Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Dukungan Keluarga Dengan Upaya Pencegahan Komplikasi Pada Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Tuban Irmanda Mufida; Su’udi; Titik Sumiatin; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus yang tidak terkontrol dan tidak diobati dengan tepat akan berkembang menjadi kondisi kronis dan menyebabkan timbulnya komplikasi, hingga saat ini faktanya terdapat peningkatan yang terjadi pada penderita diabetes melitus yang berpotensi meningkatnya komplikasi pada penderita diabetes melitus. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga pada penderita diabetes melitus dengan upaya pencegahan komplikasi di Puskesmas Tuban. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita diabetes melitus yang melakukan pemeriksaan pada 3 bulan terakhir ditahun 2023 sebanyak 57 orang. Dengan besar sejumlah 50 orang, teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling. Intrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga beserta upaya pencegahan komplikasi. Analisa Uji Chi-Square yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya keluarga penderita diabetes melitus memiliki dukungan keluarga dalam kategori baik dan sebagian besar memiliki upaya pencegahan komplikasi kategori baik. Hasil uji Chi-Square didapatkan p-value= 0,01 yang berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dengan upaya pencegahan komplikasi pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Tuban. Dukungan keluarga sangat penting diberikan kepada penderita diabetes melitus dalam upaya pencegahan komplikasi pada penderita diabetes melitus. Karena semakin baik dukungan keluarga, maka semakin baik pula upaya pencegehan komplikasi. Dengan dukungan kelurga akan lebih mudah bagi penderita diabetes melitus melakukan upaya pencegahan komplikasi diabetes melitus.
Lama Pengobatan Dengan Gangguan Mental Emosional (GME) Pada Pasien TB Paru Di Puskesmas Sumurgung Palang Vera Feriska A; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna P; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penderita penyakit kronik seperti TBC dengan pengobatan yang lama memungkinkan mengalami depresi. Salah satu penyebab terjadinya depresi pada penderita TB karena banyaknya konsumsi obat setiap hari, terapi dalam waktu lama dan kompleks, menimbulkan gejala depresi yang merupakan suatu gangguan mental pada penderita TBC. Tujuan penelitian ini untuk megetahui hubungan lama pengobatan TB paru dengan gangguan mental emosional (GME) pada pasien TB paru di Puskesmas Sumurgung Palang. Desain penelitian analitik korelational dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah pasien TB paru yang menjalani pengobatan TB di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung sejumlah 30 pasien. Teknik sampling penelitian menggunakan nonprobability sampling. Sampel penelitian adalah seluruh pasien TB paru yang menjalani pengobatan sejumlah 30 pasien.Variabel independen dalam penelitian ini adalah Lama pengobatan TB Paru sedangkan variabel dependen yaitu Kejadian Gangguan Mental Emosional pada penderita TB Paru yang menjalani pengobatan. Pengambilan data mengguakan kuesioner SRQ-29 diolah dengan metode Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan hampir seluruh pasien TB paru di Puskesmas Sumurung menjalankan pengobatan tahap awal dan sebagian besar Pasien TB paru di Puskesmas Sumurung yang menjalankan pengobatan tahap awal mengalami GME. Hasil uji chi-square, didapatkan p-value = 0,009 dengan p < 0,05 sehingga hipotesis diterima, artinya ada hubungan antara Lama Pengobatan Dengan Gangguan Mental Emosional (GME) Pada Pasien TB Paru. Gangguan Mental emosional pada fase awal pengobatan lebih banyak terjadi, hal ini dikarenakan pada fase lanjutan pengobatan pasien TB Paru sudah mulai adaptif dan bisa mengkopping gangguan emosional dan stress dalam masa pengobatan lanjutan mencoba penerima apa yang sedang dijalani.
Hubungan Kecanduan Game Online Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja Di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Tuban Denny Eka Prasetyawan; Titik Sumiatin; Su’udi; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memainkan gim online menjadi hiburan yang mampu memberi rasa senang sebab bisa memberikan kepuasan tersendiri. Saking rutin memainkan gim online, muncul perasaan untuk terus mengulang dan memainkan permainan gim online sehingga bisa menyebabkan kecanduan pada seseorang yang memainkannya. Bahkan, permainan gim online ini dapat menurunkan kualitas tidur. Penelitian ini bermaksud guna menyelidiki hubungan kecanduan gim online dengan kualitas tidur pada remaja di Sekolah Menegah Atas Negeri 3 Tuban. Desain penelitian correlational mempergunakan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian ini, populasinya ialah seluruh remaja kelas X di Sekolah Menegah Atas Negeri 3 Tuban. Terdapat 245 dengan besar sampel sejumlah 152 pelajar dan dalam mengambil sampelnya mempergunakan simple random sampling. Adapun instrumen penelitiannya mempergunakan angket/kuesioner kecanduan game online dan kualitas tidur, sedangkan analisis datanya mempergunakan uji chi square. Temuan yang didapat memperlihatkan mayoritas siswa memiliki kecanduan gim online berat dan mayoritas siswa mempunyai kualitas tidur kurang. Sesuai uji chi square, memperoleh temuan p-value = 0,004 atau kecanduan gim online berhubungan dengan kualitas tidur pada remaja di Sekolah Menegah Atas Negeri 3 Tuban. Memainkan gim online memang tidak dilarang selagi tetap memprioritaskan durasi permainan dan tidak abai terhadap tanggung jawab sebagai generasi muda yang sedang berjuang untuk kemajuan. Kegagalan untuk terlibat dalam gim online dalam jangka waktu yang tidak wajar bisa menyebabkan dampak buruk, antara lain, penurunan motivasi dalam kegiatan akademis, terbatasnya interaksi sosial, gangguan kesehatan mata, motoric maupun psikologis, serta potensi kecanduan dan kualitas tidur yang memburuk. Peraturan diperlukan supaya sekolah bisa menerapkannya, terutama terkait pemakaian perangkat gawai.
Konsumsi Kopi Dan Kejadian Insomnia Pada Lansia Di Wilayah Puskesmas Wire Kabupaten Tuban Putri Dwi Yanti; Binti Yunariyah; Roudhlotul Jannah; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada lansia, kebutuhan tidur akan mengalami perubahan. Selain itu diperkirakan tiap tahun sekitar 25%-57% orang dewasa dan lansia mengalami kebutuhan waktu tidur yang tidak cukup dan sekitar 19% diantarnya memiliki masalah kebutuhan tidur yang sangat serius. Akibat stress, pengaruh gaya hidup seperti minum minuman yang mengandung kafein dan alkohol. Kebiasaan minum kopi pada lansia sering terjadi di lingkungan sekitar yang berpotensi tinggi mempengaruhi pola tidur atau kebutuhan waktu tidur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan konsumsi kopi dan kejadian insomnia pada lansia di Wilayah Puskesmas Wire Kabupaten Tuban. jenis penelitian ini analitik korelasi dengan mengunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang aktif di Posyandu Wilayah Puskesmas Wire Kabupaten Tuban Dan sampel penelitian sebanyak 82 orang dan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian mengunakn kueisoner konsumsi kopi dan kejadian insomnia. Analisa data mengunakan uji spearmen rank correlation. Berdasarkan analisis data mengunakan uji spearmen rank correlation terdapat hubungan konsumsi kopi dan kejadian insomnia. Hasil penelitian menunjukan hampir setengah mengkonsumsi kopi tingkat sedang dan hampir setengahnya mengalami insomnia berat dengan p value=0,01. Semakin banyak lansia mengkonsumsi kopi maka semakin banyak yang mengalami insomnia. Upaya penyembuhan insomnia dengan cara mengubah jadwal tidur, melakukan ritual tidur seperti melakukan aktivitas-aktivitas yang bisa membawa kondisi rileks seperti pijatan atau meditasi.
Penggunaan Gadget Dan Perubahan Perilaku Remaja Di Sekolah Menengah Atas Tuban Julia Novita Putri; Titik Sumiatin; Su’udi; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia menjadi negara kecanduan gadget nomor satu di dunia dengan menghabiskan waktu paling lama untuk melihat gadget. Menurut survei yang dilakukan di 34 provinsi di Indonesia, lebih dari 19% remaja di Indonesia diketahui mengalami kecanduan gadget. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan gadget dan perubahan perilaku remaja di Sekolah Menegah Atas Tuban. Metode: Desain penelitian ini diklasifikasikan sebagai studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diteliti terdiri dari 349 siswa, dengan jumlah sampel sebanyak 186 siswa yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data diolah dengan analisa data deskriptif dengan tabel distribusi frekuensi dan presentase. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 186 siswa, setengahnya masuk kategori penggunaan gadget tinggi sebanyak 94 orang (50%) dan hampir seluruhnya masuk kategori perubahan perilaku negatif sebanyak 180 orang (97%). Simpulan: Penggunaan gadget yang berlebihan dapat menyebabkan seseorang cenderung bersifat individualis atau menyendiri. Ketika remaja terlalu terpaku pada gadget, mereka mengabaikan dan kurang peduli terhadap lingkungan sekitar, sehingga mungkin kehilangan pemahaman etika bersosialisasi dengan orang di sekitarnya.
Faktor Yang Memengaruhi Pernikahan Dini Pada Remaja Di Bojonegoro Farika Izaz Salsabila; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini seringkali dilakukan oleh remaja dibawah usia 19 tahun dan dianggap sebagai tindakan yang menyimpang dari nilai-nilai agama, tradisi dan adat istiadat kuno yang cenderung bersifat patriarki dan merendahkan derajat perempuan. Faktor-faktor yang memengaruhi pernikahan dini meliputi pendidikan, ekonomi, tempat tinggal dan tradisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan faktor yang memengaruhi pernikahan dini pada remaja di Bojonegoro. Desain pada penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja yang melakukan pernikahan dini di Kecamatan Kedungadem sebanyak 38 remaja, dengan besar sampel 38 remaja. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling sebuah metode non probability sampling. Variabel yang diteliti adalah faktor yang memengaruhi pernikahan dini pada remaja. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuisioner selanjutnya dianalisis menggunakan analisa deskriptif melalui tabel distribusi, frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (53%) remaja yang melakukan pernikahan dini pendidikan terakhirnya yaitu SMP, hampir seluruh (76%) remaja yang melakukan pernikahan dini memiliki ekonomi rendah, hampir seluruh (97%) remaja yang melakukan pernikahan dini bertempat tinggal di Desa, sebagian besar (53%) remaja yang melakukan pernikahan dini menikah karena tradisi. Remaja yang tinggal di desa akan lebih rentan melakukan pernikahan dini karena pemikiran orang desa cenderung kurang modern dan masih menganut orang tua terdahulu. Kurangnya akses pendidikan, minimnya akses kesehatan bisa menjadi penyebab terjadinya pernikahan dini di pedesaan
Pengetahuan Penderita Diabetes Melitus Tentang Pencegahan Ulkus Diabetikum Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung Kabupaten Tuban Lenny Putri Yunita Gayatri; Binti Yunariyah; Roudlotul Jannah; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka mortalitas saat ini masih didominasi oleh penyakit tidak menular. Salah satu penyakit tidak menular adalah diabetes mellitus. Penyakit diabetes melitus memberikan berbagai komplikasi yang berhubungan dengan meningkatnya jumlah penderita dan jumlah kematian. Komplikasi yang sering terjadi yaitu ulkus diabetikum, diperkirakan 15% dari total penderita diabetes melitus mengalami komplikasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan penderita diabetes mellitus tentang pencegahan ulkus diabetikum di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung Kabupaten Tuban. Desain Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 124 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan penderita diabetes mellitus tentang pencegahan ulkus diabetikum di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung Kabupaten Tuban menunjukkan hampir seluruhnya berpengetahuan baik dengan jumlah 99 orang (79.8 %). Penderita diabetes melitus diharapkan untuk konsisten dalam meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan ulkus diabetikum melalui pendidikan kesehatan yang diberikan oleh tenaga medis tentang pengontrolan kadar gula darah dan perawatan kaki melalui kegiatan prolanis agar mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
Family Support and Diet Compliance for Elderly Hypertension at Prolanis Semanding Tuban Health Center Shovia Mei Sanggar Wati; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Binti Yunariyah
Science Techno Health Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit yang tidak menular yang saat ini menjadi fokus utama dalam bidang kesehatan global adalah hipertensi yang disebut sebagai the silent killer disease. Keberhasilan dalam mengontrol hipertensi sangat dipengaruhi oleh kepatuhan penderita dalam menjalankan diet hipertensi. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga dan kepatuhan diet hipertensi lansia di PROLANIS Puskesmas Semanding Tuban Metode : Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan populasi seluruh lansia yang hipertensi dan aktif mengikuti PROLANIS sejumlah 40 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kepatuhan diet. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian menunjukan sebagian besar lansia hipertensi yang aktif mengikuti kegiatan PROLANIS mendapatkan dukungan baik dan sebagian besar dalam kategori cukup patuh. Sebagian besar lansia dengan dukungan keluarga baik memiliki kepatuhan diet yang cukup patuh dan sebagian besar lansia dengan dukungan keluarga kurang memiliki kepatuhan diet tidak patuh. Kesimpulan : Dukungan keluarga sangat penting diberikan kepada lansia yang mengalami hipertensi. Adanya dukungan terhadap lansia dapat menyebabkan ketenangan batin dan perasaan yang senang dalam diri lansia. Selain itu dukungan berdampak pada kemudahan lansia untuk melakukan diet hipertensi, karena diet ini merupakan salah satu metode pengendalian yang tanpa menyebabkan efek samping dan bersifat alami.
Family Support and Diet Compliance for Elderly Hypertension at Prolanis Semanding Tuban Health Center Shovia Mei Sanggar Wati; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Binti Yunariyah
Science Techno Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is currently experiencing a double burden of disease, namely infectious and non-communicable diseases. One of the non-communicable diseases that is currently a priority in global health is hypertension, which is known as the silent killer disease. Success in controlling hypertension is greatly influenced by patient compliance in following a hypertension diet. Objective : The aim of this research is to determine the description of family support and diet compliance for elderly hypertension at PROLANIS Semanding Tuban Health Center. Method : The research design used descriptive research with a population of 40 elderly people who were hypertensive and actively participating in PROLANIS. The sampling technique used was total sampling. The research instrument used a family support and diet compliance questionnaire. Results : Based on the research results show that the majority of hypertensive elderly who actively participate in PROLANIS activities receive good support and most are in the fairly compliant category. Most of the elderly with good family support had fairly compliant diet compliance and the majority of elderly with poor family support have non-compliant diet compliance Discussion : Family support is very important to give to elderly people who experience hypertension. Having support for the elderly can lead to inner peace and happy fealings in the elderly. Apart from that, support has an impacton making it easier for elderly people o follow a hypertension diet, because this diet is a control method that does not cause side effects and is natural.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA  MASYARAKAT KELURAHAN PANYURAN, KEC. PALANG, KABUPATEN TUBAN Wahyu Tri Ningsih; Tanty Wulan Dari; Moch Bahrudin; Teresia Retna Puspitadewi; Binti Yunariyah; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Roudlotul Jannah; Su'udi; Yasin Wahyuriyanto; Titik Sumiatin; Siti Maimuna
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v8i2.6569

Abstract

Hypertension and diabetes are of concern because of their high prevalence and their role as major risk factors for heart and blood vessel disease. The aim of this community service is to increase public knowledge and awareness of the importance of prevention and early detection of Non-Communicable Diseases.Methods used in this community service are through counseling and interactive discussions. The target is the community of Panyuran Village, Palang District, Tuban Regency. The media used is leaflets. The results of this community service are increased public knowledge and awareness of Non-Communicable Diseases, especially diabetes mellitus and hypertension, as well as prevention and early detection. Counseling activities can be carried out continuously in collaboration with local health centers and health cadres. Monitoring of activities that have been carried out needs to be carried out periodically by conducting examinations of people at risk of experiencing Non-Communicable Diseases by local health cadres.