Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENTINGYA PERAN TOKOH AGAMA DALAM MENCEGAH STUNTING PADA ANAK di KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG Marni; Intje Picauly
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Edisi April 2023
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v4i1.233

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup serius di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah pedesaan dan terpencil di Kabupaten Kupang. Provinsi Nusa Tenggara Timur, angka prevalensi stunting mencapai 40,6% pada tahun 2018. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanganan stunting di wilayah tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tokoh agama diharapkan dapat berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mencegah stunting pada anak. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 1 hari dengan materi utama tentang masalah stunting pada anak. Pelatihan dihadiri oleh 15 tokoh agama dari berbagai agama yang ada di Kecamatan Kupang Barat. Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Pelatihan berhasil memberikan pemahaman yang cukup mendalam mengenai stunting pada anak kepada para peserta. Selain itu, para peserta juga memahami perbedaan antara anak stunting dan kerdil, penyebab stunting, dampak stunting pada anak, serta cara-cara mencegah stunting pada anak. Dalam pelatihan ini juga dihadirkan praktisi kesehatan sebagai narasumber yang memberikan wawasan mengenai stunting dan cara mencegahnya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil memberikan dampak positif pada para peserta, terlihat dari peningkatan pemahaman mereka tentang stunting pada anak. Kegiatan pelatihan tokoh agama tentang stunting pada anak di Kupang Barat, Nusa Tenggara Timur, berhasil memberikan pemahaman yang cukup mendalam kepada para peserta mengenai stunting pada anak, perbedaannya dengan anak kerdil, penyebab, dampak, dan cara-cara mencegahnya. Pelatihan ini juga berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran para tokoh agama dalam memainkan peran mereka dalam mencegah stunting pada anak di masyarakat.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI BUDAYA SEHAT: SUKSES IMPLEMENTASI CTPS DI KELURAHAN NAIBONAT Marni Marni; Anderias Umbu Roga; Christina Rony Nayoan; Intje Picauly
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Edisi Oktober 2023
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v4i2.242

Abstract

One of the activities in the Naibonat Village that needs special attention is the prevention of stunting through the application of a healthy culture and the practice of washing hands with soap (CTPS). The history of PkM activities highlights the high incidence of stunting in this kelurahan, reaching 15.8% of the total number of children under five assessed. PkM stunting prevention activities will be carried out in July 2023 with an emphasis on increasing public awareness of stunting, CTPS procedures, use of local media, and the active participation of regional leaders. The results of this Community Service show that effective health education has increased public awareness of stunting from 69.7% to 92.3%. After this program, there was a sharp increase in the use of soap, from 30% to more than 80%. The dissemination of health messages has also benefited from the increased use of local media, particularly leaflets featuring dialects of the local culture. In addition, the community is also increasingly encouraged by community leaders who actively promote good hand washing habits. To ensure the continuity and sustainability of the program in preventing stunting and improving public health in Kelurahan Naibonat, recommendations include increased health education, ongoing collaboration with community leaders, ongoing monitoring and evaluation, and active community involvement.
Pemberdayaan Peternak Ayam untuk Pencegahan Penyakit Ayam dan Penyebaran Avian Influenza Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Oematnunu dan Oenaek Ribka Limbu; Marni
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 2 No 1 (2023): Juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v2i1.106

Abstract

Usaha peternakan ayam pedaging menjadi mata pencaharian utama di Desa Oematnunu dan Oenaek. Meskipun memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, peternakan ayam juga memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar jika pengelolaannya tidak memenuhi standar sanitasi. Penyakit zoonosis yang dapat ditularkan oleh hewan menjadi risiko jika sanitasi lingkungan tidak terjaga. Selain itu, peternakan ayam juga menjadi sumber pencemaran lingkungan, termasuk tanah, air, udara, serta mempengaruhi tingkat kejadian penyakit yang berhubungan dengan perilaku dan lingkungan. Tujuan kegiatan ini mencegah penyebaran penyakit zoonosis melalui pengelolaan yang baik, pemeliharaan, penyimpanan, dan pengolahan limbah ternak ayam. Selain efisiensi produksi, kegiatan ini juga bertujuan untuk memastikan peternakan ayam berwawasan lingkungan. Metode yang digunakan survei, diskusi dengan aparat desa dan masyarakat, serta pemberdayaan melalui pelatihan pencegahan penularan penyakit zoonosis dengan menerapkan PHBS. Peternak ayam juga dilatih dalam penggunaan alat pelindung diri, modifikasi kandang sesuai standar kesehatan, pengelolaan limbah ternak, dan manajemen keuangan. Luaran dari kegiatan ini adalah peningkatan derajat kesehatan masyarakat, terutama peternak ayam mitra, dengan menerapkan perilaku pencegahan penularan penyakit zoonosis. Masyarakat juga akan mendapatkan pengetahuan untuk mencegah penularan penyakit melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan alat pelindung diri dan modifikasi kandang ayam yang sehat. Selain itu, produksi peternakan ayam juga akan meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Kontrol sosial masyarakat terhadap sanitasi kandang akan menjadi penting, dan pemerintah setempat diharapkan berkolaborasi dalam pembentukan lahan khusus peternakan ayam di luar pemukiman warga.
Menggalang Perubahan dengan CTPS: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Stunting di Kelurahan Naibonat Marni; Maria Magdalena Dwi Wahyuni; Sintha Lisa Purimahua
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): Desember
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v2i2.126

Abstract

Stimulasi cuci tangan pakai sabun (CTPS) sangat penting sebagai langkah preventif dalam strategi komprehensif memerangi stunting pada anak. Stunting membuat Kelurahan Naibonat mengalami kesulitan yang signifikan. Tujuan dari proyek sukarela ini adalah untuk menyebarkan pengetahuan tentang betapa pentingnya CTPS dalam mengurangi stunting pada anak. Kami dapat menginformasikan masyarakat dan mendorong perubahan kebiasaan positif dengan menggunakan pendekatan interaktif dan bekerja sama dengan kader posyandu dan tenaga kesehatan. Peningkatan keahlian CTPS kader Posyandu berdampak baik, mendorong penerapan metode ini dalam kehidupan sehari-hari. Bersamaan dengan pemberdayaan masyarakat, latihan ini meningkatkan pengetahuan umum tentang fungsi kritis CTPS dalam mengurangi stunting. Kunci keberhasilan pemangku kepentingan lokal. Dukungan pemangku kepentingan lokal menjadi kunci untuk kelanjutan perubahan ini, menciptakan dampak positif yang berkelanjutan di Kelurahan Naibonat.
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK DAN PERILAKU KELUARGA TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) Azza, Awatiful; Nurdin, Nurdin; Zamli, Zamli; Marni, Marni; Mudhofar, Muhamad Nor
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Edisi 2 April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i3.2307

Abstract

Dengue fever (DHF) is a public health problem because the number of cases and spread tends to increase, and often causes Extraordinary Events (KLB). The disease is transmitted by the Aedes aegypti mosquito with four main clinical manifestations characterized by circulatory failure. The purpose of this study was to determine the relationship between Physical Environmental Factors and Family Behavior towards the Incidence of Dengue Fever in the Sebanga Health Center Working Area. The research method used a cross sectional research design. The population in this study were people who lived in the Sebanga Health Center working area with a sample of 62 people. The data collection technique used total sampling. The research instrument used a research questionnaire. Data analysis was carried out univariate and bivariate. The results showed that there was a relationship between environmental factors (p value: 0.000) and family behavior (p value: 0.000) with the incidence of DHF. It is recommended for health workers to be able to provide education to the community about health behavior in order to increase mosquito eradication movements by cleaning the surrounding environment, always routinely once a week cleaning water reservoirs, recommending to install, wire gauze ventilation, suggesting that a room area > 8 m² is used for 2 or more people, and planting ornamental plants to maintain room humidity to the community.Keywords: DHF, environment, family
PELAKSANAAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI PUSKESMAS Nur, Astuti; Lestaluhu, Santi Aprilian; Mauludiyah, Zaida; Hayati, Zahratul; Marni, Marni
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Edisi 2 April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i3.2306

Abstract

Stunting is a chronic malnutrition problem caused by insufficient nutrient intake over a long period of time due to inadequate feeding. Kampar Regency is one of the highest ranked for stunting rates in Riau Province at (31.99%). The purpose of this study was to analyze the implementation of health promotion programs in the prevention of stunting at Puskesmas Kampar Kiri Hilir. The research used an analytical qualitative method conducted at the Kampar Kiri Hilir Health Center to 3 informants including the promkes holder, the nutrition holder and the Head of the Health Center. The results showed that in general the implementation of the promkes program at the Kampar Kiri Hilir Health Center has been running, but there are obstacles such as limited budget resources in supporting the implementation of the promkes program at the Kampar Kiri Hilir Health Center. It is recommended to the Puskesmas Kampar Kiri Hilir to be used as material for evaluating the Health promotion program at Puskesmas Kampar Kiri Hilir in accordance with budget capacity.Keywords: Nutrition, Resources, Stunting
Gambaran Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Pengunjung Tempat Wisata Bukit Cinta Lembata Tahun 2023 Rahayu, Elisabeth Tri; Ribka Limbu; Marni; Deviarbi S. Tira
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v13i2.479

Abstract

Tempat-tempat umum (TTU) adalah tempat, fasilitas, atau sarana yang sering digunakan untuk kegiatan atau acara komunitas oleh instansi pemerintah, swasta atau individu. Tempat wisata merupakan salah satu tempat umum yang memungkinkan untuk menjadi tempat pencemaran lingkungan, penyebaran penyakit, maupun gangguan kesehatan lainnya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku hidup bersih dan sehat pada pengunjung Tempat Wisata Bukit Cinta Lembata. Jenis penelitan yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 100 responden, dengan teknik pengambilan sampel yakni accidental sampel. Responden dalam penelitian ini adalah pengunjung Tempat Wisata Bukit Cinta Lembata. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian ini menemukan bahwa perilaku mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun kategori kurang baik sebesar 100 responden (100%). Perilaku menggunakan jamban sehat kategori kurang baik 60 responden (60%). Perilaku membuang sampah pada tempatnya kategori kurang baik 62 responden (62%), dan perilaku merokok kategori kurang baik 52 responden (52%). Berdasarkan hasil penelitian ini, perilaku hidup bersih dan sehat pada pengunjung Tempat Wisata Bukit Cinta Lembata berada dalam kategori kurang baik. Diharapkan kepada pengelola Tempat Wisata Bukit Cinta Lembata agar dapat menyediakan sarana penunjang dan memperhatikan kebersihan sarana yang telah tersedia agar memudahkan dan mendukung praktik PHBS oleh pengunjung di tempat wisata Bukit Cinta Lembata.
Determinan Perilaku Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita ratu djia, betru; Marni; Eryc Z. Haba Bunga; Agus Setyobudi
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v13i2.480

Abstract

Puskesmas Seba merupakan salah satu puskesmas yang terletak di kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua. Penyakit diare merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di dunia setiap tahunnya terdapat 525.000 kasus balita meninggal dunia akibat diare. Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko balita mengalami diare antara lain: Pengetahuan ibu, pendidikan, pekerjaan, motivasi, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan determinan perilaku yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Seba Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua. Jenis Penelitian ini adalah observasional dengan desain Cross Sectional. Sampel dalam penelitian sebesar 56 kasus. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis Univariat dan Bivariat. Data dianalisis dengan menggunakan uji square dengan tingkat kemaknaan ɑ=0,05. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Pengetahuan (p=0,004), Pekerjaan, (p=0,033), Pendidikan (p=0,047), Motivasi (p=0,011), Lingkungan (p=0,022). Puskesmas dapat melakukan penyuluhan tentang pentingnya pencegahan diare dengan cara turun langsung ke Posyandu serta memperbanyak media informasi.
Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Tatanan Rumah Tangga di Desa Kolobolon Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao Vita Clara Hendrik; Petrus Romeo; Marni
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 2 No. 4 (2024): Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v2i4.433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada rumah tangga di Desa Kolobolon, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei melalui kuesioner yang dibagikan kepada 75 kepala keluarga (KK) yang dipilih secara acak menggunakan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan 10 indikator utama PHBS, seperti persalinan yang dibantu tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif, penimbangan bayi dan balita, penggunaan air bersih, mencuci tangan, dan penggunaan jamban sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% persalinan dibantu oleh tenaga kesehatan dan pemberian ASI eksklusif juga mencapai 100%. Namun, indikator mencuci tangan dengan air bersih dan sabun masih kurang optimal, dengan hanya 74,6% responden yang sudah melakukannya secara rutin. Selain itu, hanya 76% rumah tangga yang menggunakan jamban sehat, menunjukkan adanya tantangan dalam penerapan PHBS secara menyeluruh. Kesimpulannya, meskipun beberapa indikator PHBS di Desa Kolobolon telah mencapai hasil yang baik, masih terdapat ruang untuk perbaikan terutama dalam hal kebiasaan mencuci tangan dan penggunaan jamban sehat. Edukasi dan intervensi berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup sehat masyarakat secara lebih menyeluruh.
HUBUNGAN RIWAYAT PAPARAN KONTEN PORNOGRAFI DENGAN TINGKAT ADIKSI PORNOGRAFI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 3 KUPANG usfunan, irene kerin; Nayoan, Christina Rony; Marni, Marni; Fransiskus G. Mado
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43346

Abstract

Masa remaja adalah fase transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial yang kompleks. Rasa ingin tahu yang tinggi, ditambah dengan kemudahan akses terhadap internet dan media sosial, membuat remaja rentan terhadap paparan konten pornografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat paparan konten pornografi dengan tingkat adiksi pornografi pada remaja di SMA Negeri 3 Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMA Negeri 3 Kupang, dengan jumlah sampel sebanyak 188 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (85,1%) sudah pernah melihat konten pornografi secara tidak sengaja, 6,9% responden sudah mengakses konten pornografi beberapa kali dan mengulangi pengalaman mengakses konten pornografi sebelumnya dan 8% responden tidak terpapar pornografi. Untuk tingkat adiksi pornografi, 78,7% responden berada dalam kategori normal, 16,5% mengalami adiksi ringan, 3,2% mengalami adiksi sedang, dan 1,6% mengalami adiksi berat. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat paparan konten pornografi dengan tingkat adiksi pornografi pada remaja dengan nilai p-value = 0.000 (p < 0,05). Pihak sekolah diharapkan bisa menyelenggarakan program edukasi tentang literasi digital, pemfilteran konten pada internet dan bahaya adiksi pornografi agar dapat mencegah adiksi pornografi pada remaja.