Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Factors Related to Premenstrual Syndrome in Young Women at MTsN Labuhanbatu in 2024 Jolyarni, Novica; Nadrah, Nailatun; Nasution, Fitriyani
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 4 No. 1 (2024): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v4i1.1011

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) is a complex and poorly understood condition consisting of one or more of a number of physical and psychological symptoms that begin in the luteal phase of the menstrual cycle. World Health Organization (WHO) in 2020 PMS has a higher prevalence in Asian countries compared to western countries. The purpose of this study was to determine the factors associated with Premenstrual syndrome in adolescent girls at MTsN 1 Labuhanbatu in 2024. This research design uses an analytic survey, namely research trying to explore how and why the phenomenon occurs. Then analyze the dynamics of the correlation between phenomena, both between related factors (Indipendent) and effect factors (Dependent). The approach used in this research is cross sectional. The population in this study was 291 people. The sample in this study amounted to 74 people. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis using the chi-square test. The results of statistical tests with stress categories obtained using the chi-square test at a confidence level of 95% are known that psig 0.000 is smaller than 0.05, the results of chi-square tests with consumption patterns at a confidence level of 95% are known that psig 0.000 is smaller than 0.05, the results of statistical tests with premenstrual syndrome incidence obtained using the chi-square test at a confidence level of 95% are known that psig 0.000 is smaller than 0.05. In conclusion, it is known that there is a relationship between stress, consumption patterns and exercise with the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls at MTsN 1 Labuhanbatu in 2024. It is suggested that the results of this study can add insight, knowledge and experience about premenstrual syndrome that can occur at any time.
Edukasi Tentang Kurang Energi Kronik Dan Pemberian Makanan Isi Piringku pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Janji Nadrah, Nailatun; Handayani, Rika; Jolyarni D, Novica Jolyarni D
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i1.735

Abstract

Efek dari kekurangan energi kronik (KEK) yang dialami oleh ibu hamil akan menimbulkan berbagai masalah pada kesehatan ibu dan janin. Risiko atau komplikasi seperti anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal, dan terkena penyakit infeksi berpeluang besar terjadi pada ibu hamil yang KEK. Hasil Survey awal yang dilakukan memperoleh hasil ditemukan 5 orang ibu hamil mengalami KEK dilihat dari LiLA <23,5cm. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah suatu usaha yang dilakukan kepada ibu hami untuk menghindari KEK adalah dengan pemberian pendidikan kesehatan tentang KEK dan pemenuhan kebutuhan gizi   pada ibu hamil. Metode yang dilakukan dengan mengedukasi dan memberikan Booklet yang diharapkan memberikan tambahan informasi tentang kebutuhan asupan gizi pada ibu selama masa kehamilan diharapkan ibu hamil dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi, sehingga ibu dan janin sehat selama kehamilan dan saat melahirkan. Sasaran pengabdian ini adalah ibu hamil sebanyak 15 orang ibu hamil, dilakukan pada saat posyandu. dari 15 orang peserta 60% (10 orang) ibu hamil dapat menjawab pertanyaan dengan baik, 33,33% (5 orang) ibu cukup dalam menjawab pertanyaan Pemberian pendidikan kesehatan dan pemberian menu makanan sekali makan, memperluas pengetahuan ibu hamil dalam mengkonsumsi makanan bergizi sehari-hari.
Pemetaan Ibu Hamil Anemia dan Kek Serta Pengenalan Makanan Tambahan Berbasis Lokal di Wilayah Kerja Puskesmas Simundol Nadrah, Nailatun; Handayani, Rika; Jolyarni Dornic, Novica
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i2.959

Abstract

Salah satu penyebab stunting adalah anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil, karena asupan makanan yang tidak mencukupi untuk meningkatkan hemoglobin, berat badan, dan Lingkar Lengan Atas. Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka penanggulangan Anemia dan KEK dalam kehamilan, namun prevalensi kejadiannya masih tinggi. Pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dengan KEK dan pemberian suplementasi besi folat selama kehamilan menjadi upaya dalam penurunan permasalahan gizi dalam kehamilan di Indonesia. Di wilayah kerja puskesmas simundol terdapat 65 ibu hamil kek dan anemia. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai pemetaan ibu hamil anemia dan kurang energi kronis (KEK) serta mengenalkan makanan tambahan berbasis lokal. Kegiatan yang dilakukan untuk mendeteksi kejadian anemia dengan Pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat ukur hemoglobin digital, data LiLA menggunakan pita LiLA/metlyn pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Simundol. Hasil dari pemetaan mayoritas ibu hamil pada usia 20-35 tahun 81,5 %. Ibu hamil anemia 100% dan ibu hamil dengan kek 40%. didapatkan ibu hamil anemia saja sebanyak 65 orang, ibu hamil anemia dan KEK sebanyak 26 (50%) orang. Makanan tambahan berbasis lokal memiliki nutrisi yang baik dan relative mudah didapat, sehinga membantu ibu dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan nutrisi
Gaya Kepemimpinan Kepala Puskesmas dan Dampaknya terhadap Disiplin Kerja di Puskesmas Kota Rantauprapat Nur Indah Nasution; Nailatun Nadrah; Putri Ramadani; Devi Nur Fitriana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan kepala Puskesmas terhadap disiplin kerja pegawai di Puskesmas Kota Rantauprapat. Disiplin kerja merupakan salah satu indikator utama dalam mengukur kinerja organisasi, khususnya dalam sektor pelayanan kesehatan yang menuntut ketepatan, ketepatan waktu, serta kepatuhan terhadap standar prosedur operasional (SOP). Tiga gaya kepemimpinan yang dianalisis dalam penelitian ini adalah gaya otoriter, demokratis, dan laissez-faire. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis regresi linier sederhana. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 60 responden pegawai di berbagai unit kerja di Puskesmas Rantauprapat. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap disiplin kerja pegawai (p < 0.05). Sementara itu, gaya otoriter menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan, dan gaya laissez-faire memiliki korelasi negatif terhadap disiplin kerja. Interpretasi hasil menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan yang melibatkan pegawai dalam pengambilan keputusan dan memberikan ruang komunikasi dua arah mampu meningkatkan motivasi dan rasa tanggung jawab pegawai, sehingga berdampak positif terhadap kedisiplinan kerja. Implikasi praktis dari temuan ini adalah perlunya pelatihan kepemimpinan bagi kepala Puskesmas untuk mengembangkan pendekatan yang lebih partisipatif dan memberdayakan, guna meningkatkan efektivitas organisasi dan kualitas pelayanan publik.
Evaluasi Kebijakan Sistem Rujukan Berjenjang Dalam Pelayanan Kesehatan Primer Di Indonesia Nur Indah Nasution; Nailatun Nadrah; Supriati Supriati; Muhammad Zein Ramadhan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i2.3404

Abstract

Sistem rujukan berjenjang dalam pelayanan kesehatan primer di Indonesia merupakan salah satu kebijakan penting yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Kebijakan ini mengharuskan pasien untuk mendapatkan perawatan pertama di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas, dan hanya dirujuk ke rumah sakit apabila memerlukan penanganan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi sistem rujukan berjenjang, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan tantangan yang dihadapi, serta dampaknya terhadap kualitas pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan mixed-method, yang menggabungkan analisis kuantitatif melalui survei terhadap tenaga medis dan pasien, serta analisis kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pengelola fasilitas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem rujukan berjenjang memiliki dampak positif terhadap kualitas pelayanan kesehatan, seperti peningkatan aksesibilitas dan efisiensi penggunaan sumber daya. Namun, beberapa tantangan masih ada, seperti keterbatasan infrastruktur, kekurangan tenaga medis terlatih, serta masalah koordinasi antar fasilitas kesehatan. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan infrastruktur puskesmas, pelatihan tenaga medis, dan pengembangan sistem informasi kesehatan yang lebih baik untuk mengoptimalkan implementasi sistem rujukan berjenjang. Dengan adanya perbaikan tersebut, diharapkan sistem rujukan berjenjang dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.