Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Combination of Moderate Intensity Exercise and Rose Petals Yoghurt Alters Blood Pressure and Soluble Rage Level in High Advanced Glycation End Products Diet Induced Wistar Rat Ratna, Ardhiyanti Puspita; Weningtyas, Anditri; Amelia, Widya Dana; Putra, Rexy Ichtiar Chesara
Journal La Medihealtico Vol. 5 No. 4 (2024): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v5i4.1556

Abstract

A diet high in advanced glycation end products (AGEs) has been linked to an increased risk of hypertension and other vascular degenerative diseases. Some intervention such as moderate intensity exercise, yogurt probiotic intake and anthocyanin supplementation had been conducted separately, and showed promising effects. The aim of this study is to analyse the effect of combining rose petal yoghurt and moderate intensity exercise in lowering blood pressure and sRAGE level in high AGEs diet induced model. This research was experimental study, using post test-only control group design. The animals that were used were white male rats (Rattus norvegicus) Wistar strain, divided into 5 groups. Group KN was given standar diet, KP was treated with high AGEs diet, KA was treated with high AGEs diet and combination of rose yoghurt and moderate exercise, KB was given high AGEs diet dan rose yoghurt, and KC group was treated with high AGEs diet and moderate exercise. After 12 weeks systolic and diastolic blood pressure was examined using Kent Scientific CODA blood pressure analyzer and sRAGE examined with ELISA technique. The result shows most decline in systolic and diastolic BP was at KC group which got a high AGEs diet and moderate intensity exercise. KC’s systolic BP was measured 120 ± 2.82 mmHg and diastolic at 77.25 ± 9.5 mmHg. The results of ELISA examination show KN has higher sRAGE level at 1865 ± 503.4 ng/L on the contrary KP has lower sRAGE level at 530 ± 78.6 ng/L.
Pengaruh Latihan Running With The ball terhadap Peningkatan Keterampilan Dribbling Pemain Sepak Bola Usia 13-15 Tahun di Sekolah Sepak Bola (SSB) SINGOJOYO Kabupaten Malang Moch. Maulidan; Supriyadi Supriyadi; Ardhiyanti Puspita Ratna
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 2 No 2 (2024): April : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v2i2.669

Abstract

It can be seen that this study has one goal, namely to determine the effeck of running with the ball exercise on improving the dribbling skill of SBB Singojoyo football players, Malang Regency. This study used a sample off all 13-15 years old SSB Singojoyo soccer athletes in Malang, totaling 20 people using a sampling technique. In this study, the experimental method was applied, with the One-Group Pretest-Postest experimental design. The instrument used is the Test Course of the Sport Dribbling test which is used during the pretest dan posttest. The results of this study used the normality test and paired sample t test, which showed that there was a significant effect on improving dribbling skills by giving running with the ball exercises. This can be seen by looking at the results of data analysis on the calculation of the t test which shows that t count is greater than t table (4,162>2,093) with a significance test (∝) = 0.05 and a total sample (N = 20), the hypothesis is accepted and has an effect. Based on the results of the study it can be concluded that running with the ball exercise has a significant influence of tge dribbling skills of SSB Singojoyo Malang Regency aged 13-15 years.
Perubahan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Santri Husada Sebagai Peer Educator Promosi Kesehatan Reproduksi Ardhiyanti Puspita Ratna; Taurisma Aulia Nanda Wibisono; Zhafirah Auliarahma; Hilma Tsurayya Iftihurozza; Zumroh Hasanah; Tisnalia Merdya Andyastanti
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 7 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i7.2608

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini ditandai dengan adanya perubahan kognitif dan adanya kematangan seksual seperti hormonal. Remaja memerlukan pemahaman tentang kesehatan reproduksi agar dapat menjaga kesehatan secara optimal, menghindari risiko penyakit menular seksual, serta membuat keputusan yang tepat terkait kehidupan reproduksi di masa depan. Pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan di Indonesia yang menaungi pendidikan remaja yaitu para santrinya. Berdasarkan Focused Group Discussion yang diadakan dengan santri husada PP Nurul Ulum Putri Kota Malang diketahui pemahaman tentang kesehatan reproduksi masih kurang. Tim Pengabdian FK UM melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada santri husada untuk meningkatkan peran mereka sebagai peer educator kesehatan reproduksi dengan melakukan pelatihan berbasis studi kasus. Kegiatan melibatkan 60 orang santri dan berlangsung selama 3 bulan. Dari hasil pelatihan didapatkan pengetahuan santri Husada meningkat dari rata-rata 58.75±14.9 sebelum pelatihan menjadi 82.9±10.86 setelah pelatihan, hasil uji paired T menunjukkan signifikasi 0,000. Selain itu, setelah pelatihan, santri Husada menunjukkan perilaku mendukung promosi kesehatan reproduksi di pesantren sebanyak 63%, perilaku sangat mendukung sebesar 30%, dan perilaku tidak mendukung hanya 7%. Dapat disimpulkan pelatihan dan pendampingan berbasis studi kasus dapat meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap santri husada dalam promosi kesehatan reproduksi.
Improving Knowledge of Community Health Worker about Stunting’s Prevention Through Structured Training Program in Malang Hasanah, Zumroh; Kinanti, Rias Gesang; Puriastuti, Alifia Candra; Ratna, Ardhiyanti Puspita; Novembriani, Rizqie Putri
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 5 No 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Stunting is a significant public health issue in Indonesia. Improving the knowledge of community health workers, particularly health cadres, is crucial for effective stunting prevention in Indonesia. Objective: This study aims to analyze the effectiveness of structured training program about stunting prevention among health cadres in Sumberpasir Village, Pakis District, Malang Regency Method: This study employed a one-group pretest-posttest design. A total of 28 health cadres were recruited using a purposive sampling method. Data were collected using a validated questionnaire to assess stunting prevention knowledge. The intervention consisted of a 10-hour structured training program led by the expert (divided into five sessions, with 2.5 hours in each session). Data were analyzed using SPSS version 26. Given the non-parametric nature of the data, the Wilcoxon signed-rank test was used to compare the pretest and posttest scores. Results: The structured training program had a significant positive impact on the participants' knowledge. Conclusions: The knowledge and empowerment of health cadres are fundamental to the success of stunting prevention strategies in Indonesia. By enhancing their training, providing ongoing support, and fostering community engagement, health cadres can play a transformative role in reducing stunting rates among children.
Inovasi Program “USIR STUNTING” Upskilling Kader Kesehatan dalam Pendampingan Keluarga Beresiko Stunting di Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang Ardhiyanti Puspita Ratna; Zumroh Hasanah; Rizqie Putri Novembriani; Tisnalia Merdya Andyastanti; Niaradya Anya Andini; Angelica Igsanti
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 2 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v7i2.1271

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan secara global dan isu prioritas nasional. Kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam 1.000 hari pertama kehidupanmenyebabkan dampak jangka panjang. Target pemerintah menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 % pada tahun 2024. Upaya untuk pencegahan stunting antara lain adalah melakukan pendekatan keluarga berisiko stunting. Jumlah keluarga berisiko stunting masih tinggi. Identifikasi dan pendampingan keluarga berisiko stunting sangat penting dalam upaya mengurangi kejadian stunting karena memungkinkan intervensi sejak dini. Akan tetapi pendampingan langsung membutuhkan sumberdaya dan tenaga yang cukup besar. Hal ini dapat dilakukan dengan mengoptimalkan peran para kader kesehatan yang ada di lingkungan masyarakat. Program pelatihan inovatif upskilling kader kesehatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader untuk mengidentifikasi dan melakukan pendampingan kepada keluarga beresiko stunting di Kecamatan Pakisaji. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan pelatihan kolaboratif dengan pendekatan studi kasus, serta pendampingan berkala pada kader. Selain itu tim juga membekali kader dengan inovasi media promosi kesehatan berupa flipbook Usir Stunting yang dapat digunakan saat melakukan pendampingan. Dari hasil analisis tingkat pengetahuan diketahui terdapat perbedaan signifikan antara tingkat pengetahuan kader sebelum dan sesudah pelatihan (p = 0,000) yang menunjukkan adanya pengaruh pelatihan dengan peningkatan pengetahauan kader.
Knowledge Level of Futsal Extracurricular Students about Ankle Injuries Rahmatullah; Ahmad Abdullah; Ardhiyanti Puspita Ratna
Journal Coaching Education Sports Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/pjk0cc35

Abstract

Futsal is one of the sports that has a high risk factor for ankle injuries. Therefore, futsal sports practitioners should know the prevention and treatment efforts in anticipation of the risk of injury that may occur. The aims of the study was to identify the level of knowledge of students participating in futsal extracurricular activities regarding ankle injuries at Graha Madina Vocational School. This research design is a descriptive quantitative research with a questionnaire survey method via google form. The sampling technique in this study used a total sampling technique so that the research sample was the entire population of 21 students. The analysis technique in this study used descriptive analysis techniques. The instrument used is a questionnaire regarding ankle injuries that has been developed by researcher with the identification of understanding factors, causes of injury, injury prevention, handling, and treatment of ankle injuries. The result of this research analysis shows that students have a level of knowledge in the poor category with an average of 47.62 and details of 17 students (80.96%) have poor knowledge, 4 students (19.04%) have moderate knowledge, and none of the students have good knowledge. The limitation of this study is that the research sample is still classified as a small group scale of 21 students so that further research needs to be done with a larger group scale to get more relevant results.
Upaya Peningkatan Kapasitas Santri Husada Sebagai Peer-Educator Pencegahan Penyakit Menular Di Pondok Pesantren Nurul Ulum Putri Kota Malang Ratna, Ardhiyanti Puspita; Andyastanti, Tisnalia Merdya; Nilasari, Karina; Tsurayya, Hilma
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v3i11.3270

Abstract

Penyakit menular seperti skabies, konjungtivitis, flu, dan TBC merupakan permasalahan kesehatan yang kerap terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Ulum Putri Kota Malang. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman santri mengenai cara pencegahan penyakit dan belum optimalnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Santri Husada sebagai pendidik sebaya dalam pencegahan penyakit menular. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang meliputi tahapan identifikasi masalah, pelatihan, aksi lapangan, serta evaluasi berkelanjutan. Sebanyak 52 Santri Husada diberikan pelatihan kesehatan melalui metode diskusi kelompok dan praktek lapangan selama empat bulan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan kader Santri Husada, dengan rata-rata nilai pengetahuan naik dari 60,87 sebelum pelatihan menjadi 82,31 setelah pelatihan. Selain itu, terjadi perubahan sikap positif, di mana persentase santri yang mendukung peran PHBS meningkat menjadi 63% dan sangat mendukung 29%. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan peer educator efektif dalam mempromosikan kesehatan di lingkungan pesantren dan dapat diadopsi sebagai model pemberdayaan kesehatan di pesantren lainnya di Indonesia.
Pengaruh Latihan Running With The ball terhadap Peningkatan Keterampilan Dribbling Pemain Sepak Bola Usia 13-15 Tahun di Sekolah Sepak Bola (SSB) SINGOJOYO Kabupaten Malang Moch. Maulidan; Supriyadi Supriyadi; Ardhiyanti Puspita Ratna
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 2 No. 2 (2024): April : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v2i2.669

Abstract

It can be seen that this study has one goal, namely to determine the effeck of running with the ball exercise on improving the dribbling skill of SBB Singojoyo football players, Malang Regency. This study used a sample off all 13-15 years old SSB Singojoyo soccer athletes in Malang, totaling 20 people using a sampling technique. In this study, the experimental method was applied, with the One-Group Pretest-Postest experimental design. The instrument used is the Test Course of the Sport Dribbling test which is used during the pretest dan posttest. The results of this study used the normality test and paired sample t test, which showed that there was a significant effect on improving dribbling skills by giving running with the ball exercises. This can be seen by looking at the results of data analysis on the calculation of the t test which shows that t count is greater than t table (4,162>2,093) with a significance test (∝) = 0.05 and a total sample (N = 20), the hypothesis is accepted and has an effect. Based on the results of the study it can be concluded that running with the ball exercise has a significant influence of tge dribbling skills of SSB Singojoyo Malang Regency aged 13-15 years.
Perubahan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Santri Husada Sebagai Peer Educator Promosi Kesehatan Reproduksi Ratna, Ardhiyanti Puspita; Wibisono, Taurisma Aulia Nanda; Auliarahma, Zhafirah; Iftihurozza, Hilma Tsurayya; Hasanah, Zumroh; Andyastanti, Tisnalia Merdya
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 7 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i7.2608

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini ditandai dengan adanya perubahan kognitif dan adanya kematangan seksual seperti hormonal. Remaja memerlukan pemahaman tentang kesehatan reproduksi agar dapat menjaga kesehatan secara optimal, menghindari risiko penyakit menular seksual, serta membuat keputusan yang tepat terkait kehidupan reproduksi di masa depan. Pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan di Indonesia yang menaungi pendidikan remaja yaitu para santrinya. Berdasarkan Focused Group Discussion yang diadakan dengan santri husada PP Nurul Ulum Putri Kota Malang diketahui pemahaman tentang kesehatan reproduksi masih kurang. Tim Pengabdian FK UM melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada santri husada untuk meningkatkan peran mereka sebagai peer educator kesehatan reproduksi dengan melakukan pelatihan berbasis studi kasus. Kegiatan melibatkan 60 orang santri dan berlangsung selama 3 bulan. Dari hasil pelatihan didapatkan pengetahuan santri Husada meningkat dari rata-rata 58.75±14.9 sebelum pelatihan menjadi 82.9±10.86 setelah pelatihan, hasil uji paired T menunjukkan signifikasi 0,000. Selain itu, setelah pelatihan, santri Husada menunjukkan perilaku mendukung promosi kesehatan reproduksi di pesantren sebanyak 63%, perilaku sangat mendukung sebesar 30%, dan perilaku tidak mendukung hanya 7%. Dapat disimpulkan pelatihan dan pendampingan berbasis studi kasus dapat meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap santri husada dalam promosi kesehatan reproduksi.