Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Gramatika

KESANTUNAN BERBAHASA ANAS URBANINGGRUM PASCA JADI TERSANGKA KPK DALAM KASUS HAMBALANG Yanda, M.Pd, Diyan Permata
Jurnal Gramatika Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.551 KB) | DOI: 10.22202/jg.2017.v3i2.1280

Abstract

ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa Anas Urbaninggrum pasca jadi tersangka KPK dalam Kasus Hambalang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif untuk menjelaskan prinsip sopan santun sebagai bentuk kesantunan berbahasa. Prinsip sopan santun itu terdiri atas maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim kerendahan hati, maksim pujian, maksim kesepakatan, dan maksim simpati. Secara umum, Anas dalam tuturannya memiliki enam prinsip sopan santun itu. Ini menunjukkan kesantunan berbahasa Anas sebagai seorang pimpinan partai yaitu bijaksana, dermawan, suka memuji kinerja orang lain, suka menawarkan kesepakatan, dan mudah simpati terhadap sesuatu. Anas tetap memperhatikan kesantunan berbahasa dalam bertutur meskipun ia sedang tersangkut kasus hukum dengan KPK.              Kata Kunci: Kesantunan berbahasa, prinsip sopan santun
A MULTIMODAL DISCOURSE ANALYSIS (MDA) ON BIDADARI BERMATA BENING NOVEL BY HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY (ANALISIS WACANA MULTIMODAL DALAM NOVEL BIDADARI BERMATA BENING KARYA HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY) Yanda, Diyan Permata; Ramadhanti, Dina
Jurnal Gramatika Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.082 KB) | DOI: 10.22202/jg.2018.v4i2.2597

Abstract

Multimodal discourse analysis is a new study in discourse studies to study text combined with images, colors, symbols, and other semiotic sources. The text and the semiotic resources areused to represent meaning. Therefore, a semiotic approach is used to study the implicit meaningof the text, images, and  olors used. In this study, a multimodal semiotics approach is used toexamine images, colors, and text on novel covers that reflect novel content. The images and col-ors were analyzed using Kress and Leeuwen's reading image theory, while the text as a reflec-tion of reality was analyzed using seven building task theory from James Paul Gee. This studyconcludes that in the use of colors, images, and texts contain a certain meaning that the readercan interpret in accordance with the reality presented in the text or narration.
DEVELOPMENT OF EXPLANATORY TEXT WRITING EVALUATION TOOLS BASED ON A PROCESS APPROACH (PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI MENULIS TEKS EKSPLANASI BERBASIS PENDEKATAN PROSES) Ramadhanti, Dina; Yanda, Diyan Permata; Ghazali, A Syukur; Hasanah, Muakibatul; Harsiati, Titik
Jurnal Gramatika Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.387 KB) | DOI: 10.22202/jg.2019.v5i2.3445

Abstract

ABSTRACTEvaluation in writing is one of the efforts in improving competence in writing, in addition to planning teaching programs based on the writing process. However, evaluation in writing is not intended to improve students' understanding in writing, even writing is seen as a straightforward product, not produced through a repetitive process. Therefore, this study aims to produce a product in the form of an explanatory text writing evaluation tool based on a process approach. By using the ADDIE development model, it was designed an evaluation tool according to the writing process carried out by students in addition to paying attention to the task environment and long-term memory of students. The writing process is used as a reference in developing evaluation tools, ranging from planning, translation (developing ideas and ideas), and reviewing (evaluation and revision). Planning becomes the initial stage for students to gather ideas and generate memory by writing a writing framework in the form of a mind map. Translation is an effort to develop the writing framework into explanatory text by taking into account the linguistic structure and rules of the text. Review in the form of evaluating or evaluating the written text, then revising according to the writing criteria. The writing process that is done in stages is complemented by hard think-aloud procedures so students can asking the question to themselves to monitor writing activities. Keywords: evaluation tools, explanatory text, a process approach  ABSTRAKEvaluasi dalam menulis menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kompetensi dalam menulis, selain merencanakan program pengajaran yang berbasis proses dalam menulis. Akan tetapi, evaluasi dalam menulis dilakukan tidak bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dalam menulis, bahkan tulisan dipandang sebagai produk yang langsung jadi, bukan dihasilkan melalui proses yang berulang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa alat evaluasi menulis teks eksplanasi berbasis pendekatan proses. Dengan menggunakan model pengembangan ADDIE, dirancang alat evaluasi  sesuai proses menulis yang dilakukan peserta didik di samping memperhatikan lingkungan tugas dan memori jangka panjang peserta didik. Proses menulis yang dijadikan acuan dalam mengembangkan alat evaluasi, mulai dari perencanaan, penerjemahan (mengembangkan ide dan gagasan), dan peninjauan kembali (evaluasi dan revisi). Perencanaan menjadi tahapan awal bagi peserta didik untuk mengumpulkan gagasan dan membangkitkan memori dengan cara menulis kerangka tulisan dalam bentuk peta pikiran. Penerjemahan menjadi upaya untuk mengembangkan kerangka tulisan menjadi teks eksplanasi dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaan teks. Peninjauan kembali dalam bentuk menilai atau mengevaluasi teks yang ditulis, lalu dlakukan revisi sesuai kriteria penulisan. Proses menulis yang dilakukan secara bertahap ini dilengkapi dengan prosedur berpikir keras (think aloud) sehingga peserta didik dapat bertanya kepada dirinya sendiri untuk memantau aktivitas menulis yang dilakukan. Kata Kunci: Alat evaluasi, teks eksplanasi, pendekatan proses
KONFLIK BATIN TOKOH ZAHRANA DALAM NOVEL CINTA SUCI ZAHRANA KARYA HABIBURRAHMAN ELSHIRAZY Diyan Permata Yanda, M.Pd
Jurnal Gramatika Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.337 KB) | DOI: 10.22202/jg.2015.v1i1.1155

Abstract

This article aims to reveal the structure of the novel and the inner conflict experienced Zahrana figures. Zahrana is a girl educated, intelligent, and achieving a dilemma when faced with the choice of pursuing goals, career, and marriage. Zahrana experienced inner conflict arises when there is a difference in her desire that want to continue education with the wishes of parents who want to get married. Her parents worried about her son would be called an old maid because never married. This concern stems from the view of society that a woman's primary duty is to be a mother to her children. Readers can reap the lessons of this novel with the existence of a series of character and his life journey.
Flipped Classroom in Writing Learning: Effectiveness Measuring in Terms of Genre and Gender (Flipped Classroom dalam Pembelajaran Menulis: Pengukuran Efektivitas ditinjau dari Genre dan Gender) Dina Ramadhanti; Lira Hayu Afdetis Mana; Diyan Permata Yanda; Mochamad Bayu Firmansyah; Nihal Bouabida
Jurnal Gramatika Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2023.v9i2.6610

Abstract

Pembelajaran menulis teks yang dilaksanakan di sekolah menengah bertujuan agar siswa memahami konteks dan mampu menulis dalam berbagai genre. Penggunaan metode pembelajaran yang tepat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar menulis siswa. 128 siswa dengan kemampuan serupa dipilih secara acak untuk belajar menulis. 64 siswa pada kelas kontrol mengikuti menulis dengan metode konvensional dan 64 siswa lainnya pada kelas eksperimen mengikuti menulis dengan flippedclassroom. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan siswa menurut genre teks tertulis dan berdasarkan gender. Untuk mengetahui keefektifan metode digunakan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rata-rata hasil belajar yang signifikan antara pembelajaran yang dilaksanakan dengan metode konvensional dan flipped classroom. Metode konvensional terbukti kurang efektif dalam pembelajaran menulis teks, sedangkan metode flippedclassroom terbukti cukup efektif. Ditinjau dari genre teks yang ditulis siswa, flippedclassrooms lebih efektif dalam pembelajaran menulis teks eksposur dibandingkan teks persuasi. Dilihat dari jenis kelamin siswa, model flipping class lebih efektif diterapkan pada siswa perempuan dibandingkan siswa laki-laki. Dengan demikian, Flipped Classroom dapat digunakan dalam pembelajaran menulis teks. Selain itu, budaya Minangkabau yang dijadikan konteks penulisan juga memberikan kemudahan bagi siswa laki-laki maupun perempuan untuk menuliskan idenya dalam berbagai genre teks. Dilihat dari jenis kelamin siswa, model flipping class lebih efektif diterapkan pada siswa perempuan dibandingkan siswa laki-laki. Dengan demikian, Flipped Classroom dapat digunakan dalam pembelajaran menulis teks. Selain itu, budaya Minangkabau yang dijadikan konteks penulisan juga memberikan kemudahan bagi siswa laki-laki maupun perempuan untuk menuliskan idenya dalam berbagai genre teks. Dilihat dari jenis kelamin siswa, model flipping class lebih efektif diterapkan pada siswa perempuan dibandingkan siswa laki-laki. Dengan demikian, Flipped Classroom dapat digunakan dalam pembelajaran menulis teks. Selain itu, budaya Minangkabau yang dijadikan konteks penulisan juga memberikan kemudahan bagi siswa laki-laki maupun perempuan untuk menuliskan idenya dalam berbagai genre teks.