Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI STRATEGI BLUE OCEAN PADA PERANCANGAN DESAIN PRODUK Devanny Gumulya
Jurnal PATRA Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Patra Mei 2020
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/patra.v2i1.72

Abstract

Desain produk adalah keilmuan yang selalu mencari inovasi dan kebaruan dalam prosesnya. Blue ocean strategi (BOS) adalah strategi bisnis mencari pasar baru dengan menawarkan nilai yang berbeda dari kompetitor lainnya. Paper ini menghubungkan kerangka pemikiran BOS dalam proses desain. Empat langkah kunci dari BOS adalah elminasi, kurangi, tingkatkan dan ciptakan. Langkah – langkah ini di implementasi pada proses pencarian ide untuk perancangan desain produk. Dari pendekatan BOS, proses desain menjadi lebih terarah, terstruktur dan nilai inovasi dari produk dapat didapatkan dengan cepat. Hasil dari paper ini adalah rancangan desain furniture untuk siswa SD yang inovatif dan menawarkan aktivitas baru diluar furniture konvensional pada umumnya.
DESAIN PRODUK DENGAN INSPIRASI ART DECO EROPA ERA TAHUN 1920 DENGAN PENDEKATAN CHART MORFOLOGI Devanny Gumulya
Jurnal PATRA Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Patra Oktober 2020
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/patra.v2i2.114

Abstract

Chart morfologi berasal dari ilmu teknik, pada paper ini dipelajari bagaimana penerapannya dalam proses desain kreatif yang memungkinkan pemikiran divergen dan logis digunakan bersamaan. Yang dibahas adalah tugas mahasiswa desain produk yang merancang dengan menggunakan chart morfologi. Di sisi lain, sejarah telah menginspirasi banyak desainer untuk menciptakan banyak hal baru. Art Deco adalah gerakan desain yang bersifat ornamental, glamor dan elegant yang berawal dari Paris di era tahun 1920an. Art Deco dikarakterkan dengan penggunaan bahan-bahan seperti kayu eksotis, aluminum, stainless steel dan inlaid wood. Tujuan perancangan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk merancang nakas dan lampu meja dengan gaya art deco yang digabungkan dengan preferensi mahasiswa desain produk. Hasil dari paper ini adalah kerangka bagaimana menggunakan chart morfologi dalam proses desain untuk proyek jangka pendek. Dari Latihan ini dihasilkan 10 ide desain produk baru yang terlihat berbeda dengan produk sekatagorinya
TESTING DAN REFINING PADA PROSES DESAIN Devanny Gumulya
Jurnal PATRA Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Patra Mei 2021
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/patra.v3i1.171

Abstract

Design Thinking (DT) adalah metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah. Design Thinking dapat dicapai dengan memahami kebutuhan manusia yang terlibat, memfokuskan kembali masalah dengan mendefinisikan kembali masalah berdasarkan data yang ditemukan. Dilanjutkan dengan generasi ide, prototyping, pengujian dan penyempurnaan. Saat ini studi yang berfokus pada tahap pengujian dan penyempurnaan masih terbatas. Studi ini menjelaskan proses pengujian dan penyempurnaan dalam kasus studi mainan berbahan natural dan dari pewarna alami untuk bayi. Karena produk ini baru di pasar dan perlu diuji dan disempurnakan untuk mendapatkan hasil terbaik. Studi ini menemukan bahwa pengujian dan penyempurnaan sangat penting untuk pengembangan produk, pada kasus ini terjadi peningkatan signifikansi dalam fitur warna dari tes pertama (3,2) hingga tes kedua (3,6).
PERANCANGAN FURNITURE DESIGN DARI INSPIRASI GAYA DESAIN SEZESSIONSTIL DENGAN METODE “PRODUCT GIST” Devanny Gumulya
Jurnal PATRA Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Patra Oktober 2021
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/patra.v3i2.231

Abstract

Art Nouveau merupakan salah satu gerakan seni yang sangat berpengaruh pada masanya. Hal ini terbukti dari adanya berbagai macam versi Art Nouveau di berbagai negara dan salah satunya di Austria. Di Austria, Art Nouveau dikenal dengan istilah “Sezessionstil” dimana gaya tersebut dikembangkan oleh suatu perkumpulan para seniman di Vienna yaitu “Vienna Secession”. Gaya tersebut cenderung menggunakan rectilinear dan curvilinear sehingga karya bergaya Sezessionstil ini terkesan modern dan minimalis. Hal ini dapat dilihat dari karya-karya seorang anggota dari Vienna Secession yaitu Josef Hoffmann. Product gist adalah metode untuk menganalisa ringkasan tampilan suatu objek 3d. Dengan metode ini karya – karya Hoffmann dianalisa dan ditemukan beberapa elemen desain yang menjadi ciri khas karya Hoffmann. Elemen – elemen inti dari karya Hoffman yang penting untuk dipertahankan adalah elemen kotak, garis vertikal, garis lengkung, detail bentuk bola dengan tone warna gelap. Elemen ini dikembangkan dalam proses desain menghasilkan suatu desain produk rancangan. Hasil akhir yang didapatkan berupa kursi yang terinspirasi dari karya sejarah seorang tokoh pada era Art Nouveau yaitu Josef Hoffmann.
PENGEMBANGAN POLA ANYAMAN BUNGKUS KOPI UNTUK PENGEMBANGAN PRODUK UMKM “MIMI’S CRAFT” Devanny Gumulya
Jurnal PATRA Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Patra Mei 2022
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/patra.v4i1.318

Abstract

Kegiatan PKM dari program studi desain produk adalah pengembangan kelompok pengrajin. Salah satunya adalah komunitas penganyam bungkus kopi yang Bernama Mimi’s Craft yang lahir dari seorang local champion yang ingin membantu mengurangi sampah bungkus kopi di rumahnya. Mimi’s Craft berada di kecamatan Panongan, Tangerang. Komunitas ini terkendala pengembangan produk baru. PKM menerapkan proses design thinking empathize, define, ideate, prototype dan testing. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah wawancara mendalam, studi literatur dan dokumentasi. Hasil kegiatan PKM adalah pola anyaman pengembangan dari pola anyaman yang sudah ada dan prototipe dengan pola anyaman baru untuk target market. PKM ini merekomendasikan bahwa ketika menerapkan proses design thinking, tim PKM dapat melihat faktor – faktor yang berperan dalam kemampuan inovasi komunitas secara mendalam yang terbagi dua yaitu faktor internal seperti suasana dan budaya lokal, usaha sumber daya manusia untuk belajar, kolaborasi, belajar dari melakukan, pemimpin lokal. Serta faktor eksternal seperti keterbukaan, keluasan dan kedekatan usaha dengan mitra.
ANALISA KUALITAS ESTETIS BRANDED GOODS DENGAN TEORI DESIGN SYNTACTIC FORM Devanny Gumulya
Jurnal Da Moda Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Da Moda Mei 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v1i2.70

Abstract

Product with good aesthetic appearance increases the consumer attractiveness and create memorable product experience. The paper discusses how the design element and the configuration can shape someone’s visual perception with syntactic design form theory, gestalt theory, and product gist method. Using these three approaches, two international bag brand is selected as study cases: Anya Hindmarch and Kate Spade. The study results are material, and the color design element can be continuously changed according to the trend, but the shape proportion and the configuration between the design elements need to be consistent. So the brand will still look coherent visually. By using this strategy, these two brands stay competitive and favorable in the market.
PERANCANGAN LAMPU LANTAI DENGAN INSPIRASI GAYA DESAIN MEMPHIS DI ERA TAHUN 1981 DENGAN METODE MORPHOLOGICAL CHART Clemencia Gloriana Sharon; Devanny Gumulya
Jurnal Da Moda Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Da Moda Oktober 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v2i1.113

Abstract

Desain produk adalah sebuah proses menghasilkan ide, mengembangkan konsep, mengevaluasi ide, hingga merealisasikan ide tersebut menjadi produk. Produk yang dipilih dalam rancangan ini adalah lampu lantai. Lampu telah menjadi kebutuhan hidup manusia dan selalu digunakan untuk setiap kegiatan manusia karena adanya penerangan yang diberikan. Namun, saat ini lampu bukan hanya sekedar alat penerangan biasa tetapi juga menjadi tambahan nilai estetika dalam desain yang digunakan. Salah satu gaya desain yang kembali diminati sekarang adalah gaya desain era post-modern tahun 1981 yaitu Memphis. Gaya desain Memphis merupakan gaya desain tahun 1981-1987 yang berasal dari Italia yang bertentangan dengan desain-desain modern yang minimalis, simpel, dan tidak mencolok. Proses desain perancangan ini menggunakan metode morphological chart yaitu metode diagram yang dapat digunakan untuk menghasilkan ide dan konsep desain baru dengan menggabungkan desain produk Memphis dan preferensi pribadi penulis. Metode ini menghasilkan 5 ide desain baru dengan 1 desain pilihan dari gabungan antara ide produk Memphis yang sudah ada dengan bentuk-bentuk dari preferensi pribadi penulis.
EKSPLORASI BIOMORDAN PADA PEWARNA ALAMI DAN APLIKASINYA PADA MAINAN ANAK – ANAK Devanny Gumulya
Jurnal Da Moda Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Da Moda Mei 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v2i2.170

Abstract

Pewarna sintetis mendominasi dalam pewarnaan tekstil memiliki limbah air dengan kandungan kimia yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Salah satu alternatif yang lebih ramah lingkungan dan aman digunakan adalah pewarna alami. Pewarna alami dapat memberikan variasi warna yang beragam. Namun, pewarnaan alami saat ini dalam prosesnya terkadang masih menggunakan mordan logam yang tidak aman. Metode penelitian yang digunakan berupa eksplorasi material antara lain menggunakan metode aqueous dalam ekstraksi warna dan metode pre, simultaneous, post untuk proses mordanting. Sedangkan media yang digunakan adalah kain serat alami. Serta Sebagai pengganti mordan logam, mordan alami (biomordan) yang digunakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa warna yang dihasilkan sangat beragam dan cenderung ke arah warna pastel. Perlakuan dengan mordan alami dapat membantu penyerapan warna yang lebih baik pada kain. Serta salah satu aplikasi produk yang dapat diterapkan adalah mainan bayi.Penelitian menunjukan bahwa perlakuan mordan paling baik adalah pre mordanting dengan garam. Sedangkan jenis kain yang paling baik dalam penyerapan dan kerataan warna adalah rami. Dari sumber-sumber yang digunakan, kulit dan biji alpukat, kunyit, dan bunga telang yang paling baik dalam memberikan warna primer. Selain itu dikarenakan bahan-bahan yang digunakan natural, maka proses dan limbahnya pun juga aman.
TEKNIK TRENCANDIS MOZAIC ART NOUVEAU BERTEMU DENGAN JALAK BALI DENGAN METODE ATUMICS Devanny Gumulya; Eleonora Jovita Halim Lam
Jurnal Da Moda Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Da Moda Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v3i1.199

Abstract

Mempelajari sejarah adalah hal yang penting dalam proses desain, karena bila ingin menciptakan kemajuan maka perlu mempelajari hal yang sudah ada. Art Nouveau adalah gaya yang ingin membawa seni baru di tengah paska revolusi industri yang diawali di Paris di tahun 1880. Art Nouveau dengan semangatnya ingin menciptakan kebaruan maka Art Nouveau banyak mengambil elemen dari berbagai budaya seperti Jepang, Seni Moorish, alam, dan eksplorasi material. Gaya ini tersebar se dan cara internasional dan masuk ke Spanyol yang dikenal dengan nama modernism dan salah satu tokohnya adalah Antonio Gaudi yang mengeksplorasi teknik trecandis,eksplorasi mosaic dari material sisa dari pabrik dan bangunan. Metode dari jurnal ini adalah ATUMICS, metode yang menjelaskan bagaimana menurunkan inspirasi dari artefak secara terstruktur per elemennya technique, utility, material, icon, concept dan shape. Kebaruan jurnal ini ada pada penggabungan dua artefak yaitu teknik trecandis Gaudi dan fauna Bali yaitu Jalak Bali, dimana dari interaksi dari keduanya dihasilkan karya desain produk berupa fesyen aksesoris dengan inspirasi Jalak Bali dibuat dengan teknik trecandis dari limbah CD. Dari proses ini disimpulkan bahwa untuk merancang desain dengan hybrid budaya dengan metode ATUMICS, elemen yang berperan adalah technique, icon relasional dan concept. Dimana pada ketiga elemen, hubungan timbal balik antara artefak pada level makna saling memberikan inspirasi pada perancang.
EKSPLORASI MATERIAL INSPIRASI GAYA ART NOUVEAU BERTEMU DENGAN IKON INDONESIA DENGAN METODE ATUMICS Devanny Gumulya
Jurnal Da Moda Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Da Moda Mei 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v3i2.319

Abstract

History is very essential in design process because to create progress. It requires an understanding of what has already been accomplished. This paper is a learning outcome of history of product design courses in product design of Pelita Harapan University. Art Nouveau is a style that aimed to introduce new art during the 1880s post-industrial revolution in Paris. With its obsession with novelty, Art Nouveau incorporates elements from a variety of cultures, including Japan, Moorish art, nature, and numerous material explorations. Emile Galle, one of the Art Nouveau figures in Paris. He explored and invented numerous new glass techniques such as wheel cutting, acid etching (frosted glass), and glass casing layering. The journal uses of ATUMICS, a method for deriving structured inspiration from artifacts that incorporate technique, utility, material, icon, concept, and shape. The novelty of this journal stems from the combination of two artifacts: the cameo glass technique and an Indonesian icon, the national monument and the rafflesia Arnoldi flower, where the interaction of the two resulted in product design works in fashion accessories. This process demonstrates that the elements that play important role when two artefacts are interacting using the ATUMICS method are technique, relational icon, and concept. Whereas the reciprocal relationship between artifacts on a symbolic level inspires each other in all three dimensions.