Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Pengaruh Intensitas Pencahayaan Di Laboratorium Pengujian Terhadap Akurasi Pengujian Tri Ernita; Rachman, Boby; Yulius, Henny; Sastri
INVENTORY: Industrial Vocational E-Journal On Agroindustry Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/inventory.v6i2.75

Abstract

The testing laboratory is a high-precision testing room that reguires adeguate environmental conditions for testing needs.As a testing laboratory, it is important for the banten Indonesia Laboratory to control the laboratory's environmental conditions, one of which is lighting intensity.Inadeguate lighting intensity can reduce testing accuracy, Currently, the average lighting intensity in the banten Indonesia Laboratory  is  370 lux, this value is below the regulatory standard Threshold value, which according to PERMENKES NO. 70 of  2016 for standard laboratories lighting intensity is 500 lux. This study aims to increase lighting according to SNI 7062:2019 and  testing accuracy in the Banten  Indonesia Laboratory and to determine how strong the relationship  betwen lighting intensity and testing accuracy is using correlation analysis with SPSS V.27. The results of this study indicate that lighting intensity has increased to 489 lux and the average accuracy has increased by 7.5 % after changing the lamp,in addition,the relationship between lighting intensity and testing accuracy strong ,this is evidenced by the result of the correlation analysis obtained a significance value of 0.620 and 0.627 .
Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada Proyek RDMP Balikpapan Yulius, Henny; Khairi, Aziati Ridha; Nasution, Arfina
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/rpbyj060

Abstract

Penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat dalam proyek konstruksi Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan sangat penting untuk memastikan bahwa pekerja dapat bekerja dengan aman dan efisien. Kecelakaan kerja dapat mengganggu alur kerja, menyebabkan absensi pekerja, dan mengganggu fokus pada tugas-tugas krusial.  Penurunan jumlah kecelakaan kerja dapat memberikan dampak positif yang signifikan Dengan mengurangi risiko kecelakaan, pekerja dapat bekerja lebih efisien dan efektif, yang pada gilirannya meningkatkan produktivitas keseluruhan proyek. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap Produktivitas kerja Karyawan di proyek RDMP Balikpapan. Berdasarkan hasil analisa data didapatkan sebesar 5,7%, pengaruh Kesehatan Kerja dan Keselamatan Kerja terhadap produktivitas di Proyek RDMP Balikpapan terbukti signifikan. Meskipun proporsi ini relatif kecil, namun penting untuk diakui bahwa Kesehatan Kerja dan Keselamatan Kerja memiliki dampak yang berarti terhadap produktivitas karyawan. Oleh karena itu, pemahaman yang lebih baik tentang hubungan ini dapat membantu meningkatkan kinerja keseluruhan proyek.
Usulan Perbaikan Kualitas Produk Mi Kuning dengan Metode DMAIC pada Ud. Tani Mulia Yulius, Henny; Ernita, Tri; Rachman, Boby; Salma, Fathayatul
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/d2ja4e36

Abstract

Kualitas produk menjadi tujuan penting bagi perusahaan dalam membuat suatu  produk. Bagaimanapun setiap perusahaan akan berusaha mempertahankan kualitas produknya agar tetap terjaga. Salah satunya adalah pada UD.Tani Mulia yang memproduksi produk mi kuning yang mana masih mengalami produk reject setiap produksi seperti reject kotor, reject patah, dan reject remuk. Dengan menggunakan metodologi DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control), penelitian ini berupaya memahami alasan penolakan produk mie kuning dan menyarankan cara untuk menyempurnakan produk tersebut. Manusia, prosedur, lingkungan, mesin, dan bahan mentah semuanya diidentifikasi sebagai sumber kesalahan potensial dalam temuan penelitian ini. Pada pengolahan DPMO (Defect Per Million Opportunity) didapatkan nilai sebesar 26.391,6 dan nilai sigma sebesar 4,25 dimana perusahan harus melakukan perbaikan agar mencapai tingkat kualitas sigma yang baik yaitu 6σ. Dari penyebab cacat yang diketahui dilakukan usulan perbaikan agar dapat meminimalisir cacat terhadap produk mi kuning. Ada beberapa usulan seperti melakukan perawatan mesin dan alat agar tetap bersih saat melakukan produksi, serta melakukan pelatihan keahlian dalam mengulung mi oleh perusahaan.
Optimalisasi Fungsi Life Jacket Non-Inflatable Menggunakan Metode Quality Function Deployment (Studi Kasus: Nelayan Muaro Batang Kapas) Ervil, Riko; Yulius, Henny; Prasetio, Randi
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/kfzdhn46

Abstract

Nelayan Muaro Batang Kapas sering kali menghadapi risiko tenggelam saat menjalankan tugas sehari-harinya, termasuk memanen biota laut. Salah satu alat yang dapat digunakan oleh nelayan untuk mengurangi resiko tenggelam yaitu Life Jacket. Life Jacket yang digunakan oleh nelayan Muaro Batang Kapas masih memiliki kekurangan yaitu Life Jacket yang ada pada nelayan muaro batang kapas kurang efektif dalam menahan air hujan dan air laut, Desain dan visual Life Jacket yang ada masih desain lama, fitur-fitur yang ada di Life Jacket yang digunakan nelayan muaro batang kapas masih memiliki banyak kekurangan. Maka dari itu penelitian ini merancang Life Jacket sesuai dengan kebutuhan nelayan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Quality Function Depoyment. Hasil yang dapat disimpulkan dalam pengelohan data berdasarkan penyebaran kuesioner yaitu terdapat 15 atribut kebutuhan konsumen dan 10 respon teknis yang menjadi jawaban dari kebutuhan konsumen, respon teknis yang menjadi urutan pokok prioritas dalam pengembangan Life Jacket dimulai dari peringkat pertama hingga terakhir yaitu peringkat pertama bahan Busa PE Polybonding, Terdapat reflektor, ketiga Terdapat Kantong Penyimpananan, Terdapat Tali Pengait,  Bahan Kain Waterproof, Terdapat Lampu Senter LED, Terdapat Peluit, Terdapat Bantal Leher, Warna Yang Menarik dan Terdapat Peluit dan rancang bangun terdapat empat tahapan proses yang mana dimulai dari Pengukuran kain water proof,  Pembentukan pola, pemotongan pola dan menjahit komponen.