Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : TEKNOLOGI LINGKUNGAN

ANALISIS RISIKO KESEHATAN dan KESELAMATAN KERJA (K3) di PT. YUASA BATTERY TANGERANG, INDONESIA Maria Sintorini, Margaretha; Yulinawati, Hernani; Rachmawati, Cherry
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Risiko kecelakaan kerja tidak mungkin untuk dihilangkan sama sekali, beberapa jenis risiko hanya dapat dikurangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dari setiap kegiatan, menentukan nilai variabel akibat kegiatan, menentukan nilai frekuensi kegiatan, menentukan nilai variabel peluang terjadinya gangguan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di PT. Yuasa Battery Tangerang, Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Mei 2011 pada empat lokasi yaitu di sebelah selatan pabrik, sebelah utara pabrik, assembling manufacturing area, dan plat manufacturing area. Metode penelitian risiko K3 yang digunakan dalam penelitian in adalah metode fine yang merupakan aplikasi penilaian secara semi-kuantitatif. Sampling udara ambien memberi hasil sebesar 0,82 µg/Nm 3 masih memenuhi baku mutu 2 µg/Nm 3 , sampling udara di lingkungan kerja didapatkan hasil sebesar 0,0027 mg/m 3 masih memenuhi baku mutu 0,05 mg/m 3 .Pengukuran kebisingan di 2 lokasi berbeda yaitu di sebelah selatan pabrik menunjukkan 58,8 dB(A) dan di sebelah utara pabrik sebesar 66,1 dB(A) masih memenuhi baku mutu 70 dB(A), sedangkan kebisingan terukur di dalam ruangan yaitu di ruangan Assembling Area adalah 78,8dB(A) dan di ruangan Plat Manufacturing Area adalah 76,5dB(A) masih memenuhi baku mutu 85 dB(A). Penilaian risiko terhadap keseluruhan faktor yang terkait dengan setiap kegiatan menunjukan bahwa dengan kontrol yang sudah ada terdapat 11 kegiatan yang berkategori risiko tinggi, empat kegiatan dengan risiko sedang dan empat kegiatan berisiko rendah. Hasil wawancara terhadap 100 karyawan menunjukkan sekitar 40% menyatakan kurangnya perhatian terhadap suhu dan udara di lingkungan kerja dapat menghambat proses kegiatan kerja, 25% menyatakan kurangnya penyediaan alat pelindung diri (APD), dan 35% menyatakan adanya keamanan dalam lingkungan kerja. Kata kerja : risk hazards, control, frekuensi, konsekuensi, kesempatan
Hubungan Kadar Debu Lingkungan Kerja Unit Pengepakan Semen terhadap Kesehatan serta Upaya Pengendaliannya di PT Holcim, Bogor Maria Sintorini, Margareta
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 5 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan karyawan dalam suatu perusahaan sangat penting karena berhubungan dengan kinerja perusahaan tersebut. Penelitian pada perusahaan ini untuk mengetahui kadar debu pada lingkungan kerja, mengetahui keluhan dan gangguan yang diderita pekerja, dan mengetahui peranan alat pengendali debu terhadap keluhan dan gangguan penyakit saluran pernapasan dan iritasi. Pengamatan dilakukan di bagian pembuatan kantong semen dan pengepakan semen. Metodologi yang dipakai adalah cross sectional dengan pengukuran kadar debu dan penelusuran kasus keluhan gangguan pernapasan pada pekerja. Kadar debu rata-rata PM10 pada ruang pengepakan semen 7752,78 µg/m3 dan pada ruang pembuatan kantong semen adalah 103,3 µg/m3. Hasil penelusuran keluhan gangguan pernapasan 75% responden pada unit pengepakan semen dan 35% pada pembuatan kantong mengalami gangguan saluran pernapasan dan iritasi. Pada bagian pengepakan resiko pekerja mengalami gangguan kesehatan adalah 4,9 kali lebih besar dibandingkan resiko pekerja yang ada di lokasi pembuatan kantong. Pada lokasi pengepakan rsiko pekerja mengalami gangguan saluran pernapasan 10 kali lebih besar disbanding dengan pekerja dibagian pembuatan kantong. Untuk gangguan iritasi mata dan kulit pada pekerja di pengepakan semen mempunyai resiko 14,5 kali lebih besar dibandingkan di bagian pembuatan kantong. Hasil analisis spirometer pada ruang pengepakan semen menunjukkan 5 pekerja yang diambil dari 5 pekerja dalam sampel dinyatakan restrictive, berarti telah terjadi pengecilan kapasitas total paru. Sedangkan pada ruang pembuatan kantong semen terdapat 3 pekerja yang diambil dari total 5 pekerja dinyatakan restrictive dan 2 dinyatakannormal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah resiko gangguan pernapasan dan iritasi pada pekerja di ruang dengan kadar debu tinggi lebih besar dibandingkan dengan yang bekerja di bagian kadar debu rendah. Karena itu tetapdisarankan semua pekerja menggunakan masker sebagai alat pelindung diri utama selain helm, sarung tangan dan sepatu kerja. Alat pengendali pencemaran udara yang ada sebaiknya dipelihara dan dibersihkan secara berkala sehingga kerusakan dapat diminimalisir dan alat dapat bekerja maksimal.Key words : kadar debu, gangguan kesehatan, odds ratio
ANALISIS RISIKO PAPARAN SO2 DAN KEBISINGAN TERHADAP PEKERJA PADA AREA KERJA COAL YARD DI PT. INDONESIA POWER, SURALAYA, PROVINSI BANTEN Akbar, Hadiyan; Susanto, Amir; Maria Sintorini, Margaretha
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Risiko paparan SO2, dan  Kebisingan Terhadap Kesehatan Pekerja Di PT Indonesia Power dilakukan pada area Coal Yard. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahaya dan menganalisis risiko faktor lingkungan kerja yang mencakup pencemar udara, dan kebisingan. Identifikasi bahaya dilakukan dengan cara pengamatan di lapangan dan wawancara. Sedangkan dalam menganalisis risiko faktor lingkungan dilakukan menggunakan metode kuesioner dan selanjutnya dianalisis menggunakan metode regresi logistik dengan jumlah responden 140 karyawan dari populasi karyawan yang bekerja di area coal yard dan sekitar area coal yard. Hasil identifikasi bahaya yang dapat menimbulkan risiko tinggi di coal yard adalah paparan dri gas SO2  yang diakibatkan proses dari pembakaran batu bara pada unit pembakit dan, adanya area penyimpanan batu bara. Batu bara yang berada di area penyimpanan tersebut terbakar karena suhu yang panas dan menimbulkan gas SO2 di sekitar area tersebut. Selain paparan gas SO2 proses yang terjadi di unit pemangkit menimbulkan kebisingan di sekitar area kerja coal yard sehingga pekerja yang bekerja di area tersebut perlu memperhatikan kedua hal tersebut selama bekerja untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama bekerja. Dari hasil identifikasi potensi bahaya di area kerja coal yard dapat diamati faktor-fakor yang paling dominan berisiko terhadap gangguan kesehatan pekerja adalah paparan SO2 dan paparan kebisingan,yang ditunjukan dengan hasil analisis regresi logistik (P= 0,001) untuk pengaruh kebisingan, dan SO2, serta umur pekerja dan ketaatan penggunaan alat pelindung diri berhubungan dengan gangguan kesehatan. Ditunjukan dengan hasil analisis regresi logistik (p= 0,006) untuk variabel umur, dan (p=0,001) untuk variabel APD. Pada analisis hubungan pekerja terhadap paparan SO2 didapatkan bahwa faktor tingkat SO2 tidak berhubungan dengan keluhan pusing maupun sesak nafas pada pekerja. Faktor yang berhubungan spesifik adalah faktor lamanya masa kerja terhadap keluhan sesak nafas (OR =2,006), faktor tidak menggunakan APD terhadap keluhan pusing (OR =3,484). Pada analisis hubungan pekerja terhadap paparan kebisingan didapatkan bahwa faktor tingkat konsentrasi kebisingan tidak berhubungan dengan keluhan pusing, darah tinggi, dan cepat lelah namun berhubungan dengan keluhan kurang pendengaran pada pekerja (p=0,001). Faktor yang berhubungan berdasarkan hasil analisis regresi logistik adalah faktor kebisingan terhadap kurang pendengaran (OR = 3,136), faktor tidak menggunakan APD terhadap keluhan pusing (OR =3,484) dan kurang pendengaran (OR = 2,077)  Key word: SO2, Noise, Risk Analysis, Health Problem/Issue 
KAJIAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PABRIK KELAPA SAWIT PT STELINDO WAHANA PERKASA, BELITUNG TIMUR Maria Sintorini, Margaretha; DS Silalahi, Mawar; Pratawijaya, Anggriawan
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 6, No 4 (2013)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses produksi secara umum yang terdiri dari tahap penerimaan buah, perebusan, Thressing, Pressing, pemurnian minyak, dan pengolahan biji sawit. Mengetahui penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang telah dilaksanakan oleh pengelola pabrik kelapa sawit PT Steelindo Wahana Perkasa apakah sudah berjalan dengan baik, Populasi penelitian ini adalah sebanyak 110 orang yaitu seluruh pekerja pada pabrik kelapa sawit PT Steelindo Wahana Perkasa Belitung Timur.. Hasil penelitian: Program sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja telah diterapkan di pabrik kelapa sawit Tanjung Medan seperti rekruitmen, pendidikan dan pelatihan, penyuluhan, penggunaan alat pelindung diri, papan peringatan/rambu-rambu kecelakaan kerja, sanksi dan penghargaan, sehingga diharapkan kinerja, keselamatan dan kesehatan kerja semakin meningkat. Penggunaan alat pelindung diri seperti penggunaan helm sekitar 100%, sepatu boot dipakai 100% pekerja, sarung tangan dipakai 72,73% pekerja, penutup telinga dipakai 88,24% pekerja, penahan radiasi komputer dipakai 62,50% pekerja, penutup mulut dipakai 77,78% pekerja, pelindung dada dipakai 53,34% pekerja. Berdasarkan kondisi yang ditemui di lapangan saat ini maka prioritas utama pengendalian risiko dari seluruh kegiatan pada lingkungan fasilitas produksi pada PT Steelindo Wahana Perkasa mencakup 8 kegiatan yang berisiko tinggi, prioritas kedua yaitu penanganan risiko terhadap 4 kegiatan berisiko sedang dan prioritas terakhir yaitu penanganan risiko terhadap 27 kegiatan yang berisiko rendah. Kata kunci : Safety Management System and Occupational Health, risiko, perangkat pengaman
ANALISIS KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (Studi Kasus Pertamina EP Field Jatibarang, 2005-2010) Maria Sintorini, Margareta
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 4 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resiko keceakaan kerja tidak mungkin untuk dihilangkan sama sekali, beberapa jaenis resiko hanya dapat dikurangi. Permasalahan ini memerlukan skala prioritas. Penentuan skala rioritas penanganan resiko memerlukan penilaian terhadap tingkat resiko yang dimiliki oleh setiap kegiatan. Hasil penilaiaan tersebut akan menunjukan tingkat resiko dari tertinggi sampai yang terendah berdasarkan nilai resiko yang terukur. Metode penilaian resiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode Fine yang yang merupakan aplikasi dan penilaian secara semi-kuantitatif. Proses produksi secara umum yang dilaksanakan oleh PT Pertamina EP Field Jatibarang pada fasilitas produksi SPU-A Mundu ialah menampung fluida reservoir dari delapan sumur produksi minyak dan tiga sumur produksi gas setelah sebelumnya ditampung terlebih dahulu di SP-SP sekitarnya untuk dilakukan pengolahan terhadap berikutnya. Di lingkungan SPU-A Mundu terdapat 37 kegiatan yang mencakup kegiatan operasional perminyakan dan kegiatan infrastruktur sipil. Faktor-faktor resiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang teridentfikasi di lingkungan SPU- Mundu mencakup aspek fisik, kimia dan biologis. Penilaian resiko terhadap seluruh factor yang terkait dengn setiap kegiatan menjelaskan bahwa dengan system control resiko bahaya yang sudah ada dapat terdapat 20 egiatan yang berkatagori resiko tinggi, Sembilan kegiatan dengan resiko sedang, dan delapan kegiatan dengan resiko rendah. Berdasaran kondisi yang ditemui di lapangan saat ini maka prioritas utama pengendalian resiko dari selutuh kegiatan yang dilaksanakan oleh PT Pertamina EP Field Jatibarang pada fasilitas produksi SPU-A Mundu mencakup 20 kegiatan yang beresiko tinggi dan harus segera diterapkan kontrl resiko tambahan dan prioritas kedua adalah penanganan terhadap semblan kegiatan beresiko sedang. Prioritas terakhir adalah penanganan terhadap delapan kegiatan yang beresiko rendah.Key words: dust levels, health problems, the odds ratio
PENGUKURAN TINGKAT KEBISINGAN TERHADAP GANGGUAN KESEHATAN PEKERJA DI PABRIK IB PT PUPUK SRIWIDJAJA PALEMBANG Ferianita Fachrul, Melati; Moerdjoko, Sintorini; Verogetta, Lova
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kebisingan di PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dan membandingkan dengan nilai Baku Mutu yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor: KEP-51/MEN/1999, tentang Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan di tempat kerja, analisis tingkat kebisingan Ls (siang hari), Lm (malam hari), Lsm (siang dan malam hari), mengetahui hubungan antara kebisingan dengan kesehatan pekerja, mengetahui pola sebaran tingkat kebisingan di Pabrik IB PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. Penelitian ini dilakukan di Pabrik IB PT. Pupuk Sriwidjaja, Jl. Mayor Zen Palembang. Pengukuran tingkat kebisingan dilakukan pada bulan Desember 2013 – Januari 2014, menggunakan alat Sound Level Meter : Ono Sokki LA-5111, stopwatch dan Global Positioning System (GPS). Pengukuran dilakukan selama 10 menit diambil setiap 5 detik pada 16 titik sampling. Waktu pengukuran dilakukan selama aktivitas sedang berlangsung pada siang hari selama 16 jam (Ls) pada selang waktu pukul 06.00 - 22.00 WIB dan pada malam hari selama 8 jam (Lm) pada selang waktu pukul 22.00 - 06.00 WIB. Responden dalam penelitian ini adalah 116 pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di Pabrik IB berkisar 85,17dB(A) - 100,80dB(A) mengakibatkan gangguan pendengaran 9 pekerja. Pada area produksi amoniak tingkat kebisingannya berkisar antara 96,28dB(A) - 100,80dB(A), di area produksi urea 92,08dB(A) - 95,75dB(A), di area produksi utilitas 85,06dB(A) - 91,37dB(A).Hasil perhitungan Odds Ratio (OR), di area produksi amoniak 1,16 lebih besar resiko pekerja mengalami gangguan pendengaran dibandingkan di area urea, di area urea 1,64 lebih besar resiko pekerja mengalami gangguan pendengaran dibandingkan di area utilitas dan di area amoniak 1,89 lebih besar resiko pekerja mengalami gangguan pendengaran dibandingkan di area utilitas. Kata kunci : Bising, Gangguan Pendengaran, Keselamatan, Pekerja, Industri Pupuk
ANALISIS RISIKO BAHAYA KIMIA PADA AREA STOCK FIT INDUSTRI SEPATU, PT PRATAMA ABADI INDUSTRI, TANGERANG, INDONESIA Maria Sintorini, Margareta; Putra, Hadiyanto
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obyek penelitian ini adalah menentukan peluang terjadinya paparan dan faktor resiko terhadap kegiatan yang berhubungan dengan penggunaan bahan kimia pada area stock fit process di tempat produksi bottom sepatu di industri sepatu Nike PT. Pratama Abadi Industri. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2011 sampai Desember 2011 dengan menggunakan Metode Fine. Dari 13 kegiatan terdapat 5 kegiatan yang berkategori “Lakukan perbaikan secepatnya dan kegiatan sebaiknya dihentikan sampai risiko dapat dikurangi” atau beresiko tinggi, dan 8 kegiatan berkategori “Risiko sebaiknya diminimalisir tanpa penundaan, tapi situasi bukan darurat” atau beresiko rendah. Risiko bahaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) tidak dapat dihilangkan sama sekali, tetapi dapat diminimalisir, baik konsekuensinya maupun kemungkinannya. Risiko K3 yang ada pada seluruh kegiatan yang berlangsung di area stock fit dapat diminimalisir secara optimum jika pengendalian terhadap faktor-faktor risiko bahaya dari setiap kegiatan dapat diimplementasikan secara efektif dan efisien. Kata kunci : Paparan, Faktor Risiko, Metode Fine, Area Stock Fit