Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Sosialisasi Hukum Tentang Hak Pilih Sebagai Hak Fundamental: Menumbuhkan Kesadaran Kritis Pemilih Pemula La Ode Muhammad Taufiq Afoeli; Fuad Nur; Risman Setiawan; Lade Sirjon; La Ode Muhamad Sulihin; Jumiati Ukkas; Nur Intan; Isnayanti; Yan Fathahillah Purnama; Muhammad Ramadhan Kiro; Lapatuju; La Ode Muhammad Saleh Saputra
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Mei-Agustus "The Role of Community Service in Increasing Children's Educational
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/g8q4qe43

Abstract

Kegiatan sosialisasi hukum ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan menumbuhkan kesadaran kritis pemilih pemula di SMA Negeri 10 Kendari mengenai hak pilih sebagai hak fundamental dalam pemilihan umum termasuk pada pemilihan kepala daerah. Pemilih pemula memiliki peran strategis dalam menentukan arah demokrasi Indonesia, namun seringkali menghadapi tantangan seperti kurangnya pengetahuan tentang proses pemilu dan kerentanan terhadap manipulasi politik. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan sosialisasi melalui ceramah dan diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta sosialisasi. Sosialisasi ini tidak hanya berhasil mengedukasi siswa tentang hak dan tanggung jawab mereka sebagai pemilih, tetapi juga mendorong partisipasi aktif dalam proses demokrasi. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi model untuk meningkatkan kesadaran politik pemilih pemula di wilayah lain.
Perlindungan Hukum Anak Korban Child Grooming melalui Media Sosial TikTok Ainun Isti Khomah; Niluh Sridewi Rahayu; Fuad Nur
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/e1cwda42

Abstract

The development of information and communication technology has shifted the pattern of sexual crimes against children from physical spaces to digital spaces. TikTok, as one of the social media platforms widely used by children and teenagers, has various interactive features that provide opportunities for perpetrators to approach children online through child grooming practices. This study aims to analyze legal protection for children as victims of child grooming crimes through the social media platform TikTok, as well as efforts to recover victims from a victimology perspective.  The result of this research, from a victimology perspective, emphasizes that protecting children in the digital space shouldn't stop at imprisoning the perpetrators. Instead, it should ensure full recovery efforts for the victims through three urgent measures: fulfilling the victims' right to material restitution from the perpetrators, ongoing psychological rehabilitation by the UPTD PPA/LPSK to address cyber trauma, and the right to quickly erase digital traces the right to be forgotten through TikTok in collaboration with the Ministry of Communication and Digital Affairs to break the chain of secondary victimization. Protection for victims of child grooming is also guaranteed by the state through Law Number 35 of 2014 on Child Protection, Law Number 1 of 2024 on Electronic Information and Transactions, Law Number 1 of 2023 on the Criminal Code, and Law Number 12 of 2022 on the Crime of Sexual Violence.
Tinjauan Yuridis Terhadap Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Eksekusi Pidana di Indonesia Desya Arianti; Jumadil Jumadil; Fuad Nur
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/8n59wm03

Abstract

Narcotics crime has evolved into one of the most complex forms of contemporary crime, characterized by its transnational network, sophisticated modus operandi, and significant social impact. The aim of this study is to analyse the dynamics of narcotics crime law enforcement in Indonesia from three distinct perspectives: the application of restorative justice, the effectiveness of medical rehabilitation for drug abuse victims and addicts, and the enforcement of capital punishment for narcotics offenders. This study employs a normative legal approach supported by a literature assessment of relevant academic publications and legal statutes. The results indicate that narcotics crime can no longer be approached solely through repressive punishment, but requires a differentiated approach depending on the position of the perpetrator. Drug users and victims of abuse are more appropriately addressed through medical rehabilitation, whereas perpetrators involved in large-scale narcotics trafficking networks remain subject to strict law enforcement, including the threat of capital punishment. However, the implementation of capital punishment faces obstacles such as the absence of a definite time limit for execution and the availability of legal remedies. This study concludes that an integrated approach combining restorative justice, medical rehabilitation, and firm law enforcement against organized crime networks is necessary to effectively address narcotics crime as a form of contemporary crime in Indonesia.
Analisis Yuridis Penyelesaian Tindak Pidana Kekerasan     Seksual dengan Pendekatan Restorative Justice Asma Indah; Fuad Nur
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/mqf1se47

Abstract

This study aims to find out how the restorative justice approach is applied in resolving cases of sexual violence based on the legal system in Indonesia and to understand the legal consequences of sexual violence cases resolved through restorative justice. The type of research used in this study is normative legal research. Normative legal research is a research process that refers to the laws and regulations that are in effect and relevant to the legal issues being studied. The approaches used in this research are the statute approach and the conceptual approach.From the results of this research, it can be concluded that in Indonesia, the legal regulations regarding the application of the restorative justice approach are not yet comprehensively and consistently regulated in one complete regulation and are still scattered across several regulations, especially in handling sexual violence crimes. This can potentially cause disharmony and gaps in law enforcement practices. The legal consequence of applying restorative justice in sexual violence cases is that it shifts the focus of law enforcement from punishing the offender to non-retributive resolution, which has the potential to halt the criminal justice process, thus creating legal uncertainty and weakening the preventive function of criminal law.
Belajar dari Ibadah Kurban: Mengorbankan Ego Demi Ketaatan Fuad Nur
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/vdj34e86

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui khutbah Jumat di Masjid Al-Arif Wumiolo Kota Gorontalo. Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran jamaah tentang makna hakiki ibadah kurban sebagai simbol pengorbanan ego dan bentuk ketaatan tertinggi seorang hamba kepada Allah. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan khutbah Jumat, dan evaluasi. Materi khutbah menekankan keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam peristiwa kurban, serta empat bentuk ego yang perlu dikorbankan oleh setiap Muslim, yakni ego kesombongan, ego keserakahan harta, ego kenyamanan diri, dan ego individualisme sosial, disertai panduan praktis berupa meluruskan niat berkurban, memilih hewan kurban terbaik, mendistribusikan daging kurban secara tepat sasaran, dan menjaga semangat pengorbanan sepanjang tahun. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa khutbah Jumat bertema kurban merupakan media dakwah yang efektif dalam menumbuhkan kesadaran ketaatan dan kepedulian sosial, sehingga dapat mendorong terbentuknya pribadi Muslim yang ikhlas, dermawan, dan masyarakat yang saling peduli.
Peningkatan Pengetahuan Ibadah Umrah Melalui Manasik pada Masyarakat Kampung Bugis Desa Pinaesaan Kabupaten Minahasa Selatan Fuad Nur; Dulsukmi Kasim; Musdelifa Abu Samad; Rahmatia; Jumiati Bandu
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/v27zgz62

Abstract

Kegiatan manasik umrah yang dilaksanakan di Kampung Bugis, Desa Pinaesaan, Kabupaten Minahasa Selatan, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tata cara, syarat, rukun, dan persiapan ibadah umrah. Melalui metode ceramah, diskusi interaktif, dan simulasi praktik sederhana, peserta yang terdiri dari calon jamaah umrah dan masyarakat setempat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai ibadah umrah. Keberhasilan kegiatan ini ditunjukkan oleh antusiasme peserta, terutama dalam sesi tanya jawab, serta adanya peningkatan kesadaran akan pentingnya memilih travel umrah yang terpercaya sehingga dapat melindungi masyarakat dari risiko finansial dan memastikan kelancaran ibadah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pendekatan fleksibel dalam penyampaian materi, termasuk penggunaan bahasa lokal, sangat efektif dalam memfasilitasi pemahaman peserta, terutama bagi kalangan lansia. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menjembatani kesenjangan pengetahuan tentang umrah dan mengajak masyarakat mempersiapkan diri baik secara spiritual, mental, maupun finansial untuk melaksanakan ibadah umrah dengan khusyuk dan benar.  
Peran Umat dalam Penegakan Hukum yang Adil: Penerapan Prinsip Amar Ma'ruf Nahi Munkar Fuad Nur
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): NOVEMBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/f19n4z75

Abstract

Penegakan hukum yang adil merupakan pilar fundamental dalam menciptakan tatanan sosial yang adil dan bermartabat. Dalam perspektif Islam, penegakan hukum menjadi tanggung jawab kolektif seluruh umat melalui pelaksanaan prinsip amar ma'ruf nahi munkar. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan melalui khutbah Jum‘at di Masjid Al-Mukhlisin Telkom, Kota Gorontalo dengan metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan takmir masjid, penyusunan materi berbasis Al-Qur'an dan Hadits, pelaksanaan khutbah dan shalat Jumat, serta evaluasi kegiatan. Materi khutbah menekankan kewajiban menegakkan keadilan sebagai amanah Allah SWT, mengangkat problematika penegakan hukum di Indonesia seperti korupsi, diskriminasi, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, dan lemahnya integritas aparat. Jamaah diajak berperan aktif melalui amar ma'ruf nahi munkar dengan menjadi pribadi berintegritas, meningkatkan kesadaran hukum, melaporkan pelanggaran, mendukung penegakan hukum yang adil, dan mengawasi kinerja penegak hukum. Kegiatan ini berhasil memberikan pemahaman kepada jamaah tentang pentingnya partisipasi umat dalam penegakan hukum yang adil sehingga dapat mewujudkan tatanan sosial yang adil dan bermartabat.
Meningkatkan Kesadaran Kritis Gen Z di SMAN 12 Kendari dalam Menyampaikan Pendapat di Media Sosial Lade Sirjon; Risman Setiawan; Fuad Nur; La Ode Muhamad Sulihin; La Ode Muhammad Taufiq Afoeli; La Patuju; Yan Fathahillah Purnama; Andi Khaedhir K. Petta Lolo; Arfa
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): NOVEMBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/hr281d94

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong meningkatnya penggunaan media sosial sebagai ruang ekspresi bagi Generasi Z, termasuk siswa SMAN 12 Kendari. Namun, kemudahan dalam menyampaikan pendapat sering kali tidak diimbangi dengan kesadaran kritis, etika digital, dan pemahaman hukum. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kritis siswa SMAN 12 Kendari dalam menyampaikan pendapat di media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan materi (ceramah), dialog interaktif, identifikasi permasalahan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum pernah memperoleh pembelajaran khusus terkait etika berpendapat di media sosial dan masih memiliki tingkat literasi digital yang rendah, khususnya dalam memverifikasi informasi serta memahami dampak sosial maupun konsekuensi hukum dari unggahan mereka. Sosialisasi ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai kebebasan berpendapat, etika digital, serta ketentuan hukum yang relevan, terutama terkait UU ITE. Pentingnya peran pendidikan formal dan literasi digital dalam membentuk Gen Z yang sadar, kritis, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapat di media sosial.
Dari Mimbar Jumat: Membangun Kesadaran Pertanggungjawaban Amal di Akhirat Fuad Nur
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): MARET-APRIL
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/stasvt02

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui khutbah Jumat di Masjid Babussalam, Desa Pinaesaan, Kecamatan Tompaso Baru, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran eskatologis jamaah tentang urgensi pertanggungjawaban amal di hadapan Allah SWT pada hari kiamat, sekaligus mendorong setiap Muslim menjadikan kehidupan dunia sebagai ladang persiapan terbaik menuju akhirat. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan khutbah Jumat, dan evaluasi. Materi khutbah menekankan empat perkara yang akan dipertanyakan di akhirat berdasarkan hadis Nabi SAW, yakni umur, masa muda, harta, dan ilmu, disertai panduan praktis berupa muhasabah, menjaga kualitas shalat, menghindari kezaliman, dan memperbanyak amal jariyah. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa khutbah Jumat merupakan media dakwah yang efektif dalam menginternalisasikan nilai-nilai pertanggungjawaban akhirat, sehingga dapat mendorong terbentuknya pribadi Muslim yang berakhlak mulia dan masyarakat yang adil, damai, dan bermartabat.
Menjaga Konsistensi Ibadah Setelah Ramadhan:  Refleksi Kemenangan Sejati di Hari Raya Idul Fitri Fuad Nur
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/zmfxg029

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk khutbah Idul Fitri di Masjid Al-Uswah, Kota Gorontalo. Kegiatan ini bertujuan untuk meneguhkan pemahaman jamaah bahwa kemenangan sejati Idul Fitri bukan sekadar ditandai dengan berakhirnya ibadah puasa, melainkan oleh kemampuan seorang Muslim mempertahankan konsistensi amal saleh dalam kehidupan sehari-hari sepanjang tahun. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan khutbah Idul Fitri, dan evaluasi kualitatif melalui pengamatan langsung. Materi khutbah menekankan tiga pilar utama konsistensi ibadah pasca Ramadhan, yakni menjaga kualitas shalat, mempertahankan kebiasaan membaca dan mentadabburi Al-Qur'an, serta membiasakan amal sosial dan sedekah. Selain itu, jamaah juga dibekali dengan strategi praktis untuk menjaga istiqamah ibadah di tengah berbagai tantangan era modern seperti distraksi media sosial, kesibukan duniawi, dan lingkungan yang tidak kondusif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa jamaah merespons positif pesan yang disampaikan dan terdorong untuk berkomitmen nyata dalam menjaga kebiasaan ibadah yang telah dibangun selama Ramadhan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa masjid dan keluarga memiliki peran strategis sebagai basis pembinaan spiritual pasca Ramadhan, dan bahwa nilai-nilai Ramadhan harus bertransformasi menjadi etos hidup religius yang konsisten, realistis, dan berkelanjutan dalam kehidupan bermasyarakat.