Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemetaan Ibu Hamil Anemia dan Kek Serta Pengenalan Makanan Tambahan Berbasis Lokal di Wilayah Kerja Puskesmas Simundol Nadrah, Nailatun; Handayani, Rika; Jolyarni Dornic, Novica
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i2.959

Abstract

Salah satu penyebab stunting adalah anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil, karena asupan makanan yang tidak mencukupi untuk meningkatkan hemoglobin, berat badan, dan Lingkar Lengan Atas. Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka penanggulangan Anemia dan KEK dalam kehamilan, namun prevalensi kejadiannya masih tinggi. Pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dengan KEK dan pemberian suplementasi besi folat selama kehamilan menjadi upaya dalam penurunan permasalahan gizi dalam kehamilan di Indonesia. Di wilayah kerja puskesmas simundol terdapat 65 ibu hamil kek dan anemia. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai pemetaan ibu hamil anemia dan kurang energi kronis (KEK) serta mengenalkan makanan tambahan berbasis lokal. Kegiatan yang dilakukan untuk mendeteksi kejadian anemia dengan Pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat ukur hemoglobin digital, data LiLA menggunakan pita LiLA/metlyn pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Simundol. Hasil dari pemetaan mayoritas ibu hamil pada usia 20-35 tahun 81,5 %. Ibu hamil anemia 100% dan ibu hamil dengan kek 40%. didapatkan ibu hamil anemia saja sebanyak 65 orang, ibu hamil anemia dan KEK sebanyak 26 (50%) orang. Makanan tambahan berbasis lokal memiliki nutrisi yang baik dan relative mudah didapat, sehinga membantu ibu dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan nutrisi
Gaya Kepemimpinan Kepala Puskesmas dan Dampaknya terhadap Disiplin Kerja di Puskesmas Kota Rantauprapat Nur Indah Nasution; Nailatun Nadrah; Putri Ramadani; Devi Nur Fitriana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan kepala Puskesmas terhadap disiplin kerja pegawai di Puskesmas Kota Rantauprapat. Disiplin kerja merupakan salah satu indikator utama dalam mengukur kinerja organisasi, khususnya dalam sektor pelayanan kesehatan yang menuntut ketepatan, ketepatan waktu, serta kepatuhan terhadap standar prosedur operasional (SOP). Tiga gaya kepemimpinan yang dianalisis dalam penelitian ini adalah gaya otoriter, demokratis, dan laissez-faire. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis regresi linier sederhana. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 60 responden pegawai di berbagai unit kerja di Puskesmas Rantauprapat. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap disiplin kerja pegawai (p < 0.05). Sementara itu, gaya otoriter menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan, dan gaya laissez-faire memiliki korelasi negatif terhadap disiplin kerja. Interpretasi hasil menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan yang melibatkan pegawai dalam pengambilan keputusan dan memberikan ruang komunikasi dua arah mampu meningkatkan motivasi dan rasa tanggung jawab pegawai, sehingga berdampak positif terhadap kedisiplinan kerja. Implikasi praktis dari temuan ini adalah perlunya pelatihan kepemimpinan bagi kepala Puskesmas untuk mengembangkan pendekatan yang lebih partisipatif dan memberdayakan, guna meningkatkan efektivitas organisasi dan kualitas pelayanan publik.
Evaluasi Kebijakan Sistem Rujukan Berjenjang Dalam Pelayanan Kesehatan Primer Di Indonesia Nur Indah Nasution; Nailatun Nadrah; Supriati Supriati; Muhammad Zein Ramadhan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i2.3404

Abstract

Sistem rujukan berjenjang dalam pelayanan kesehatan primer di Indonesia merupakan salah satu kebijakan penting yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Kebijakan ini mengharuskan pasien untuk mendapatkan perawatan pertama di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas, dan hanya dirujuk ke rumah sakit apabila memerlukan penanganan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi sistem rujukan berjenjang, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan tantangan yang dihadapi, serta dampaknya terhadap kualitas pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan mixed-method, yang menggabungkan analisis kuantitatif melalui survei terhadap tenaga medis dan pasien, serta analisis kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pengelola fasilitas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem rujukan berjenjang memiliki dampak positif terhadap kualitas pelayanan kesehatan, seperti peningkatan aksesibilitas dan efisiensi penggunaan sumber daya. Namun, beberapa tantangan masih ada, seperti keterbatasan infrastruktur, kekurangan tenaga medis terlatih, serta masalah koordinasi antar fasilitas kesehatan. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan infrastruktur puskesmas, pelatihan tenaga medis, dan pengembangan sistem informasi kesehatan yang lebih baik untuk mengoptimalkan implementasi sistem rujukan berjenjang. Dengan adanya perbaikan tersebut, diharapkan sistem rujukan berjenjang dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.
Pendidikan Kesehatan Tentang Premenstuasi Syndrom Pada Siswa MTs N Rantauprapat Nailatun Nadrah; Novica Jolyarni Dornic; Rika Handayani
Battuta-Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Edisi Mei
Publisher : LPPM Universitas Battuta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) adalah suatu kondisi yang kompleks dan tidak begitu dimengerti yang terdiri atas satu atau lebihdari sejumlah gejala fisik dan psikologis yang dimulai pada fase luteal dari siklus menstruasi. Jumlah wanita yang mengalami sindrom pramenstruasi masih cukup tinggi, baik di Indonesia maupun di negara lain. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan para remaja wanita mengenai sindrom pramenstruasi dan upaya mengatasi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam satu hari pada bulan 2024 di MTS N Rantauprapat, dilakukan pada remaja putri kelas VII. Kegiatan dimulai dengan melakukan pretest untuk mengidentifikasi pengetahuan mengenai sindrom pramenstruasi dan setealh dilakukan Pendidikan Kesehatan dilakukan posttest dengan soal yang sama untuk menilai pengetahuan pasca penyuluhan. pendidikan kesehatan berupa penyuluhan dengan pemberian materi melalui media power point. Hasil pretest menunjukkan bahwa 24,3% siswi memiliki pengetahuan baik dan hasil posttest menunjukkan adanya peningkatan, yaitu menjadi 73%. Hasil kegiatan pengabdian ini pendidikan kesehatan melalui penyuluhan dapat membawa perubahan terhadap tingkat pengetahuan.