Gusti Zulkifli Mulki
Unknown Affiliation

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

EVALUASI KINERJA OPERASIONAL PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTAN SAMPAH DIKECAMATAN PONTIANAK BARAT Muhtar Turisnu; Erni Yuniarti; Gusti Zulkifli Mulki
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.48291

Abstract

Permasalahan sampah jika dikaji lebih dalam sebenarnya terletak pada sistem pengelolaan sampah yang masih belum professional. Bidang persampahan sering kali tidak mendapatkan prioritas jika dibandingkan dengan pembangunan dibidang lain. Kinerja Operasional dalam persampahan juga menjadi salah satu masalah dalam pengelolaan sampah di Kecamatan Pontianak Barat mengenai kesesuaian kinerja operasionalnya. Tujuan pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dan menggunakan analisis kinerja operasional untuk mengetahui kesesuaian kinerja pada tiap TPS. Penelitian ini akan menggali data ataupun informasi mengenai evaluasi kinerja operasional yang ada di 10 TPS. Hasil dari analisis yang dilakukan bahwa dari 10 TPS tersebut hanya 1 TPS yang tidak sesuai dengan kinerja operasional yang ditetapkan yaitu TPS Pasar Belimbing yang ada di Kelurahan Sungai Jawi Luar, sedangkan 9 TPS lainnya sudah masuk dalam kategori sesuai dengan kinerja opersionalnya. Kata Kunci : evaluasi kinerja, kesesuaian operasional, Pontianak Barat
IDENTIFIKASI OBJEK DAYA TARIK WISATA TAMAN BUKIT LINTANG DI KECAMATAN PINOH SELATAN KABUPATEN MELAWI Muhamad Muladi; Gusti Zulkifli Mulki; Riska Aprilia Ayuningtyas
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.50722

Abstract

Kabupaten Melawi merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki potensi kekayaan alam dan sangat berpotensi untuk dikembangkan dilihat dari potensi fisik. Kabupaten Melawi kaya dengan potensi wisata mulai dari alam, budaya, barang produksi lokal yang belum semuanya tergarap.  Salah satu potensi yang terdapat di Kecamatan Pinoh Selatan Kabupaten Melawi adalah Taman Bukit Lintang. Objek wisata yang terdapat di  Taman Bukit Lintang adalah pemandangan alam yang indah, tempat rekreasi liburan keluarga, pondok-pondok kecil, gazebo, air terjun dan juga kolam umum yang airnya mengalir langsung dari perbukitan. Permasalahan Taman Bukit Lintang yaitu objek wisata baru dan masih dalam tahap pengembangan dan juga atraksi, aksesibilitas, dan juga amenitas masih belum menarik dan memadai. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasikan karakteristik potensi objek wisata Taman Bukit Lintang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Variabel yang digunakan yaitu atraksi, aksesibiltas dan juga amenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Bukit Lintang memiliki potensi wisata alam yang bisa dikembangkan lebih baik dengan keunikan serta keunggulan wisata alamnya yaitu atraksi wisata seperti air terjun, spot foto, pemandian alami, pondok dan gazebo, ayunan/hammock, kegiatan keagamaan, serta alam yang masih asri. Kata Kunci: objek wisata; Taman Bukit Lintang
ANALISIS KELAYAKAN POTENSI OBJEK DAYA TARIK WISATA ALAM (ODTWA) DANAU HO’CE DI DESA KUALA DUA KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBURAYA Maya Julia Trinisa; Erni Yuniarti; Gusti Zulkifli Mulki
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.44492

Abstract

Danau Hoce adalah salah satu objek wisata danau buatan yang sangat potensial untuk dikembangkan namun belum banyak dikenal oleh penduduk Kabupaten Kubu Raya maupun Kota Pontianak dan sekitarnya. Selain itu lokasi wisata Danau Hoce belum dikelola dengan maksimal, termasuk infrastruktur yang belum memadai dalam mengembangkan potensi wisata Danau Hoce. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan terdiri dari 2 analisis yaitu 1) Analisis deskriptif dengan mengidentifikasi potensi objek wisata di Danau Hoce, 2) Analisis Kelayakan dengan Pedoman Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADOODTWA) PHKA tahun 2003 untuk melihat kelayakan sebagai wisata serta bentuk aktivitas masyarakat.Hasil penelitian ini menunjukkan kawasan Danau Hoce dapat dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata dengan berbasis danau buatan. Secara keseluruhan pada kawasan Danau Hoce menunjukkan layak untuk dikembangkan menjadi pusat wisata air dengan dukungan berupa fasilitas-fasilitas penunjang dan pembangunan yang berkelanjutan dapat membuat kawasan ini menarik wisatawan sehingga atraksi-atraksi wisata seperti kearifan lokal dalam bentuk-bentuk aktivitas masyarakat di danau menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung.Kata kunci : Danau Hoce, danau buatan, ODTWA
IDENTIFIKASI OBJEK DAYA TARIK WISATA DI PANTAI TANJUNG BURUNG KABUPATEN MEMPAWAH Aditya Putera Luwansah; Riska Aprilia Ayuningtyas; Gusti Zulkifli Mulki
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.57703

Abstract

Pantai Tanjung Burung merupakan salah satu objek daya tarik wisata baru yang ada di Kabupaten Mempawah. Pantai Tanjung Burung memiliki potensi pantai yang ditumbuhi pohon mangrove dan pohon kelapa yang menjadi daya tarik wisata yang ada di Pantai Tanjung Burung. Selain itu Pantai Tanjung Burung memiliki beberapa fasilitas seperti gazebo, jembatan titan, spot foto, dan berbagai fasilitas lainnya. Pengembangan objek daya tarik wisata Pantai Tanjung Burung yang belum maksimal menyebabkan objek wisata ini kurang menarik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi objek dan daya tarik wisata berdasarkan konsep 4A yaitu Atraction (atraksi), Amenity (fasilitas), Accessibility (aksesibilitas), Anciliary (pelayanan tambahan). Pendekatan pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil identifikasi dari objek daya tarik wisata Pantai Tanjung Burung didapatkan atraksi yang ditawarkan dari wisata Pantai Tanjung Burung yaitu keindahan alam yang masih alami dengan ditumbuhi pohon mangrove. Selain itu wisatawan dapat menanam mangrove, bersantai, berfoto, dan memancing di Pantai Tanjung Burung. Fasilitas yang ada di Pantai Tanjung Burung memiliki kondisi yang kurang memadai. Beberapa fasilitas seperti gazebo juga rusak terkena abrasi pantai. Kondisi air bersih, listrik dan telkomunikasi juga belum ada. Aksesibilitas Pantai Tanjung Burung memiliki dua rute. Salah satu rute memiliki kondisi jalan yang rusak. Pantai Tanjung Burung dikelola oleh lembaga Mangrove Pantai Tanjung Burung (MPTB).
ANALISIS KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA PERMUKIMAN KAWASAN TEPIAN AIR (WATERFRONT) KOTA PONTIANAK - Maisarah; Gusti Zulkifli Mulki; Vetti Puryanti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.50720

Abstract

Kota Pontianak merupakan kota yang awal mula permukimannya di kawasan tepian air. Permukiman yang tumbuh di sepanjang tepian air apabila tidak diimbangi dengan pembangunan sarana prasarana membuat munculnya permasalahan, tidak terkecuali pada Kelurahan Benua Melayu Laut. Permasalahan pada permukiman tepian air Benua Melayu Laut adalah minimnya jaringan air bersih, limbah dan persampahan. Pada kawasan ini dilakukan penataan permukiman tepian air yaitu pembangunan waterfront. Keberadaan waterfront berdampak terhadap permukiman pada kawasan tersebut terutama dalam hal pembangunan fasilitas. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi ketersediaan sarana dan prasarana permukiman kawasan tepian air. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif kuantitatif dan analisis skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana yang kondisinya sangat terjaga dan berfungsi dengan baik yaitu sarana pemerintahan dan pelayanan umum, peribadatan, perdagangan serta kebudayaan dan rekreasi. Prasarana jaringan jalan dengan perkerasan beton, jaringan air bersih, jaringan limbah dan jaringan persampahan yang masih sangat minim, jaringan listrik dan telepon sudah tersedia. Hasil penilaian skoring berdasarkan penilaian penghuni menunjukkan sarana pemerintahan dan pelayanan umum, peribadatan, perdagangan, kebudayaan dan rekreasi, prasarana jalan lingkungan, listrik serta telekomunikasi sudah tersedia. Prasarana jaringan air bersih kurang tersedia, jaringan limbah serta persampahan tergolong tidak tersedia.Kata kunci: ketersediaan sarana dan prasarana; permukiman; tepian air
ANALISIS KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH DI KAWASAN PERKOTAAN TELUK BATANG Syarif Muhamad Rizal; Gusti Zulkifli Mulki; Ely Nurhidayati
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.59896

Abstract

Air merupakan sumber daya yang penting untuk kelangsungan hidup, terutama bagi manusia, yaitu untuk memenuhi kebutuhan dan kelangsungan hidup. Kawasan Perkotaan Teluk Batang terletak di Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara. Terdapat beberapa kegiatan di Kawasan Perkotaan Teluk Batang antara lain kegiatan pemukiman, pertokoan, pendidikan, peribadatan, pelabuhan, dan lain-lain. Kawasan perkotaan Teluk Batang mengalami kelangkaan air bersih, mengingat kebutuhan air bersih yang semakin meningkat setiap tahunnya disertai dengan pertumbuhan penduduk sedangkan ketersediaan air bersih cenderung terbatas. Kajian ini menganalisis tingkat penyediaan dan kebutuhan air bersih di Kawasan Perkotaan Teluk Batang tahun 2021. Kajian ini terlebih dahulu mengidentifikasi kondisi terkait air bersih, kemudian mengidentifikasi penyediaan dan kebutuhan air bersih. Keluaran dari penelitian ini adalah sebagian besar populasi Sumber air bersih S menggunakan air hujan, kapasitas air hujan rata-rata dapat digunakan selama 1-2 minggu, sehingga masyarakat menggunakan upaya lain untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya yaitu air pegunungan, air destilasi SWRO dan penjual air. Hasil analisis penawaran dan permintaan. SWRO menyediakan air bersih pada tahun 2021 sebanyak 5.440 liter/hari sedangkan kebutuhan air bersih sebesar 1.986.875 liter/hari
KLASIFIKASI TINGKAT KERENTANAN DAERAH BANJIR DI KECAMATAN PUTUSSIBAU SELATAN KABUPATEN KAPUAS HULU Juniar Doni Pratama; Agustiah Wulandari; Gusti Zulkifli Mulki
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i2.42147

Abstract

Banjir merupakan peristiwa terjadinya genangan di dataran yang kering sebagai akibat terjadinya limpasan air dari sungai. Terdapat sebelas Kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu  yang rentan terhadap banjir sejak ratusan tahun lalu, salah satunya Kecamatan Putussibau Selatan yang termasuk kawasan rawan banjir dikarenakan Kecamatan ini memiliki banyak anak sungai. Tujuan penelitian adalah mengklasifikasikan daerah rawan banjir berdasarkan klasifikasi tingkat kerentanan banjir di Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis overlay. Hasil analisis ditampil dalam bentuk peta klasifikasi banjir. Banjir di Kecamatan Putussibau Selatan terbagi menjadi empat klasifikasi, klasifikasi tidak rentan berada di Desa Tanjung Lokang. Cukup rentan berada di Desa Bungan Jaya, Desa Beringin Jaya, Desa Kereho, Desa Cempaka Baru, Desa Urung Unsa dan Desa Jaras. Rentan berada di Desa Suka Maju, Desa Siyut/Sayut, Desa Ingko Tambe, Kedamin Darat dan Desa Melapi. Sangat rentan berada Kelurahan Kedamin Hulu, Kedamin Hilir, Desa Sungai Uluk dan Desa Tanjung Jati. Arahan permanfaatan ruang kawasan sangat rentan yaitu hutan Produksi sebesar 6% di peruntukan sebagai hutan yang melindungi kawasan di bawahnya, pertanian sebesar 6%  diperuntukkan sebagai kegiatan pertanian lahan basah, Taman Nasional sebesar 8% diperuntukan sebagai zona inti, zona religi, budaya, sejarah dan zona permanfaatan.   Kata Kunci: banjir, tingkat kerentanan, Putussibau Selatan
DAMPAK PEMBANGUNAN SEKAT KANAL PADA ASPEK EKONOMI DI DESA SUNGAI BAKAU BESAR DARAT KECAMATAN SUNGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH Santy Wahyuni; Gusti Zulkifli Mulki; Nana Novita Pratiwi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36879

Abstract

Desa Sungai Bakau Besar Darat memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan dikarenakan luasan lahan gambut yang besar, sehingga pada tahun 2017 di bangun sekat kanal sebanyak 40 unit yang tersebar di 3 dusun diantar 5 dusun. Pembangunan sekat kanal merupakan salah satu usaha pemerintah untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Pembangunan sekat kanal tersebut memberikan dampak positif maupun negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pembangunan sekat kanal pada aspek ekonomi di Desa Sungai  Bakau Besar Darat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan sekat kanal memberikan dampak pada aspek lingkungan yaitu pada perubahan lapangan pekerjaan dan pendapatan. Pada perubahan lapangan pekerjaan memberikan dampak positif, sedangkan dampak pada pendapatan memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif pembangunan sekat kanal sebagian besar dirasakan oleh masyarakat yang bertempat tinggal di Dusun Parit Kurus dan Dusun Ulu Sungai, sedangkan dampak negatif pembangunan sekat kanal sebagian besar dirasakan oleh masyarakat yang bertempat tinggal di Dusun Parit Akop. Lokasi pembangunan sekat kanal yang tepat akan menentukan dampak yang akan diberikan pada lingkungan sekitar.Kata Kunci: Desa Sungai Bakau Besar Darat, dampak pembangunan sekat kanal, aspek ekonomi