross-sectional approach to 210 pregnant women who visited a community health center in East Java, Indonesia, in the period June 2020-February 2022. Potential risk factors, including maternal behavior in care during pregnancy, and obesity were evaluated as determinants of pre-eclampsia and its subtypes. The assessment instrument uses a structured questionnaire and has been tested for validity and reliability. Logistic regression analysis was used to determine potential risk factors. Odds ratios with 95% confidence intervals (CI) were calculated to estimate the effects of individual factors. All statistical analyses were performed with SPSS version 22.0 with a p-value < 0.05 considered significant. Results: There were 65 (31%) pregnant women experiencing pre-eclampsia from 210 samples. Maternal behavior during pregnancy could predict the incidence of pre-eclampsia (p = 0.001; 95% CI 0.121-0.583; OR = 0.266) while obesity was able to predict pre-eclampsia (p = 0.00; 95% CI 1.705-5.209; OR = 3.00). the age of pregnant women p = 0.014; 95% CI 1.143-3,355; OR = 1.959), and history of hypertension p = 0.036; 95% CI 1.053 – 4.550; OR = 2.189). Conclusions: The behavior and nutritional status of pregnant women have been proven to influence the incidence of pre-eclampsia.
Impact of nursing interventions on the implementation of primary health care policies: A Systematic Review Azza, Awatiful; A. Sasarari, Zusana; Komariah Sambas, Etty; Muzfah, A. Wardah
Jurnal Edukasi Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Edukasi Ilmiah Kesehatan
Publisher : Edukasi Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61099/junedik.v3i3.144

Abstract

Introduction: Primary health care (PHC) is recognized as the foundation of equitable and sustainable health systems. Nursing interventions are essential in translating PHC principles into effective practice. However, limited synthesized evidence exists on the effectiveness of nursing-led initiatives within PHC policy frameworks. This review aimed to evaluate the impact of nursing interventions on the implementation of PHC policies, with the hypothesis that structured nursing interventions enhance health outcomes, policy adherence, and community engagement. Methods: Following the PRISMA guidelines, a systematic search was conducted across PubMed, CINAHL, Scopus, and Cochrane Library for studies published between 2010 and 2025. Eligible studies included randomized controlled trials, quasi-experimental, and observational designs assessing nursing-led interventions in PHC settings. Two reviewers independently performed data extraction and quality appraisal. Due to methodological heterogeneity, a narrative synthesis was employed. Results: A total of studies demonstrated that nursing interventions such as health education, chronic disease management, maternal-child health support, and community empowerment significantly improved service accessibility, patient satisfaction, and adherence to PHC policy objectives. Moreover, community-based nursing initiatives strengthened preventive care delivery and promoted equity in service utilization. Conclusion: The findings confirm that nurses are pivotal in operationalizing PHC policies. Strengthening nursing capacity through training, policy integration, and resource allocation can accelerate progress toward universal health coverage. Further research is needed to establish standardized evaluation frameworks and measure long-term policy impacts of nursing interventions in PHC systems.