Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Flourishing Journal

Pengembangan Skala Kecemasan Korban Kekerasan Seksual: Modifikasi Skala Zung pada Kecemasan Aida Annisa Nur Kamila; Risky Nosa Pratami; Kara Lea Nata Duwi Anggraeni; Raissa Kumala Mumtaz; Femmi Nurmalitasari
Flourishing Journal Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i32023p110-119

Abstract

The self-rating anxiety scale by Zung is still widely used by researchers. However, there is no definite measurement tool for measuring anxiety in victims of sexual violence, both verbal and non-verbal. In fact, many studies conducted by researchers to test the anxiety of victims of sexual violence. Because of this, this study aims to modify the Zung scale as a development of the anxiety scale for victims of sexual violence. This study attempted to modify the item by adding context and updating the definition of anxiety according to the DSM-V. The content validity test was carried out by expert judgment, and trials were carried out to measure the item's discriminatory power, validity, and reliability. Validity was measured using three expert judgments. Discrimination power was measured using Corrected Item-Total Correlation, while reliability was measured using Cronbach's Alpha. The subjects in this study were 32 subjects. The results show that the items that successfully meet the validity and reliability are 20 items that represent 20 aspects consisting of affective and somatic symptoms. AbstrakSkala kecemasan self-rating anxiety scale oleh Zung masih banyak digunakan peneliti. Namun, skala kecemasan yang dikhususkan untuk mengukur kecemasan pada korban kekerasan seksual belum terdapat alat ukur yang pasti hingga saat ini, baik verbal maupun non-verbal. Padahal, banyak penelitian yang dilakukan untuk menguji kecemasan korban kekerasan seksual. Oleh karena hal tersebut penelitian inibertujuan untuk memodifikasi skala Zung sebagai pengembangan skala kecemasan korban kekerasan seksual. Penelitian ini berusaha untuk melakukan modifikasi aitem dengan menambahkan konteks dan memperbarui definisi kecemasan menyesuaikan dengan DSM-V. Uji validitas isi dilakukan dengan expert judgement, dan uji coba dilakukan untuk mengukur daya deskriminasi aitem, validitas, dan reliabilitas. Validitas diukur menggunakan tiga expert judgement. Daya diskriminasi diukur menggunakan Corrected Item-Total Correlation, sedangkan reliabilitas diukur menggunakan Alpha Cronbach. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 32 subjek. Hasilnya menunjukkan aitem yang berhasil memenuhi validitas dan reliabilitas 20 aitem yang mewakili 20 aspek yang terdiri dari gejala afektif dan somatik.
Adaptasi Instrumen Academic Expectation Stress Inventory-9 (AESI-9) pada Siswa SMA Andika Novia Putri Rachmawati; Charaka Bintang Nararya; Wisnu Samodra; Femmi Nurmalitasari
Flourishing Journal Vol. 4 No. 8 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i82024p347-357

Abstract

Research on Academic Expectations Stress Inventory-9 (AESI-9) is important because it has an essential role as a risk factor for stress due to parents' academic expectations for their children. However, the measuring instrument in the Indonesian version has not been found. The purpose of this study was to adapt the Academic Expectations Stress Inventory-9 (AESI-9) instrument into the Indonesian version. This study was conducted online using a Google Form link intended for high school students in Indonesia (N=40; 21 male subjects and 19 female subjects) aged 16-19 years. The results of the validity test showed that all AESI-9 adaptation instruments were appropriate because they had an Aiken's V assessment >0.6. The results of the reliability test based on the Cronbach's Alpha value were 0.871. This instrument can be considered reliable and categorized as strong because the value exceeds 0.6 which is the reliability standard. The discriminatory power of the instruments in this study met the standard, which was above 0.3. The statistical results show that the high category has a value of 14, the medium category has a value of 12, the low category has a value of 11, and the very low category has a value of 3. AbstrakPenelitian mengenai Academic Expectations Stress Inventory-9 (AESI-9) ini penting karena memiliki peran yang esensial sebagai faktor risiko stres akibat ekspektasi akademik orang tua terhadap anaknya. Akan tetapi, alat ukur dalam versi Bahasa Indonesia masih belum ditemukan. Tujuan penelitian ini untuk mengadaptasi instrumen Academic Expectations Stress Inventory-9 (AESI-9) ke dalam versi Bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan secara online menggunakan link Google Form yang ditujukan untuk siswa dan siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia (N=40; 21 subjek laki-laki dan 19 subjek perempuan) yang berusia antara 16-19 tahun. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh instrumen adaptasi AESI-9 sesuai karena memiliki penilaian Aiken’s V >0,6. Hasil uji reliabilitas yang didasarkan dari nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,871. Instrumen ini dapat dianggap reliabel dan dikategorikan kuat karena nilai tersebut melebihi 0,6 yang merupakan standar reliabilitas. Daya beda instrumen pada penelitian ini memenuhi standar yaitu di atas 0,3. Hasil statistik menunjukkan bahwa kategori tinggi memiliki nilai 14, kategori sedang bernilai 12, kategori rendah bernilai 11, dan kategori sangat rendah senilai 3.
Pengelolaan Cfa pada Instrumen Skala Body Appreciation Scale (Bas-2) Menggunakan Software Lisrel Sholikhah, Nikmatus; Nirwana, Nila Turkhudus; Sakha, Nisrina Nabila; Nurmalitasari, Femmi
Flourishing Journal Vol. 4 No. 10 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i102024p481-491

Abstract

Body appreciation is a concept that refers to the appreciation or positive regard an individual has for their own body. Understanding body perception plays a crucial role as it can shape an individual’s self-concept. Individuals with good body appreciation are often linked to better well-being. Developing instruments related to body appreciation in a cultural context is essential, as it allows for measuring body appreciation within a specific culture. The aim of this study is to examine the construct validity of the Body Appreciation Scale (BAS-2) instrument. This research is a quantitative study using the Confirmatory Factor Analysis (CFA) measurement model. Participants in this study were college students aged 18–25 years from across Indonesia. The initial CFA results indicated that some models were not a good fit, prompting modifications to achieve a model that meets the fit criteria. After achieving an overall data fit, further validity and reliability tests showed that the convergent validity was not met. Thus, the BAS-2 instrument in this study needs to be retested in future research. AbstrakBody appreciation merupakan konsep yang merujuk pada penghargaan atau apresiasi yang seseorang miliki terhadap tubuhnya sendiri. Pemahaman terhadap persepsi tubuh memberi peranan penting karena hal ini dapat membentuk konsep diri bagi individu. Individu dengan body appreciation yang baik cenderung berhubungan dengan well-being. Pengembangan instrumen terkait body appreciation dalam konteks budaya diperlukan sebab hal ini dapat menjadi upaya pengukuran body appreciation dalam suatu budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari instrumen body appreciation scale (BAS-2). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan model pengukuran Confirmatory Factor Analysis (CFA). Partisipan pada penelitian ini merupakan mahasiswa berusia 18 – 25 tahun di seluruh Indonesia. Hasil CFA awal yang terdapat beberapa model yang tidak fit, lalu dilakukan modifikasi agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan kriteria sehingga mendapatkan hasil keseluruhan data fit. Pada pengelolaan hasil fit setelah di uji validitas dan reliabilitas ternyata pada validitas konvergennya tidak terpenuhi. Sehingga instrument BAS-2 pada penelitian ini perlu diuji kembali dengan penelitian selanjutnya.
Validitas Konstruk Alat Ukur College Academic Self-efficacy Scale pada Mahasiswa Musyafirah, Tiara Dewi; Tira, Usagi Alifa; Rosalia, Vinka; Fajriyah, Zahyrina Akhsanti; Nurmalitasari, Femmi
Flourishing Journal Vol. 4 No. 10 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i102024p504-510

Abstract

Academic self-efficacy refers to an individual's ability to engage in learning activities to achieve academic goals. Measuring academic self-efficacy among students is necessary to gain an overview of the self-efficacy they possess and to identify appropriate intervention steps to support academic success. There are several instruments for measuring academic self-efficacy, one of which is the College Academic Self-Efficacy Scale (CASES). This instrument was adapted into Indonesian in 2022, but its measurement has been limited to content validity. This study aims to re-examine the construct validity of the adapted CASES measure to determine whether each factor aligns with the cultural context. The testing will be conducted through a quantitative research design. The sampling technique will use purposive sampling with a total sample of 116 respondents, who are active students at universities in Indonesia. Data analysis will utilize the JASP application to perform Confirmatory Factor Analysis (CFA). Psychometric results indicate that the adapted CASES has not achieved a fit model. This suggests that the CASES measure still needs further development. AbstrakEfikasi diri akademik adalah kemampuan yang dimiliki individu untuk menjalankan aktivitas belajar untuk mencapai tujuan akademik. Pengukuran terkait efikasi akademik di kalangan mahasiswa diperlukan agar membantu melihat gambaran efikasi akademik yang dimiliki mahasiswa serta untuk mengindentifikasi langkah intervensi yang tepat dalam menunjang keberhasilan akademik. Terdapat beberapa instrumen untuk pengukuran academic self-esteem, salah satunya College Academic Self-Efficacy Scale (CASES). Instrumen tersebut telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia pada tahun 2022, namun masih terbatas pada pengukuran validitas isi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kembali validitas konstruk dari alat ukur CASES yang telah diadaptasi agar diketahui setiap faktor yang ada sesuai konteks budaya. Pengujian dilakukan melalui desain penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 116 responden yang merupakan mahasiswa aktif di universitas di Indonesia. Analisis data menggunakan aplikasi JASP untuk melakukan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil psikometri menunjukkan bahwa CASES yang telah diadaptasi belum mendaptkan model yang fit. Hal ini menunjukkan bahwa alat ukur CASES masih perlu untuk dikembangkan lebih lanjut.
Analisis Psikometri Instrumen General Self-efficacy Scale Versi Bahasa Indonesia pada Mahasiswa di Indonesia Kamu, Briansen Jonatan Park; Al Mahy, Aulia Naqsya Luna; Meok, Beatrix Lynina Putri; Nurmalitasari, Femmi
Flourishing Journal Vol. 5 No. 12 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i122025p700-708

Abstract

The General Self-efficacy Scale (GSES) is a psychological instrument designed to measure an individual's general belief in their ability to cope with various life challenges. This scale is unidimensional and encompasses three main aspects: magnitude, generality, and strength. This study aimed to re-examine the psychometric properties of the Indonesian version of the GSES adapted by Novrianto et al. (2019). The research sample consisted of 323 active university students from various regions in Indonesia. Data analysis was conducted using Confirmatory Factor Analysis (CFA) with the JASP 0.19.00 software. Initial analysis results indicated that the measurement model did not meet the model fit criteria. After modification by removing five items based on residual variances, the final model showed excellent results (CFI = 0.996; GFI = 0.999; RMSEA = 0.036). Reliability testing indicated a construct reliability (CR) value of 0.826, while the Average Variance Extracted (AVE) value was 0.491. Although the AVE was slightly below the ideal standard (0.5), these results still demonstrate that the modified version of the GSES has strong construct validity and high reliability. Thus, this scale is suitable for measuring general self-efficacy in the Indonesian student population. Abstrak General Self-Efficacy Scale (GSES) adalah instrumen psikologis yang dirancang untuk mengukur keyakinan umum individu terhadap kemampuannya dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Skala ini bersifat unidimensional dan mencakup tiga aspek utama, yaitu magnitude, generality, dan strength. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kembali psikometri GSES versi bahasa Indonesia yang telah diadaptasi oleh Novrianto dkk. (2019). Sampel penelitian terdiri dari 323 mahasiswa aktif dari berbagai wilayah di Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan bantuan software JASP 0.19.00. Hasil analisis awal menunjukkan bahwa model pengukuran belum memenuhi kriteria kecocokan model. Setelah dilakukan modifikasi dengan menghapus lima aitem berdasarkan nilai residual variances, model akhir menunjukkan hasil yang sangat baik (CFI = 0,996; GFI = 0,999; RMSEA = 0,036). Uji reliabilitas menunjukkan nilai construct reliability (CR) sebesar 0,826, sementara nilai Average Variance Extracted (AVE) sebesar 0,491. Meskipun AVE sedikit di bawah standar ideal (0,5), hasil ini tetap menunjukkan bahwa GSES versi modifikasi memiliki validitas konstruk yang kuat dan reliabilitas yang tinggi. Dengan demikian, skala ini layak digunakan untuk mengukur efikasi diri umum pada populasi mahasiswa di Indonesia.
Body Appreciation Pada Perempuan Dewasa Awal yang Aktif Menggunakan Media Sosial Ashgarie, Rayza Ilfie Azkya; Ikhsan, Muhamad Farid Fadjadil; Amelia P, Chariesma; Nurmalitasari, Femmi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i62022p457-467

Abstract

Abstract: Masa dewasa awal merupakan masa yang penuh gejolak dan perubahan, baik secara fisik ataupun psikis. Berbagai tantangan perlu dilewati oleh para dewasa awal agar dapat menjadi orang dewasa yang mandiri dan bertanggung jawab. Dalam konteks ini, perempuan memiliki kesulitan tersendiri dalam menangani tantangan yang berkaitan dengan fisik alias citra tubuh. Citra tubuh merupakan bagaimana individu memandang diri mereka. Jika pada penelitian terdahulu seringkali yang diangkat citra tubuh negatif atau body dissatisfaction yang dirasakan, maka penelitian kali ini mencoba mencari sejauh mana apresiasi tubuh yang dilakukan oleh para perempuan dewasa awal ketika mereka secara aktif menggunakan media sosial. Media sosial digunakan sebagai variabel sebab citra tubuh paling sering berubah karena terdampak dari media sosial, membandingkan diri misalnya. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dengan subjek sejumlah 42 orang yang diperoleh melalui purposive sampling ini menghasilkan kesimpulan bahwa sebagian besar subjek masih memiliki tingkat body appreciation yang baik yakni tinggi dan sangat tinggi, terlepas dirinya menjadi pengguna aktif media sosial. Salah satu yang mempengaruhi kemungkinan usia yang semakin matang sehingga lebih mampu meregulasi emosi dan perilakunya. Diharapkan kecenderungan ini akan bertahan agar para perempuan dewasa awal ini tumbuh menjadi orang dewasa yang penuh kepercayaan diri. Keywords: dewasa awal; citra tubuh; apresiasi tubuh; penyusunan instrumen psikologi Abstrak: Early adulthood is a period full of turmoil and change, both physically and psychologically. Various challenges need to be passed by early adults to become adults who are independent and responsible. In this context, women have their own difficulties in dealing with challenges related to physique, aka body image. Body image is how individuals perceive themselves If in previous studies it was often raised negative body image or perceived body dissatisfaction, this research tries to find out the extent to which early adult women appreciate the body when they actively use social media. Social media is used as a variable because body image changes most often due to the impact of social media, comparing oneself for example. The research was conducted using a quantitative method with a total of 42 subjects obtained through purposive sampling. This resulted in the conclusion that most of the subjects still had a good level of body appreciation, in level high and very high, regardless of being an active user of social media. One that affects the possibility of a more mature age so that it is more able to regulate its emotions and behavior. It is hoped that this trend will persist as these early adult women grow into confident adults. Kata kunci: early adulthood; body image; body appreciation; psychological instrument
Pengembangan Skala Burnout pada Pekerja: Modifikasi Skala The Maslach-Trisni Burnout Inventory Athia Tri Rizkina; Faizah Rizqika; Fiola Rosa; Femmi Nurmalitasari
Flourishing Journal Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i112022p672-684

Abstract

Burnout is a prolonged individual response to emotional and interpersonal stressors. Burnout can be experienced by anyone, including workers, the higher a person's workload can increase the likelihood of a burnout condition. Although this is often considered trivial by many people. Burnout can be seen from three aspects, namely emotional exhaustion, depersonalization, and decreased personal achievement. In this research article, researchers modified the Maslach Burnout Inventory (MBI) scale from an adaptation of the scale to Indonesian called the Maslach-Trisni Burnout Inventory (M-TBI) by adding two aspects, namely low social support and demands. Participants in this study were men and women who were currently working. Modification of the burnout scale was carried out by testing the content validity using the Aiken's V formula, then item analysis using the help of the IBM SPSS 25 application in the form of discriminatory power, spurious overlap, and reliability with the Cronbach alpha formula. After that, categorization was carried out to determine the level of burnout in research participants. Abstrak Burnout merupakan suatu respons individu yang berkepanjangan terhadap stressor emosional dan interpersonal. Burnout dapat dialami oleh siapa saja, salah satunya pekerja, semakin tinggi beban kerja seseorang dapat meningkatkan kemungkinan kondisi burnout. Meskipun hal ini seringkali dianggap sepele oleh banyak orang. Burnout dapat dilihat dari tiga aspek yaitu kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian pribadi. Dalam artikel penelitian ini, peneliti melakukan modifikasi terhadap skala Maslach Burnout Inventory (MBI) dari adaptasi skala ke bahasa Indonesia bernama Maslach-Trisni Burnout Inventory (M-TBI) dengan menambahkan dua aspek yaitu rendahnya dukungan sosial dan tuntutan. Partisipan dalam penelitian ini yaitu laki-laki maupun perempuan yang saat ini sedang bekerja. Modifikasi skala burnout dilakukan dengan uji validitas isi menggunakan formula Aiken’s V, kemudian analisis aitem menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS 25 berupa daya diskriminasi, spurious overlap, dan reliabilitas dengan formula alpha cronbach. Setelah itu dilakukan kategorisasi untuk mengetahui tingkat burnout pada partisipan penelitian.
Education in a Post Covid-19: Penyesuaian Diri Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang dalam Menghadapi Pembelajaran Luring Dhiya Fauziyyah Sudirman; Fina Alfiah Wulandari; Nur Rohmah Hidayatul Qoyyimah; Femmi Nurmalitasari
Flourishing Journal Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i112022p713-726

Abstract

In this current post-Covid-19 pandemic era, one of the challenges faced in the field of education is to return engaging or offline learning to the way it was before the Covid-19 pandemic. Changes in learning policies can have both positive and negative impacts, so it is necessary to make adjustments for each individual to face these challenges. Therefore, this study aims to find out about the adjustment of psychology students who undergo engaging learning. The method used in this study is a qualitative research method with a phenomenological model. Data collection used semi-structured interviews with 3 participants who were Psychology students class of 2020, at the State University of Malang, and who were studying offline this year. The findings in the field showed that two of three participants had sufficiently adjusted to offline learning after the Covid-19 pandemic, however, the participants have not been able to see events objectively and realistically. Concurrently, another participant still showed poor self-adjustment, because she could not control her emotions well, experienced feelings of frustration, and could not see events objectively, and there were several conditions that made participants unable to learn optimally. Abstrak Di era post-pandemic Covid-19 saat ini, tantangan yang dihadapi dalam bidang pendidikan salah satunya yaitu kembalinya pembelajaran luring atau luar jaringan seperti saat sebelum pandemi Covid-19. Perubahan kebijakan pembelajaran dapat memiliki dampak positif maupun negatif, sehingga perlu adanya penyesuaian diri dari masing-masing individu untuk menghadapi tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyesuaian diri mahasiswa psikologi yang menjalani pembelajaran luring. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur dengan 3 partisipan yang merupakan mahasiswa Psikologi angkatan 2020 Universitas Negeri Malang yang menjalani perkuliahan secara luring. Hasil temuan di lapangan yaitu dua partisipan cukup menyesuaikan diri dalam pembelajaran luring usai pandemi Covid-19, namun, belum dapat melihat kejadian secara objektif dan realistis. Sedangkan, satu partisipan lainnya menunjukkan penyesuaian diri yang kurang baik, dikarenakan belum dapat mengontrol emosi dengan baik, mengalami perasaan frustasi, dan belum dapat melihat kejadian secara objektif, serta terdapat beberapa kondisi yang membuat partisipan belum dapat belajar secara maksimal.
Hubungan antara Problematic Internet Use dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Universitas Negeri Malang Ilviana Yulia Sari; Freya Odelia Affandi; Nur Rohmah Hidayatul Qoyyimah; Femmi Nurmalitasari
Flourishing Journal Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i112022p697-703

Abstract

The development of technology at this time makes everyone easily access the internet, especially college students. College students can easily access the internet to help in finding references for assignments in their lectures. However, the internet also has a negative impact if the internet is used inappropriately. The negative impact of the internet is problematic internet use. This study aims to determine the relationship between problematic internet use and academic procrastination in Malang State University college students. The instruments used in this study were the Generalized Problematic Internet Use Scale-2 (GPIUS-2) scale by Caplan (2010) and the Academic Procrastination Scale (APS) scale by McCloskey (2011). The data analysis used in this study consisted of categorisation tests and correlation tests using statistical calculations through the help of the Statistical Package for Social Science (SPSS) for Windows version 22 computer program. The results showed that there was a positive relationship between the problematic internet use variable and the academic procrastination variable in active internet user college students at State University of Malang Abstrak Perkembangan teknologi membawa dampak terhadap kemudahan mengakses internet, terutama pada mahasiswa. Mahasiswa dapat dengan mudah mengakses internet untuk membantu dalam mencari referensi untuk tugas dalam perkuliahannya. Namun, internet juga memberikan dampak negatif apabila penggunaan internet dilakukan secara tidak tepat. Dampak negatif dari internet tersebut dinamakan problematic internet use. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara problematic internet use dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Universitas Negeri Malang. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah skala Generalized Problematic Internet Use Scale-2 (GPIUS-2) oleh Caplan (2010) dan skala Academic Procrastination Scale (APS) oleh McCloskey (2011). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari uji kategorisasi dan uji korelasi menggunakan perhitungan statistik dengan program komputer SPSS for Windows versi 22. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif antara variabel problematic internet use dengan variabel prokrastinasi akademik pada mahasiswa di Universitas Negeri Malang
Makna Qanun Khalwat Bagi Wanita Aceh yang Berpacaran: Studi Fenomenologi Nurmalitasari, Femmi
Flourishing Journal Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i32025p152-162

Abstract

Qanun khalwat is a regulation made to regulate the interaction between women and men who are not mahrams, where both are not allowed to be in the same place without a mahram, which is often seen as a form of morality regulation in Acehnese society. However, data shows that adolescents or individuals in the emerging adulthood stage in Aceh continue to have dating relationships. It is recorded those adolescents with higher education or college and upper secondary education levels are known to have free sex behavior. This study aims to explore the meaning of the application of Qanun khalwat for Acehnese women involved in dating relationships. The research method used is qualitative research on phenomenological approaches. The data collection technique was carried out using semi-structured interviews. The participants in this study consisted of two students from Aceh. The results of the study show that the meaning of Qanun formed for Acehnese women who date is Qanun khalwat is positive but often creates a positive stigma in society so that it makes it uncomfortable. AbstrakQanun khalwat merupakan peraturan yang dibuat untuk mengatur interaksi antara wanita dan pria yang bukan mahram, dimana keduanya tidak diperbolehkan berada dalam satu tempat tanpa mahram, yang sering kali dipandang sebagai bentuk pengaturan moralitas dalam masyarakat Aceh. Namun, data menunjukkan bahwa remaja ataupun individu di tahap emerging adulthood di Aceh tetap menjalani hubungan pacaran. Tercatat remaja dengan jenjang pendidikan tinggi atau mahasiswa dan jenjang pendidikan menengah atas diketahui memiliki perilaku free sex. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dari penerapan qanun khalwat bagi wanita Aceh yang terlibat dalam hubungan pacaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara semi terstruktur. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari dua mahasiswa yang berasal dari Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna qanun yang terbentuk bagi wanita Aceh yang berpacaran adalah qanun khalwat itu sebenarnya positif namun seringkali membuat stigma positif dimasyarakat sehingga membuat tidak nyaman.