Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS ARTISTIK LINGKUNGAN MELALUI MEDIA MURAL DI RPTRA KELURAHAN KRENDANG, JAKARTA BARAT Elda FRANZIA; Yosua Reydo RESPATI; Ekananda HARYADI
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Community Service activity held by Trisakti University, Faculty of Art and Design, Visual Communication Design Program, through Multi 2-1 Program Theme “The Enhancement of Knowledge and Environment Quality Training“ in Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, West Jakarta. The Multi Program is prime program from Community Service Agency of Trisakti University, and one of them located at Kelurahan Krendang. The Environmentally Friendly Integrated Public Space (RPTRA) is an open space area functioned as the center of social activity in Kelurahan Krendang including sports and social community activites. RPTRA Krendang in under development and has many blank wall spaces functioned as activity limit area. This program aims in to improve the quality of environment and develop man power creative quality in Kelurahan Krendang. The program’s target is orange troops and the Karang Taruna youngsters at Kelurahan Krendang with trainer from lecturer and students of Visual Communication Design Program. The program’s participants are 16 men with age range 20-40 years old. The method are three activities stages which are (1) training with lecture, discussion, and Q&A method, (2) lecture of mural making procedures, (3) mural making practice with sketching techniques. The results are 7 (seven) wall area painted in mural with variative and creative images made by participants. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh Universitas Trisakti, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Program Studi Desain Komunikasi Visual melalui program Multi 2-1 dalam tema besar “Peningkatan Pengetahuan dan Pelatihan Perbaikan Kondisi Lingkungan” di Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Program Multi merupakan program unggulan yang dikelola oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Trisakti dan salah satunya berlokasi di Kelurahan Krendang. Ruang Publik Terpadu Ramah Lingkungan (RPTRA) merupakan ruang terbuka yang menjadi pusat aktivitas masyarakat di Kelurahan Krendang, termasuk kegiatan olah raga dan kegiatan sosial masyarakat. Kondisi RPTRA Krendang belum terolah dan memiliki banyak area dinding kosong yang juga berfungsi sebagai batas area kegiatan. Kegiatan ini bertujuan untuk perbaikan kualitas lingkungan dan pengembangan kreativitas sumber daya manusia di Kelurahan Krendang. Sasaran kegiatan adalah pasukan oranye dan remaja Karang Taruna di Kelurahan Krendang. Pelatihan diikuti oleh 16 orang peserta dengan rentang usia 20-40 tahun dengan pemateri dosen dan mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual. Metode pelatihan dilakukan dalam beberapa tahapan kerja yaitu (1) pelatihan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab, (2) penyuluhan tahapan kerja pembuatan mural, (3) praktik pembuatan mural dengan teknik sketsa langsung. Hasil dari kegiatan ini adalah 7 (tujuh) area dinding yang terolah menjadi mural dengan gambar-gambar yang variatif dan kreatif yang dibuat oleh para peserta pelatihan.
Perancangan Visual Directory Untuk Art Practice Services for The Elderly (APSTE) di Lingkungan Urban Bagus Setiawan; Adikara Rachman; - Indralaksmi; Yosua Reydo Respati
de-lite: Journal of Visual Communication Design Study & Practice Vol 1, No 1 (2021): July 2021
Publisher : Visual Communication Design Department of Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v1i1.3929

Abstract

Isu sosial dalam seni rupa dan desain ini diangkat dari topik tugas akhir program studi DKV S1 Universitas Trisakti tahun akademik 2020 – 2021 semester gasal. fokusnya pada peran seni untuk menjembatani antara kalangan muda dengan para lansia ditengah dinamika keseharian urban. Dua generasi yang terpisah oleh tingkat aktifitas dan aksesibilitas kehidupan urban termasuk seni dan desain. Secara sosial para lansia terisolasi dalam keterbatasan fisik dan jauh dari asupan artistik, oleh karena itu, fungsi sosial seni dan desain dipandang sebagai solusi supaya para lansia memiliki kembali semangat hidup untuk memaknai masa tuanya sebagai hal yang menyenangkan. Art Practice Services for The Elderly (APSTE) adalah program layanan seni kolaboratif musik dan visual dari kalangan muda untuk kelompok para lansia sebagai wujud kepedulian sosial yang dirancang dalam bentuk Visual Directory (VD), berfungsi sebagai buku panduan pelaksanaan yang dilengkapi ilustrasi bernarasi sosial dan karakter urban. Perancangan VD APSTE sebagai luaran studi kualitatif dilengkapi sejumlah aturan dasar psikologi praktis, hal teknis, dan format kolaborasi untuk para sukarelawan. VD APSTE secara permanen akan diintegrasikan pada situs jejaring www.listentotheworld.net suatu program literasi berpayung budaya dibawah supervisi www.sacredbridge.org 
KOMUNIKASI IDEOLOGI BAND INDIE MELALUI DESAIN COVER ALBUM STUDI KASUS: THE S.I.G.I.T. Yosua Reydo Respati
Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain Vol. 1 No. 2 (2016): Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.615 KB) | DOI: 10.25105/jdd.v1i2.1354

Abstract

AbstractIndie Band Comunication Ideology through Album Cover Design Study Case: The S.I.G.I.T. Album cover as a part of music records has an important role as a visual communication strategy. Besides being a medium to persuade the audience, album cover able to deliver messages related to musical vision, idealism and ideology of a band.Major label choose to produce profit-oriented bands, while indie bands use album cover as a visual communication about their idealism. This research specifically discuss the visual appearance of the indie band The S.I.G.I.T.’s album cover design as a study case. Through semiotics methods this research analyzed the sign structure and significance of album cover design by The S.I.G.I.T. The analysis is conducted by describing the signelements and interpretation of the sign as a unity (supersign). Based on the analysis, will be the interpretation of the ideological significance and the idealism that make up the image of the band that communicated to the audience. This research can beuseful for the subculture research development of album cover design with approach of creative visual communication strategy.AbstrakKomunikasi Ideologi Band Indie melalui Desain Cover Album Studi Kasus: TheS.I.G.I.T. Cover album sebagai bagian dari album rekaman memiliki peran pentingdalam strategi komunikasi visual. Selain menjadi media promosi yang mempersuasiaudiens, cover album menyampaikan pesan yang merangkum visi bermusik, idealismedan ideologi sebuah band. Berbeda dengan band major label yang berorientasi padasisi komersil dan popularitas, band indie menggunakan cover album sebagai mediakomunikasi akan eksistensi idealisme mereka. Penelitian ini secara spesifik membahasdesain cover album band indie The S.I.G.I.T. sebagai studi kasus. Melalui metodesemiotika dilakukan analisa terhadap struktur tanda dan tingkatan makna tanda padadesain cover album The S.I.G.I.T. Analisa dilakukan dengan menjabarkan elemen tandadan dinterpretasi sebagai kesatuan tanda (supersign). Berdasarkan analisa tersebutdilakukan kajian terhadap muatan ideologi yang membentuk image/citra band yangdikomunikasikan ke audiens. Penelitian ini dapat bermanfaat bagi kajian produkbudaya subkultur dan pengembangan desain cover album dengan pendekatan strategikomunikasi visual yang kreatif.Kata kunci: desain cover album, band indie, ideologi, semiotika
RELEVANSI PEMBELAJARAN MATA KULIAH GAMBAR EKSPLORATIF DENGAN KONTEKS DKV Yosua Reydo Respati; D. Adikara Rachman
Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4220.414 KB) | DOI: 10.25105/jdd.v6i2.10651

Abstract

AbstractThe Relevance of Explorative Drawing Course Learning with Visual Communication Design Context. Drawing in Visual Communication Design disciplines is an important basic knowledge and skill to building visual thinking logic. Explorative Drawing course in DKV FSRD USAKTI provides how to build multi-perceptual thinking, learning various visual approach possibilities, and hone artistic skill. Through visual experimentation, students are guided to processing basic visual elements and to applied the design principles. This research aims to formulate the relevance of learning in the Explorative Drawing course with VCD context. The research is an action research based on 2016 curriculum, uses descriptive-qualitative methods with formalism study and S.W.O.T analysis to mapping learning outcomes an formulate recommendations for evaluating the syllabus and learning methods. The result of the research shows that learning in Explorative Drawing course is able to provide students with basic knowledge of visual thinking which required to think and act creatively, and relevant to the dynamics of VCD practice in the future.Keywords: drawing, explorative, VCD, relevance, learning AbstrakRelevansi Pembelajaran Mata Kuliah Gambar Ekploratif dengan Konteks DKV. Menggambar dalam keilmuan Desain Komunikasi Visual merupakan pengetahuan dan keterampilan dasar yang penting dalam membangun logika berpikir visual. Mata kuliah Gambar Eksploratif pada program studi DKV FSRD USAKTI mengajarkan bagaimana membangun cara berpikir multipersepsi, mencoba berbagai kemungkinan pendekatan visual, dan mengasah kepekaan artistik. Melalui eksperimentasi visual, mahasiswa dibimbing untuk mengolah elemen dasar rupa dan mengaplikasikan prinsip-prinsip desain. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan relevansi pembelajaran pada mata kuliah Gambar Eksploratif dalam konteks DKV. Penelitian ini merupakan suatu action research dari kurikulum 2016 yang menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan metode analisis formalisme dan S.W.O.T untuk menilai capaian pembelajaran dan merumuskan rekomendasi untuk evaluasi materi dan perluasan metode pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan capaian pembelajaran yaitu pemahaman dasar visual yang diperkaya oleh berpikir kemungkinan serta bertindak responsif dan dibuktikan dalam bentuk karya tugas. Capaian pembelajaran pada mata kuliah Gambar Eksploratif dipandang relevan dengan dinamika praktik DKV di waktu yang akan datang.Kata kunci: gambar eksploratif, DKV, relevansi, pembelajaran
PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH WADAH PLASTIK UNTUK DEKORASI BAGI REMAJA PUTRI DI KELURAHAN TOMANG, JAKARTA BARAT Elda Franzia Jasjfi; Agus Adhityatama; Yosua Reydo Respati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 2 No 1 (2020): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.987 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v2i1.6681

Abstract

Indonesia merupakan penghasil limbah plastik terbesar kedua di dunia. Salah satu sumber penghasil limbah tersebut berasal dari rumah tangga. Wadah plastik merupakan material sulit didaur ulang oleh karena itu penggunaan ulang (Reuse) merupakan salah satu upaya memperpanjang nilai guna suatu produk sehingga tidak menjadi limbah yang menumpuk di rumah tangga. Untuk memperpanjang nilai guna produk limbah diperlukan kreativitas dari masyarakat penggunanya. Pengembangan kreativitas warga Kelurahan Tomang, Jakarta Barat sebagai wilayah sekitar Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti menjadi sasaran pelatihan. Pengembangan kreativitas pengolahan limbah plastik rumah tangga menjadi tujuan pelatihan. Sasaran pelatihan adalah ibu rumah tangga dan remaja putri di Kelurahan Tomang, Jakarta Barat. Metode pelatihan dilakukan dengan cara percontohan dan pelatihan pengolahan limbah plastik dalam bentuk wadah yang dikombinasikan dengan kertas dan cat warna. Pelatihan dilakukan melalui tahapan metode yang secara bertahap (sequential instruction) oleh instruktur dari Program Studi Desain Komunikasi Visual diikuti oleh masyarakat sasaran. Hasilnya adalah produk kreasi wadah dari limbah plastik yang dekoratif, yang dapat dimanfaatkan penggunaannya secara langsung oleh masyarakat sasaran. Pelatihan ini bermanfaat untuk membuka wawasan masyarakat sekitar tentang pentingnya kreativitas dan peran aktif masyarakat dalam upaya memperbaiki kualitas lingkungan.
DAYA TARIK VISUAL BAND VIRTUAL GORILLAZ: MEMBANGUN IDENTITAS DAN FANTASI Rasendriya, Athiyya Apsarini; Ramli, Ishak; Utomo, Drajatno Widi; Respati, Yosua Reydo; Murwonugroho, Wegig
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 10 No. 02 (2024): June 2024
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v10i02.4933

Abstract

Abstrak Gorillaz adalah band virtual yang dibentuk musisi Damon Albarn dan seniman Jamie Hewlett (1998). Band ini mencampurkan genre musik seperti rock, hip-hop, dub, reggae, electronic, dan pop. Gorillaz terdiri dari empat anggota virtual yaitu Stuart Pot sebagai vokalis dan pemain keyboard, Murdoc Niccals sebagai pemain bass dengan gaya kontroversial, Noodle sebagai gitaris digambarkan sebagai gadis Jepang muda yang kini telah dewasa, dan Russel Hobbs sebagai drummer yang memiliki latar belakang cerita dirasuki oleh roh teman-temannya yang telah meninggal. Anggota band direpresentasikan sebagai karakter kartun dengan alur cerita. Band animasi virtual yang bermain fiksi, bukan manusia sesungguhnya. Band virtual yang menggabungkan teknologi untuk merangsang indera manusia untuk memberikan pengalaman yang berbeda. Sebagai band yang menjajakan visual tokoh animasi yang fiktif, memunculkan keingintahuan penulis atas kekuatan daya tarik virtual, persepsi, dan apresiasi pendengar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode Semiotika Charles Sanders Peirce. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa inovasi band Gorillaz memadukan seni visual dan musik dengan cara pemanfaatan teknologi animasi holografik tampil live dengan musisi sesungguhnya. Kekuatan narasi fantasi menjadi aksentuasi dimunculkan dalam animasi tiap tokoh virtual.    Kata Kunci: animasi hologram, band virtual, daya tarik, fantasi visual, Gorillaz     Abstract Gorillaz is a virtual band formed by musician Damon Albarn and artist Jamie Hewlett in 1998. The band blends music genres such as rock, hip-hop, dub, reggae, electronic, and pop. Gorillaz consists of four virtual members namely Stuart Pot as vocalist and keyboard player, Murdoc Niccals as controversial bassist, Noodle as guitarist portrayed as a young Japanese girl who has matured; and Russel Hobbs as drummer with a backstory of being haunted by the spirits of deceased friends. Band members are represented as cartoon characters with narrative arcs. Gorillaz is an animated virtual band playing fictional characters rather than real humans, integrating technology to stimulate human senses for a unique experience. As a band showcasing fictional animated characters, it piques curiosity about the virtual appeal, perception, and listener appreciation. This qualitative descriptive research employs Charles Sanders Peirce's Semiotics method. The study concludes that Gorillaz's innovation combines visual art and music through holographic animation technology in live performances with real musicians, accentuating the narrative power of fantasy in each virtual character's animation.   Keywords: appeal, Gorillaz, holographic animation, virtual band, visual fantasy
KAJIAN KRITIS TERHADAP KELOMPOK MATA KULIAH PRODI DKV USAKTI UNTUK POSIBILITAS KONEKTIVITAS ANTAR SILABUS: CRITICAL REVIEW OF USAKTI DKV STUDY PROGRAM COURSE GROUPS FOR POSSIBILITY OF CONNECTIVITY BETWEEN SYLLABI Dikdik Adikara Rachman; Yosua Reydo Respati; Tommy M. Prihartanto; Januar Ivan
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v8i1.22525

Abstract

Critical Review of Usakti DKV Study Program Course Groups for Possibility of Connectivity Between Syllabi. The major curriculum change in 2023 is seen as a momentum to conduct a critical review of all course groups. These course groups are considered as an important foundation to strengthen the connectivity between syllabi. The results of the critical review are prepared as constructive material to face future curriculum changes, both minor and major. The possibility of connectivity in the context of DKV learning is believed to contribute to the framework of strengthening teaching materials that are comprehensive and non-territorial between one course and another, so that students gain better understanding and learning experiences. Another result of this research is to offer the uniqueness of DKV in all practical courses. The research uses a qualitative descriptive method and was conducted in 2024 within the scope of the DKV study program, FSRD Universitas Trisakti.
Perancangan Media Infografis SOP Keselamatan Kerja (K3) Pada Lingkungan Industri Manufaktur Daniel M Simbolon; Bambang Tri Wardoyo; Meily Cristina; Ekananda Haryadi; Menul Teguh Riyanti; Wegig Murwonugroho; Yosua Reydo Respati; Dikdik Adikara Rachman; Tommy Hari Prihatanto; Leonardus Aryo Gitoprakoso Widyarto
Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media Vol. 5 No. 1 (2026): April : Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrsendem.v5i1.8640

Abstract

Occupational Health and Safety (OHS) is a crucial aspect in manufacturing industries due to the high risk of workplace accidents caused by heavy machinery, chemical substances, and intensive production activities. Companies usually provide Standard Operating Procedures (SOP) as safety guidelines; however, SOPs are often delivered in long textual formats that are less engaging, making workers reluctant to read or difficult to understand quickly. This study aims to design an infographic-based SOP media as an effective visual communication tool to improve workers’ understanding of safety procedures. The research applies a qualitative method with a design approach through workplace observation, interviews with HSE personnel, literature review, and design validation using questionnaires. The results produce infographic media in the form of posters and signage presenting PPE usage procedures, hazard warnings, and evacuation steps using safety color codes, icons, and readable typography. The conclusion indicates that infographic SOP media is more effective than text-based SOP because it improves readability, comprehension, and workers’ memory of safety procedures.